MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 40 KELUARGA BAHAGIA


__ADS_3

Saat Elsie memasuki lobby, ia berpapasan dengan kakaknya, Richen.


"Kakak, sendirian aja? Mana kakak ipar?"


"Kakak mu sedang berduet sama bunda dirumah, mereka akan membuat makan malam untuk kita semua malam ini. Nanti malam datang ya ke rumah, ajak Nev juga."


Ternyata malah Elsie mendapat undangan makan malam dirumah orang tuanya.


"Oke kak, siap. Oh ya, kakak mau ikut metting kan? " tanya Elsie.


"Iya, kakak juga akan ikut metting. " jawab Chen singkat.


"Ya udah, ayuk! " ajak El menuju ruang meeting bersama.


Metting berjalan lancar, banyak yang dibahas saat itu. Tentang perkembangan kantor, baik kantor cabang maupun pusat.


Dan yang menjadi trending topik saat ini di STcorp adalah, pergantian pemimpin diperusahaan itu dalam waktu dekat ini.


Sebastian merasa sudah lanjut usia, ia ingin menikmati masa tuanya dirumah bersama istri dan anak cucunya.


Jadi dengan bujukan dan rayuan kedua orang tuanya, akhirnya Richen mau untuk pindah ke tanah air lagi.


Richen menjual perusahaannya yang telah ia bangun di negara Belanda.


Kini perusahaan itu sepenuhnya diserahkan kepada Richen dan Elsie.


Namun karna Elsie memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, akhirnya yang menghendel perusahaan diserahkan kepada Richen.


Elsie mendapat sebagian saham dari STcorp, jadi walaupun tanpa kekantor atau bekerja setiap hari. Ia akan tetap mendapat bagian dari keuntungan perusahaannya.


Setelah meeting usai, Elsie segera bergegas ke kantor Nev suaminya. Ia akan memberitahukan tentang undangan makan malam dari keluarganya kepada Nev.


Kantor Nixon Grub


Sesampainya dikantor Nev, ia melangkahkan kakinya lalu bertanya pada resepsionis.


"Siang mbak, pak Nev nya ada gak? " tanya El pada resepsionis yang bertugas.


"Oh, nyonya muda. Tuan muda saat ini sedang ada tamu. Apakah nyonya bersedia menunggu? " tanya nya sopan.


"Iya mbak, gak apa apa saya akan tunggu. "


"Baik lah kalau begitu, saya akan hubungi tuan Riko dulu. "


Mbak resepsionis itu langsung menelfon Riko, lalu tak lama kemudian Riko pun datang menjemput Elsie.


Elsie diantar Riko menuju ruang tunggu, namun ternyata saat pintu lift terbuka, mereka berpapasan dengan tamunya Nev.


"Nyonya muda, sepertinya tuan muda sudah selesai pertemuannya."


"Oh ya, dari mana kau tau? " tanya Elsie penasaran.


"Itu,, tadi yang berpapasan dengan kita adalah tamunya tuan muda. " Riko menunjuk kearah orang yang memasuki lift tadi.


"Oh... Oke, aku langsung ke ruangannya aja ya? "


"Silahkan nyonya muda. " Riko mempersilahkan Elsie masuk.


Elsie mengetuk pintu ruangan Nev. Terdengar sayup suara Nev mempersilahkan nya.


"Hai suamiku.. " tegur El saat memasuki ruangan dengan tersenyum kepada Nev.


"Hei. Sini sayang! " Nev menepuk nepuk kakinya tanda menyuruh El untuk duduk dipangkuannya.


Elsie menurut saja, ia duduk dipangkuan suaminya itu.


"Kenapa kesini tidak memberi tahuku terlebih dahulu? Untung saja tamuku sudah keluar barusan. Kalau tidak kan pasti kau harus menunggu. "


"Kalaupun harus menunggu juga gak apa apa kok, aku tahu hal semacam itu penting untuk sebuah pekerjaan. " ucap Elsie sambil tersenyum manis.


Melihat istri cantiknya tersenyum seperti itu, membuat Nev gemas lantas ia mengecup sekilas b*b*r El.

__ADS_1


"Hey... Mengapa kau curang sekali sayang. " El mengerucutkan bibirnya, yang justru malah membuat Nev semakin gemas.


