
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya kini Mesha tiba disebuah rumah besar nan mewah.
Dia memarkirkan mobil nya dipelataran rumah mewah itu. Dengan langkah gontai ia mendekati pintu utama, lalu menekan bel rumah itu dengan sedikit tidak sabar.
Ting tung,.. ting tung,.. Ting tung..
Pintu terbuka dari dalam, ternyata seorang pelayan yang membukakan nya. Mesha langsung saja menerobos masuk tanpa berkata apapun dan tanpa meminta persetujuan pelayan itu.
"Nona, nona.. Anda mau kemana? " karna tak mendapatkan respon dari Mesha. Pelayan itu pun berteriak meminta tolong pada pengawal.
"Pengawal, pengawal. " teriak pelayan itu sambil terus mengejar dan mencegah Mesha. Namun Mesha sama sekali tak peduli, ia terus saja menerobos memasuki satu satu ruangan di tempat itu.
"Arthur.. Arthur.. " teriak Mesha memanggil nama seseorang yang sepertinya pemilik rumah mewah itu.
Entah pintu yang keberapa yang Mesha buka, karna rumah itu terlihat sangat mewah dan luas. Kini ia melangkahkan kaki nya ke lantai dua, sorot mata Mesha melihat sebuah ruangan yang dijaga oleh dua pengawal.
Dengan langkah gontai, ia menuju kearah kamar yang dijaga itu. Namun dengan sigap, pengawal yang menjaga kamar itu pun segera maju dan mencegah Mesha untuk tidak mendekati pintu.
"Lepaskan aku. Arthur !!! " teriak Mesha saat dua pengawal itu menghadangnya.
"Anda tidak boleh masuk nona. " kata salah satu diantaranya. Akan tetapi Mesha punya seribu macam cara untuk terbebas dari mereka.
Dengan kekuatan penuh, ia menendang rudal salah satu pengawal yang mencekalnya, lalu kaki kanan nya menginjak kaki pengawal yang satunya.
"Auuwhh.. " ringis nya saat highheels Mesha menancap diatas sepatu pria itu.
"Rasakan !" kemudian dengan cepat Mesha memaksa masuk kedalam kamar yang dijaga tadi.
Brakk..
Tiba tiba saja Mesha masuk dan melihat pemandangan yang ia rasa sangat menj1j1kkan. Arthur pria yang sedari tadi ia cari ternyata sedang bersenang senang dengan seorang wanita didalam situ.
Mereka berdua sama sama sedang dalam keadaan p*|*s, Mesha yang melihat kondisi itu membelalakkan mata nya. Bahkan mulut nya sampai ternganga saking kaget nya dia.
"Mesha !!!" teriak Arthur dengan emosi karna merasa terganggu dengan kehadiran nya.
"Arthur? Apa yang kamu lakukan, kau berselingkuh di belakangku? " tanya Mesha dengan perasaan yang tak menentu, ia kecewa karna merasa dihianati oleh kekasihnya.
"Jaga bicaramu Mesha! Keluar kau dari sini. " ucap Arthur dengan penuh penekanan.
"Enggak!! Aku gak akan keluar dari sini, ada yang ingin aku bicarakan padamu Arthur. Ini penting, mengenai keluarga Nixon. "
Mendengar kata keluarga Nixon disebut, mau tak mau Arthur harus menyudahi aktivitas kesukaannya itu. Kemudian ia memberi kode pada wanita yang menemani nya tadi agar keluar dari kamar itu.
Dengan wajah yang bersungut sungut, wanita itu pun meninggalkan Arthur dan Mesha dikamar itu.
Kini tinggal lah Mesha dan Arthur sendiri, Arthur pun sudah mengenakan baju.
"Katakan lah. " titah Arthur sembari menyesap minuman mahal dari fermentasi anggur yang ada di atas meja.
"Setelah kau mengantarku tadi, Ansen salah satu putra Agam Nixon datang menemuiku. Dia sudah mengetahui semua perbuatan kita, bahkan dia memiliki bukti tentang kejahatan kita Arthur. " jelas Mesha. Namun ia tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi, bahkan tentang masalalu nya dengan Ansen.
__ADS_1
"Apa bukti yang dia punya? " tanya Arthur lagi.
"Sebuah rekaman percakapan kita tadi, sebelum kau pergi dari apartment ku. Ternyata dia memasang alat penyadap disekitar unit ku. " tutur Me lagi.
"Kenapa dia bisa mencurigai mu? Bukan kah aku sudah berpesan agar kau bermain aman, atau jangan jangan kau bertindak ceroboh sehingga mereka mencurigai mu. " terka Arthur, sontak saja membuat Mesha gelagapan.
"Mmm mana mungkin, aku tidak mungkin seperti itu. Intinya sekarang aku harus pergi dari apartment itu, aku tidak bisa lagi tinggal disana Arthur. Bisakah aku menumpang tinggal disini? "
"Agar kita tetap bisa menjalankan rencana untuk mengambil alih perusahaan Nixon lalu menghancurkan keluarga mereka semua. Bukankah misi kita ini sama sama menguntungkan, kau bisa menguasai pasar perdagangan di negara ini dan aku bisa menghancurkan keluarga Nixon. "
Lagi lagi Mesha mengingat kan tentang rencana jahat yang mereka susun, dengan harapan ia bisa mendapat perlindungan dari pria dihadapannya itu.
Namun sepertinya Mesha salah sasaran, karna Arthur tak sebodoh itu.
"Baiklah, kau boleh tinggal disini untuk sementara waktu. Tapi dengan satu syarat, kau tidak boleh melarang saat aku ingin bersenang senang dengan wanita manapun. Kalau kau merasa keberatan, kau bisa langsung pergi dari tempat ini. Mengerti? "
Sebenarnya Mesha sangat tidak setuju dengan perkataan Arthur, namun untuk meraih simpati Arthur ia harus mengiyakan nya.
