MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 43 KEPANIKAN NEV


__ADS_3

"Auwh.. Kenapa kepalaku mendadak pusing seperti ini? " ia terus saja memegangi kepalanya yang dirasa sangat pusing.


Beberapa detik kemudian Elsie tak sadarkan diri.


Melihat Elsie tak sadarkan diri, membuat Ansen tersenyum licik. Dengan perlahan ia mendekati Elsie, membelai wajah cantik El dengan menebar senyum penuh hasrat diwajahnya.


"Kau tambah cantik bila dalam keadaan tertidur seperti ini. Aku jadi tidak sabar untuk segera memilikimu, agar aku bisa melihat kehancuran keluarga Nixon. Hahaha.. "


Setelah mengatakan hal itu, Ansen langsung menjalankan mobilnya menuju pelabuhan.


Ia harus menyebrang agar bisa melanjutkan perjalanan melalui udara.


Kali ini ia menyewa jet pribadi milik salah satu teman kuliahnya dulu. Sebab, tidak mungkin ia membawa Elsie dalam keadaan pingsan seperti ini, menggunakan pesawat komersil.


Dan hal itu sudah ia persiapkan dari jauh jauh hari.


Ansen membawa Elsie kembali ke ibukota malam itu juga.


Sedangkan dilain tempat, seorang pria tampan tengah mengalami kebingungan. Sebab sudah sekian lama ia menunggu wanitanya, namun tak kunjung datang.


"Ayo angkat dong sayang, please... Jangan buat aku takut. " berulang kali Nev menelfon nomor ponshel El, namun tak kunjung mendapat jawaban.


"Kalian semua, cepat hubungi pengawal yang menjemput istriku dihotel.! " perintah Nev kepada semua anak buahnya yang berada disitu.


Dengan susah payah, mereka semua mencoba menghubungi dua pengawal yang ditugaskan menjemput Elsie tadi.


Akan tetapi masih belum mendapat jawaban juga. Hingga kesekian kalinya mencoba, akhirnya panggilan itu terhubung juga.


"Hallo.. " salah satu dari mereka berhasil menghubungi pengawal itu.


"Dimana kalian? Apa yang terjadi, Dimana nyonya muda? "


Belum mendapat jawaban dari yang disebrang sana, Nev sudah lebih dulu merampas handphone itu.


"Halo! Ada apa dengan kalian, katakan!! Dimana istriku? " pertanyaan beruntun Nev lontarkan. Namun tak mendapat jawaban juga.


"Hallo.. Katakan dimana kalian semua? Hallo..! Hallo..!!! " telfon itu pun terputus.


"Aakkhh... Si*l!! Apa yang sebenarnya terjadi, dimana kamu El.. Hiks hiks.. " Nev menumpahkan semua emosi yang ada dalam dirinya.


Pemandangan itu membuat semua anak buah Nev yang ada disitu, ikut merasakan kesedihan juga.


Namun beberapa detik kemudian ada sebuah pesan yang menunjukkan titik lokasi sebuah tempat.


"Tuan, tuan muda. Ada pesan lokasi yang dikirim oleh mereka. Letak nya menuju ke arah pelabuhan. " Nev mengambil handphone itu, lalu melihatnya dengan teliti.

__ADS_1


"Pasti mereka ada disana, ayo cepat kita kesana. " perintah Nev pada anak buah nya.


"Sisakan dua orang berjaga disini, dan beberapa berjaga dihotel. Sisanya ikut saya! " kata Nev yang sedikit teriak, lalu menaiki sebuah mobil dan segera bergegas menuju lokasi itu.


Tak butuh waktu lama, rombongan Nev tiba juga dilokasi. Sesampainya disana, mereka segera masuk kerumah tak berpenghuni tersebut.


Tepat di depan pintu masuk, mereka menemukan dua orang pria tergeletak dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


"Bangun! Bangun kalian, hey... Katakan apa yang terjadi, kenapa kalian bisa seperti ini? Dimana istriku? " Nev mencoba membangunkan mereka yang tergeletak. Namun tidak ada sahutan dari keduanya.


"Tuan muda, lebih baik mereka segera kita bawa kerumah sakit. Yang lain nya saat ini masih berusaha mencari nyonya. " saran dari salah satunya.


