
Keluarga Nev dan Elsie semakin hari semakin harmonis, setelah banyak nya cobaan yang sudah mereka lalui selama ini membuat mereka berdua semakin dapat berfikir lebih terbuka.
Tidak ada lagi rahasia diantara mereka berdua, apapun masalah yang mungkin sedang menghampiri, mereka selalu membicarakan nya bersama.
Sama sama mereka membesarkan putra kesayangan mereka dengan kasih dan sayang sepenuhnya. Dan kini tak terasa usia Arka sudah delapan bulan, memang waktu berjalan begitu cepatnya.
Mereka sebagai orang tua Arka pun merasa heran, rasa nya baru saja kemarin Elsie melahirkan Arka. Tapi sekarang bocah kecil tampan itu sudah mulai merangkak, bahkan sudah mulai ingin berdiri.
Pagi ini adalah weekand, Nev berencana mengajak Elsie dan Arka untuk berlibur ke kebun binatang. Mereka ingin putra nya itu bisa melihat berbagai macam binatang yang ada disana.
"Gimana mi, udah siap belum? " tanya Nev saat melihat putra dan istrinya di kamar Arka.
"Sebentar lagi pi, tunggu dibawah aja deh. Nanti kalau kami udah selesai kami nyusul. " tutur Elsie lalu direspon anggukan oleh Nev.
Setelah menunggu sepuluh menit, Elsie dan Arka serta para pengasuh sudah turun, dan disana Nev sudah menunggu mereka dengan segelas kopi dan tab di tangan nya.
"Ayo pi, kami udah siap nih ! " Ajak El.
"Oke, memi tunggu saja dimobil, pepi selesaikan ini dulu sebentar ya. " Nev menunjukkan tab nya, ternyata ia sedang mengecek beberapa email yang masuk.
Lalu Elsie sambil menggendong Arka berjalan menuju pelataran mansion, kemudian diikuti oleh para pengasuh dan pengawal.
Mereka sudah menyiapkan mobil untuk perjalanan majikannya menuju kebun binatang.
Setelah Nev selesai dengan pekerjaan nya, mereka semua lekas menuju kebun binatang yang cukup terkenal dikota itu.
Sesampainya disana, para pengawal membelikan tiket masuk untuk semuanya. Banyak sekali jenis hewan yang ada disisi kiri dan kanan.
Arka sangat antusias saat ia melihat sesuatu yang baru menurutnya, berkali kali ia tertawa dan berteriak karna saking senangnya.
Elsie pun ikut semangat mengenalkan semua hewan hewan itu kepada putranya.
"Sayang, lihat disana nak. Itu namanya gajah ada belalainya, kalau yang itu namanya jerapah yang leher nya panjang sekali. " ucap Elsie sembari menunjuk berbagai macam hewan.
"Hakh… hakh… mi mi mi… hikh… hikh… " Arka berceloteh menanggapi memi nya.
"Kamu senang sayang, eemuach … lucu banget sih anak memi. " Elsie tak henti henti nya menciumi Arka, ia terlalu gemas melihat kelucuan putra pertama nya itu.
Nev melihat tingkah dua orang yang ia sayangi itu pun ikut tersenyum lebar. Didalam hatinya ia selalu melangitkan harapan harapan untuk kebahagiaan seluruh keluarga nya. Terutama untuk istri dan anak anaknya nanti.
' Berbahagia lah terus sayang, pepi akan mengusahakan kehidupan yang baik dan layak untuk kalian berdua. ' kata hati Nev saat melihat senyuman dibibir anak dan istrinya.
Setelah puas berkeliling dan melihat hewan yang ada dikebun binatang itu, rombongan Nev dan Elsie segera bersiap untuk pulang.
Namun sebelum pulang, mereka mampir dulu ke sebuah restoran bintang lima yang letaknya searah dengan perjalanan pulang mereka.
Semua pengasuh dan pengawal yang ikut dalam rombongan mereka diperlakukan sama, bahkan seperti tidak ada bedanya dengan para majikan.
"Kalian pesen makanan masing masing ya, terserah mau pesen apa aja. Ayo ayo… semua nya duduk dulu, kita makan dulu semua. " kata Nev saat mempersilahkan semua anak buahnya.
"Terimakasih tuan. "
"Terimakasih tuan muda. "
Sahut mereka semua secara serempak.
