
Flash Back On
Jerry dan Ratna segera bergegas ke mansion keluarga Nixon. Sekitar satu jam mereka menempuh perjalanan. Akhirnya tiba juga disana.
Saat sudah berada di depan gerbang utama. Security menanyakan tentang keperluan nya.
"Selamat siang tuan, nyonya, mencari siapa ya? " tanya security dengan sopan.
"Siang pak, kami ingin bertemu dengan tuan Agam Nixon. Apakah beliau ada? " tanya Jery.
"Oh, tuan besar ada. Biar saya hubungi dulu. Maaf dengan tuan siapa? "
"Saya Jery, bilang saja saya membawa informasi tentang Elsie. "
Mendengar pernyataan Jery, security itu sedikit tercengang. Dengan cepat ia menghubungi keamanan yang bertugas didalam. Tak berselang lama, Jery dan Ratna dipersilahkan masuk.
Kebetulan dirumah itu sudah ada kedua orang tua Elsie dan juga kakak nya, Richen. Dan ada Niven juga.
Mereka sengaja berkumpul karna sedang kebingungan mencari Nev yang sejak pagi menghilang.
Mereka benar benar panik, belum juga Elsie ketemu. Sekarang giliran Nev yang menghilang.
Karna mendengar ada orang yang membawa informasi mengenai Elsie, akhirnya mereka semua berkumpul diruang tamu untuk menyambut siapa yang datang.
Saat Art membukakan pintu, ia segera mempersilahkan tamu nya untuk masuk.
"Mari silahkan tuan, nyonya. " tutur art itu mempersilahkan.
"Terimakasih. " jawan Jery singkat.
Saat Jery memasuki rumah, semua orang masih merasa bingung dan asing dengan nya. Namun ketika Ratna masuk, betapa terkejutnya Agam Nixon.
"Selamat siang semuanya. Maaf kami mengganggu. " ucap Jery sesopan mungkin. Semua orang menjawab sapaan Jery, kecuali Agam Nixon.
"Ratna? " pandangan mata nya terus tertuju pada Ratna. Ia takut kalau sampai dia salah mengira.
Namun mendengar nama yang disebutkan Agam, membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Papa kenal dengan mereka? " tanya Ren pada suaminya.
Mendengar pertanyaan dari istrinya membuat Agam menguasai diri lagi.
"Ehm, i iya ma, ini Ratna. " ucap Agam yang sedikit gugup.
"Selamat siang semuanya, apa kabar Agam? " Ratna mencoba menyapa dengan sopan. Karna sejujurnya ia juga sangat nervous saat melihat Agam setelah beberapa puluh tahun.
"Baik Ratna. Kenapa kamu bisa ada disini? Tadi saya mendengar dari bagian keamanan, kalau kalian membawa informasi tentang Elsie putri kami. Apakah itu benar? "
Saat Agam sudah berhasil menguasai dirinya, ia segera menanyakan pokok permasalahan nya.
Ia tidak ingin terlalu terlarut akan kenangan dimasa lalu nya bersama Ratna. Sebab saat ini ada keluarga besarnya, dan yang paling penting ada RenDae istri yang sangat ia cintai.
"I iya Agam. Sebelumnya maafkan aku. Ini semua karna kesalahanku juga. Hiks hiks.." tak terasa air matanya pun terjatuh.
"Maksudmu apa Ratna? Katakanlah yang sejujurnya. "
Saat ini Agam dan keluarganya sudah dipenuhi rasa penasaran.
"Yah, aku akan mengatakan yang sejujurnya. Terutama kepada istrimu, aku yakin istrimu belum sepenuhnya mengenalku bukan? "
RenDae menautkan alis nya, karna merasa bingung dengan pernyataan Ratna.
"Tolong katakan sejujurnya nyonya. Jangan membuat kami kebingungan seperti ini. " sahut RanDae yang nampak sudah tak sabar.
"Baiklah, aku sebenarnya adalah mantan kekasih Agam Nixon. Sebelum dia dijodohkan dengan istrinya yang sekarang."
__ADS_1
sontak saja semua orang terkejut, terutama RenDae.
"Jadi kamu ini mantan kekasihnya suamiku, lalu apa hubungannya dengan Elsie putri kami nyonya? " tanya Ren.
"Iya nyonya Nixon. Jelas saja ada hubungan nya. Karna semua ini berawal dari situ. " lanjutnya lagi, lalu mereka semua memilih untuk diam mendengarkan.
