
Setibanya Elsie dirumah, ia melihat bundanya dan mbok Tari sedang sibuk memasak di dapur. Elsie pun menghampiri mereka kedapur.
"Heemm... Wangi banget sih bun, masakannya? Jadi laper deh. " Memuji sekaligus nyomot 1 prekedel buatan bunda Ruli.
"Ishh.. Kamu ini, cuci tanganmu dulu Elsie.. " Bunda menepis tangan Elsie.
"Eh, oh iya sayang. Ayah katanya tadi mau ngomong sama kamu. Coba kamu temuin dulu dia. " Ucap bunda Ruli dengan memberi perintah.
"Dimana ayah bund? "
"Kayak sih tadi di ruang kerjanya, coba kamu lihat sana! " Setelah mendengar perkataan sang bunda, Elsie pun menuju ruang kerja ayahnya.
Tok
Tok
Tok
Elsie mengetuk pintu ruang kerja sang ayah sebelum ia masuk.
"Yah, ayah nyariin Elsie ya? Ada apa emangnya yah? " El menghampiri dan duduk di depan ayahnya.
"Begini sayang, sebelumnya ayah mau minta maaf sama Elsie kalau ayah salah ya nak. " Mendengar ucapan ayahnya Elsie mengernyitkan dahinya.
"Maaf untuk apa yah? "
"Elsie sayang gak sama ayah dan bunda?" tatapan ayah Sebastian mulai terlihat sendu.
"Ya sayang lah yah,, ayah sama bunda kan orang tua Elsie, masak gak sayang. Lagian ngapain sih ayah ngomong nya kayak gitu. Ada apaan sih yah? " Elsie mulai panik, pikirannya sudah entah kemana. Kenapa kok ayah tercintanya ini berbicara seperti itu.
"Ayah dan bunda selama ini tidak pernah meminta apapun darimu sayang. Tapi kali ini, untuk kali ini saja. Ayah dan bunda ingin minta sesuatu kepadamu nak. Mau kah Elsie menuruti permintaan ayah dan bunda? " Ayah Sebastian menatap tajam putrinya itu.
"Yah,, El mohon jangan berbelit belit dong ngomongnya. Jangan kayak gitu dong yah,, El kan jadi sedih yah. " ia langsung berhambur kedalam pelukan sang ayah.
"El janji, El akan turutin permintaan ayah dan bunda. Asalkan ayah dan bunda selalu di samping el. " tak terasa buliran bening mengalir dari mata indah Elsie.
"Baiklah kalau begitu. " ayah Elsie menghela nafas dalam - dalam, sebelum ia mengutarakan maksudnya.
"Ayah dan bunda ingin melihat Elsie bahagia, ayah ingin Elsie... Menikah dengan anaknya temen ayah. " ayah Sebastian sedikit takut ketika ingin mengatakannya.
__ADS_1
"Apa? Di jodohkan yah?! Yang bener aja sih yah. " Elsie benar - benar merasa syok atas pernyataan ayahnya.
"Yah yang bener aja sih yah,,.. Masak putri ayah satu - satunya nikah aja harus di jodohin. " protes Elsie.
"Cuma itu Elsie permintaan ayah dan bunda. Mumpung ayah dan bunda masih ada. Ayah dan bunda ingin sekali melihat kamu segera menikah dengan laki - laki yang baik sayang. " sepertinya ayah Elsie benar - benar tidak menerima penolakan.
"Tapi siapa laki - laki itu yah, aku kan gak kenal yah! " Elsie masih saja berusaha menolak secara halus.
"Kalau kamu ingin melihat calon suamimu, maka bersiaplah sekarang nak. Sebentar lagi calon suamimu dan keluarganya akan tiba disini. " Sang ayah mendekati Elsie sembari mengusap rambut putri tercintanya itu.