"Oke, no problem. "
"Kalau begitu pergilah kekamar tamu, kau bisa tempati itu. "
"Hem. " sahut Mesha. Lalu Arthur memberi perintah kepada pengawal nya agar mengantarkan Mesha ke kamar tamu.
Setelah Mesha keluar Arthur nampak menyeringai licik.
' jangan kau pikir aku ini pria bodoh yang bisa termakan omongan receh mu itu Mesha. Aku hanya memanfaatkan mu saja dalam misi ini. Kalau nanti aku bisa menguasai Nixon Grub, maka dengan mudah nya aku menyingkirkan mu. ' kata hati Arthur.
*
*
Disatu sisi lain, Ansen setelah dari apartment Mesha ia langsung menuju markas Richard. Dengan langkah gontai ia menghampiri ruangan Richard Graham.
Brak..
Suara pintu dibuka sedikit kasar, Richard yang saat itu sedang berkutat didepan laptop nya sedikit terkejut.
"Ada apa bro? " tanya Richard yang sedikit khawatir akan keadaan Ansen.
"Aku menemukannya Richard, aku menemukannya. " sahut Ansen dengan nafas memburu karna menahan emosi nya dari tadi.
"Menemukan apa? Apa yang kau maksud, berkata lah yang jelas Ansen. " kata Richard yang semakin penasaran dibuatnya.
"Aku menemukan pelaku nya, dan dugaan kita memang benar. Pemilik logo RC itu bekerja sama dengan pelaku utama. "
"Siapa orang itu bro? "
"Arthur Cony, pemilik perusahaan Rajawali Company. Perusahaan itu sebenarnya hanya perpecahan dari milik Robert Cony yang berasal dari Prancis. Arthur Cony hanya menguasai wilayah perdagangan di Asia saja. Selebih nya semua aset perusahaan adalah milik Robert Cony ayah nya Arthur Cony. " terang Ansen.
"Lalu apa tujuannya menyerang Elsie? " tanya Richard lagi.
__ADS_1
"Penyebab utama nya bukanlah dari Arthur Cony, melainkan dari orang lain. Orang yang sebenarnya sangat kita kenal. Mesha Nara!!! "
Mendengar nama Mesha, Richard jadi menautkan alis nya.
"Mesha? Sahabat nya Elsie dan Vindy? " Richard mencoba memastikan lagi.
"Iya. " jawab Ansen mantap. "Mesha masih menyimpan dendam dengan Elsie dan keluarga Nixon. Sehingga ia bekerja sama dengan Arthur Cony untuk melakukan hal hal jahat kepada keluarga ku. "
"Mulai dari percobaan tabrak lari yang waktu itu hampir saja menimpa Elsie, kecelakaan yang menimpaku beberapa waktu yang lalu, hingga penyerangan Elsie. Semuanya karna ulah Mesha dan Arthur. " terang Ansen dan itu cukup membuat Richard benar benar terkejut.
"Apa?? Jadi semua kejadian itu dikarenakan oleh mereka? "
"Ya. Aku sudah menaruh curiga kalau pelaku dari semua kejadian itu adalah orang yang sama. Setelah acara syukuran bayi El dan Nev waktu itu, Mini memberi tahu aku dan papa kalau ia melihat seseorang yang memakai logo RC, ikut hadir dalam acara yang di gelar sore itu. "
"Dan aku pun memutuskan untuk mencari tau melalui cctv, ternyata orang itu adalah Mesha. Sehingga aku memutuskan untuk menyewa seorang detektif guna menyelidiki Mesha, apakah dia ada hubungan nya dengan Arthur Cony pemilik Rajawali Company. "
"Ternyata semua praduga ku benar ada nya, dan aku pun memutuskan untuk mendatangi apartment Mesha yang dulu pernah ku berikan untuk nya. Karna aku tau dia pasti belum sempat mengganti kode sandi pintu nya, jadi aku masuk dan aku menemukan bukti percakapan ini. "
Pungkas Ansen sembari menyerahkan handphone yang ia pakai untuk merekam percakapan Mesha serta Arthur tadi.
Richard mendengar kan percakapan itu dengan seksama, dan ia mempeecayai Ansen. Itu memanglah suara Mesha dengan seorang laki laki.
"Lalu apa selanjutnya yang akan kita lakukan bro? " tanya Richard setelah mendengar rekaman itu.
"Aku tidak mau terburu buru danmengambil langkah yang salah. Kita harus membicarakan ini semua dengan papa, Niv dan Nev. Bagaimana? " Ansen meminta pendapat Richard.
"Baiklah kalau begitu. "
"Sekarang istirahat lah Richard, bukan nya esok adalah hari pernikahan mu. Kau harus mempersiapkan diri untuk stamina mu bukan? Karna besok kau sangat membutuhkan tenaga ekstra untuk mendaki gunung. Bfefftt.. Hahahaha... " Ansen tertawa lepas saat menggoda partner sekaligus teman nya itu.
"Seharus nya kau juga cepat mencari jodoh Ansen, jangan sampai di duluin sama Niven ya. Karna ku lihat anak itu sangat agresif pada perempuan. Haha.. " balas Richard.
"Sialan kau !!! " rengut nya.
Dan mereka pun bersendau gurau, sebelum Ansen pulang ke mansion dan mempersiapkan dirinya untuk acara Richard dan Vindy esok hari.
•
•
•
•
•
•
•
...***Terimakasih banyak yang sudah mampir dan dukung karya ini terus, sampai jumpa di episode selanjutnya.....
__ADS_1
...Bye bye... 😘😘👋👋***...