
Dalam hati Sena merasa sangat tertantang. Seringai licik muncul dari bibir nya.
' tentu saja dengan senang hati aku akan menyaingi suami payahmu itu. Dengan perlahan aku akan mulai menggantikannya dari sisimu. ' batin Sena.
"Ah, kau ini ada ada saja El. Mana mungkin aku sanggup menyaingi suami dari pemilik STcorp ini? Hahahh. " Jawaban pura - pura Sena.
"Ya habisnya keppo banget sih kamu! " tutur Elsie sambil tertawa
"Nanti kalau ada kesempatan bakal aku kenalin kok. " imbuh Elsie.
"Oke deh. " jawaban santai Sena.
Setelah selesai makan siang, mereka kembali ke kantor masing - masing untuk melanjutkan pekerjaannya.
Riko sang asisten, terlihat sangat sibuk dengan persiapan tuan muda nya yang akan kembali kekota asal. Ia nampak dengan sigap menyiapkan segala sesuatunya.
Sedangkan Nev merapikan dirinya didepan kaca. Dia memandangi tubuh gagahnya itu di depan kaca rias.
'Setelah seminggu lebih, akhirnya aku akan kembali. Aku tidak akan memberi tahu tentang kepulanganku kepada orang rumah. Ini akan menjadi kejutan bukan? ' Ujar kata hati Nev dengan licik.
Riko yang telah usai mempersiapkan keberangkatan tuannya itu pun, hendak memberi laporan.
"Permisi tuan muda, semuanya sudah siap. Apakah kita akan berangkat sekarang? " kata Riko memberitahu.
"Iya. Ayo kita berangkat! " pungkas Nev.
Mereka pun kembali dengan menggunakan pesawat pribadi milik keluarga Nixon. Disepanjang perjalanan ntah mengapa, Nev selalu saja terpikirkan oleh El istri cantiknya itu.
'Apakah kau merindukanku? Kenapa aku sangat tidak sabar untuk bertemu denganmu ! ' Nev terus saja bergumam dalam hati. Hingga tanpa sadar ia menunjukkan senyum lebarnya, bahkan terdengar tawa dari bibir Nev.
"Tuan muda, ada apa? " tanya Riko yang terkejut karna mendengar gelak tawa Nev.
"Ehem, ee tidak ada apa - apa. " Nev baru saja tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
' Kenapa tuan muda aneh sekali? Akhir - akhir ini dia terlihat sangat bahagia. Seperti orang yang sedang jatuh cinta saja. ' Riko menerka nerka tentang suasana hati sibos.
Sedangkan Nev sudah kepalang malu, ia segera mengembalikan wibawanya. Wajah dingin nan arogannya pun kembali ia tampilkan.
Nev menempuh perjalanan pagi pagi sekali, sehingga sewaktu mendekati jam makan siang ia sudah tiba di kantor. Nev sengaja tidak pulang ke mansion atau ke apartmen dulu, ia memilih langsung ke kantor sebab ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.
Disisi lain Elsie sedang sibuk bekerja, saat tiba - tiba notifikasi di handphone nya berbunyi. Dengan segera ia mengambil benda pipih itu untuk melihat siapa yang mengirimnya pesan.
'Sena? Kenapa mendadak sekali dia ingin keluar negeri? ' El berkata dalam hati saat melihat isi pesan dari Sena. Tak butuh waktu lama ia pun segera membalas pesan itu.
El membalas pesan Sena.
" baik lah Sena, hati hati kau disana ya. Jangan lupakan oleh oleh untukku nanti ya. " send.
Setelah selesai berkirim pesan kepada teman baru nya itu, El melanjutkan pekerjaannya.
* perusahaan Nixon Grub *
Waktu makan siang telah tiba, Nev berniat akan makan siang dengan meminta sang asisten untuk memesankan makanannya. Ketika Nev sedang menunggu makan siang datang, tiba tiba saja pintu ruang kerjanya di ketuk.
Gadis itu berjalan bak model profesional dengan terus berlalu ke arah Nev, senyumnya terus menebar di bibir seksi nya itu.
"Hai Nev, apa kabar? " ujar Mesha yang sudah berada di dekat Nev sembari melingkarkan tangannya di pundak Nev.
"Hai Me, aku baik. Kenapa tiba tiba saja kau berada disini? " Nev bertanya dengan wajah yang masih menghadap depan.
"Karna aku sangat merindukanmu sayang. Huuhfftt" Me menjawab Nev dengan mendekatkan wajah nya didekat telinga, lalu sedikit meniupnya.
"Me,, apa yang kau lakukan? " Nev sedikit terusik dengan tindakan Mesha. Bukannya menjauh Mesha malah duduk dipangkuan Nev, dan tangannya terus saja melingkar di leher Nev.
"Sayang, maafkan aku. Tapi aku sangat merindukanmu. Kenapa kau keluar kota lama sekali? Hampir saja aku menyusulmu kesana. "Mesha berkata dengan nada yang manja, dan situasi seperti itu sungguh membuat Nev tersiksa.
"Diam lah Me, kau sangat menyiksaku. " Nev hanya memejamkan matanya, dengan sekuat hati ia menahan hasratnya. Karna Mesha duduk dipangkuan Nev dengan suara dan gaya menggoda membuat sesuatu dibawah sana pun jadi terusik.
__ADS_1
Secepat kilat Mesha menyambar bibir Nev, awalnya hanya mencium saja tapi lama kelamaan menjadi sebuah *******. Sebagai pria normal, Nev sempat merasa terhanyut dengan permainan mantan tunangannya itu.
Mesha terus saja memperdalam c1*m*nnya, Nev meraih pinggang wanita sexy dihadapannya itu lalu semakin dalam terhanyut akan permainan yang diciptakan Mesha.
Tok, tok, tok,,,,
Suara ketukan pintu membuyarkan fantasi mereka berdua, dengan segera Nev menyingkirkan Mesha dari pangkuannya.
"Masuk!! " kata Nev sambil merapikan pakaiannya kembali. Mesha pun segera duduk di depan Nev.
"Permisi tuan makan siangnya sudah siap. " tutur Riko memberitahu.
"Bawa masuk Riko, aku ingin makan disini saja. " pungkas Nev.
"Baik tuan! " Riko berlalu dari ruangan Nev.
Setelah itu Nev memberitahu Mesha agar segera pulang. Dengan berat hati Mesha pergi dari ruangan Nev.
' S**l, kenapa aku bisa terhanyut dalam permainannya. Lain kali aku harus lebih berhati hati lagi. Jangan sampai aku termakan dengan jebakannya untuk yang kedua kali. INGAT TUJUAN UTAMAMU NEV !!!! ' Gumam Nev dalam hati setelah merutuki kebodohannya.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.