"Owhh... Paham! Jadi sibunda masak banyak, trus yang di bilang mau ada kerabat yang dateng itu ya karna ini yah.? " Ujar Elsie sembari mengerucutkan bibir nya.
"Iya nak. " Elsie mulai tau maksud dari ini semua, itu karna orang tuanya sudah merencanakan ini semua.
"Ya udah deh terserah ayah aja, tapi inget ya yah. Kalau orang nya jelek aku gak mau. " Ia langsung beranjak dari duduknya.
"Kita lihat saja nanti sayang, kamu pasti suka. Karna dia sangat tampan. " Ayah Elsie tersenyum sembari menggoda putrinya tersebut.
Lalu Elsie pergi menuju kamarnya di lantai dua, untuk segera bersiap - siap. Sebab sebentar lagi calon suami dan keluarganya akan datang.
*kamar Elsie*
"Huhhfft,, ini lah kelemahanku paling gak bisa ngeliat keluargaku sedih apalagi menderita. " Raut wajahnya terlihat sangat sedih, ia juga memiliki kekhawatiran akan nasibnya. Seperti apa calon suaminya nanti, apakah ia bisa menjalani pernikahan yang tidak didasari cinta.
"Oke lah, jalani saja. Aku percaya kok sama ayah dan bunda. " Elsie menepis semua keraguannya, ia lebih memilih percaya saja pada orang tuanya. Sebab sang kakak laki lakinya yang sekarang ada di Belanda, dulunya juga dijodohkan oleh sang ayah. Namun sekarang mereka hidup bahagia disana, dan bahkan sudah di anugrahi buah hati dalam keluarga mereka.
Akhirnya Elsie pun bertemu dengan calon suaminya, dan tidak lama setelah pertemuan keluarga itu. Mereka disatukan dalam ikatan suci pernikahan. Dan saat ini statusnya sudah menjadi nyonya Neville Nixon.
#Flashback off#
Tok
Tok
Tok
Lamunan Elsie buyar seketika mendengar suara pintu kamarnya di ketuk. Ia pun beranjak dari tempat tidurnya lalu menghampiri sumber suara.
"Kak Nev udah pulang? " Elsie membuka pintu, nampak lah Nev berdiri tegak disana dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
"Sedang apa kau mengurung diri dikamar? Bukannya menyambut suami pulang kerja. " Nev berkata dengan sedekap tangan didada.
"Iya maaf kak,, tadi aku lagi rebahan di kamar. Apakah kakak butuh sesuatu? Biar aku siapkan. " Tutur Elsie.
"Tolong siapkan air mandi dan bajuku. Hari ini rasanya lelah sekali, setelah itu tolong masakkan makan malam ya. " suami Elsie memberi perintah pada istrinya
"Oke. " sebagai istri yang baik El melaksanakan yang diperintah suami tampannya itu.
Elsie memasuki kamar suaminya yang jarang sekali ia jamah, sebab mereka tidur dikamar terpisah. Kemudian ia menyiapkan air dibathup, setelah itu ia menuju walk in closet untuk menyiapkan pakaian suaminya.
Namun ketika hendak mengambil baju Nev, pikiran jahilnya mulai muncul kembali. Seketika ia lari menuju kamarnya dan mengambil sesuatu, lalu kembali ke kamar Nev.
"Kenapa ngerjain tuh orang jadi bikin candu yah. Hahahaa.. " Setelah melancarkan aksinya ia pun keluar dari kamar Nev, lalu menuju kedapur untuk masak makan malam. Tapi kali ini Elsie masak makanan yang gak pedes, supaya bisa dimakan Nev suaminya.
Setelah selesai melakkukan ritual mandinya, Nev menuju walk in closet dikamarnya. Kemudian ia mengambil baju yang disiapkan istrinya.
Satu...
Dua...
Tiga.
"Aaa aaaaa.. Elsie !!!!! " Teriakan Nev menggema di seluruh ruangan itu.
•
•
•
•
•
•
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.
__ADS_1