MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 48 JEBAKAN


__ADS_3

Secepat mungkin Nev mengendarai mobil nya. Lantaran ia takut akan terjadi apa apa dengan istri nya.


Jarak tempuh nya sekitar satu jam untuk sampai di lokasi itu. Letaknya berada disebuah komplek perumahan elit.


Saat sudah memasuki kawasan itu, tak butuh waktu lama bagi Nev untuk menemukan lokasi nya.


Saat dirasa Nev sudah tiba dilokasi, ia langsung saja memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Ia sengaja parkir sedikit agak jauh dari lokasi, sebab ia tidak ingin terperangkap nanti didalam.


Begitu tiba didepan gerbang, Nev sudah disambut oleh para pengawal Ansen.


Mereka memeriksa tubuh Nev dengan sangat teliti. Ini semua dilakukan atas perintah dari Ansen.


Ia tidak ingin kecolongan, jangan sampai Nev kesana dengan membawa senjata tajam. Sehingga dapat merugikannya nanti.


" Dimana istriku? " tanya Nev kepada orang orang yang tengah memeriksanya itu.


"Silahkan ikuti kami. Maka kau akan menemukannya. "Jawab dari salah satu mereka.


"Jangan coba mengelabuhiku. Atau kalian akan tau sendiri akibatnya. " ancam Nev kepada para bodyguard itu.


Sayangnya ucapan Nev barusan malah mendapat tanggapan remeh dari mereka semua.


"Hahahaha.. " kelekar mereka semua.


"Dasar bodoh, sudah tau dia masuk kesini sendiri saja. Masih sempat sempat nya dia menyombong !! " ujar salah satu diantara mereka.


Kemudian disambut dengan lekikan tawa dari anak buah Ansen. Nev yang merasa terhina hanya bisa mengepalkan tangannya, dengan pandangan yang penuh amarah.


"Katakan saja dimana istriku? Dan siapa yang menyuruh kalian. Hah !!! " gertak Nev, lalu mereka hanya bisa saling sikut dan saling bisik.


"Baik lah, kami akan menunjukkan dimana istrimu. Ikutlah dengan kami, tanpa ada perlawanan sedikitpun. "


Jujur saja, sebenarnya mereka ini sedikit takut setelah melihat raut wajah Nev yang seolah olah hendak memakan manusia itu.


Karna Nev tidak ingin berdebat panjang dengan mereka. Akhir nya dia mengikuti langkah mereka berjalan.


Hingga akhirnya dia sampai disebuah ruangan. Pintu terbuka, namun ruangan itu terlihat sangat gelap.


Begitu Nev masuk, lampu pun menyala. Betapa kagetnya dia saat melihat Elsie sedang diikat disebuah kursi. Matanya terpejam, entah ia sedang tertidur atau malah pingsan.


Yang jelas tubuh Elsie sangat kusam sekali. Tanpa pikir panjang ia segera berlari menghampiri istrinya itu.


Namun baru satu langkah, Nev sudah dijegal oleh anak buah Ansen. Hingga dia jatuh tersungkur dilantai.


Tanpa Nev sadari ada laki laki yang dari tadi berdiri disamping Elsie, namun dalam posisi membelakangi Nev.


Dan saat Nev terjatuh, pria itu langsung membalikkan badannya.

__ADS_1


"Aha ha aha ha... " kelekar pria itu saat berbalik menatap Nev yang masih tersungkur dilantai.


"Kau !!! " Nev menatap pria itu, dan dia masih ingat betul siapa pria dihadapan nya itu.


"Yah tuan muda Nixon. Kau mengenaliku kan? " tanya Ansen dengan ejekan.


"Kau kan teman nya Elsie. Lalu, kenapa kau ada disini? "


Nev benar benar merasa bingung dengan kenyataan yang dilihatnya ini.


" Aku lah yang membawa Elsie dari pulau itu kesini. Dan hari ini, aku undang kau khusus kesini. Agar kau bisa menyaksikan pernikahan kami. " jelas Ansen dengan senyuman mengejek.


"Apa maksudmu? Pernikahan siapa yang kau maksud? "


"Apa kau tuli atau bodoh. Pernikahan ku dengan Elsie calon istri ku. "


Mendengar itu Nev melebarkan matanya.


"Jangan macam macam kamu. Elsie adalah istriku, seujung kuku pun kau sama sekali tak berhak untuk menyentuhnya. " ucap Nev dengan geram.


