MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 49 HENTIKAN


__ADS_3

"Jadi bagaimana sayang? Apakah kau setuju dengan tawaranku? " kata Ansen.


Sejenak Elsie melihat Nev, namun Nev sudah limbung dilantai. Keadaan sudah sangat lemah. Dan tanpa berfikir panjang ia menjawab.


"Iya. " jawab nya singkat.


Mendengar jawaban Elsie membuat Ansen tersenyum lebar. Ia tau bahwa Elsie tidak akan bisa menolaknya.


Jadi dia memanfaatkan Nev untuk memaksanya agar mau untuk segera menikah dengan nya.


"Kalau begitu segera bersiaplah sayang. Dandan lah yang cantik pengantinku. " Ansen membelai pipi Elsie.


Elsie hanya bisa menangis, dan pandangan mata nya tidak pernah lepas dari Nev suaminya.


Nev yang sebenarnya masih sadar hanya bisa menitikan air mata. Ia tau bahwa istri nya melakukan itu karna harus melindunginya.


Akhirnya Ansen membawa Elsie menuju ruangan yang lain. Sedangkan Nev dibiarkan tergeletak ditempat itu. Lalu persiapan pernikahan Elsie dan Ansen pun segera dimulai.


*


*


Disudut kota lain, nampak seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam dan kacamata hitam serta menggunakan masker.


Pria itu turun dari mobil, dengan tergesa gesa ia memasuki sebuah rumah mewah.


Ting tung.. Ting tung..


Berualang kali ia memencet bel rumah besar itu. Tak berselang lama, pintu dibuka dari dalam.


Nampak seorang Art muncul dari balik pintu besar nan mewah itu.


"Ya, cari siapa ya tuan? " ucap Art itu.


"Saya ingin bertemu nyonya Ratna. Tolong segera beritahu dia. " sahut pria itu yang terlihat sangat buru buru.


"Baiklah, silahkan masuk tuan. "Art itu mempersilahkan nya masuk. Lalu tak lama kemudian Ratna Lee muncul dari arah taman belakang.


"Jery, ada informasi apa? " tanya Ratna penasaran.


Yah, pria itu bernama Jery. Dia adalah detektif yang disewa oleh Ratna Lee dalam beberapa waktu terakhir ini, untuk mengintai putranya itu.


"Begini nyonya, tuan Ansen ternyata telah menculik seorang gadis. "


"Apa? Menculik ! Jangan bohong kau Jery. " bantah Ratna yang masih tidak percaya.


"Iya nyonya, ia menculik seorang gadis. Perempuan itu sudah bersuami. " ujar Jery.


Ratna yang masih belum paham hanya bisa mengernyitkan dahi nya.


"Tunggu, tunggu, tunggu.. Aku masih belum paham. Tolong jelaskan dengan detail. " sahut Ratna.

__ADS_1


"Tuan Ansen menculik perempuan yang sudah bersuami. Dan hari ini mereka akan akan melaksanakan pernikahan. " jelas Jery dengan jelas.


"Lalu siapa perempuan itu Jery? Mengapa Ansen sampai melakukan hal itu. " tanya Ratna kembali.


"Perempuan yang diculik tuan Ansen adalah teman nya sendiri. Yang saya tau, gadis itu adalah menantu dari keluarga Nixon. "


Duuaarr..


Betapa terkejut nya Ratna Lee saat Jery menyebutkan keluarga Nixon. Apa yang selama ini ia takutkan akhirnya terjadi juga.


Putranya berhubungan bahkan mencari masalah dengan keluarga Nixon. Orang orang yang sangat dihindari oleh Ratna.


"Ja jadi Ansen menculik menantu dari keluarga Nixon dan akan menikahinya hari ini juga? " tanya Ratna dengan wajah yang masih syok.


"Iya, benar nyonya. Dan bukan hanya itu saja. Tuan Ansen juga menyekap suami gadis itu disana, karna ingin dijadikan saksi pernikahan mereka nyonya. " imbuh Jery.


"Ya Tuhan.. Ini semua salah ku, andai saja aku bisa merahasiakan tentang keluarga Nixon dari Ansen. Tidak mungkin dia bertindak seperti ini. Hiks hiks hiks.. " bulir bulir bening mulai muncul dari sudut mata nya.


Rasa penyesalan yang mendalam muncul dari hati nya. Walaupun sebenarnya Ansen mengetahui tentang keluarga Nixon bukan dari nya. Tapi ia tetap bertanggung jawab tentang tindakan Ansen, ia merasa gagal sebagai orang tua.


"Jery, kau tau kan dimana Ansen saat ini. Ayo antar aku kesana. " ajak Ratna pada Jery.


