MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 66 KELUARGA HARTONO


__ADS_3

Niven dan teman teman nya memutuskan untuk mengikuti bapak pedagang asongan yang ditolong nya tadi.


Seumur hidupnya, ia belum pernah memasuki daerah yang bisa dibilang jauh dari kata layak untuk ditinggali. Maklum lah, karna Niven memang hidupnya selalu terjamin dari kecil.


Jadi, saat ia dan teman teman nya mengikuti bapak itu sampai kerumah nya, hati Niv benar benar teriris. Ia melihat begitu banyak nya kehidupan diluar sana yang mungkin sangat kurang beruntung.


Sipenjual asongan tadi sudah memasuki rumahnya. Namun Niv melihat anak anak kecil yang sedang bermain dengan wajah yang ceria. Mungkin bila dilihat, mereka ini tidak bermain dengan gadget mahal, atau mungkin dengan mainan mainan mahal.


Tapi senyum dan tawa mereka terlihat sangat tulus, tidak seperti teman teman nya disekolah dulu. Mereka semua anak orang orang kaya, yang ada setiap hari hanya pamer dengan mainan baru serta barang barang mahal lainnya.


Perlahan Niv mendekati anak anak kecil yang sedang bermain itu.


"Hei adik adik, kalian sedang bermain ya? "


"Iya kakkk.. " jawab mereka serempak.


"Kakak punya sesuatu untuk kalian. "


Niven mengeluarkan beberapa bungkus coklat dari dalam tas nya.


"Taarraa.. "


"Wah.. Coklat ya kak. Buat aku kak.. "


"Buat aku kak.. "


"Buat aku..! "


Mereka saling berebut. Dan hal seperti itu membuat hati Niven semakin sakit saja.


"Sabar ya adek adek, semua nya pasti kebagian kok. "


Satu persatu Niven membagikan coklat yang ada ditangannya untuk anak anak itu.


Namun tiba tiba saja ada seorang wanita yang entah datang dari mana. Ia memengang pergelangan tangan Niven dengan sangat erat.


Perempuan itu sepertinya nya masih sangat muda, dia berkulit putih, berambut panjang dengan diwarna pirang yang dikuncir lalu ia masukkan kedalam topi hitam yang ia pakai. Ia memakai tshirt dan dibalut jaket kulit, kemudian ia padukan dengan jeans 3/4 yang robek lututnya. Namun ia hanya menggunakan sandal untuk alas kakinya.


Karna terkejut, Niven menoleh dan memindai wanita itu dengan sangat detail, bahkan semua teman teman Niv juga menatap wanita itu.


Sepersekian detik, Niv sempat terpesona melihat kecantikan gadis ini. Hingga tak lama kemudian ia bisa menguasai dirinya dengan baik.


"Siapa kau? " tanya Niv dengan tatapan mata yang tajam.


"Aku yang seharusnya bertanya, siapa kalian? " sahut wanita itu dengan tegas.


"Apa yang kalian lakukan disini? Dan apa yang kalian bagikan kepada anak anak ini tadi? Kalian mau berbuat jahat ya? " tuduhnya.


"Hei, kalau berbicara jangan sembarangan ya. " bantah Niven. Dengan melepas paksa tangan wanita itu.


"Ah, pasti kalian mau menculik mereka kan? Tak kan pernah kubiarkan..! " pungkas wanita itu, lalu..


Hiyaa.. Ciat ciiat..


Bugh, bugh, ..


Auh..


Niven dan perempuan tomboy itu terlibat perkel⁴hi⁴n. Akan tetapi teman teman Niv tak ada yang membantu nya, justru mereka sepertinya sangat senang melihat wanita tomboy itu berkelahi dengan temannya sendiri.

__ADS_1


Saat Niven dan wanita itu masih asik berkelahi, tiba tiba saja bapak pedagang asongan yang ditolong Nev tadi muncul dari dalam rumah.


Bapak itu sedikit berlari sambil berteriak guna menghentikan perkel⁴hi⁴n itu.


"Hei hentikan !! Tolong hentikan.. "


Seketika wanita itu berhenti menyerang Niv, ia menoleh ke arah bapak asongan tadi lalu seolah melindunginya dari Niven dan kawan kawannya.


"Bapak, jangan kesini pak. Mereka orang orang jahat yang berbahaya. " terang gadi itu.


Bapak pedagang asongan itu melihat wajah Niven dan kawan kawan satu persatu. Ia sedikit mengingat ingat, kemudian ia merasa tercengang karna mengingat sesuatu.


"Oh, mas mas nya ini bukan nya yang menolong saya tadi ya? " tanya bapak itu memastikan.


"Iya pak betul, kami yang tadi dicafe sana. " ucap teman Niv sambil menunjuk arah cafe tadi.


"Lalu kenapa mas mas nya ada disini? " nampak bapak itu bingung.


"Em.. Kami merasa bahwa bapak sedang dalam masalah. Mangkanya secara diam diam kami mengikuti bapak. Kami mohon maaf ya pak, kalau membuat bapak tidak nyaman dan malah membuat keributan disini. " ucap Niv sambil menundukkan pandangannya.