"Sayang, jangan memasang raut wajah seperti itu didepan pria lain ya. "


Elsie menautkan alisnya sebab merasa kebingungan dengan ucapan suaminya.


"Memangnya kenapa sayang? "


"Aku takut kalau akan ada pria lain yang menyukai mu. Sebab kau sangat menggemaskan." ucap Nev sambil menyibakkan rambut El kebelakang telinganya.


Elsie yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya, membuat raut wajahnya merona seketika. Untuk menutupi rasa groginya ia pun membalas ucapan Nev.


"Memangnya siapa yang berani mengganggu istri dari seorang Nevile Noman Nixon? " El terus saja menggoda suaminya itu.


"Kau benar sekali sayang, dan karna kau sudah mengatakan hal itu, maka kau harus bertanggung jawab. " seringai licik muncul dari sudut bibir Nev.


Elsie yang merasa ada yang tidak beres, langsung saja berdiri dari pangkuan Nev.


Namun tindakan nya itu, justru malah mempermudah Nev untuk melancarkan aksinya.


Secepat kilat Nev menggendong tubuh El ala bridal stile.


Nev membawa El kedalam kamar pribadinya yang ada diruangan tersebut.


Dan setelah didalam, pertempuran panas kedua anak manusia pun terjadi.


Ketika mereka tengah merasakan kenikmatan yang tak terlukis, suara suara horor pun terdengar hingga keluar kamar.


Tiba tiba Riko mengetuk pintu, lalu memasuki ruangan Nev begitu saja, sebab ia merasa tidak ada jawaban dari dalam.


Saat didalam ruangan, ia terkejut saat mendengar suara horor yang berasal dari kamar pribadi Nev.


Dengan perlahan ia melangkahkan kakinya keluar ruangan lagi.


"Astaga... Ngeri banget sih, jelas jelas masih siang bolong gini. Masih jam kantor lagi kan, gak sabaran banget sih tuan muda. " ia kembali menoleh ke arah pintu yang sudah ia tutup tadi.


' Tapi lebih ngeri lagi aku nih, udah jomblo malah sekarang denger suara begituan. Nasib... Nasib... ' Riko mengeluh dalam hati.


Ia masih saja setia berdiri didepan ruangan Nev. Karna ia harus berjaga jaga, takut ada orang lain yang masuk keruangan tuan mudanya itu.


Akhirnya ia bisa bernafas dengan lega, Riko pun melanjutkan pekerjaanya yang sempat tertunda.


Sedangkan didalam kamar pribadi Nev, terdapat Elsie yang sedang tertidur pulas karena kelelahan.


Nev membiarkan istrinya tertidur sebab ia tau El sedang lelah. Dirinya juga harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.


Namun baru sebentar El memejamkan matanya, ia sudah terbangun. Ia sempat merasa kaget dengan keberadaan nya saat ini.


Namun seketika ia sadar bahwa dirinya saat ini masih berada dikantor suaminya.


Saat Elsie hendak beranjak dari tempat tidur untuk menuju kamar mandi, tiba tiba saja ia baru teringat tentang tujuannya datang kesini.


Karena reflek Elsie menepuk jidatnya.


' Astaga... Bukankah tujuanku kesini, karna ingin memberi tahu kak Nev, tentang undangan makan malam dari ayah tadi ya! Tapi kenapa malah lupa... Ini semua gara gara kak Nev, kenapa aku sungguh tak berdaya bila didekatnya. Huhf.. '


El berkata dalam hati, ia merutuki kebodohannya. Sungguh ia benar benar dibuat lupa akan segalanya, bila sudah bersama Nev.


Dengan cepat Elsie membersihkan dirinya, serta mengenakan baju yang sudah berserakan di lantai dari tadi.


Ia segera menghampiri Nev diruangan nya.


"Sayang, astaga... Maafkan aku, sebenarnya tadi aku kesini akan mengabarimu. Bahwa kita malam ini diundang oleh ayah dan bunda buat makan malam dirumah. Tapi gara gara kau, aku jadi lupa akan tujuanku kesini, sungguh keterlaluan kau sayang. "


Elsie berbicara tanpa henti dan tidak melihat situasi yang ada diruangan tersebut.


