
Elsie yang sedang masak di dapur mendengar teriakan Nev, langsung saja berlari menuju sumber suara.
"Ada apa kak? " Ujar Elsie setelah dihadapan Nev.
"I..i,, Ituu.. " Tunjuk Nev kearah lemarinya.
Elsie mengernyitkan dahinya. Saat ia hendak mendekati lemari, ekor matanya melirik kearah Nev sambil tersenyum licik.
"Ada apaan sih kak? " Ia mengambil kecoa mainan yang sengaja ia letak di atas baju Nev. Kemudian Elsie berpura - pura seolah kaget, lalu melemparkan mainan kecoa itu ke arah Nev.
"Aaaaaa.. Kecoa kak Nev!!! Hiiii" Teriak El sambil melemparkan kecoa mainan ke tubuh Nev. Sontak saja Nev tambah kencang berteriak.
"Wuuaaaaa aaa Elsie!! Singkirkan hewan itu. Aku jijik, tolong.. " Nev dan El sama sama berteriak. Bedanya Nev benar ketakutan, sedangkan Elsie hanya akting.
Setelah dilihatnya Nev terus meronta ronta, akhirnya Elsie merasa kasihan juga. Ia membuang kecoa mainan itu ke tempat sampah.
"Sudah kak Nev, lagian itu hanya mainan aja lho kak. Kenapa kakak heboh sekali, kakak ini cewek apa cowok sih? Masak sama kecoa aja takut? Hahaa.. " Elsie sedikit mengejek Nev.
"Ehem! " Nev kembali menegakkan tubuhnya berusaha mengembalikan wibawanya.
"A aku tidak takut kok, hanya geli aja melihatnya. " Nev berkilah.
" Wuahahaa.. Masak seorang Nevile Noman Nixon takut sama kecoa? 😆😆 ini bener - bener lucu kak. " El terus saja tertawa, tanpa ia sadari wajah Nev sudah memerah. Ia langsung mendorong istrinya itu ketembok, lalu mengunci dengan kedua tangannya.
"Owhh.. Jadi ini hanya permainanmu nyonya Nixon? " Seketika Elsie membelalakkan matanya. Ia baru menyadari kalau kejahilannya sudah diketahui suaminya itu.
"Aku... Emmt.. Itu..." Elsie mendadak gugup dan tak lancar bicara, sebab jarak mereka yang terlalu dekat membuat fokus El buyar seketika.
"Sepertinya kau sangat senang bermain main denganku ya? " Pandangan mereka saling tertuju. Tetapi seketika perhatian Nev tertuju pada bibir Elsie yang nampak menggiurkan.
Dengan perlahan Nev menyatukan b*b*r mereka. Sedangkan Elsie yang masih belum bisa menguasai dirinya, seketika terkejut dengan tindakan Nev. ia mencoba melepaskan diri, namun Nev malah meraih pinggang Elsie dan terus memperdalam c**manya.
Tak ingin terlarut dengan permainan suaminya itu, ia pun menggigit bibir bawah Nev. Seketika Nev melepaskan pagutannya.
"Berani sekali kau! " ujar Nev sambil meraba bibir bawahnya yang sudah mengeluarkan darah segar.
"Kenapa kakak melakukan itu? " kata Elsie kesal.
"Memangnya kenapa? Apa aku salah telah menc**m istriku sendiri? Atau kau lupa akan statusmu itu. Bahwa kau adalah seorang istri. Bahkan jika aku mau menginginkan hak ku sekarang juga, itu sah saja bukan? " Jelas Nev panjang lebar tentang haknya sebagai suami.
"......... " Elsie hanya diam saja sembari menunduk. Ia merasa bahwa perkataan Nev benar adanya, hanya saja ia belum siap. Karna sampai detik ini belum ada perasaan apa apa untuk Nev, begitu pun sebaliknya.
__ADS_1
"Kenapa kakak mencuri kesempatan didalam kelemahanku, itu curang namanya. " Sahut Elsie yang nampak sudah bisa mengontrol dirinya.
"Lalu, apakah kau ingin kita merencanakan untuk hal seperti ini? "Ujar Nev yang tak mau kalah dengan istrinya.
"Iishh... Sudah lah kak, lekaslah ganti. Ini sudah lewat dari jam makan malam. " Elsie berlalu begitu saja dari hadapan Nev.
Nev yang masih terdiam ditempat, seketika mengeluarkan seringai licik dari bibirnya.
'Mengapa menyentuhmu menjadi tantangan besar bagiku. Ini seperti sebuah permainan.' Gumam Nev dalam hati.
