
Tak lama setelah Ansen menunggu diruang tamu unit itu, ia mendengar suara kode pintu dipencet dari luar. Samar samar juga terdengar suara orang bicara dari balik pintu.
Setelah pintu terbuka dan terlihat dua orang sedang berdiri dibalik pintu, mereka terdengar sedang membicarakan sesuatu.
"Thankyou honey. " (terimakasih sayang).
"You are welcome. " (sama sama).
"Oh ya, I have something for you. I hope you like it. "
(oh ya, aku punya sesuatu untukmu. Aku harap kau akan menyukainya).
Menyerahkan sebuah kotak.
"What is this? " (apa ini? ).
"Please open. " (bukalah).
Membuka kotak.
"Waaoouuww.. This is a car? " (waouw, ini mobil? ).
"Yes, a good car for sweet girl like you. You happy? "
(iya, mobil yang bagus untuk gadis manis seperti mu. Kamu senang? )
"Yes I'm happy. Thankyou so much honey. " memeluk. (Yah, aku senang. Terimakasih banyak sayang).
"But you have to remember, always follow my plan's. Because we must immediately destroy the Nixon family. " (tapi kamu harus ingat, Selalu ikuti rencanaku, karena kita harus segera menghancurkan keluarga Nixon).
"Okey, I will support all your plans. Because, I really hate them.Their families have put me in prison and ruined my career. I'm sick of them. " ( baiklah, aku akan mendukung semua rencana mu. Karna, aku sangat membenci mereka. Keluarga mereka telah membuatku masuk penjara dan membuat karier ku hancur).
"Hahaha.. Good girl, oke I'm going home now, see you honey. " (gadis pintar, baiklah aku pulang dulu, sampai jumpa sayang).
"Oke, take care. " (baiklah, hati hati).
Setelah lawan bicara nya menghilang dibalik pintu lift, orang itu segera masuk, menutup pintu dan menyalakan lampu ruang tamu.
Klek..
"Astaga !!! " betapa terkejutnya dia saat tau ada seseorang yang duduk disofa dengan meletakkan satu kaki nya diatas kaki lainnya, kedua tangan nya pun bersedekap didada.
"Kau ? Kenapa kau ada disini? " ucap orang itu saat melihat Ansen dihadapannya.
"Kenapa? Kau terkejut melihat ku ada disini? " tanya Ansen santai.
"Aku jauh lebih terkejut, saat mengetahui bahwa kau adalah wanita ular. " imbuh nya.
"Apa maksudmu? " tanya wanita itu dengan menahan emosi nya.
__ADS_1
"Hahahahaa... " bukannya menjawab pertanyaan wanita itu, justru Ansen malah tertawa dengan keras.
"Hentikan tawa mu itu !! Dan segera pergi dari sini. " titah wanita itu namun sama sekali tak dihiraukan Ansen.
"Apa kau bilang? Aku pergi dari sini, apa aku tidak salah dengar nona? " ucap Ansen dengan senyuman licik disudut bibirnya.
"Kalau aku mau, sekarang juga aku bisa mengusirmu dari sini. Karna apartment ini masih sah atas nama ku, apa kau lupa? Kalau apartment ini hanya aku berikan begitu saja untuk mu saat itu. Tanpa ada pemindahan kepemilikan apapun padamu. Apa kau lupa itu? "
"Apa mau mu? Apa kau tidak puas sudah menghancurkan hubungan ku dengan orang yang aku sayangi? "
"Ahahahaha.. " lagi lagi Ansen tertawa lepas dihadapan nya.
"Kau sayangi? Tidak kah kau malu mengatakan itu? " tutur Ansen.
"Bukannya dulu kau sendiri yang menghianatinya? Aku hanya menawarkan sedikit kekayaan ku padamu, tapi dengan mudah nya kau memberikan tubuhmu itu pada ku. Dasar wanita murahan !! "
"Diam kau !! Kau sama sekali tidak ada hak untuk menghinaku. "
"Jelas ada, karna setelah semua yang kau alami. Aku kira kau akan berubah, ternyata masih sama saja. Bahkan jauh lebih parah. "
"Apa yang kau maksud? "
"Aku mengenal siapa pria yang mengantarmu tadi, dan mendengar semuanya. Bahwa kau dan pria itu merencanakan hal buruk untuk keluarga ku, dan aku sangat yakin kalau kau dan pria itu, yang menjadi dalang dari semua kejadian buruk yang menimpa keluarga ku akhir akhir ini. "
"Mulai dari Elsie yang mau ditabrak seseorang, lalu mobil ku yang tiba tiba mengalami rem blong dan menyebabkan ku kecelakaan, hingga penyerangan Elsie yang terakhir. Aku tau itu semua adalah ulah mu bukan? "
Wanita itu nampak sedikit gugup akan penuturan Ansen, dan itu sangat terlihat dari raut wajah nya.
