MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 71 DITERIMA


__ADS_3

"Siapa nama mu? Dan apa alasanmu bekerja disini? " tanya Ren dengan aura dingin nya.


Bibir Mini benar benar kelu saat ingin menjawab pertanyaan RenDae. Namun lagi lagi ia ingat akan tanggung jawab nya. Sesegera mungkin ia menguasai diri nya kembali.


"Nama saya Mini nyonya. Alasan saya bekerja disini karna ingin membantu perekonomian keluarga saya, karna ibu saya saat ini juga sedang sakit. Jadi saya yang menjadi tulang punggung dikeluarga sekarang. "


"Bapak saya tidak bisa bekerja, sebab sedang menemani ibu saya dirumah sakit. Dirumah ada adik adik saya yang kini juga menjadi tanggung jawab saya. "


"Ditambah lagi saya mempunyai hutang besar kepada mas Niven yang harus saya cicil untuk dibayar. "


Dengan lantangn Mini mengutarakan tujuannya bekerja, ia benar benar jujur dan berkata apa adanya. Namun Ren sedikit bingung saat Mini berkata, bahwa ia memiliki hutang dengan Niven.


"Tunggu ! Tadi kamu bilang kalau kamu punya hutang dengan Niven, hutang apa? " Ren bertanya untuk memastikan.


"Iya nyonyah, saya memang punya hutang dengan mas Niven. Kemarin waktu dirumah sakit, mas Niven membantu saya membayarkan biaya rumah sakit ibu saya. Jadi saya berhutang dengan nya. " terang Mini.


RenDae hanya bisa geleng kepala.


' benar apa kata Niv, keluarga mereka ini tidak mau menerima bantuan orang lain secara cuma cuma. Dan sepertinya gadis ini sangat tegas orang nya. ' Ren menilai Mini dalam hati.


"Baik lah, saya paham posisi mu. Kalau begitu kamu saya terima kerja disini. Kamu saya tempatkan dirumah bagian belakang ya. "


"Tapi semua pekerja disini harus menginap, apakah kamu setuju untuk menginap? " Ren mencoba memastikan kondisi Mini.


"Saya siap nyah. " jawab nya singkat.


"Lalu bagaimana dengan orang tua mu dan keluarga mu, apakah sudah setuju bila menginap disini? " tanya Ren lagi.


"Sebelum nya sudah saya bicarakan dengan kedua orang tua saya. Dan mereka menyetujui keputusan saya. " tutur Mini mantap.


"Baiklah, kalau begitu ayo saya antar kamu ke Yuni. Biar beliau yang memberi tahumu tentang apa saja tugasmu nanti. "


"Oh ya, bu Yuni itu adalah kepala pelayan disini. Jadi kalau kamu butuh sesuatu bilang saja pada nya. Mengerti? "


"Mengerti nyonya. "


Saat mereka berdua keluar dari ruangan baca, ternyata Nando masih ada di depan ruangan itu.


"Kamu masih disini Nando? " tanya Ren pada sahabat putra nya itu.


"Iya tante, bagaimana tan. Apakah Mini diterima kerja disini? " tanya nya penasaran.


RenDae hanya mengangguk saja, lalu ia mendekat ke arah Nando dan membisikkan sesuatu kepada Nando.


"Memang nya saya bisa menolak permintaan Niven, yang ada nanti dia ngamuk. " setelah itu ia pergi dari hadapan Nando sambil menggandeng Mini ke arah rumah belakang.


Namun baru beberapa langkah, RenDae berhenti lalu menoleh kebelakang.


"Kamu ngapain masih diam disitu? " tanya Ren heran.


"E, saya tan? " menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, kamu. Terus siapa lagi yang disitu? "Ucap Ren.


"Kamu mau nginep juga disitu? " tutur Ren lagi.


"Memang nya Mini mau nginep disini tante? "

__ADS_1


"Ya iya dong ! Nando Nando.. Udah, mendingan kamu pulang aja sana. Bikin tante pusing aja.. "


Ren geleng geleng kepala lalu kembali menggandeng Mini untuk di ajak nya ke rumah belakang. Dan Nando pun pergi dari mansion Nixon.


"Yuni, tolong anterin Mini ke kamar nya ya. Jangan lupa beri dia sragam juga. Setelah itu ajari dia apa saja tugas nya nanti. " titah nyonya besar Nixon kepada kepala pelayan nya.


"Baik nyah. " Yuni membantu Mini membawakan tas nya, lalu diantar ke kamar khusus pelayan.


Perusahaan Nixon Grub


Saat ditengah tengah meeting, ternyata bukan Niven saja yang sedang merasa gelisah. Nevile pun juga merasa tak tenang, sebab tadi pagi ia sudah berjanji akan mengantarkan Elsie ke rumah sakit untuk kontrol kandungan.


Tapi kenyataan nya, meeting dadakan yang diadakan oleh papa nya itu tak kunjung usai juga. Dia sama juga dengan Niven, tak berani untuk ijin keluar. Sebab meeting kali ini sangat membutuhkan kehadirannya sebagai presiden direktur diperusahaan itu.


