MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 39 BIRTHDAY EL


__ADS_3

"Dududu... Hem hem hemm... " Vindy sedang asik bersenandung dikamar mandi.


Pagi ini ia akan melaksanakan rencananya, Vindy sedang bersiap siap untuk pergi ke salah satu butik langganannya. Ia akan mencari baju untuk acara pesta nanti.


Saat sedang berada dibutik, ia terlalu asik memilah milih gaun keluaran terbaru yang ada dibutik itu.


Sehingga tanpa disadarinya saat ia hendak berbalik arah, Vindy menabrak punggung seorang lelaki, yang sebenarnya dari tadi sudah berdiri dibelakangnya.


Awalnya pria itu terlihat tengah sibuk, memilih kemeja yang cocok untuk ia padupadankan dengan setelan jas yang sudah lebih dulu ia dapat.


Bughh...


"Auwhh.. " pekik Vindy yang merasa kesakitan karna tubuh pria yang ia tabrak sangatlah keras.


Merasa ada yang menyenggolnya, pria itu pun berbalik arah.


"Kau! " suara Vindy dan pria itu terdengar kompak, saat keduanya saling menatap.


"Emm.. Kau bukannya Richard ya? " tanya Vindy memastikan.


"Iya, dan kau Vindy bukan? " sahut Richard.


"Iya betul, sedang cari apa Richard? " tanya Vindy ramah.


"Aku sedang mencari kemeja untuk setelan jas ku. Kau sendiri? "


"Aku sedang mencari gaun, untuk acara sahabatku nanti. "


Medengar jawaban Vindy, Richard hanya manggut manggut saja.


Sesaat mereka berbincang ringan, lalu setelah itu merekapun berpisah. Karna Vindy harus segera bersiap untuk acara Elsie nanti.


Setelah selesai mempersiapkan dirinya, ia segera bergegas menuju tempat yang sudah diberi tahu oleh Riko.


...*********...


Ditempat lain, Elsie yang saat ini tengah panik. Ia terus saja meronta, beberapa orang yang membawanya mengarahkan kendaraan mereka kesebuah rumah mewah. Namun rumah itu jauh dari kerumunan kota.


Dengan tangan terikat, mulut tertutup dan wajah yang ditutup kain hitam. Elsie terus dipaksa oleh orang orang itu untuk berjalan memasuki rumah mewah itu.


Langkahnya terhenti disebuah kamar, saat Elsie membuka matanya ia hanya melihat dua wanita tomboy yang tadi memaksanya.


Dan disisi lain ada beberapa wanita, sedangkan dihadapannya saat ini banyak peralatan make up serta disudut ruangan terdapat gaun yang sangat indah sedang digantung.


Nampak salah satu dari wanita tomboy tadi memberi kode kepada beberapa wanita yang diduga seperti make up artis itu. Lalu mereka dengan cekatan mendandani Elsie.


Tak berselang lama, Elsie selesai dirias dan saat ini ia sudah mengenakan gaun cantik yang tadi dilihatnya disisi ruangan itu.


Sebenarnya selama dirias tadi, Elsie selalu bertanya kepada mereka. Tentang siapa mereka, dan mengapa ia harus didandani seperti itu?


Namun mereka semua yang ada diruangan itu nampak diam membisu. Sesekali hanya menjawab dengan gelengan kepala.


Saat Elsie hendak memberontak dan melawan, dua preman wanita tadi mengancamnya.


Sehingga mau tak mau, Elsie mengikuti permainan mereka ini.


Saat ini Elsie kembali ditutup wajahnya, dan digiring keluar dari ruangan itu. Saat kain penutup wajah itu terbuka, Elsie secara samar melihat banyak orang dihadapannya. Dan mereka menyanyikan sebuah lagu...


"Happy birthday to you...

__ADS_1


Happy birthday to you...


Happy birthday, happy birthday,


Happy birthday.. to you... "


Sorak sorai semua orang yang ada ditempat itu. Elsie nampak berkaca kaca..


Ia mengedarkan pandangannya. Disana ia melihat ada suaminya, kedua orang tuanya, kedua mertuanya, kakak dan keluarganya, serta beberapa sahabat dan beberapa orang yang sama sekali belum Elsie kenal.


"Jadi ini semua ulah kalian, astaga... Kalian benar benar membuat aku sangat takut. " ucap Elsie geram.


Dan tanggapan orang orang disitu hanya tertawa dan tersenyum.


Perlahan Nev maju kedepan mendekati Elsie dengan membawa kue tart yang disertai lilin diatasnya.


"Bagaimana sayang, are you happy? " tanya Nev.


"Yes, I'm happy. "Jawab El tersenyum.


"Tapi, kenapa kau niat banget sih sayang. Pakek acara nyewa preman segala lagi. "


"Preman? Siapa yang kau maksud? " tanya Nev heran.


