MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 86 BUTUH WAKTU


__ADS_3

Karna rasa lelah yang mendalam, semalam Nev tak sempat menunggu istri nya. Begitu kembali kekamar nya, ia segera merebahkan tubuh nya dan tertidur begitu saja.


Hingga tak terasa waktu terus berjalan, pagi menyingsing matahari pun mulai menyeruakkan sinar nya yang hangat.


Karena merasa terganggu dengan sinar matahari yang menerobos celah celah horden, membuat Nev terbangun. Sebelum membuka mata nya lebar lebar, ia memilih meraba tempat tidur istrinya.


"Memi.. " gumam Nev, saat ia tak menemukan Elsie disamping nya.


"Kemana memi, apa dia tidak ke kamar ini semalam? "


Nev mencoba bangkit dari tempat tidur nya, ia membuka horden yang tertutup secara lebar. Agar sinar cahaya matahari dapat masuk kedalam kamar nya.


Setelah itu ia menuju nakas yang ada disamping headbord, Nev meneguk segelas air putih hingga tandas.


Seperti yang kita semua ketahui, meminum air putih dipagi hari itu sangat lah bagus untuk kesehatan. Dan setelah dirasa cukup, Nev beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya karna akan segera ke kantor.


Disaat Nev tengah mandi, Elsie masuk kekamar mereka. Ia celingak celinguk mencari keberadaan suami nya hingga kebalkon. Namun tidak dapat ia jumpai, hanya ada suara gemericik air yang berasal dari kamar mandi.


"Mungkin pepi lagi mandi. Aku siapin baju nya dulu lah. " tutur Elsie lalu melangkah menuju walk in closet.


Setelah selesai menyiapkan baju untuk suami nya, ia segera keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Karna dia mau membuatkan teh hijau kesukaan suami nya.


"Pagi ma, pa. " sapa El pada kedua mertuanya saat bertemu di ruang makan.


"Pagi sayang. "


"Pagi nak.. "


Dengan cekatan Elsie membuatkan teh hijau tanpa gula untuk Nev. Setelah selesai ia menyajikannya di meja makan.


"Kak Ansen sama Niven udah berangkat pa? " tanya El pada papa mertuanya.


"Ansen belum turun, kalau Niven hari ini tidak ke kantor. Karna dia harus mengecek beberapa proyek yang ada diluar kota. Papa harus menyiapkan Niven dengan baik, agar dia bisa memimpin perusahaan sebaik kakak kakak nya. " tutur Agam.


"Memangnya papa mau buatkan Niven perusahaan sendiri? " tanya Elsie penasaran.


"Saat ini belum tau El, tapi untuk kedepan nya semua anak anak papa akan mendapatkan jatah perusahaan masing masing. "


"Papa rasa semua perusahaan Nixon grub akan lebih dari cukup untuk kalian semua. " tutur Agam.


Elsie hanya manggut manggut saja sambil menyuapkan sandwich yang ada ditangan nya.


"Oh ya, suami mu mana sayang? Kok gak ikut turun sih? " tanya Ren.


"Sebentar lagi mungkin ma, tadi Elsie lihat lagi mandi. "


Setelah selesai sarapan Elsie segera berdiri dari tempat duduk nya.


"Ma, pa, El cari Arka dulu ya. "

__ADS_1


"Iya sayang. "


Seperginya Elsie, mama Ren membisikkan sesuatu pada suaminya yang sedang menyeruput kopi.


"Pa, Elsie kenapa? Kok dia kayak aneh gitu sikapnya?"


"Mana papa tau ma, mungkin aja dia masih syok akan kejadian kemarin. Dia masih terpukul akan kepergian sahabatnya. " terka Agam.


"Bisa jadi sih pa, tapi Elsie tu baik banget ya pa. Saking baik nya, udah disakitin sama sahabatnya berkali kali tapi masih aja bersikap baik gitu. "


"Itu bukan hanya baik ma, tapi polos. Ya udah lah, papa mau ketemu kolega kita dulu. Papa berangkat ya. "


"Iya pa. Hati hati ya. "


Saat Agam hendak pergi dari ruang makan, ia bertemu dengan Ansen dan Nev yang sedang berjalan menuju ruang makan.


"Mau kemana pa? " tanya Ansen.


"Papa mau menjumpai kolega papa nak, ada hal yang harus dibahas. Kalian mau sarapan? "


"


"Iya pa, oh ya. Papa ada liat Elsie? " tanya Nev.


"Elsie lagi sama Arka mungkin. Tadi dia sudah habis sarapan terus katanya mau cari Arka. " jawab Agam.


