MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 38 RENCANA NEV


__ADS_3

My Wife calling...


Tut... Tut..


Terdengar suara panggilan yang menunggu diterima disebrang sana.


".... "


"Halo yang, lagi apa nih? "


"Sebenarnya aku cuma mau kasih tau kalau hari ini aku pulangnya agak malem ya yang. Soalnya aku mau ada janji ketemu sama klien dari luar kota. "


"Ya, jadi gak usah nungguin aku ya yang. Makan malamnya duluan aja, aku nanti sekalian makan diluar sama klien. "


"Oke sayang, baik baik ya dirumah. Aku usahain pulang secepatnya bila sudah selesai. "


"Bye my Elsie.. " pungkas Nev dengan mengakhiri panggilannya.


Setelah menutup telfonnya, Nev melihat Riko yang berdiri disampingnya sambil tersenyum.


"Sepertinya anda berbakat untuk menjadi aktor tuan. Hehee" puji Riko yang justru mendapat tatapan tajam dari Nev.


"Kurang ajar kau Riko, bilang saja kalau kau sebenarnya ingin mengatakan bahwa aku pandai berbohong kan? " sanggah Nev dengan tegas.


"Hehe.. Ampun tuan, bukan begitu maksud saya. " kilah Riko.


"Ayo! sekarang juga kita berangkat. Dan jangan lupa kau hubungi semua teman temannya. " titah Nev pada Riko.


Kemudian mereka melangkahkan kakinya keluar dari kantor Nixon Grub.


Kediaman Sebastian


Nev sengaja mendatangi rumah mertuanya itu bersama Riko, sebab ada sesuatu yang akan dibicarakan dengan kedua mertuanya.


"Nev, ada apa? Dan mana Elsie, kenapa tidak diajak. " pertanyaan beruntun dilontarkan bunda Ruli.


"Elsie di apartment bund, ayah dimana ya bund? " tanya Nev sambil melihat sekitarnya.


"Ayah lagi ditaman belakang kayaknya, bentar biar dipanggilin simbok dulu. " bunda Ruli menyuruh mbok Tari memanggil Sebastian.


Tak lama kemudian, Sebastian muncul dari pintu samping yang menghubungkan ke taman belakang langsung.


"Ayah. " sapa Nev saat melihat mertuanya datang.


"Nev, ada apa? Mana Elsie, kenapa tidak ikut? "


"Tidak yah, aku kemari karna ingin memberi tahu ayah dan bunda. Besok bukannya hari ulang tahun Elsie kan yah? "

__ADS_1


Sebastian sedikit berfikir, namun Ruli yang memang bundanya Elsie tahu betul tanggal lahir putrinya itu.


"Eh, iya betul. Besok hari ulang tahun Elsie yah. " ucap Ruli mengingatkan suaminya itu.


"Oh ya, maaf ayah lupa. Hehe" sahut Sebastian sambil garuk garuk kepalanya yang tak gatal.


"Terus kamu punya rencana apa Nev? " tanya Ruli pada menantunya itu.


"Emm.. Aku sih rencananya mau ngasih sedikit surprise buat birthdaynya El besok yah, bund. " Nev menjelaskan maksudnya.


"Boleh, gimana rencanamu Nev? " tanya Ruli antusias.


Setelah menjelaskan kepada kedua mertuanya, Nev langsung berpamitan. Ia segera bergegas pulang, takut Elsie menunggunya terlalu lama.


Rumah Vindy


Vindy salah satu sahabat Elsie yang baru saja pulang dari kerja, langsung mendapat pesan dari Riko tentang rencana surprise birthday partynya Elsie.


"Aduh, gimana nih. Aku lupa lagi kalau besok ultahnya Elsie. Kasih kado apa ya besok? Terus bajuku, pakek baju yang mana ya.. " Vindy tampak berfikir.


Dibuka lemari pakaiannya, dia cari baju satu persatu. Namun ia merasa tidak ada baju yang cocok. Hingga akhirnya ibu Vindy melihat kegiatan anaknya itu, lalu mendekatinya.


