
"Duduk lah dulu mbak. " ucap Richard mempersilahkan Mini untuk duduk.
Setelah Mini duduk Richard juga mengambil kan minuman dingin untuk nya.
"Silahkan diminum. " kata Richard.
"Terimakasih tuan. " sahut Mini.
"Kira kira apa yang perlu saya jelaskan kepada kalian semua? " tanya Mini.
"Sebenarnya kami hanya ingin menanyakan kepadamu, apakah logo ini sama persis seperti yang kau lihat di jaket para penjahat itu? " sahut Ansen sembari menunjukkan logo milik Rajawali Company.
Mini menyipitkan matanya, ia betul betul mengamati logo yang ditunjukkan oleh Ansen. Dan sejenak ia pun mengingat ingat.
"Iya. Betul tuan. Ini logo nya, apakah tuan tuan ini sudah mengetahui tentang logo ini? " tanya Mini penasaran.
"Kami tau logo ini milik siapa, tapi kami belum yakin kalau yang menyerang El kemarin adalah bagian dari mereka. Sebab kami belum mempunyai bukti bukti yang pasti. " terang Ansen.
"Bisa saja logo itu disalah gunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab kan. " timpal Richard.
"Iya juga ya. " Mini hanya manggut manggut saja.
"Em.. Min, aku boleh nanya sesuatu gak? " tiba tiba saja Niven buka suara.
"Boleh mas, eh tuan maksud saya. " entah mengapa tiba tiba saja Mini menjadi gugup saat bicara dengan Niven.
Richard dan Ansen menyadari kegugupan Mini, mereka hanya bisa saling lirik dan menahan senyum.
"Apakah sebelum nya kamu mengikuti pelatihan tertentu? Kenapa dalam hal bela diri kau sangat handal? "
"Iya, aku sedari kecil memang sudah dilatih bela diri oleh kakek ku. Namun sebenarnya bapak sangat tidak setuju bila aku berlatih beladiri. Jadi kakek selalu mengajariku dengan sembunyi sembunyi. " jawab Mini.
"Tapi kalau menurutku, kau lebih cocok menjadi barisan pengawal dari pada jadi pelayan di mansion. Karna itu sesuai dengan skill mu kan? " sambung Niv lagi.
"Iya, bagus juga saranmu Niv. " timpal Ansen.
"Tinggal ajukan saja pada tuan besar, kalau kalian berdua setuju. Aku rasa Mini sangat cocok menjadi pengawal Elsie. " sahut Richard sembari menaikkan alis nya.
"Eh, jangan tuan. Saya belum pantas menjadi pengawal nyonya muda. Pengetahuan serta kemampuan saya masih sangat minim tuan. " ucap Mini.
Hahaha...
__ADS_1
Sontak mereka bertiga tertawa melihat ketakutan dan kepolosan wajah Mini.
Setelah dirasa cukup untuk mencari informasi dari Mini, para pengawal mengantarkan Mini kembali.
Internasional Hospital
Oeekk.. Oeekk.. Oeekk..
Tangis suara bayi Nev dan El menggema diseluruh ruangan, Elsie yang sedang tertidur pun jadi terbangun ia menoleh ke arah box bayi.
Perlahan lahan ia turun dari ranjang, lalu mendekati box bayi nya. Dia menggendong bayi laki laki tampan itu lalu menyusui nya.
Nev yang merasakan ada nya pergerakan di dekat nya pun, mulai membuka mata perlahan lahan.
"Memi, kalian sudah bangun ya? " tanya Nev sembari mengusap usap mata nya.
"Iya dong pepi, udah pagi nih bangun dong.. " sahut El sambil menoel noel pipi putra nya.
Rencana nya hari ini Elsie dan bayi nya sudah diperbolehkan untuk pulang. Dan sore ini juga akan di adakan acara syukuran, atas lahirnya putra pertama El dan Nev di mansion Nixon.
Setelah pemeriksaan oleh dokter Luna, kini Elsie dibantu oleh suami nya serta beberapa pelayan dari mansion untuk berkemas.
Mini juga ikut membantu memberesi barang barang majikannya itu. Karna sejak kedatangannya di markas Richard kemarin, Niven dan Ansen benar benar mengusulkan Mini untuk menjadi pengawal Elsie.
Jadi sementara ini dia akan melakukan pengamatan pada Mini dulu. Kalau memang dirasa pantas, nanti nya Mini akan diberikan tugas khusus untuk mengawal Elsie serta putra nya.
Mansion Nixon
"Mbak, yang disebelah sana belum ya. " titah RenDae.
"Baik nyah. " sahut pelayan.
"Mbak, tolong bunga nya di ditaruh di meja sebelah sana ya. " titah Ren lagi sambil menunjuk salah satu sudut meja.
Saat ini mereka tengah sibuk mendekor ruang tamu dan ruang tengah di mansion. Karna akan menyambut kedatangan Elsie dan bayi nya, juga cucu pertama di keluarga Nixon. Sekaligus untuk acara syukuran nanti sore.
Semua orang terlihat sibuk untuk mendekor, karna mereka juga akan mengundang keluarga dan kerabat dekat rencananya.
"Kalau sudah semuanya, kalian bantu bagian dapur mempersiapkan makanan untuk acara nanti sore. " tutur RenDae kepada para pelayan yang membantu nya.
Baik nyah..
__ADS_1
Sahut mereka bersamaan. Lalu mereka semua kembali undur diri ke belakang.
Tak berselang lama, bel rumah berbunyi. Cepat cepat RenDae membuka pintu utama. Begitu bahagia nya saat ia melihat Nev dan Elsie berdiri didepan pintu dengan menggendong cucu pertama nya.
"Selamat datang cucu oma.. Ayo masuk, tuh opa sama om om nya udah pada nungguin. " tutur Ren.
Lalu mereka masuk, El dan Nev begitu mengagumi dekorasi yang sudah disiapkan mama nya untuk menyambut mereka.
"Ma, bagus baget dekor nya. El suka deh, hehe.. " ucap El sambil terus memandangi dekor di ruang tamu.
"Mama siapkan ini semua khusus untuk menyambut cucu pertama mama dan putra putri mama. "
"Ayo kita keruang tengah, opa sama om ada disana sayang. " Ren sepertinya sudah tidak sabar, ia langsung mengambil cucu nya dari gendongan Elsie.
El dan Nev hanya bisa tersenyum melihat kelakuan mama nya.
Sesampainya diruang tengah, bayi itu sudah menjadi rebutan oleh satu wanita dewasa dan tiga pria dewasa.
Masing masing menginginkan untuk menggendong nya. Namun karna menjadi rebutan, yang ada malah membuat bayi nya jadi menangis.
Ooeekk.. Ooeekk..
Suara tangisan bayi El membuat suasana rumah itu menjadi semakin ramai saja.
"Huusshh... Sayang, jangan nangis ya anak manis. Ya udah minum susu dulu yuk. " kini Elsie mengambil alih kembali bayi nya. Lalu ia menuju pintu lift untuk naik ke lantai tiga, dimana kamarnya berada.
Nev yang merasakan lelah dalam tubuh nya juga akhirnya ikut menyusul Elsie ke kamar mereka.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...***Terimakasih buat semua nya yang sudah mampir dan dukung karya ini. Supaya author nya terus semangat, dukung terus karya ini dengan, klik like, coment, vote dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini ke daftar favorit kalian. Supaya gak ketinggalan episode terbaru nya. ...
...Thankyou so much and have a great day 😘😘🙏***...