MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 45 KETAKUTAN ELSIE


__ADS_3

"Sena.. " Elsie membuka matanya secara perlahan.


Ia melihat ada Ansen yang saat ini posisinya begitu dekat dengannya. Ia pun segera mengambil posisi duduk, lalu sedikit menjauhkan diri dari tubuh Ansen.


"Dimana ini? Mana kak Nev? " tanya Elsie yang masih merasa bingung. Ia terduduk dengan kaki melipat didada, lalu kedua tangannya mendekap.


Mendengar pertanyaan Elsie, Ansen hanya menyunggingkan senyuman liciknya.


Dia terus saja berusaha mendekatkan dirinya dengan Elsie, tangannya mencoba meraih pipi Elsie.


"Ada apa Sena, kita ada dimana ini? " El terus saja bertanya sambil mencoba mundur untuk menghindari tangan Ansen yang hendak menjamah nya.


"Susssstttt... Calm down honey. Jangan takut ya, ini aku Sena mu! Mulai sekarang kamu jangan ingat ingat lagi tentang suami mu itu. " kata Ansen sambil terus mencoba mendekati Elsie.


Tatapan mata Ansen sudah dipenuhi gairah, dan hal itu membuat Elsie sangat ketakutan.


"Apa maksudmu Sena? Jangan melebihi batasmu!! " sahut Elsie dengan suara yang bergetar.


"Sena, aku mohon jangan seperti ini. Ada apa denganmu? " Elsie terus saja memelas pada Ansen.


Namun Ansen sama sekali tak menghiraukan permohonan nya. Diwajah nya hanya ada gairah yang sangat menggelora.


Ansen terus saja berusaha mendekati Elsie, sampai El sudah merasa tersudut. Lalu tiba tiba saja El memiliki keberanian untuk melawan. Ia mendorong tubuh Ansen kebelakang, dengan kekuatan penuh ia menendang rudal Ansen.


Buughhh..


"Aakkhh.. " rintih Ansen yang merasa sesak karna tendangan Elsie tepat sasaran pada pusakanya itu.


"Br*ngs*k, berani beraninya kau!!! " Ansen membungkukkan badan, dan tangan nya memegangi pusaka yang kena tendangan tadi. Sambil terus merintih kesakitan.


"Menyingkirlah Sena,, aku mohon lepas kan aku. " tutur Elsie meminta belas kasihan pada Ansen.


"Jangan harap kau bisa lari dariku. Karna kau hanya akan menjadi milikku ELSIE !!! " ucap Ansen dengan nada meninggi.


Tanpa mengindahkan tanggapan Elsie atas ucapannya barusan, ia langsung saja pergi dari ruangan itu.


Brakk..


Suara benturan pintu yang ditutup secara kasar menggema diruangan itu, dan seketika membuat Elsie terkejut.


"Hiks.. Hiks... Hikkss.. Kak Nev tolongin aku. Aku takut hiks.. Ayah bunda, tolongin Elsie. " karna rasa takut yang luar biasa, Elsie hanya bisa terduduk menangis sambil merengkuh kaki didalam dekapannya.


*


*


*


"Elsie.. " teriak Nev lalu ia terbangun dari tidurnya. Nev yang sejak semalam tidak bisa tidur baru bisa memejamkan matanya sekitar tiga puluh menit.


Namun tiba tiba saja ia mengalami mimpi buruk. Mungkin karna perasaan khawatirnya terhadap Elsie membuat ia tak tenang.

__ADS_1


Dengan sigap ia mengambil handphone nya lalu menekan beberapa nomor yang akan dihubunginya.


"Halo. Bagaimana pa, apa ada petunjuk lain? " tanya Nev pada papa nya melalui sambungan telfon.


"Lantas apakah aku kembali saja kesana? "


"Baiklah kalau begitu. Aku akan kembali sekarang juga. " pungkas Nev mengakhiri panggilannya.


Kemudian ia bersiap siap merapikan pakaian yang mereka bawa, untuk dimasukkan kembali kedalam koper.


Setelah selesai, ia bergegas keluar kamar dan meninggalkan pulau itu bersama anak buahnya.


Rumah Ansen.


"Permisi nyonya. Saya hendak melapor. " seorang lelaki muda yang umurnya hampir sama dengan Ansen mendatangi Ratna Lee dikediaman nya.


"Katakan, apa saja yang kau ketahui. " perintah mami Ansen itu.