"Kenapa tidak kau jawab pertanyaan ku hah, jangan sampai kau membuat ku harus mengotori tangan ini, kalau mulut mu tidak mau bicara. " ucap Ansen sambil terus mencengkram dagu wanita itu.
"Hen ti kan, l le lep pas kan a ku. " kata wanita itu terbata bata sebab cengkraman Ansen sangat membuatnya susah bernafas.
"Aku akan melepaskan tanganku, tapi kau harus mengakui semua kejahatanmu itu dihadapan ku. "
"Katakan Mesha, bahwa kau adalah dalang dari semua nya !!! " Sentak Ansen dengan nada tinggi, dan hal itu sukses membuat Mesha ketakutan.
"I i iya, a aku mengakuinya. Ttapi to long lepas kan ini." ucap Mesha sambil terus mencoba melepaskan diri dari cengkraman Ansen.
Yah, wanita itu adalah Mesha. Dia adalah dalang dari semua peristiwa itu.
Setelah mendengar penuturan Mesha barusan, ia segera menghempaskan tubuh wanita itu ke lantai.
"Dasar br3ngsh3k, kau harus membayar semua perbuatan yang telah kau lakukan pada keluarga ku. "
Ansen benar benar emosi saat itu, ia sudah sangat gelap mata. Sekilas ia melirik tongkat base ball yang ada di salah satu sudut ruangan itu.
Secepat kilat ia menyambar tongkat itu, lalu mengayunkan tongkat itu ke udara.
"Kau harus mati Meshaaa... " namun tiba tiba Mesha bisa menghindari Ansen.
__ADS_1
"Ansen, jangan macam macam kamu. Aku akan melaporkan mu ke polisi. " ucap Mesha yang saat itu sangat ketakutan.
"Yah, laporkanlah ! Karna bukan aku yang akan dipenjara nanti, tapi kau wanita ular. " kata kata Ansen menggelegar diseluruh penjuru ruangan itu.
"Kau tidak mempunyai bukti apapun tentang kejahatan ku, tapi aku punya cctv yang akan menggiring mu kedalam kasus penganiayaan. " kata Mesha sambil menunjuk salah satu kamera cctv yang ada di sudut ruang tamu.
Ansen pun ikut menoleh ke arah cctv itu. Lalu ia kembali menatap tajam wajah Mesha, namun sedetik kemudian Ansen tertawa.
"Hahahaa... "
Medengar Ansen tertawa malah membuat Mesha merasa bingung. Ia berdiri lalu berjalan mundur hingga punggung nya menyentuh dinding.
"Kau bilang cctv itu akan membawa ku kepenjara? Lalu bagaimana dengan ini nona Mesha? "
Ansen mengambil handphone dari atas meja di dekat pintu yang ada foto Mesha. Ansen meletakkan handphonenya disitu karna ia tau, ia butuh bukti kalau ingin menangkap basah musuhnya.
Handphone itu dalam kondisi on merekam suara, jadi semenjak Mesha datang tadi, semua percakapan nya sudah ia rekam di benda pipih itu.
Ia mulai menekan tombol play, lalu muncul lah percakapan yang Mesha lakukan tadi. Sontak hal itu membuat Mesha menjadi gelagapan.
"Hentikan semua permainanmu ini Mesha, atau aku akan bertindak lebih dari ini. Ini adalah peringatan terakhir untukmu, kalau sampai kau mengganggu keluarga ku lagi. Aku tak segan segan akan mematahkan l3h3rmu !! " ucap Ansen dengan penuh ancaman, lalu ia keluar dari apartment itu.
Saat itu Mesha benar benar merasa syok dengan kejadian yang baru saja ia alami. Dengan nafas yang tersengal sengal, ia segera mencari handphone dari dalam tas tangannya.
Nampak nya Mesha sedang menelfon seseorang, setelah menyelesaikan panggilannya, ia berlari ke kamar lalu mengemasi barang barangnya.
Dan Mesha meninggalkan apartment itu, ia ingin mencari perlindungan dari orang yang telah membantu nya selama ini.
Setelah sampai diloby, ia segera mencari mobil yang tadi sudah dihadiahkan untuk nya. Ternyata mobil itu adalah mobil sport keluaran terbaru dan limited edition.
Mesha sempat tercengang melihat kendaraan yang ada dihadapannya itu.
"Waaouuw.. Ini kan mobil keluaran terbaru dan limited edition, keren banget. " setelah beberapa saat mengagumi mobil itu ia segera tersadar akan tujuan nya untuk segera pergi dari tempat itu.
"Astaga, aku harus segera pergi dari sini. " lekas ia masuk dan duduk dikursi kemudi, lalu ia menjalankan mobil itu menuju suatu tempat.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...***Terimakasih semuanya yang sudah mampir kesini, jangan lupa selalu dukung karya ini ya. ...
...Sampai jumpa di episode selanjutnya, bye bye 👋👋***...