"Maaf nyonya bukannya aku tidak mau, tapi disana sangat berbahaya untuk nyonya. Tempat itu dijaga ketat oleh preman preman serta bodyguard tuan Ansen nyah. Kita tidak mungkin bisa melalui nya begitu saja. " Jery mencoba menjelaskan situasi nya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Jery? " Ratna benar benar bingung kali ini.


"Apakah nyonya tidak ingin mengehubungi keluarga Nixon saja nyah. Pasti mereka akan membantu kita. Dan pasti saat ini mereka sedang mencari anak serta menantunya. " usul Jery.


Banyak hal yang ia khawatir kan kalau Agam sampai mengetahui tentang Ansen.


"Tapi kita tidak ada pilihan lain nyonyah. Waktu kita juga tidak banyak lagi. Kalau ingin menghentikan pernikahan itu tolong segera ambil tindakan. " saran Jery. Lalu Ratna terlihat tengah menimbang nimbang.


'Seperti nya tidak ada jalan lain. Aku harus minta bantuan Agam. Mau sampai kapan aku menyembunyikan Ansen dari Agam. Dan yang paling penting sekarang adalah gadis tak bersalah itu. ' kata hati Ratna mantap dengan keputusannya.


"Baiklah, kalau begitu. Ayo kita ke mansion Nixon. " ajak Ratna.


"Baik nyonya. " Jery menundukkan badannya. Lalu mereka berdua bergegas menuju mansion keluarga Nixon.


*


*


Saat ini Elsie tengah dirias oleh make up artis. Dia juga sudah disiapkan gaun pengantin yang indah dan mahal.


Namun air mata nya tidak dapat berhenti. Ia terus saja menangis, membuat riasan nya harus beberapa kali dibenahi. Hal itu jadi memakan waktu yang lama.


"Nona, tolong jangan menangis terus. Sudah sekian kalinya riasan ini rusak. Tolong bekerja sama lah nona. Kalau tidak tuan Ansen akan menghukum kami. "Ujar salah satu dari make up artis yang ada disitu.


Elsie hanya bisa menghapus air matanya, tanpa memberi jawaban apapun dengan mereka.


Sebenarnya mereka juga merasa kasihan dengan Elsie. Mereka tau bahwa Elsie terpaksa harus menikah dengan Ansen. Namun mereka juga tidak dapat berbuat banyak.

__ADS_1


Pasal nya anak buah Ansen telah mengancam, mereka akan menutup paksa salon yang mereka tempati. Kalau tidak mau menuruti kemauan Anse.


Ansen yang sudah lebih dulu selesai bersiap. Saat ini ia tengah menunggu Elsie diruang tengah. Tak lupa disatu sudut ruangan tempat itu, terdapat Nev yang telah diikat dan ditutup mulutnya di sebuah kursi.


"Kenapa mereka lama sekali? " Ansen sudah mulai gelisah, sebab Elsie begitu lama dirias.


"Coba kalian lihat, apakah mereka sudah selesai. Bilang acaranya akan segera dimulai. " titah Ansen kepada anak buahnya.


"Baik tuan. " jawab salah satu dari mereka. Kemudian mendatangi ruangan yang dipakai untuk merias Elsie.


Tok, tok, tok...


Pintu terbuka dari luar, kemudian pria itu masuk.


"Apakah kalian sudah selesai? " tanya pria itu.


"Sebentar lagi tuan. Nona sedang berganti pakaian. " jawab wanita itu.


"Acara akan segera dimulai. Tuan Ansen sudah menunggu, segera bawa nona ke ruang tengah kalau sudah selesai. " ucap pria itu.


"Baiklah tuan. " sahutnya.


Tak lama kemudian Elsie dibawa keruang tengah. Disana sudah menanti pemuka agama, dan juga para anak buah Ansen.


Pandangan Elsie menyapu seluruh ruangan itu. Hingga ia terpaku pada sosok pria yang duduk diatas kursi dengan keadaan tubuh nya diikat.


Mulutnya ditutup, namun matanya menatap lekat kearah Elsie. Tak terasa air matanya pun terjatuh. Dia adalah Nev, yang saat ini benar benar merasa gagal menjadi seorang suami.


Ia tidak bisa melindungi istrinya, bahkan pernikahan nya saat ini sudah diujung kehancuran.


Elsie yang melihat suaminya dengan kondisi yang menyedihkan pun, tak sanggup untuk menatap.


' hiks hiks hiks.. Maafkan aku kak Nev, aku harus melakukan ini karna aku tak ingin kau terus terluka. Aku sungguh mencintaimu suamiku. ' batin Elsie berkata, sembari matanya terus mengeluarkan air mata.


Elsie kembali berjalan menuju altar pernikahannya. Saat mereka hendak mengucapkan janji suci pernikahan, tiba tiba saja.


"ANSEN HENTIKAN !!!!! "








__ADS_1


...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....


__ADS_2