"Begini nyonya, saya melihat dua hari yang lalu ia pergi menuju bandara. Bersama dengan beberapa orang, nampaknya mereka seperti para bodyguard tuan Ansen. "


"Saat saya telusuri, ternyata penerbangannya menuju ke Raja Ampat. Lalu saya mencoba melacak nya, setelah saya menemukan titik lokasinya. Saya pun segera menyusul kesana. "


"Namun entah kenapa, tadi malam ketika saya melacak posisinya, tuan Ansen sudah tidak dipulau itu. Dia sudah kembali ke kota ini. "


"Maka dari itu, hari ini saya mengambil penerbangan pertama untuk segera kembali kesini. "


Pria itu menjelaskan dengan detail. Ratna yang mendengarkan laporan pria itu hanya mengangguk anggukan kepala nya saja.


"Sekarang aku minta kau lacak dimana Ansen berada, lalu cari tau apa yang sedang ia lakukan. " setelah mengatakan hal itu Ratna Lee meninggalkan pria tersebut tanpa mendengar tanggapannya.


Markas Richard


Nev yang baru saja tiba dibandara, langsung dijemput oleh Riko.


"Riko, kita langsung ke markas Richard saja dulu. Aku harus segera mencari keberadaan Elsie. " titah Nev kepada asisten nya itu.


"Baik tuan muda. "


Lalu Riko fokus mengendarai mobil menuju markas Richard.


Saat setibanya dimarkas Richard, Nev dan Riko langsung saja menerobos keruangan Richard, tanpa menghiraukan sapaan dari anak buah Richard yang berjaga didepan.


"Richard !! Bagaimana, apakah sudah ada kabar mengenai Elsie? " tanya Nev yang langsung duduk dihadapan Richard.


"Belum bro, tidak ada alat pelacak apapun yang berada ditubuh Elsie. Ditambah lagi, tidak ada acses cctv yang terpasang dipulau itu. Hanya di area perhotelan saja yang ada. "


"Dan hal itu membuat ku sedikit kesulitan untuk melacak keberadaan Elsie. " terang Richard kepada Nev.


"Akhh... Si*l, lantas apa yang harus kita lakukan sekarang? " tukas Nev yang nampak putus asa.


"Maaf tuan muda, tidak kah lebih baik kita kabari keluarga tuan Sebastian terlebih dahulu. " ucap Riko memberi saran.

__ADS_1


"Benar juga, kalau begitu biar aku telfon kak Richen. " pungkas Nev. Lalu ia menghubungi Richen.


Selesai mengabari kakak iparnya. Mereka yang ada disitu, kembali merundingkan tentang rencana apa selanjutnya. Dan tiba tiba Richard berkata.


"Nev, apakah sebelumnya kau merasa mempunyai musuh? " tanya Richard.


"Aku tidak tau, namun bagi orang orang sepertiku ini sudah pasti banyak yang tidak suka. Dan pasti banyak pesaing pesaing bisnisku yang akan melakukan apapun hanya demi menjatuhkanku. " jelas Nev.


"Betul juga, atau jangan jangan ada orang yang memang menginginkan Elsie? Mungkin saja kau tau? " ucap Richard lagi.


"Aku tidak terlalu memperhatikan tentang hal itu, dan aku juga tidak pernah bertanya tentang privasi Elsie. "


"Baiklah, aku akan mencoba melacak tentang siapa pengirim pesan ke handphone Elsie ini. " Richard mengambil handphone Elsie dari meja lalu ia mulai melacak tentang pesan ancaman itu.


Kediaman Sebastian


"Ayah, bunda.. " teriak Richen dari ruang keluarga.


Mendengar teriakan Richen, kedua orang tuanya pun langsung bergegas menuju ruang tengah.


"Ada apa Chen? Kenapa teriak teriak begitu sih. " sahut bunda Ruli yang masih berjalan ditangga sambil menggandeng lengan suaminya.


"Ayah, bunda. Kemarilah, aku ada kabar buruk. " tutur Richen panik.


"Maksudmu apa Richen. Berkatalah dengan jelas. " ucap Sebastian.


"Begini yah, Elsie menghilang waktu berlibur ke Raja Ampat bersama Nev, semalam. "


"Saat ini keluarga Nixon sedang mencari keberadaan nya. Tapi hingga kini belum ada titik terang. Dan saat ini mereka menginginkan kita agar datang ke mansion Nixon. " terang Richen.


"Apa?? " sahut Ruli dengan mulut ternganga, sedetik kemudian..


Brukhh...


"Bunda. " teriak Sebastian dan Richen secara bersamaan.









***Terimakasih banyak buat semuanya yang sudah mampir kesini. Mohon maaf masih slow up date banget. 🙏

__ADS_1


Tapi othor mohon dukungan nya dari kalian semua. Untuk like, coment, dan tap 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. Jangan lupa untuk vote juga..


See you next episode***..


__ADS_2