Elsie yang lebih dulu keluar dari dalam kamar Nev, berjalan sedikit cepat. Ia mengumpat dalam hati.
'Apa - apaan ini, berani beraninya dia mencuri ciumanku. Dia pikir aku akan diam saja menerima perlakuannya itu. Lihat saja! Aku pasti akan membalasmu manusia kulkas.! '
Akhirnya mereka berdua makan malam dengan sedikit kecanggungan, akibat dari kejadian tadi. Dan setelah itu mereka kembali beristirahat di kamar masing masing.
*kantor NIXON GRUB*
Pada pagi hari Nev baru saja tiba di kantor, dia turun dari mobil mewah nya dan di ikuti oleh sekertaris sekaligus orang kepercayaannya, Riko.
Setiap kali Nev melewati karyawannya, mereka menunduk hormat pada atasannya tersebut. Aura yang dipancarkan seorang Nevile Noman Nixon sangat berpengaruh, tampang dingin dan wibawanya memancarkan sebuah kekuasaan dari keluarga Nixon.
Ketika Nev memasuki lift ia bertanya pada Riko. "Apakah kau sudah melaksanakan tugasmu Riko. "
"Mengenai itu sudah beres semua tuan. Tinggal menunggu perintah selanjutnya. "
"Baiklah, atur pertemuanku malam ini juga. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya. " Nev berkata dengan menyunggingkan bibirnya.
"Baik tuan akan segera saya atur semuanya." mereka pun keluar dari lift dan menuju ruangan presdir Nixon Grub itu.
waktu terus berlalu, tak terasa hari sudah petang. Nev bertanya mengenai pekerjaan kepada Riko.
"Apakah pekerjaan sudah selesai semuanya Rik? "
"Sudah tuan, apakah anda ingin berangkat sekarang? " tanya Riko.
"Iya, ayo! aku ingin segera bertemu dengannya. "Jawab Nev.
Belum sempat mereka berangkat, tiba tiba saja Nev teringat akan istrinya. Dia merasa harus menghubungi Elsie terlebih dahulu.
"Tunggu Riko, aku akan menghubungi Elsie dulu. " Nev mengambil handphone dari saku celananya.
__ADS_1
Kemudian dia menghubungi El, ia mengatakan akan pulang terlambat karna ada pertemuan dengan seseorang. Elsie pun percaya, setelah itu Nev pergi bersama Riko ke tempat mereka berjanjian.
* cafe pelangi *
Nev tiba di cafe, ia melihat ada seorang gadis cantik sedang duduk disebuah kursi sendirian. Ia pun menghampiri gadis tersebut, lalu duduk di hadapannya.
"Hai Nev, apa kabar? " tanya gadis itu basa basi.
"Aku baik, kamu sendiri apa kabar? Kemana saja kau selama ini Mesha? " tutur Nev menanyakan kabar Mesha, mantan tunangan sekaligus sahabat istrinya.
"Aku pergi menenangkan diri ke luar negri Nev. Sebelumnya aku mau minta maaf, atas kesalahanku padamu dimasa lalu. " Mesha menundukkan kepalanya, ia merasa sangat canggung dengan mantan tunangannya itu.
"Sudahlah Me, jangan kau bahas lagi. Saat ini aku sedang berusaha berdamai dengan masa lalu. " tukas Nev.
"Baiklah kalau begitu. Bolehkah aku bertanya? " ia sedikit ragu ingin bertanya pada Nev.
"Silahkan, apa yang ingin kau tanyakan? " kata Nev.
"Apakah masih ada tempat dihatimu untuk ku Nev? " tutur Mesha sembari menatap wajah Nev.
"Entahlah Me, tapi seperti yang kamu tahu. Bahwa saat ini aku sudah menikah." ujar Nev menerangkan tentang statusnya saat ini.
"memangnya kemana lelaki yang pernah bersamamu dulu? " imbuh Nev, dengan menelisik mantan tunangannya itu.
"Maafkan aku Nev, tapi tolong jangan kau bahas lagi tentang masalah ini. Aku benar benar sangat menyesal. " pinta Mesha dengan wajah sendunya.
"Baiklah. " Sahut Nev yang seolah muak akan sikap lembut Mesha.
Dan setelah makan malam itu, antara Nev dan Mesha kembali berhubungan baik. Nev sekuat tenaga berusaha menjadi Nev yang hangat seperti dulu. Meskipun ia sebenarnya sangat muak dengan semua ini, tapi terpaksa harus ia lakukan demi sebuah kata BALAS DENDAM.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.