MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 18 KEPALSUAN


__ADS_3

"Dari mana saja kamu? Apa tidak bekerja? " tanya Nev kepada Elsie yang terlihat baru saja memasuki kamar.


" Aku berangkat siang hari ini. " jawab El tanpa menoleh ke arah Nev.


"Tumben sekali? Gak biasa biasanya berangkat siang? Apa kau sedang tidak enak badan? " tanya Nev kembali yang nampak mulai khawatir.


"Aku baik baik saja. Berangkatlah! aku akan segera bersiap. " ujar Elsie lalu langsung masuk ke kamar mandi.


"Ada apa dengannya? Kenapa aneh sekali? " guman Nev sendiri.


Nev menuju ruang makan yang ternyata disana sudah ada mama dan papanya.


"Pagi ma, pa. " sapa Nev kepada kedua orang tuanya.


"Pagi Nev, pagi sayang. " sahut papa dan mamanya secara bersamaan.


"Mana istrimu Nev? " tanya sang papa yang sedari tadi belum melihat menantunya.


"Ada pa, masih bersiap. " ucap Nev yang saat ini sedang mengunyah sandwich buatan bundanya.


"Elsie tadi bilang sama mama kalau dia berangkatnya siang pa, sekalian dia tadi bilang mau kerumah Sebastian dulu hari ini. " jelas mama Ren kepada mereka.


Nev yang sama sekali tidak mengetahui perihal itu memang sedikit terkejut.


"Apa bun, El mau pulang? Kenapa dia tidak mengatakan apapun padaku? " Nev menautkan alis matanya. Lalu ia teringat kembali akan sikap aneh Elsie tadi.


"Masak El belum memberitahu mu Nev? Mama kira kalian akan berkunjung bersama. " mama Ren menaruh kecurigaan pada putra sulungnya itu.


"Mungkin saja El memang belum sempat mengatakannya pada Nev ma. " ujar papa Agam yang sudah selesai sarapan.

__ADS_1


"Ya sudah Nev, coba kamu tanya istrimu dulu. Apakah dia mau kau temani apa tidak. " titah mama Ren.


"Tapi pagi ini aku ada pertemuan dengan clien penting ma. Jadi aku tidak bisa. " bukannya Nev menolak, namun karna sebuah pekerjaan. Maka ia tidak bisa menemani istrinya.


"Ya sudah, kalau begitu jemput saja nanti pas pulangnya. " tutur mama Ren.


"Akan aku usahakan ma. "Pungkas Nev yang langsung pergi dari tempat itu. Sedangkan papa Agam hanya menjadi pendengar setia saja.


Tak lama setelah keberangkatan Nev, Elsie pun turun ke ruang makan.


"Pagi ma, pa.. " sapa El pada kedua mertuanya itu.


"Pagi sayang.. " sahut mereka berdua.


"El, kamu nanti pulang ke rumah gak sama Nev ya? " tanya papa Agam.


"Ya sudah, nanti pulangnya biar di jemput Nev aja. " sahut mama Ren yang sedang mengupas buah untuk suaminya.


El yang mulai merasa tidak enak dengan mertuanya terpaksa mengiyakan.


Sebelum El pulang kerumah orang tuanya. Ia memutuskan untuk menghampiri sahabatnya Vindy. Rasa - rasanya banyak sekali yang ingin dia ceritakan pada bestie nya itu.


Setelah mobil yang dikendarai El terparkir rapi di depan tempat kerja Vindy, ia segera turun dari mobil dan berniat ingin mencari Vindy.


Namun kenyataan yang dilihatnya sungguh sangat mengejutkan. Ia melihat kedua sahabat nya sedang beradu argumen, tidak jauh dari tempat Elsie memarkirkan mobilnya tadi.


"Kenapa kamu ngelakuin ini Me? " teriak Vindy kepada Mesha.


"Kenapa? Hhhh.. Kamu tanya kenapa Vin? Aku hanya melakukan apa yang harusnya aku lakukan. " Ujar Mesha dengan sangat ketus.

__ADS_1


"Tapi kita bersahabat sudah sangat lama Me, hanya karna lelaki kau tega menyakiti hati sahabat mu sendiri !! " sahut Vindy yang tak mau kalah.


"Sahabat? Kamu bilang sahabat? Kalau memang dia sahabatku, kenapa dia merebut orang yang sangat aku cintai Vin? Kenapa !! " nada tinggi Mesha menggema di telinga Elsie. Bahkan orang - orang disekitar mereka pun ikut memandangi.


"El tidak merebut Nev darimu Me, kamu sendiri yang berhianat lalu pergi entah kemana ! " balas Vindy tak kalah tegas.


"Kenapa dia harus mau menerima perjodohan ini? Aku gak akan pernah nglepasin Nev untuk perempuan lain. Nevile Noman Nixon hanya milik Mesha Nara. " setelah mengatakan itu Me pergi meninggalkan Vindy yang masih mematung sendirian.


Sedangkan Elsie yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka dari balik mobil mobil yang terparkir pun, sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Perasaan nya sangat tak menentu, ia tak menyangka sahabatnya Mesha masih sangat menginginkan Nev suaminya. Padahal kemarin sewaktu bertemu, Mesha tidak mengatakan hal itu secara langsung pada Elsie. Disitulah hati El terasa sangat hancur, ia bingung harus berbuat apa.


Walau pun sekuat hati ia menahan perasaan nya pada Nev, tapi tak dapat di pungkirinya. Hatinya sakit mengetahui kenyataan bahwa Mesha masih sangat menginginkan Nev, yang kenyataan nya Nev masih menjadi suami sah Elsie.


Hingga akhirnya El mengurungkan niatnya untuk menemui Vindy, ia langsung saja menuju mobilnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.









Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2