
Pagi itu saat Ansen berangakat ke kantor, ia merasa ada sebuah mobil yang sedang mengikutinya dari belakang.
Sambil mengemudi, Ansen terus saja melihat ke arah sepion. Karna Ansen memang jarang sekali memakai jasa supir nya untuk kemana mana, jadi ia harus tetap terfokus untuk menyetir.
Karna padat nya jalanan pagi itu membuat Ansen sedikit bernafas lega, sebab ia sudah tidak melihat mobil yang mengikutinya itu.
Hingga tibalah ia disebuah restoran mewah, karna sebelum nya ia sudah lebih dulu memboking privat room di restoran itu, maka Ansen langsung di antar ke ruangan yang dipesannya.
Tak perlu menunggu lama, clien nya yang dari Korea itu telah tiba dilokasi. Sekitar dua jam mereka membahas tentang kerja sama yang sedang di lakukan oleh kedua belah pihak.
Agar sama sama di untungkan dan proyek yang sedang dikerjakan pun bisa berjalan lancar, maka semua strategi disusun dengan sebaik mungkin.
Mendekati jam makan siang, Ansen baru bisa kembali ke kantornya. Bahkan makan siang kali itu ia tidak bisa keluar kantor, sebab terlalu banyak pekerjaan yang harus segera dirampungkan nya. Dan ia memutuskan untuk makan siang dikantor saja.
Waktu sore pun menjelang, tak terasa kini waktunya untuk pulang dan mengistirahatkan diri. Satu persatu karyawan dari ALE Groub berpulangan.
Setelah merapikan berkas berkas yang ada dimeja kerjanya, Ansen pun segera meraih jas serta tas kerja yang ada di atas meja, lalu ia kembali pulang.
Awal nya ia merasa semuanya baik baik saja, namun saat ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, disitulah ia merasa seperti ada yang aneh.
Ia menginjak rem, namun mobil itu terus saja melaju kencang, tidak mau berhenti. Ansen semakin panik sebab didepannya sudah ada beberapa mobil yang berjalan pelan.
Ia tak ingin mengambil resiko dengan harus mencelakai orang lain, akhirnya ia banting stir ke arah kiri.
Duaarr..
Mobil Ansen menabrak badan jalan, lalu mobil itu sempat berputar putar. Hingga terhenti di jalan yang berlawanan arah.
Kap mobil terbuka dan mengeluarkan asap dari mesin depan, airbag juga terbuka. Kaca penumpang sebelah kiri juga pecah, terlihat keluar darah dari kepala Ansen karna terbentur kaca disebelah kanan.
Seketika orang orang yang ada dilokasi pun berhamburan untuk mendekati mobil Ansen. Ia sempat melihat orang orang berlari ke arahnya, namun lama lama pandangan mata nya buram hingga ia tak sadarkan diri.
Tak lama polisi pun datang, lalu Ansen di bawa ke rumah sakit terdekat. Agar segera mendapatkan penangan yang tepat.
Polisi mencari data diri Ansen dari barang barang milik Ansen yang ada di dalam mobil. Lalu salah satu diantara petugas itu pun menghubungi keluarga Ansen ke nomer telfon Agam, karna nama kontak nya papa.
Rumah Sakit
Setelah mendapat kabar bahwa Ansen kecelakaan, Agam, RenDae dan Niven serta menuju ke rumah sakit dengan mobil yang sama. Sedangkan Nev dan Elsie menyusul dibelakang.
"Suster, maaf. Saya mau tanya, pasien yang baru saja mengalami kecelakaan dirawat dimana ya? " tanya Agam panik.
"Oh, pasien yang baru kecelakaan tadi masih ada di IGD tuan. Masih dalam penanganan dokter. Anda lurus saja, lalu belok kiri. " jelas suster jaga diloby.
"Terimakasih banyak suster. "
Mereka semua segera berlari menuju lorong rumah sakit, untuk mencari ruangan IGD.
Begitu mereka tiba disana, dokter keluar dari ruangan itu. Seketika langsung diberondong pertanyaan oleh Agam.
"Dokter, bagaimana keadaan putra saya? "
"Bapak ayah dari pasien yang didalam? "
"Iya, putra saja tadi mengalami kecelakaan. Dia bernama Ansen. " terang Agam.
"Kalau begitu silahkan urus administrasi nya dulu pak. Agar segera bisa dilakukan operasi untuk pasien. "
Seketika semua yang ada disitu jadi terkejut mendengar kata operasi.
__ADS_1
"Baik dok, administrasi nya akan segera kami urus. Tapi tolong dijelaskan, oleh sebab apa putra saya harus dioperasi dokter? "
"Tenanglah pak, jangan khawatir. Saat ini putra bapak mengalami patah tulang pada kaki kanan nya. Jadi harus segera di operasi. "
"Oh ya Tuhan, apakah separah itu lukanya dokter? Tolong berikan perawatan yang terbaik untuk putra kami dok. " sahut RenDae.
