
Pagi itu Elsie sudah memulai aktivitas nya dengan menyiapkan semua kebutuhan suaminya yang hendak pergi ke kantor. Setelah semuanya siap, ia segera menyambangi kamar Arka.
Dilihatnya putra pertamanya itu sedang didandani oleh pengasuh, dengan senyum lebar yang melekat di wajahnya ia mulai mendekati Arka.
"Hei.. Putra memi sudah selesai mandi ya. Uchh.. Ganteng banget sih anak memi ini, yuk kita ketemu sama pepi yuk sayang. " Elsie merentangkan tangan nya tanda ingin menggendong Arka.
Melihat sang memi ingin menggendong nya, membuat Arka bersemangat meraih tangan memi nya.
"Sudah selesai belum mbak? " tanya Elsie pada pengasuh Arka.
"Sudah nyah. Silahkan kalau tuan kecil mau dibawa. " jawab sang pengasuh.
Dengan perasaan yang bahagia Elsie menggendong putra nya keluar dari kamar, mereka akan menemui pepi Nev yang saat ini sedang sarapan diruang makan.
"Pagi pepi.. " El menyapa suaminya sembari menggendong Arka.
"Eh, kesayangan nya pepi udah pada rapi. "
"Sini putra pepi biar pepi gendong, sebelum pepi berangkat ke kantor. " Nev mengambil Arka dari gendongan istrinya. Namun sebelum Elsie menyerahkan putranya terlebih dulu ia bertanya.
"Pepi udah selesai makan nya? "
"Udah kok mi, pepi mau main dulu bentar sama Arka. Memi sarapan dulu gih. Sini sayang.. "
Tak ingin membuang waktu lama, Elsie segera menyiapkan makanan nya setelah Arka berada digendongan pepi nya.
Kantor Nixon Grub
Hari ini jadwal pekerjaan Nev lumayan sangat padat, karna biasanya ia dibantu oleh Niven, namun kali ini tidak. Sebab adik laki laki nya itu masih berada diluar kota, sedangkan orang tua mereka saat ini sedang berada di Korea.
Semalam Agam dan RenDae bertolak ke negara gingseng itu untuk menghadiri acara pernikahan salah satu keluarga Ren.
Mengingat RenDae memang berasal dari sana, dan mereka berdua masih sering bolak balik ke negara asal Ren, maupun ke negara asal Agam di Prancis.
Sebelum jam makan siang tiba, Nev sudah menghadiri dua rapat penting. Bahkan waktu sudah mendekati jam makan siang, namun Nev masih saja berkutat dimeja kerja nya bersama dengan laptop dan segudang kertas kertas yang menumpuk.
Tok, tok, tok,...
Tiba tiba terdengar suara pintu ruangan presdir diketuk dari luar.
"Ya masuk! " Nev memberi titah pada orang yang ada dibalik pintu.
Pintu terbuka, muncul lah Riko yang kemudian berjalan mendekat ke arah Nev.
"Tuan muda, ada bapak ojek online yang mencari anda tuan. Beliau bernama pak Arman tuan, kata nya sudah membuat janji dengan anda. " terang Riko didepan bos nya itu.
__ADS_1
"Oh astaga, kenapa aku lupa soal itu. " ia merutuki kelalaian nya sendiri.
"Ya sudah, antar beliau kesini Riko. " titahnya.
"Baik tuan muda. " Riko segera keluar dari ruangan Nev dengan mengemban perintah dari sang tuan muda.
Riko menjemput pak Arman diloby kantor Nixon Grub, setelah bertanya pada petugas resepsionis, Riko menemukan pak Arman lalu membawanya untuk bertemu dengan Nev.
Selama memasuki kantor Nixon Grub, pak Arman sangat mengagumi keindahan interior kantor itu. Sebab sangat terlihat mewah dan elegan.
Sesekali beliau juga merasakan resah, bagaimana kalau nominal yang harus ia ganti nanti terlalu banyak hingga ia tak mampu untuk membayarnya.
Tapi melihat perlakuan Elsie dan Nev tempo hari saat mengantarnya pulang membuat ia percaya, kalau Nev dan Elsie itu orang baik. Jadi tidak mungkin orang sebaik mereka membuat susah dan semakin sulit hidup orang miskin seperti nya.
Setidaknya ia akan meminta keringanan, agar bisa mencicilnya.
Ting..
Suara dentingan lift terdengar, lalu pintu terbuka secara otomatis. Mereka berdua segera keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan sang penguasa.
Saat didepan ruangan Nev, ada sekertaris nya yang sedang sibuk didepan komputer . Saking ramahnya pak Arman, ia pun menyapa sekertaris Nev itu.
