
"Enggak, gak mungkin. Jangan bohong kamu Sena. " sanggah Elsie.
"Hey sayangku, percayalah padaku. Bahwa aku berkata jujur. Bahkan Mesha sahabat mu itu, berselingkuh dari Nev juga karna aku. Akulah yang merusak hubungan mereka. Gadis bodoh itu sangat mudah untuk dirayu. " Ansen berkata dengan nada sombongnya.
"Tidak mungkin, waktu itu Mesha berkata bahwa pria yang berhubungan dengan nya bernama Ansen. Lalu apa hubungannya denganmu? " tanya El yang masih belum mengerti jalan ceritanya.
"Ahahaa... Elsie Elsie, kau polos sekali ya. Jadi kau belum mengenal ku ya. Kalau begitu kita mulai dari awal lagi. Perkenalkan !! "
Ansen mengulurkan tangan kanan nya, tanda ingin berjabat tangan. Namun ternyata tak mendapat balasan dari Elsie.
"Okey, kalau gak mau jabat tanganku. Perkenalkan sayang, aku adalah calon suamimu. Ansen Lee, putra dari Ratna Lee. Dan aku adalah pemilik perusahaan ALE Groub. Yang saat ini sedang menjalin kerja sama dengan STcorp dan Nixon Grub. "
"Bagaimana sayang? Apakah kau senang memiliki calon suami seperti ku? " Ansen merasa sangat puas setelah mengatakan hal itu.
Sedangkan Elsie benar benar merasa syok, dia merasa seperti orang bodoh. Karna dengan mudahnya ia mempercayai orang seperti Ansen.
"Dasar pembohong kamu !! " teriak Elsie yang semakin histeris. Melihat kondisi Elsie yang masih bingung, antara mau percaya atau tidak, justru membuat Ansen semakin tertawa senang.
"Asal kamu tau ya Elsie sayang. Gak mungkin banget aku memperkenalkan diri ku sebagai Ansen pemilik ALE Groub pada mu saat itu. Karna aku tau kau tidak akan mau berteman dengan ku, pasti kau akan sungkan dengan ku kan.. "
"Maka dari itu, aku memilih nama
S-E-N-A untuk berkenalan dengan mu saat ditaman pagi itu. And see, aku berhasil. Bahkan kita berteman dengan sangat baik bukan? "
"Sampai sampai kau selalu saja curhat tentang segala masalahmu kepadaku. Sepercaya itu kan kau padaku? Tapi mengapa sekarang kau seolah olah tak mengenalku, hah?! "
Ansen mencengkram wajah Elsie dengan satu tangannya, lalu di dekatkan wajahnya dengan wajah Elsie.
Sedangkan Elsie sangat geram dengan pria dihadapan nya ini. Dia hanya bisa geleng geleng kepala dengan apa yang ia dengar dari mulut Ansen.
"Cuiihh,, " El meludahi wajah Ansen.
Muka nya kini sudah merah padam, dengan gerakan cepat ia mengayunkan tangan nya ke udara, lalu..
Plakk...
Ansen menampar Elsie untuk pertama kalinya, dia terlihat sangat menahan emosinya.
"Sungguh menjijikkan !! Kau sebagai lelaki tak ada harga dirimu sama sekali. Aku sangat menyesal telah mengenalmu Ansen !!! " teriak Elsie dengan penuh deraian air mata.
__ADS_1
"Teriak lah sesukamu. Berbicara lah semaumu. Aku sudah tak peduli lagi. Yang aku tau, kau besok akan menjadi pengantinku, jadi bersiaplah sayang. Ini baju yang akan kau kenakan besok. " ia berkata sambil menyerahkan gaun pengantin warna putih dihadapan Elsie.
"Dan satu hal lagi, besok akan ada pertunjukan yang luar biasa. Karna pernikahan kita akan dihadiri oleh orang yang sangat kau sayangi. Untuk yang terakhir kalinya, kau akan melihatnya. "
"Jadi bersiaplah sayang. Kita akan bertemu lagi besok. Aha ha ha ha... " suara tawa Ansen menggema di seluruh sudut ruangan itu, kemudian ia pergi meninggalkan Elsie.