Akhirnya ia memutuskan untuk mengirim pesan kepada mama nya, dengan tujuan untuk mengantarkan Elsie ke rumah sakit.


Namun mama nya tak kunjung membalas pesan yang sedari tadi dikirim kan nya. Dan setelah menunggu sepuluh menit lama nya, pesan itu dibalas oleh sang mama.


Akan tetapi mama Ren ternyata tidak bisa mengantar kan menantu kesayangan nya itu kerumah sakit. Sebab ia harus menunggu orang orang dari yayasan yang kata nya akan segera datang.


Dan kini mama Ren memiliki usulan kalau Elsie akan diantar oleh pelayan dan juga pengawalan ketat dari pihak keamanan Nixon Grub.


Mendengar hal itu, membuat Nev sedikit lega dan menyetujuinya.


"Nev, apakah kau sedang sibuk dengan urusanmu? " tanya papa Agam dengan wibawanya yang sangat kuat. Seketika membuat Nev menciut nyali nya.


"Enggak pa, saya mohon maaf. Mari kita lanjutkan ! "


Dalam hal pekerjaan, Nevile dan Niven sama sama sangat menghargai papa nya. Mereka sangat memposisikan dirinya masing masing, bila dalam kondisi bekerja, maka mereka akan bersikap profesional.


Dan kalau dalam kondisi santai, maka mereka juga bisa menjadi sahabat yang saling bercanda dan bergurau tanpa ada batas diantara yang lainnya.


"Mbak, minta tolong panggilkan Elsie kesini ya. Bilang saya mau bicara. " titah Ren pada salah satu pelayan yang kebetulan ada didekatnya.


"Baik nyah. "


Pelayan itu segera melangkah ke lantai tiga, dimana kamar Elsie berada.


Tok, tok, tok,...


Ia mulai mengetuk pintu kamar El yang tertutup rapat itu.


"Nyonya muda. " panggil nya juga.


Ckleekk..


Pintu terbuka. Pelayan itu langsung menundukkan pandangannya.


"Iya mbak, ada apa? " tanya El santai.


"Nyonya besar memanggil anda, katanya ada yang ingin dibicarakan. "


"Oke, baik lah nanti saya kesana. "


"Saya permisi nyonya muda. " Elsie mengangguk, lalu pelayan itu berlalu dari hadapannya.


Dan kini Elsie sudah berada dilantai satu, ia turun menggunakan lift.

__ADS_1


"Ma.. " panggil nya saat tak melihat posisi mama mertuanya berada.


"Sayang, katanya kamu mau periksa kandungan ya? " tanya mama Ren saat muncul dari ruang baca.


"Iya ma, tapi nungguin kak Nev gak dateng dateng. Padahal janjian nya jam sepuluh tadi, sekarang malah udah jam setengah sebelas. " El berkata dengan mengerucutkan bibirnya.


Melihat tingkah menantunya itu membuat Ren tersenyum lebar.


"Tadi Nev ngasih kabar sama mama kalau dia sekarang lagi metting penting dikantor. Ada papa juga disana, jadi dia gak bisa buat ninggalin metting gitu aja. "


"Jadi dia minta tolong sama mama buat nganterin kamu kedokter. Sayang nya mama gak bisa, soalnya mama juga lagi nungguin orang dari yayasan yang mau dateng kesini buat nganterin calon pelayan baru. "


"Jadi mama punya usul, gimana kalau El periksanya ditemenin sama pelayan dan pengawal aja? Setuju gak sayang? "


"Oke ma, El setuju. Ya udah El telfon dokter nya dulu untuk rescedule jadwal nya, sekalian siap siap dulu ya ma. "


"Iya sayang. "


Setelah Elsie kembali ke lantai tiga, RenDae menuju rumah belakang untuk mencari pelayan yang kira kira bisa menemani Elsie.


Saat melintasi lorong yang menghubungkan rumah utama dan rumah belakang, RenDae bertemu dengan Mini yang sedang menyapu disana.


"Mini. " panggil nya, lalu Mini menoleh kearah nya.


"Iya nyah, ada apa? "


"Hari ini saya kasih tugas yang sangat penting untuk mu. "


Mini sedikit bingung dan bertanya tanya, akan tugas penting apa yang hendak dilimpahkan kepada nya.


"Tugas apa nyah? "


"Kamu dan Yuni temanin menantu saya untuk periksa kandungan nya ke rumah sakit. Mau kan? "


"Baik nyah, apa saja yang perlu dipersiapkan? "


"Persiapkan dirimu saja, hehe.. Sudah sana temui Yuni. Nanti juga akan ada pengawal yang menemani kalian. "


"Siap nyah, saya permisi dulu. " lalu Mini undur diri dari hadapan RenDae.









...Terimakasih buat para readers yang selalu dukung karya ini. Semoga kalian semua selalu dilimpahkan kebaikan dari Tuhan....


...Selalu dukung karya mamayo ya, biar author nya semakin semangat nulis. Yuk klik like, coment, dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini ke rak favorit kalian. ...

__ADS_1


...Jangan lupa hadiah nya juga ya.. ...


...Thankyou so much 😘😍...


__ADS_2