Arka diletakkan dimeja makan khusus baby, saat ini ia disuapin oleh Mini.
"Mini, nanti gantian sama aku ya. " tutur Elsie saat melihat bahwa hanya Mini yang belum berkesempatan untuk makan.
"Baik nyah, nyonya muda tidak usah buru buru. Saya akan suapin tuan kecil hingga selesai. " sahut Mini.
"Iya, ya udah saya duluan ya. "
Ucapan Elsie disahuti dengan senyuman dan anggukan oleh Mini. Meskipun Mini sudah menyatakan bahwa Elsie tidak perlu tergesa gesa, tetap saja ia merasa Arka adalah tanggung jawabnya. Apalagi ini adalah jam nya untuk makan siang, tidak mungkin membiarkan Mini melewatkan nya apalagi semua pengawal dan pengasuh yang ikut sedang menikmati makan siang mereka.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, makanan Elsie sudah tandas. Dengan segera ia meneguk segelas air putih lalu mengusap bibir nya dengan tisu yang tersedia.
"Mini, serahkan piring Arka. Biar saya yang lanjutkan, kamu ikutlah makan dengan yang lain nya. " kata Elsie sembari meraih piring makanan Arka dari tangan Mini.
"Nyonya muda sudah selesai? " tanya Mini yang sedikit heran, sebab Elsie cepat sekali makan nya.
"Aku sudah selesai Mini, sana! Nikmatilah makanan nya. " ujar Elsie sembari tersenyum.
"Baik nyonya muda, saya permisi dulu. "
__ADS_1
"Hem. "
Mini segera ikut bergabung dengan yang lainnya, mereka semua terlihat sangat gembira dengan situasi saat ini. Walaupun mereka hanyalah anak buah Nev, namun kehidupan mereka sangat dijamin oleh keluarga Nixon.
Bagi keluarga Nixon, semua karyawan yang ikut bekerja dengannya adalah aset yang berharga. Tanpa mereka semua Nixon Grub tidak akan ada artinya, besar nya perusahaan itu dikarenakan kerja sama yang baik antara pemilik dan karyawan.
Setelah semuanya selesai makan siang, rombongan mereka kembali ke mansion.
Hanya sekitar tiga puluh menit saja, rombongan mereka sudah tiba di pelataran mansion. Mereka segera masuk kedalam bangunan megah itu, saat sudah didalam Agam dan Ren menyambut mereka dengan senyuman indah nya.
"Eh, cucu kesayangan oma udah pulang ya. Gimana tadi liburannya sayang? " tanya Ren kepada cucu pertama nya itu. Akan tetapi yang ditanya hanya bisa tertawa dan berceloteh ala bayi.
"Thatata.. Mimi.. Mamamama... Waaaa... Hakahaka."
"Hah? Kau berbicara apa sayang, oma tidak tau. Kau senang ya diajak liburan? " tanya Ren lagi.
"Hahakh.. Mamama.. Thatata.. " celoteh Arka lagi. Dan kali ini Ren hanya bisa garuk garuk kepalanya yang tak gatal.
Melihat hal itu malah membuat semua orang yang ada disitu tertawa, melihat kelucuan cucu dan nenek nya itu.
"Sebenarnya Arka mau cerita sama oma, tapi sepertinya oma belum paham sama bahasa Arka ya oma? " sahut Elsie, dan justru membuat tawa mereka semua pecah.
Hahahaa...
"Betul juga sayang, mungkin memang mama yang belum mengerti dengan bahasa Arka? " jawaban polos Ren. Lagi lagi justru membuat semua orang tertawa.
Hahaha..
*
*
*
Dihari berikutnya, semua orang sedang berkumpul diruang tengah. Mereka nampak sedang menunggu seseorang, namun tak lama kemudian yang mereka tunggu turun juga dari lantai tiga dengan membawa ransel dipunggungnya.
"Pagi semuanya. " sapa Niven saat menuruni tangga.
"Pagi... " jawab semua yang ada diruangan itu.
"Siap pa, doain Niv ya pa semoga disana Niv bisa bekerja dengan baik. Dan membuat perusahaan jadi berkembang dan lebih besar lagi. " tutur Niv saat meminta doa restu dari papa nya.
"Amin, semoga saja kau bisa lebih sukses dari kakak mu ya Niv. " ucap Agam sembari memegang kedua pundak Niven.