"Baiklah, sebagian bawa mereka ke rumah sakit terdekat. Saya akan tetap disini mencari Elsie. "


"Baik tuan muda. " mereka menjawab serentak.


Nev dan beberapa anak buahnya masih berusaha mencari keberadaan Elsie dirumah kosong itu.


Setelah beberapa waktu, usaha mereka tidak membuahkan hasil juga. Akhirnya, Nev menyuruh beberapa orang untuk tetap mencari petunjuk ditempat itu.


Sedangkan dia harus kembali ke hotel, ia harus mencari petunjuk juga disana.


Ia terus saja mencoba mencari sebuah petunjuk dikamar hotel yang mereka tempati itu. Namun hasilnya tetap nihil.


"Huh huh,, aku harus menghubungi papa. " waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, karna belum menemukan petunjuk apa pun, akhirnya Nev memutuskan untuk menghubungi papa nya.


"Elsie hilang!!! " penyataan itu sontak saja membuat Agam Nixon kaget.


Nev menceritakan semuanya kepada papanya, apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya sang papa memutuskan untuk ke markas Richard malam itu juga.


Markas Richard


"Tolong temukan Elsie Richard!! " ucap Agam setelah menceritakan semuanya kepada Richard.


"Saya akan berusaha tuan besar. " Richard menjawab dengan tegas.


Richard mulai menggerakkan jari jarinya diatas keybord. Ia mencoba menelusuri keberadaan Elsie melalui gps di handphone nya.


Hasil lokasi terakhir sama dengan lokasi ditemukannya kedua pengawal yang tertusuk itu. Dan setelah ditelusuri, ternyata Elsie tidak membawa handphone nya, ia meninggalkan handphone itu di dalam mobil yang sebelumnya ia pakai.


Pengawal yang tadi bertugas menjaga rumah kosong itu, membawa handphone Elsie menuju hotel dimana Nev berada.


Sesampainya dihotel, mereka menyerahkan barang barang Elsie yang tertinggal dimobil kepada Nev.


Kebetulan sekali handphone Elsie tidak dikunci, Nev dengan teliti memeriksa isinya dengan harapan mendapat petunjuk dari situ.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Nev melihat pesan yang terakhir kali dikirim ke nomor Elsie.


Pesan itu berisikan sebuah berita bohong tentang dirinya, dan ancaman ancaman kepada sang istri.


Mengetahui hal itu, Nev benar benar sangat murka terhadap orang yang sudah membuat istrinya menghilang.


"Siapa yang berani bermain main dengan ku? Aku akan menemukannya, dan akan kuhancurkan hidupnya. " ucap Nev sambil meremas genggaman tangan nya penuh dengan emosi.


Rumah pribadi Ansen


Disinilah Ansen sekarang membawa Elsie, ia membawa El ke rumah pribadinya. Rumah itu ia beli untuknya kelak, kalau suatu saat nanti dia menikah.


Bahkan mami Ratna pun belum mengetahui perihal rumah itu sama sekali. Ansen membeli nya saat sebelum berangkat ke Belanda. Sebenarnya ia ingin sekali menempati rumah itu bersama orang yang sangat ia cintai, yaitu Elsie.


Namun untuk mewujudkan keinginan nya itu bukanlah hal yang mudah. Itu semua dikarenakan status Elsie yang merupakan istri orang lain.


Mereka tiba dirumah Ansen, saat matahari sudah mulai mengintip. Sekitar pukul lima pagi mereka tiba.


Elsie belum juga sadarkan diri saat tiba dirumah itu. Ansen menempatkan El disalah satu kamar yang ada dilantai dua.


Dengan hati hati ia menurunkan El dari gendongannya untuk diletakkan di atas tempat tidur.


Setelah itu, ia keluar dari kamar lalu berjalan ke lantai bawah untuk menemui anak buahnya yang masih setia menunggunya.


"Silahkan kopinya tuan. " salah satu anak buah Ansen membuatkan nya secangkir kopi.


"Terimakasih. " srrruuuppt.. Ia meneguk kopi panas itu perlahan.


"Apa yang selanjutnya kita lakukan tuan? " tanya salah satu diantara mereka.


"Tunggu perintah selanjutnya dariku, aku masih menunggu nya sampai siuman. " jawab Ansen santai.








__ADS_1


Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2