"Ansen, buka pintunya. Buka... Dasar pengecut!! B*j*ng*n kau.. Aakkhhh.. " teriak Elsie sambil terus menggedor gedor pintu yang sudah kembali terkunci itu.
"Hiks.. hiks.. hiks.. Kenapa aku bodoh sekali. Kenapa, kenapa !!? " Elsie terus menangis sambil memukul mukul kepalanya sendiri.
Ia terduduk dilantai sembari bersandar pada pintu kamar. Pikiran nya sudah tak menentu, ia benar benar kalut saat ini.
"Kak Nev, tolong selamatkan aku. Hiks.. Aku takut Ansen akan berbuat nekat. Ayah, bunda, papa, mama.. Tolongin Elsie... Hiks hiks.. Ya Tuhan, tolong bantu aku.. "
Dia terus saja menangis dan meminta belas kasihan. Namun tak ada satu orangpun yang menghiraukan nya.
Saat ini yang dia bisa lakukan hanyalah berdoa saja. Berharap ada keluarganya yang bisa menyelamatkan dirinya.
Malam semakin larut, Elsie yang kelelahan karna menangis terus, akhirnya pun tertidur juga.
Sedangkan Sebastian dan Richen juga memilih untuk pulang terlebih dahulu. Semua orang merasa tak tenang, dengan cara apapun mereka semua berusaha mencari Elsie.
Saling berkomunikasi dengan baik, bahkan terlihat beberapa kali mereka ngedate bersama. Namun keduanya belum ada yang berani menyatakan perasaannya.
...**********...
Sinar rembulan mulai memudar, ayam jantan berkokok sahut sahutan. Mentari pagi mulai menampakkan kehangatannya.
Membuat penduduk bumi yang terkena sinarnya jadi terjaga dari mimpi indahnya, dan bersiap untuk menghadapi kerasnya kehidupan.
Disebuah kamar bernuansa putih dan abu abu, nampak seorang pria tampan masih terlelap dalam tidurnya.
Karna waktu masih menunjukkan pukul setengah enam pagi, membuat matanya masih enggan untuk terbuka. Kondisi mansion mewah milik keluarga Nixon juga masih terlihat sepi.
Hanya kesibukan para ART saja yang sudah terlihat dibeberapa sudut ruangan. Tadi malam mereka tidur terlalu larut, karna memikirkan tentang bagaimana cara menemukan Elsie.
Sehingga belum ada pergerakan dimasing masing kamar. Hingga suara handphone milik Nev bergema dikamarnya, dan hal itu membuat Nev yang masih tertidur jadi terbangun.
Kring.. Kring...
__ADS_1
Perlahan tangannya meraih benda pipih itu yang terletak diatas nakas. Matanya mulai mengerjap secara perlahan, lalu ia menggeser tombol hijau.
"Halo.."
"Siapa ini !! "
"Apa maksudmu !! "
"Jangan main main kau dengan ku, katakan dimana istriku. Kalau kau punya masalah denganku, selesaikan denganku. Jangan kau bawa bawa istriku !! Dasar pengecut. "
"Kau pikir aku akan percaya begitu saja, mana buktinya kalau istriku benar benar bersamamu. "
Setelah mengatakan hal itu, Nev mendengar suara jeritan Elsie dari sebrang sana. Sontak ia terkejut, ia merasa bahwa suara itu benar suaranya Elsie, istri yang sangat ia cintai.
"Elsie.. Elsie, bersabarlah sayang. Aku akan menjemputmu. Tunggu aku ya. "
"Hey b*j*ng*n. Katakan dimana kau, aku akan menghabisimu. "
"Terlalu banyak ngomong. Aku akan kesana, sendiri. Tapi jangan kau sentuh istriku, walau hanya seujung jaripun. Kalau itu sampai terjadi akan kupatahkan lehermu. "
Setelah mengatakan hal itu, Nev langsung bergegas membersihkan diri. Lalu ia bersiap untuk ketempat yang sudah ditunjukkan oleh sipenelfon tadi.
Dari lantai tiga, ia langsung turun ke basemen melalui lift. Jadi tidak ada orang yang tau tentang kepergiannya.
Setelah sampai dibawah ia segera mengendarai salah satu mobil kesayangan nya membelah jalanan ibu kota yang memang masih terlihat senggang.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....