"Oh, oke makasih pa. Papa hati hati dijalan ya. "


Akhirnya Nev dan Ansen bersarapan dengan ditemani oleh mama Ren saja. Elsie tidak muncul dihadapan Nev, bahkan sampai dia berangkat kerja, Elsie tidak mengantarkan nya seperti hari hari biasanya.


Jujur Nev sangat sedih dan kecewa akan sikap Elsie, namun ia lebih memilih untuk mengalah. Nev berfikir, mungkin istrinya itu membutuhkan waktu untuk sendiri dulu.


Perusahaan Nixon Grub


Tok tok tok...


"Masuk! "


"Permisi tuan muda, sudah waktu nya makan siang. Apakah tuan mau makan diluar atau disini? " tanya Riko.


"Pesan kan makanan saja Riko, aku ingin makan disini. " ucap Nev.


"Baiklah tuan, anda mau makan siang apa tuan? "


"Aku mau soto sapi. Tidak pakai lama Riko. " tutur Nev.


Setelah Riko pergi, sekertaris Nev datang dan memberi tahu bahwa Richen kakak nya Elsie datang untuk membahas sebuah proyek yang sedang dikerjakan oleh STcorp dan Nixon Grub.


Setelah Nev mempersilahkan masuk, kini Richen dan Nev tengah membahas tentang proyek itu dengan sangat serius.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, Riko datang dengan membawa makan siang untuk Nev. Namun karna ada kakak ipar nya, ia pun menawarkan makan siang itu juga.


"Kita makan siang dulu kak, Riko sudah menyiapkan nya untuk kita. Ayo! " ajak Nev.


"Baik lah, ayo. " sahut Richen.


Mereka berdua makan siang dengan sangat nikmat, terlihat beberapa kali Nev memuji makanan yang sedang ia santap itu.


"Ternyata makanan khas nusantara itu enak enak ya kak. " tutut Nev sembari menyuapkan sesendok nasi kedalam mulut nya.


"Iya dong, makanan di negara ini memang enak enak Nev. Dulu waktu kakak masih tinggal di Belanda, kak Alena sering banget masakin menu menu khas nusantara, jadi lumayan buat menghilangkan rasa rindu sama negara ini. Hehe.. "


"Iya kak, aku juga baru tau banyak makanan khas yang enak, sewaktu Elsie masih hamil. Dia nyidam nya makanan khas gitu kak. Aku jadi tahu ternyata banyak makanan tradisional tapi enak enak. "


Tiba tiba saja Richen teringat tentang adik satu satu nya itu.


"Oh ya, gimana kabar nya Elsie? Kakak tau, pasti dia terpukul banget akan kepergian sahabatnya. "


Mendengar pertanyaan dari kakak ipar nya membuat ia kembali teringat akan sikap istri nya tadi malam.


"Ehm,, Elsie memang sangat terpukul kak, aku sangat merasakan nya juga. Tapi.. " ia sedikit bingung akankah Nev mengatakan tentang masalah nya dengan Elsie.


"Tapi apa? Apakah kalian sedang ada masalah? " Richen sudah terlanjur penasaran dengan perkataan adik iparnya itu.


"Aku gak tau kak, tiba tiba saja Elsie merasa menyesal akan keputusan nya menerima perjodohan dengan ku. Ia merasa bersalah akan kejadian yang menimpa Mesha, menurutnya jika ia tak menerima perjodohan itu mungkin saja Mesha tidak akan melakukan hal buruk. Dan Mesha tidak akan sampai kehilangan nyawa nya. "


"Aku gak tau harus bagaimana lagi caranya memberikan pengertian untuk nya. Jujur, aku sangat sedih dan kecewa akan sikap Elsie kak. Tapi aku gak mau membuat suasana hati nya semakin buruk. huffhh.. " Nev menjelaskan dengan raut wajah sendu.


Richen bisa merasakan kesedihan dan kekecewaan yang sedang dialami adik iparnya itu.


"Aku tahu tentang perasaanmu Nev, mungkin saja Elsie masih syok akan kejadian itu dan dia butuh waktu untuk berfikir secara jernih. Berikan dia ruang untuk menenangkan diri sejenak, aku yakin dia tidak bersungguh sungguh akan ucapan nya itu. "


"Kakak harap kau mempunyai hati yang luas dalam menghadapinya, bersabarlah Nev. " tutur Richen menasehati Nev.


"Iya kak, terimakasih atas saran nya. "








__ADS_1


...Sambung ke bab selanjutnya ya, bye bye 👋👋😘...


__ADS_2