"Baik buk, kami akan berusaha semaksimal mungkin. Kalau begitu, saya permisi dulu. "
Seperginya dokter dari hadapan mereka, membuat suasana semakin haru. RenDae menangis sesenggukan di pelukan suaminya.
"Tenang lah ma, kita percayakan semuanya sama dokter. Papa yakin Ansen akan baik baik saja, lebih baik kita bantu doa, supaya operasinya nanti berjalan lancar. " ucap Agam sambil mengelus punggung sang istri.
Ren hanya mengangguk sambil mengusap air mata yang membasahi wajahnya.
Nev dan Elsie baru tiba dirumah sakit, mereka langsung mencari keberadaan keluarganya, yang ternyata ada didepan ruang operasi.
"Papa mama, gimana keadaan Ansen? " tanya Nev panik.
"Dia sedang dioperasi Nev, kaki nya patah. Jadi harus dilakukan tindakan operasi. " jelas Agam.
Melihat mama mertuanya menangis, Elsie pun mendekatinya.
"Yang sabar ya ma, kak Ansen pasti baik baik aja kok. Kita bantu doa ya ma. " ucap nya sembari mengusap pundak mama mertuanya itu. Dan perkataan El disambut senyuman oleh RenDae.
"Elsie, kita doa bersama. Kamu pimpin doa ya nak. " titah Agam.
"Baik pa. "
Lalu mereka semua berdoa bersama, dipimpin oleh Elsie.
"Amin.. " ucap mereka bersamaan setelah doa usai.
*
*
"Halo, bagaimana? "
"Bagus, ini semua baru permulaan. Aku akan menghancurkan nya sampai sehancur hancurnya. Hahahahah.. "
Orang itu mengakhiri panggilannya. Lalu ia terdengar bermonolog sendiri.
"Ini semua karna kau sudah mengusik hidupku. Jadi terimalah karma mu dari ku. Hahahaaa.. "
*
*
Rumah Sakit
Setelah dua jam lama nya Ansen berada diruang operasi, dokter akhirnya keluar juga.
Kleekk...
Suara pintu ruang operasi dibuka.
"Keluarga pasien Ansen. "
"Iya dokter, kami keluarga nya. " sahut Nev.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan putra kami dok? " tanya Ren.
"Operasinya berjalan lancar kan dok? " tanya Agam.
Dokter sedikit tersenyum mendengar pertanyaan bertubi tubi dari mereka.
"Operasinya berjalan lancar pak, buk. Pasien akan segera dipindahkan keruang perawatan. Kondisinya pun sudah stabil, namun saat ini pasien masih dalam pengaruh obat bius. "
"Sehingga belum sadarkan diri, mungkin sebentar lagi akan siuman. "
"Baiklah, terimakasih banyak dokter. " sahut Agam. Lalu dokter berlalu dari hadapan mereka.
Setelah Ansen dipindahkan keruang rawat, barulah semua keluarga boleh menjenguknya.
Satu persatu mereka masuk keruang rawat Ansen. Dan tak lama setelah itu, Ansen mulai membuka matanya perlahan lahan.
"Papa, mama. " ucap Ansen saat sudah sadarkan diri.
"Ansen, kamu sudah sadar nak? " ucap Ren sembari memegang tangan Ansen. Ansen tersenyum melihat kekhawatiran dari mama sambung nya itu.
"I'm fine ma, mama jangan nangis ya. Ansen gak mau lihat mama sedih. " kata nya dengan mengusap air mata Ren.
"Mama gak sedih sayang, mama tau Ansen anak yang kuat kok. Cepet sembuh ya nak. " tutur Ren dengan mengusap kepala Ansen.
Ansen mengangguk pelan, kemudian Agam mendekatinya juga.
"Sudah lebih kan nak? " tanya Agam.
"Sudah pa. Terimakasih ya, kalian semua sangat baik padaku. Dan maafkan aku kalau aku selalu merepot kan kalian semua. " ucapnya sendu.
"Kak, kakak gak boleh ngomong kayak gitu. Kami ini keluarga kakak juga kan? Kita semua satu keluarga, jadi tidak ada yang direpotkan ataupun merepotkan . "
"Yang terpenting sekarang ini adalah, kakak harus cepat sembuh. Harus tetap semangat terus. " pungkas Nev.
Ansen tersenyum menanggapi perkataan adiknya itu.
"Terimakasih banyak ya Nev. "
Dan kini mereka semua dapat tersenyum lebar. Agam dan RenDae merasa sangat senang melihat kerukunan anak anak nya.
Keluarga mereka terlihat sangat harmonis.
•
•
•
•
•
•
•
...***Terimakasih buat para readers yang selalu dukung karya ini. Semoga kalian semua selalu dilimpahkan kebaikan dari Tuhan....
...Selalu dukung karya mamayo ya, dengan klik like, coment, dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini ke rak favorit kalian ya....
__ADS_1
...Thankyou so much 😘😍***...