"Oh, tidak apa apa mas. Saya juga minta maaf karna putri saya sudah bertindak kasar dengan sampean. "


Ucapan bapak itu malah membuat Niven menautkan alisnya.


"Ini putri bapak? " tanya Niv heran.


"Iya mas, ini putri pertama saya. Nama nya Mini, nduk salam sama mas mas nya ini. " titah bapak itu pada putrinya.


Dengan malas malasan Mini mengulurkan tangannya, lalu disambut Niv. Namun baru menyentuh sedikit sudah ditariknya lagi. Mini juga menyalami semua teman teman Niven yang ada disitu.


"Oh iya, perkenalkan nama saya Niven pak. Dan ini teman teman saya, Aldo, Dimas, Revan, dan Nando. " Niv memperkenalkan dirinya juga teman temannya.


"Tapi mohon maaf lho mas, rumah saya begini ada nya. " ucap nya sedikit tidak percaya diri.


"Ah, tidak apa apa kok pak. " ucap Dimas.


Saat mereka memasuki rumah kecil itu, ia melihat ada dua anak laki laki dan perempuan yang sedang duduk termenung. Dilihat dari postur tubuhnya, sepertinya mereka masih duduk dibangku sekolah dasar.


"Nduk, le, ayo masuk sana. " pak Yanto menyuruh kedua anak tadi untuk masuk. Namun disambut dengan gelengan kepala oleh keduanya.


Lalu pak Yanto menatap Niv dan kawan kawannya, ia merasa sedikit kikuk.


"Eh, maaf ya mas. Ini anak anak saya lagi merajuk, hehe.. "


"Oh, tidak apa pak. Nama nya juga anak anak. " sahut Aldo.


"Kalau begitu saya tinggal kebelakang dulu ya mas. " tutur pak Yanto, lalu ia pergi meninggalkan Niv dan kawan kawan nya diruang tamu.


Perlahan lahan, Niven mendekatkan dirinya pada kedua bocah tadi.


"Hey, adik adik yang manis. Kalian kenapa? Kok sepertinya sedih banget. " ucap Niv lembut, sembari mengelus kepala keduanya.


Mereka tak menjawab malah terisak dalam tangisannya.


Hiks.. Hiks..


"Eh eh, kenapa kok malah menangis dek? "


"Bapak tadi habis hiks.. Habis kecopetan katanya, hiks.. padahal hiks.. uang itu mau dipakek untuk bayar sekolah kami diakhir tahun ajaran ini kak. " terang anak perempuan iti dengan polos.

__ADS_1


"Iya kak, padahal kami mau lulusan. Kalau kami tidak membayar tunggakan uang sekolah secepatnya, ijazah kami tidak akan bisa keluar nanti kak. Hiks hiks hiks.. " imbuh anak laki laki.


' oh, jadi uang yang di ambil geng motor tadi mau dipakek untuk bayar sekolah anak anak nya. Ya Tuhan.. Kasihan nya bapak Yanto. ' kata hati Niv merasa iba dengan keluarga pak Yanto.


"Udah, udah... Adek adek jangan sedih lagi ya, nanti biar kakak yang bayar semua tunggakan uang sekolah kalian. " tutur Niv lembut.


"Tapi kakak kakak ini siapa? Kenapa mau membantu kami? " tanya anak cowok.


"Kakak kakak ini tadi sempet ketemu sama bapak dijalan sana. Pas bapak lagi dibegal sama komplotan geng motor yang meresahkan masyarakat. " terang Niv.


"Oh, jadi kakak kakak ini yang nolongin bapak tadi? Terimakasih banyak ya kak.. " sahut anak perempuan.


"Sama sama dik, ngomong omong adik adik ini namanya siapa? Dari tadi kita ngobrol, tapi kakak belum tau namanya. "


Mereka berdua saling pandang, lalu tersenyum menatap Niv.


"Aku Reno Hartono kak.. Dan ini Rika Hartono kembaranku. "


"Oh.. Jadi kalian berdua kembar. Dan wanita bar bar tadi kakak kalian? " tanya Niv lagi.


Mereka berdua sedikit bingung dengan pertanyaan Niv kali ini.


"Wanita barbar siapa kak? " tanya Rika bingung.


"Em, siapa ya namanya tadi. " Niv tampak berfikir, lalu disahuti oleh Aldo.


"Mini, Niv namanya. "


"Oh ya bener, nama nya Mini. Dia jago beladiri juga. " imbuh Niv.


"Kak Mini? Dia kakak perempuan kami kak, kami ini tiga bersaudara. " jelas Reno.


"Ada apa kalian sebut sebut namaku? "


Mini tiba tiba saja datang dengan membawa nampan yang berisi air minum untuk Niv dan teman teman nya.









...**Terimakasih buat semuanya yang udah mampir dikarya pertama Mamayo...


... Yuk, dukung terus authornya, dengan klik like, coment, vote. Dan tap 💙 untuk menambahkan karyaini kerak favorit kalian...


...Jangan lupa hadiah nya juga ya. 😁...


...Sampai ketemu di episode selanjutnya, ...


...thankyou so much 😘😘**...

__ADS_1


__ADS_2