"Ahahaha... Dasar b*d*h. Kau bicara seperti itu, tapi tak melihat kondisi mu sendiri. Kekuatan serta kekuasaan mu itu tak ada guna nya disini. Karna aku lah yang berkuasa disini. "


Nev yang masih dihalangi oleh anak buah Ansen, mengarahkan pandangan nya ke Elsie.


"Elsie... Bangun sayang, kita harus melawan penjahat ini. Ayo bangun... " teriak Nev dan menimbulkan reaksi pada tubuh Elsie.


Perlahan lahan matanya terbuka, rasa nya seperti mimpi. Ia bisa mendengar suara suami yang dicintai nya ditempat ini.


"Elsie, bagus sayang. Kita harus segera pergi dari sini. " sahut Nev yang bertujuan untuk memberi semangat pada istri nya itu.


"Hey !!! Jangan macam macam kamu ya. Kalian berdua tidak akan pernah bisa keluar dari tempat ini, tanpa seijinku. Jadi jangan pernah berfikir untuk kabur. " bantah Ansen dengan tegas.


"Sebenarnya apa masalahmu, hingga kau melakukan ini pada kami? "Tanya Nev yang memang masih bingung dengan apa yang terjadi.


"Karna aku membencimu. Aku membenci keluarga Nixon. Dan yang paling penting, aku sudah jatuh cinta dengan wanita ini. Hahaha.. "


Ansen mendekati Elsie, lalu ia membelai wajah nya dan dicium keningnya Elsie.


Melihat hal itu membuat Nev jadi naik darah, emosi nya sudah tak terbendung lagi. Sedangkan Elsie hanya bisa memejamkan mata tanda ia tidak suka akan perlakuan Ansen.


"B*ngs*t kau !! "Teriak Nev yang mencoba untuk memberontak. Namun anak buah Ansen segera mencegahnya.


Melihat hal itu, Ansen sangat senang. Bahkan ia terus saja memamerkan kemesraan nya dengan Elsie didepan Nev.


"Berani berani nya kau menyentuh istriku ! "


"Sebentar lagi, dia bukanlah istrimu. Dia akan menjadi istriku. "

__ADS_1


"Tidak !! Aku tidak akan pernah mau menjadi istrimu. Selamanya, suamiku hanya Nevile. " sahut Elsie dengan nada tinggi.


"Ooh, jadi kau menolakku cantik. " tiba tiba saja Ansen memberi kode kepada anak buah nya untuk menghajar Nev.


Nev yang dikepung dan dihajar oleh orang orang berbadan besar itu pun tak dapat mengelak lagi.


Elsie terus saja menangis dan meminta Ansen untuk menghentikan nya. Namun Ansen hanya tertawa dan tertawa.


Bugh.. Akh..


Suara pukulan dan rintihan itu menggema diseluruh sudut ruangan.


"Ansen, aku mohon hentikan ini. Aku mohon.. Hiks hiks.. " pinta Elsie memelas.


"Hentikan !! " teriak Ansen pada anak buah nya.


Seketika mereka menghentikan aksinya itu. Nev masih memiliki kesadaran, dia lalu menatap Elsie sambil tersenyum. Namun Elsie tidak bisa membalas senyuman suaminya itu. Ia hanya bisa menangis.


"Kau mau ini segera berakhir kan sayang? Kalau begitu, segera bersiaplah. Karna kita harus segera menikah. " ucap Ansen memberi perintah.


"Tidak, tidak mau. Sampai kapan pun aku tidak akan mau menikah dengan mu. " bantah Elsie lagi.


Kemudian Ansen kembali memberi perintah kepada anak buah nya untuk menghajar Nev lagi.


Nev sudah lemah tak berdaya akibat pukulan pria pria kekar itu. Darah segar mengalir dari sudut bibir dan juga pelipis nya.


Hal itu membuat Elsie teriak histeris sambil terus menangis.


"Hentikan Ansen ! Tolong hentikan.. " pinta Elsie dengan deraian air mata. Lalu tangan Ansen memberi kode agar mereka menghentikan aksinya.


"Jadi bagaimana sayang? Apakah kau setuju dengan tawaranku? " kata Ansen.


Sejenak Elsie melihat Nev, namun Nev sudah limbung dilantai. Keadaan sudah sangat lemah. Dan tanpa berfikir panjang ia menjawab.


"Iya. " jawab nya singkat.







__ADS_1



...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....


__ADS_2