"Ngape lu neng? Etdah, ni baju ngapa jadi berantakan semuanya begini. " tanya ibu Vindy yang heran melihat kamar putrinya berantakan.


"Eh, enyak. Ini lho, Vindy lagi nyari baju yang cocok buat pergi ke pesta ulang tahunnya Elsi besok. " Vindy menjelaskan pada ibunya.


"Iye nyak, aye juga lupa ini. Tau gitukan udah persiapan dari tadi siang. Mana kado juga belom kebeli. " ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Lah elu b'gimana ceritanya, masak iye ulang taonnya temen orok lu sendiri kagak inget. " tutur ibunya Vindy dengan logat khas betawinya.


"Namanya lupa nyak, elah! "


"Ya udah besok beli aja lu sono, besok kan libur tuh. Pagi bisa kan beli, jangan kayak orang susah deh lu neng! Kagak ada duit? Minta sama babe lu sono. "


Ucap ibu Vindy yang hendak pergi dari kamar putrinya, namun baru satu langkah ia sudah membalikkan badan lagi.


"Kalo kagak dikasih sama babe lu, bilang aja same nyak. " katanya dengan suara yang memelan.


"Hehe.. Emang kalo kagak dikasih, enyak mau ngasih? " sahut Vindy dengan senang hati.


"Apa lu kata? Kagak lah, enak aje lu ! Mending buat shopping nyak sediri. Yeee"


"Lah. Tadi nyak bilangnya b'gimane? Katanya kalo gak dikasih babe suruh bilang sama nyak. " protes Vindy.


"Maksud nyak, kalo lu minta kagak dikasih sama babe lu. Bilang sama nyak, biar nyak beri tuh babe lu. Bair kagak pelit sama anaknye. Hahaha.. " ibu Vindy menjelaskan dengan gaya ala beladirinya.


Setelah itu, ibu Vindy pergi meninggalkan putrinya yang masih merasa kesal.

__ADS_1


"Kirain mau ngasih tambahan gitu kan.. Dasar nyak gue. Huhh!!! " umpat Vindy pada ibunya.


"Tapi boleh juga sih sarannya enyak barusan. Acaranya kan masih agak siangan tuh, jadi masih sempet lah ya beli baju sama kado, sekalian kesalon kali yak. Biar kece besok, barang kali ada cowok ganteng dan tajir nyangkut sama gue besok. Hihihi.. " Vindy bermonolog sendiri sambil merencanakan untuk esok.


Akhirnya Vindy memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu, sebelum esok mempersiapkan diri untuk acara sahabatnya.


Apartment Nev (pagi hari)


Pagi pagi sekali Nev sudah pergi dari apartment nya, ia sengaja akan memantau segala sesuatunya dipesta nanti.


Setelah Nev pergi, Elsie baru terbangun dari tidurnya.


"Hoaamm... " El menguap dan menggeliat, tangannya meraba kesisi sebelahnya.


"Lhoh... Kemana kak Nev?"


Elsie menoleh ke kanan dan kiri.


"Kak... Kak Nev! Sayang.. kemana sih? Kok sepi banget. "


Karna tak mendapatkan jawaban dari suaminya, El memutuskan untuk mencari kesetiap sudut ruangan.


Namun ternyata hasilnya nihil, tak ada suaminya dimana pun. Akhirnya ia memutuskan untuk menelfone nya saja.


Saat hendak menelfone Nev, malah ada tamu yang datang. Mau tak mau ia membuka pintu terlebih dahulu.


Saat ia membuka pintu, ternyata yang berdiri dihadapannya adalah pria pria berbadan besar, sepertinya mereka ini adalah preman. Namun ada dua perempuan berpenampilan tomboy yang berdiri paling depan.


"Ada apa ya? Kalian siapa dan mau mencari siapa? " tanya Elsie yang mulai panik.


"Silahkan ikut kami secara baik baik atau kami akan paksa. " ucap salah satu perempuan itu.


"Maksud kalian apa? " tanpa menunggu aba aba ataupun jawaban Elsie, mereka langsung membekapnya dan membawa secara paksa.








__ADS_1


Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2