
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, semua orang sudah satu persatu mendatangi meja makan. Begitupun dengan Nev dan Elsie, mereka malam ini memutuskan untuk menginap di mansion.
Ruang Makan
"Wah, makanan nya enak enak banget ma. Ini mama sendiri ya yang masak? " air liur Elsie berkeluaran melihat aneka masakan mama mertuanya.
"Iya sayang, mama yang masak dibantu sama chef. " sahut Ren dengan senyuman diwajah cantiknya.
"Ayo ayo, semuanya makan dulu. Ansen, Niv makan yang banyak ya sayang. Nev Elsie juga. Ayo! " pungkas RenDae.
Lalu mereka semua makan malam dengan nikmat, sesekali mereka saling bercanda. Hingga satu persatu meninggalkan meja makan.
Seusai makan mereka berkumpul sebentar diruang keluarga sambil bercengkrama. Nev, Niv dan Ansen, mereka sedang bermain playstation.
Sedangkan Elsie menjadi tim hore untuk mereka, sambil terus ngemil. Agam dan Ren melihat anak anak nya sangat merasa senang.
Akhirnya ia merasakan ketenangan dan kebahagiaan bersama keluarganya. Hingga pandangan RenDae tertuju pada Elsie yang sedang asik makan cemilan terus dari tadi.
Dia pun berbisik kepada suaminya.
"Pa, coba deh perhatiin Elsie. " bisik Ren.
"Ada apa sih ma? " tanya Agam penasaran.
"Mama lihat lihat dari tadi, El kayaknya makan terus deh pa. " ucapnya pelan.
"Ah, mama ini ada ada aja deh. Ya biarin aja Elsie makan banyak ma. Mama gak liat kalau badan Elsie tuh kecil. Mungkin aja Elsie lagi program penggemukan badan. " jelas Agam dengan santai nya sambil menyeruput teh hangat buatan istri tercintanya.
"Apa iya ya pa ? Mama kira Elsie banyak makan karna lagi isi gitu pa. Hehehe.. " terka Ren sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal.
"Ada ada aja kamu ma ma.. " Agam geleng geleng kepala melihat tingkah istri kesayangan nya itu.
" Ya kita doain aja deh, semoga Elsie dan Nev cepet dikasih momongan. " ucap Agam dengan penuh harapan.
"Amin. " Ren tersenyum kepada suaminya itu.
*
*
Satu bulan berlalu setelah Nev dan Elsie menginap di mansion waktu itu. Dan saat ini Ansen sedang berada diluar negri untuk mengurusi kantor cabang ALE Groub yang ada di Belanda.
Niven sedang keluar kota untuk mengurusi proyek yang sedang ada kendala. Tinggal lah Nev sendiri yang ada dikantor. Semenjak Niven gabung di kantor, pekerjaan Nev sedikit ringan. Sebab ada Niven yang selalu membantu.
__ADS_1
Dalam hal bekerja, dedikasi Niv sungguh sangat bisa diperhitungkan. Mungkin karna mengalir darah Agam Nixon pengusaha berdarah dingin dan terkenal tegas dalam segala proyeknya, mengalir ditubuh Niv.
Begitu pula dengan Nev dan Ansen. Mereka adalah pengusaha muda yang sangat dikenal dan disegani dalam dunia bisnis.
Kring.. Kring..
Suara dering telfon dari handphone Nev pun berbunyi. Membuat Nev yang sedang fokus bekerja jadi mengalihkan perhatiannya ke arah benda pipih itu.
"Ya, halo sayang. Ada apa? " tanya Nev saat telfon tersambung. Dan ternyata Elsie yang menelfon nya.
"Ketoprak? Apa itu sayang, aku gak tau. "
"Oh.. Makanan, bilang dong. Terus aku belinya dimana? "
"Oke deh kalo gitu. Nanti aku beliin ya. Apa ada lagi? "
"Siap sayangku. Love you. "
Binar senyum dari bibir Nev pun seketika terpancar. Baginya, suara Elsie merupakan mood boster terbaik.
Seperti permintaan istri tercintanya, sepulang kerja ia membelikan pesanan Elsie. Sebelum nya ia sudah mencari tau lewat sebuah aplikasi, dimana ada yang menjual ketoprak.
"Pak, ketopraknya satu ya. Yang pedes, dibungkus. " kata Nev pada penjual ketoprak.
Setelah beberapa saat, pesanan pun sudah jadi. Sipenjual memberikan pesanan Nev kepadanya. Lalu Nev memberikan selembar uang merah kepada penjual tersebut.
"Sebentar kembaliannya mas. " ucap sipenjual ketoprak saat menerima uang daro Nev.
"Gak usah pak, buat bapak aja. Terimakasih ya pak. " sahut Nev lalu pergi dari hadapan sipenjual ketoprak.
Sipenjual ketoprak nampak sangat girang, ia sama sekali tak menyangka mendapat rejeki nomplok sore ini. Dasar memang hari ini dagangannya lumayan sepi.
Tak henti hentinya bapak itu mengucap terimakasih pada Nev, dan mengucap syukur atas rejeki yang ia terima hari ini.
Apartment Nev
Saat sudah tiba di depan unitnya, Nev segera memasukkan kode sandi pintu utama. Ia mencari keberadaan istri nya, dan ternyata sang istri ada didapur karna terdengar suara gemericik air dari washbak.
"Sayang, lagi ngapain? " tanya Nev langsung memeluk Elsie dari belakang.
Namun Elsie malah mengendus endus tubuh suaminya itu, lalu menutup hidung serta mulutnya menggunakan tangan.
"Ih, kamu bauk banget sih sayang.. " ucap Elsie lalu menjauh kan dirinya dari Nev.
__ADS_1
"Bauk? " Nev mencuimi aroma tubuhnya sendiri.
"Enggak kok sayang, aku masih wangi. Parfumku ini mau dipakek udah seminggu juga masih wangi yang. Ada ada aja deh kamu. " bantah Nev.
"Tapi kamu bauk yang, serius deh. Mandi sana gih. " El mengusir suaminya agar segera mandi.
"Iya iya yang, aku mandi. Tapi makan dulu ini, ketoprak pesenan kamu. " sahut Nev sambil menyodorkan bungkusan plastik hitam ke arah Elsie.
"Eee.. Hehe.. Aku udah kenyang yang. " jawab Elsie sambil nyengir kuda.
"Hah? Kok bisa, katanya tadi pesen ketoprak. Kok malah udah makan sih yang. " Nev terkejut.
"Ya habisnya kamu lama banget sih yang. Aku kan udah kelaperan, jadi aku pesen online aja deh ketopraknya. Hehe.. " tutur Elsie tanpa rasa bersalah.
"Terus ini buat apa ketoprak nya yang? "
"Buat kamu aja yang, aku mau kekamar dulu ya. Capek, udah ngantuk. Aku tunggu dikamar ya. " ucap Elsie sambil berjalan lalu meninggalkan Nev di dapur.
"Lhoh.. Gimana sih yang. Yang !! Ketoprak gimana lanjutan ceritanya !!! " teriak Nev pada sang istri sambil menenteng plastik isi ketoprak itu.
"Ya udah deh, makan aja. Sayang kalo dibuang, belinya kan pakek duit bukan pakek daon. " kata Nev sembari menyiapkan piring dan sendok untuk peralatan makannya.
Hup..
"Emm.. Enak juga ya. "
Akhirnya Nev memakan ketoprak itu hingga habis tak tersisa.
•
•
•
•
•
•
•
...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....
__ADS_1