"Katakan Ratna. " sahut Agam.
"Waktu itu kami sangat mencintai, hingga Agam memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami kejenjang yang lebih serius."
"Saat aku hendak dikenalkan dengan orang tuanya, ternyata respon sangat diluar kendali. Orang tua Agam menolak keras hubungan kami. Dengan alasan bahwa aku bukan wanita yang tepat untuknya. "
"Aku juga bukan dari keluarga yang sederajat dengan keluarga Nixon. Saat itu kami berdua benar benar merasa buntu. Akhirnya, kami melakukan berbagai macam cara agar direstui oleh orang tua. "
"Bahkan kami melakukan hubungan terlarang, agar aku bisa mengandung dan akhirnya orang tua tidak dapat mengelaknya lagi. Kalau kami berhasil, kami yakin hubungan kami akan direstui. "
"Itu adalah pemikiran salah kami dulu. Kami pun benar benar melakukannya, hingga beberapa kali. Namun tak kunjung membuahkan hasil. "
"Singkat cerita, Agam merasa terdesak karna waktu itu ibunya sudah sakit. Akhirnya ia menyerah, lalu memilih mengikuti permintaan orang tuanya. "
"Kami pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Namun saat aku sudah hidup jauh dari bayang bayang Agam, bahkan aku ingin menikah dengan pria lain. Saat itu juga aku menerima kenyataan, bahwa aku saat itu tengah mengandung putra Agam. "
"Dari mana kamu tau kalau itu putra Agam? Bukankah kau bilang kalau saat itu kau ingin menikah? " tanya Ren yang saat itu masih terkejut dengan cerita Ratna.
"Maaf nyonya, karna aku sama sekali belum melakukakn nya dengan pria lain kecuali Agam. Termasuk dengan calon suamiku waktu itu. " jelas Ratna.
"Akhirnya pernikahanku tetap berlangsung, hingga aku melahirkan seorang anak laki laki. Dan ku beri nama Ansen Lee. "
"Hingga suatu saat Ansen diberitahu oleh suamiku tentang siapa dirinya. Tentang hubungan ku dengan Agam. Dan karna itu, Ansen sangat membenci Agam. Ia bahkan membenci semua keluarga Nixon. "
"Dan entah sejak kapan ia menyiapkan aksi balas dendam nya dengan keluarga Nixon. Aku juga tak tau! Hanya saja akhir akhir ini aku melihat gelagat yang aneh darinya. "
"Lalu aku menyewa orang untuk mengikutinya, dan akhirnya aku tau bahwa saat ini ia tengah menyulik Elsie dan menyandra Nev suami Elsie. "
"Karna saat ini ia akan segera menikahi Elsie, dan menjadikan Nev sebagai saksi pernikahannya. "
Semua orang yang ada disitu benar benar sangat syok dengan penuturan Ratna.
"Jadi, Elsie, dipaksa menikah dengan Ansen? Lalu Nev saat ini juga bersama mereka? " tanya Agam yang masih belum bisa mencerna penjelasan Ratna.
"Iya Agam, Ansen sudah menyiapkan ini semua jauh jauh hari. Namun aku baru mengetahuinya setelah mendapat informasi dari Jery. Jery ini adalah seorang detektif yang selama ini membantuku menyelidiki masalah Ansen. " jelas Ratna.
Tiba tiba saja Richen sedikit curiga serta penasaran tentang sosok Ansen ini.
"Emm maaf nyonya Ratna, apakah saya bisa melihat foto Ansen putra anda? " tanya Richen.
"Iya bisa tuan, silahkan. " Ratna menunjukkan foto Ansen yang tersimpan di handphonenya.
"Benar dugaanku, ini Sena. " tutur Richen saat sudah melihat foto Ansen.
Dan hal itu membuat semua orang semakin bingung.
"Apa maksudmu Chen? " tanya Sebastian yang sedari tadi hanya menyimak saja.
"Pria ini. Adalah Sena teman Elsie. Aku sudah mencium gelagat anehnya. Sewaktu Elsie di Belanda, pria ini sering main ke rumah. " jelas Ansen pada semuanya.
"Dan aku sudah sering memperingatkan Elsie tentang pria ini. Tapi Elsie tetaplah Elsie, dia tidak pernah berburuk sangka pada orang lain sebelum ia sendiri mengetahui kepastiannya. " imbuh Richen.