Nev tidak menjawab perkataan Elsie, ia justru malah memberi kode kepada Elsie dengan arahan bola matanya.


Dan Elsie pun menoleh mengikuti arahan bola mata Nev tadi.


" Astaga..! " betapa terkejutnya Elsie melihat bahwa ada beberapa orang yang duduk berhadapan dengan Nev.

__ADS_1


Ia tak mengenal siapa mereka, yang jelas sepertinya mereka adalah karyawan di Nixon Grub.


"Eh, hehehe... " El mencoba mencairkan suasana yang tegang.


Lalu mereka membalas senyuman Elsie.


"Ehem, mohon maaf semuanya. Perkenalkan ini istri saya Elsie. " Nev mengembalikan wibawanya yang sempat goyang tadi.


"Selamat sore.. Hehe.. " timpal Elsie sambil tersenyum menunjukkan gigi rapinya.


"Selamat sore nyonya muda. " sahut mereka bersamaan.


"Sayang, tunggulah didalam. Nanti kita lanjutkan lagi oke. " Nev berbicara dengan mengerlingkan matanya.


Dengan berkata seperti itu, justru Nev malah mendapat tatapan tajam dari istrinya.


...***********...


Hari pun mulai larut, Elsie dan Nev memenuhi undangan kedua orang tuanya untuk makam malam dirumah mereka.


Sesampainya disana, mereka disambut dengan ceria oleh Naya putri Richen dan Alena.


"Aunty, now I'm stay here. But I'm still hard to speak Indonesian. All my friends speak Indonesia. " ( tante, sekarang aku tinggal disini. Tapi aku masih sulit berbahasa Indonesia. Semua teman temanku berbicara Indonesia.)


Naya terus saja ngoceh tak henti henti. Memang dia anak yang ceria, dan itu membuat suasana rumah Sebastian menjadi tambah rame.


Sedangkan Elsie dan Nev yang mendengar celotehan Naya, merasa sangat terhibur. Naya memang anak yang cerdas dan baik, kala disekolah ia tidak terlalu kesulitan dalam hal pelajaran. Hanya saja dia belum dapat sepenuhnya menguasai bahasa Indonesia.


Oleh sebab itu, Sebastian sengaja mendaftarkan cucunya agar bersekolah di sekolahan yang bertaraf Internasional. Yang dimana bahasa pengajarannya banyak yang menggunakan bahasa Inggris.


Hal itu bertujuan agar Naya mudah beradaptasi dengan sekolahnya yang baru.


Ruang makan


"Makan yang banyak Nev. Gak usah sungkan. " bunda Ruli tersenyum.


"Trimakasih bunda, ini semua bunda sendiri yang masak? " tanya Nev basa basi.


"Iya, bunda yang masak. Tapi dibantuin kakak Alena. "


"Bund, tolong ambilkan tempe goreng itu. " ucap Sebastian sambil menunjuk arah salah satu menu makanan.


Dengan sigap, Ruli melayani suaminya.


"O ya, apa kalian gak ada rencana untuk bulan madu? " tanya Ruli kepada Nev dan El.


Mendengar hal itu, Elsie dan Nev saling menatap. Jujur mereka bingung harus menjawab bagaimana. Sebab mereka sendiri sama sekali belum kepikiran tentang hal itu.


"Emm... Belum kepikiran sih bund. Soalnya kak Nev masih sibuk dikantor. " kilah Elsie asal.


"Ya harus direncanain dong El. Walaupun pernikahan kalian sudah lama, tapi menurut bunda hal itu perlu dipikirkan juga. Ya kan yah? " Ruli mencoba meminta pendapat dan dukungan dari suaminya.


"Iya bund, menurut ayah juga perlu kok diluangkan waktu untuk kalian berdua. " sahut Sebastian.


"Iya ayah, nanti kami akan cari waktu yang tepat untuk honey moon dengan Elsie. " pungkas Nev.


Makan malam pun berjalan dengan nikmat, sesekali diselingi candaan dari Naya dan Richen. Mereka tampak bahagia sekali, dan momen seperti ini merupakan impian Sebastian serta Ruli.


Dimasa tuanya mereka bisa berkumpul bersama dengan anak anak dan cucunya.







__ADS_1



Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2