"Selamat siang mbak. "
Sekertaris Nev yang merasa disapa, hanya bisa mengangguk sembari tersenyum kikuk. Sebab bingung dengan siapa yang menyapa nya itu.
"Ini pak Arman tuan muda. " kata Riko.
"Silahkan duduk pak. " Nev mempersilahkan.
"Iya, terimakasih pak. " jawab pak Arman lalu ia menghempaskan tubuhnya dikursi berhadapan dengan Nev.
"Tinggalkan kami Riko. "
"Baik tuan, saya permisi. "
Begitu Riko tak terlihat lagi dari balik pintu, Nev baru memulai pembicaraan nya.
"Terimakasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk datang kesini pak. "
"Pasti akan saya sempat kan pak, karna ini merupakan tanggungg jawab saya. " tutur pak Arman.
"Baiklah, kalau begitu langsung saja kita bahas masalah kemarin itu ya. Ini rincian kerusakan mobil saya. " Nev benar benar menyerahkan nota dari bengkel kepada pak Arman.
Betapa terkejutnya pak Arman saat melihat nominal yang tertera disitu. Seketika tangannya menjadi gemetar dan lemas.
__ADS_1
"A a apakah sebanyak ini pak Nev? " tanya pak Arman dengan gugup, sebab nominal yang tertulis enam juta tujuh ratus ribu rupiah.
"Itu belum semua pak, saya tidak tega kalau harus saya tulis semuanya. "
Seketika wajah pak Arman menjadi lesu, ia berfikir bagaimana caranya agar ia bisa membayar ganti rugi ini. Sedangkan Nev terus saja memperhatikan mimik wajah pak Arman.
"Ehm, maaf sebelum nya pak Nev. Tapi saya belum ada uang kalau sekarang. Bolehkah saya mencicil nya? " tanya pak Arman.
"Tapi kalau bayar ke bengkel nya gak bisa nyicil kan pak? " kata kata Nev membuat pak Arman lagi lagi tertunduk lesu.
"Saya mohon kemurahan hati pak Nev. Kalau harus membayar cash semua hari ini juga, saya gak ada uang pak. "
Melihat raut wajah pak Arman membuat Nev tak tega bila harus bermain main terlalu lama. Ia sedikit mengukir senyum diwajah nya
"Kalau begitu saya punya penawaran untuk bapak, bagaimana kalau bapak bekerja disini. Agar sekalian bisa untuk mencicil uang ganti rugi itu. Bagaimana? "
Nev memberikan tawaran kepada pak Arman.? Mendengar penjelasan Nev, pak Arman mulai berfikir ada benar nya juga penawaran dari pria tampan dihadapan nya ini.
"Baiklah pak Nev, saya menerima tawaran anda. Saya akan bekerja disini untuk melunasi hutang saya. Kalau begitu saya ditempatkan dibagian apa pak? Masalah nya saya tidak sekolah, saya hanya lulusan SMP. "
Pak Arman menjelaskan tentang latar belakang nya.
"Bapak tidak usah khawatir, saya akan menempatkan bapak dibidang yang tentu nya bisa bapak lakukan. Kalau begitu asisten saya akan mengantarkan bapak, dan sekaligus menjelaskan apa saja nanti tugas bapak kedepannya. "
Setelah mengetakan itu, Nev segera memanggil Riko lalu menyuruhnya untuk mengantarkan pak Arman kebagian divisi yang sesuai dengan nya. Lalu mengajari pak Arman hingga mengerti.
' Semoga saja bisa betah kerja disini ya pak. Maafkan saya kalau tadi saya harus berpura pura menyuruh bapak untuk ganti rugi. Sesungguhnya saya tidak akan pernah meminta ganti rugi pada bapak, saya dan istri hanya berniat ingin membantu bapak serta keluarga melalui pekerjaan ini. Semoga untuk kedepannya, perusahaan ini bisa dapat memberi manfaat lebih untuk orang orang yang membutuhkan, seperti hal nya pak Arman ini. '
Nev hanya bisa bermonolog dalam hati, sesungguh nya ia mempunyai harapan besar dengan perusahaan ini. Agar banyak mempunyai pengaruh untuk semua kalangan masyarakat, bukan hanya kalangan atas saja tapi juga untuk rakyat kecil.
Bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka mereka yang membutuhkan, agar dapat lebih banyak lagi kesejahteraan masyarakat di negara ini bisa semakin cepat meningkat.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...Kita lanjut dibab selanjutnya ya.. Bye bye.. 👋👋😘...