"Jadi saranku, kita harus segera mencegah pernikahan itu. Pasti Ansen melakukan berbagai macam cara agar Elsie mau memenuhi keinginan nya. " ujar Ratna menyarankan.
"Apakah kalian mengetahui tempatnya? " tanya Ruli yang sedari tadi sudah merasa khawatir.
"Iya nyonya, Jery berhasil melacak keberadaan Ansen. Jadi sebelum terlambat, ayo segera kita kesana. " ajak Ratna.
"Baiklah kalau begitu. Apakah kau dan Ruli juga akan ikut Bas? " tanya Agam.
__ADS_1
"Aku akan ikut, namun sebaiknya bunda tetap disini ya. Takutnya disana akan terlalu bahaya. " sahut Sebastian.
"Baiklah yah, bunda akan menunggu disini. Alena dan Naya juga akan bunda suruh kesini saja. " jawab Ruli.
"Kalau begitu mama juga tunggu dirumah saja pa. Menemani Ruli Alena dan Naya. Aku percayakan anak anak pada kalian semua. " tutur RenDae.
"Aku juga minta tolong, lindungi Ansen. Jangan sampai dia kenapa napa ya pa. Walau bagaimana pun dia juga putramu. " imbuhnya lagi.
"Baiklah sayang. Kalian hati hati dirumah, kalau ada apa apa segera kabari kami ya. " pamit Agam pada istrinya dan disambut anggukan oleh RenDae.
"Nyonya Nixon trimakasih banyak atas perhatian nya pada Ansen. Dan maafkan kesalahan Ansen karna sudah bertindak diluar batas. " kata Ratna kepada RenDae.
"Tidak Ratna, ini semua bukan salah Ansen. Dia hanya belum menyadari apa yang dia lakukan saja. Ya sudah kalau begitu hati hati dijalan Ratna. Dan ya satu lagi, jangan panggil aku nyonya Nixon. Tapi panggil aku RenDae. "
Akhirnya tidak ada lagi ketegangan diantara mereka. Dan mereka pun bergegas menuju alamat yang ditunjukkan oleh Jery.
Tak butuh waktu lama mereka telah tiba dilokasi.
Flash back off
Setibanya dilokasi, mereka sempat menghajar beberapa anak buah Ansen yang berjaga didepan. Saat semua pria tengah sibuk berkelahi, seketika itu Ratna mengambil kesempatan untuk menerobos masuk kedalam.
Saat sudah memasuki ruang tengah. Betapa terkejutnya dia saat melihat penampilan putranya itu dan seorang wanita yang memakai gaun pengantin.
Saat itu mereka hendak mengucapkan janji suci pernikahan diatas altar. Dan tiba tiba Ratna berteriak.
"Ansen hentikan !!! "
Sontak semua orang yang ada diruangan itu menoleh ke arah sumber suara.
"Mami. " ucap Ansen saat menoleh ke belakang. Elsie yang ada disamping Ansen pun jadi menatap wajah Ansen.
"Dia mami mu? " tanya Elsie padanya. Namun Ansen tidak memberi respon apapun.
Perlahan lahan Ratna mendekati altar. Namun tiba tiba Ansen mengalungkan tangan nya dileher Elsie. Lalu ia menodonhkan p*st*l ke arah kepala Elsie.
"Jangan mendekat mi !!! Aku mohon jangan mendekat. Kalau mami nekat, aku juga bisa nekat. Ansen hanya ingin menikahi wanita yang Ansen sayangi mi. " ucap nya penuh keyakinan.
"Tapi bukan dengan Elsie dan bukan dengan cara seperti ini nak. Elsie itu sudah bersuami sayang. Tolong dengarkan mami nak. Jangan sampai tindakanmu ini akan membuatmu menyesal nanti. "
Ratna berkata sambil terus mendekati Ansen secara perlahan.
"Mami jangan nekat mi. Atau aku bakalan temb*k dia. " sahut Ansen sambil terus menekan senjata itu kepelipis Elsie.
Tanpa disadari Ansen, ternyata Niven sudah berusaha membebaskan Nev secara diam diam.
Kemudian dari belakang Nev memukul Ansen hingga ia terjatuh. Senjata yang ia pegang terlepas, dan Elsie pun dapat berlari dengan digandeng oleh Nev.
Dengan cepat Ansen menyadarinya, lalu ia segera menyambar senjata yang terjatuh tadi. Ansen mengarahkan p*st*l itu kearah Nev dan Elsie yang sedang berlari menjauhinya, lalu.
Doorrr...
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....