"Tuh, mereka yang membawaku kesini tadi. " ucapnya polos, sembari menunjuk orang orang yang membawa paksa dia tadi.


Mendengar ucapan El, sontak Nev tertawa terbahak bahak.


"Hahahaahhh... Mereka itu bukan preman sayang, mereka semua adalah pengawal serta bagian keamanan Nixon Grub. " jelas Nev kepada Elsie.


"Tapi pakaian mereka sama sekali tak mencerminkan seorang pengawal. " protes Elsie.


Riko yang mendapat tatapan tajam dari El, seketika menundukkan wajahnya.


"Maafkan saya nyonya muda. Hihi.. " Riko berkata sembari nyengir.


"Ya udah sayang, kamu make a wish dulu ya. . " ucap Nev dengan lembut.


El memejamkan matanya sejenak untuk berdoa dan melangitkan harapan harapannya.


Huufffh..


Setelah selesai berdoa, ia langsung meniup lilin yang ada diatas kue tart.


Semua orang seketika bertepuk tangan. Nev memeluk Elsie lalu diciumnya kening istrinya itu dengan penuh kasih sayang.


"Happy birthday istriku tersayang, I miss you so much. " bisik Nev ditelinga El. Dan hal itu membuat wajah Elsie merona, namun ia tak ingin menyianyiakan kesempatan itu.


"I miss you too and I love you forever my husband. " ucap Elsie lalu mendapat sorakan lagi dari mereka semua.


Pesta terus berjalan, Elsie sangat bahagia. Nev memperlakukannya seperti putri raja.


Sedangkan hanya keluarga dekat dan sahabat El serta Nev saja yang diundang keacara itu. Karena mereka ingin pesta yang memiliki privasi.


Disatu sudut ruangan, terlihat Vindy nampak seperti sedang bingung.


"Itu kan Riko, Richard dan Niven. Kenapa mereka bertiga ada ditempat ini? Sebenarnya siapa mereka ini? " Vindy bingung dengan apa yang dilihatnya.


Perlahan Vindy melangkahkan kakinya mendekati mereka bertiga.

__ADS_1


"Richard, Niven, kalian ada disini? " Vindy tak menyebutkan nama Riko, sebab ia tahu mengapa Riko ada disini. Itu semua karna Riko adalah asisten Nev.


Tapi yang ia bingungkan, kenapa Richard dan Niven juga ada ditempat ini. Bukankah pesta ini diperuntukkan keluarga dan kerabat terdekat saja.


Benak Vindy terus saja bertanya tanya. Hingga akhirnya Niven yang memang lebih akrab dengan Vindy, ketimbang Richard, kini membuka suaranya.


"Eh, Vindy. Kenapa ada disini? " tanya Niv dengan sedikit heran. Namun tiba tiba


Plak...


Vindy memukul bahu Niven.


"Kau ini ya, aku kan lebih dulu mengajukan pertanyaan. Mengapa kau tak menjawabnya, malah sekarang bertanya balik? " jawab Vindy sewot.


"Hehe.. Maafkan aku cantik. " ucap Niven dengan godaannya.


"Ini adalah pesta ulang tahun kakak iparku. Lalu kau bagaimana? "


"Elsie itu adalah sahabatku. Kami tiga bersahabat sejak kecil. Jadi kau ini adalah adiknya kak Nev? Tapi mengapa kalian tak mirip sama sekali?! " jelas Vindy kepada Niv. Dan pertanyaannya pun hanya ditanggapi senyuman oleh Niven. Kini pandangannya tertuju pada Richard.


"Dan kau Richard, mengapa kau ada disini?" tanya Vindy penasaran.


"Aku, Riko dan Nev bersahabat sejak kami SMA. Dan sekarang aku dan Riko bekerja untuk Nev. " jawab Richard menjelaskan.


"Tapi, mengapa kau bisa mengenal mereka berdua Vind?? Niven dan Richard. " tanya Riko penasaran.


"Oh, sebenarnya sih gak sengaja. Mereka berdua sempat menolongku. "


"Menolong gimana maksudmu? " ternyata rasa penasaran Riko belum juga terobati.


"Udah udah,, ngapain kamu keppo banget. Mending kita gabung aja sama yang lain. " sahut Richard yang sepertinya tak suka akan sikap kepponya Riko.


Mendengar perkataan Richard, membuat Riko kesal mulutnya komat kamit sendiri.


Lalu mereka berempat bergabung dengan yang lainnya, menikmati pesta hingga usai.


Apartment Nev


Keesokan harinya, setelah Elsie melepas kepergian suaminya untuk bekerja. Ia bergegas untuk bersiap siap. Karna hari ini ia akan mengunjungi kantor ayahnya.


Kebetulan akan ada rapat penting bersama pemegang saham serta dewan direksi.


Setelah usai bersiap. Maka Elsie segera menyambar kunci mobil serta tas tangannya yang sudah ia siapkan dimeja rias.









Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2