Kalau Agam bisa memberi nasehat pada Niven dengan tegar, beda dengan RenDae. Justru ia malah menangis sesenggukan saat akan melepas putra bungsu nya itu.
Niven menjadi tidak tega melihat mama tersayang nya menangis seperti itu, ia memeluk mama nya dan meyakinkan Ren bahwa ia akan baik baik saja.
Setelah berpamitan dengan semua keluarga, Niven diantar oleh kedua kakaknya menuju ke bandara. Dimana disana pesawat milik Nixon Grub sudah standbye untuk mengantar tuan mudanya ke negara sebrang.
Niven diberi mandat oleh papanya untuk memimpin salah satu perusahaan dibawah naungan Nixon Grub yang ada di Prancis, dimana disanalah Agam Nixon berasal.
Agam menyuruh Niven, sebab putranya itu pernah bersekolah disana. Jadi ia yakin kalau Niven akan bisa diandalkan. Secara berkala Agam dan Ren akan menjenguk Niven kesana.
Kini pesawat yang ditumpangi Niven sudah lepas, Ansen dan Nev pun sudah kembali ke mansion.
Sesampainya Nev dan Ansen di mansion, mereka kembali ke kamar masing masing. Kembali dengan aktivitas nya sendiri sendiri.
Malam harinya setelah makan malam, Nev ingin mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang sedikit tertunda diruang kerja nya.
"Mi, pepi mau keruang kerja dulu ya. Nanti kalau sudah selesai menidurkan Arka langsung kekamar aja, tunggu pepi disana. " kata kata Nev sebelum ia menyelesaikan pekerjaan nya.
"Oke pepi, jangan lama lama ya pi. Karna pepi kan harus istirahat. " sahut Elsie yang hanya ingin mengingatkan dan malah justru membuat Nev salah paham.
"Kau jangan memancingku memi, bisa bisa kau langsung kubawa kekamar ya. Dan lupakan masalah pekerjaan. " ujar Nev dengan sorot mata tajam yang seperti haus akan cinta.
"Idih,, jangan ngadi ngadi ya pi. Lihat nih, aku bawa Arka jadi jangan macam macam. " bantah El yang seakan tau maksud dari sang suami.
"Iya iya mi, ya udah pepi duluan ya. Good night kesayangan nya pepi. " (eemmuuach eemmuuach )
Nev mencium istri dan anaknya lalu ia berlalu menuju ruang kerjanya.
"Mini, Min.. " panggil El pada Mini dari ambang pintu kamar Arka.
"Iya nyah... " sahut Mini dengan sedikit berlari kearah Elsie.
__ADS_1
"Arka sudah tidur, aku titip ya. "
"Baik nyah! "
"Kalau begitu saya tinggal dulu ya Min. "
"Silahkan nyonya muda. "
Elsie tersenyum dengan Mini, lalu ia pergi dari hadapan Mini. Sesampainya dikamar, ia segera membersihkan badan dan ganti baju tidur. Sembari menunggu suami nya selesai bekerja, ia ingin menikmati segarnya udara malam dari balkon kamarnya.
Saat ia sedang terlarut dalam lamunannya, tiba tiba saja ada lengan kekar yang melingkar dibahunya. Dan Elsie pun tau betul, siapa pemilik tangan yang merangkulnya itu.
"Sayang, bikin kaget aja deh. Emang udah selesai kerjaannya? " tanya Elsie.
"Sudah dong, sekarang tinggal kerjaan denganmu yang belum selesai sayang. " ucap Nev dengan nafas yang sedikit berat, sepertinya ia sudah dalam mode on.
"Oh ya mi, ngomong omong ngapain kamu malam malam disini? Apa nggak dingin? " tanya Nev heran.
"Hhuufft..! " Elsie menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan suaminya.
"Aku hanya sedikit mengenang perjalanan cinta kita pi. Dari yang awalnya hanya sebuah perjodohan, lalu tentang keberadaan Mesha sebagai bagian masa lalu mu. Dan masih banyak lagi rentetan cerita keluarga kita, dimana kalau sekarang ini aku bayangkan kok bisa ya kita melalui semuanya. "
"Bahkan dulu kau tidak sama sekali mencintai ku bukan? Dan kita juga pernah membuat suatu perjanjian, kau hanya memberikan batas waktu satu tahun untuk hubungan kita ini. Tapi sampai sekarang kita masih bersama, sejujurnya apa yang membuat mu mau untuk menerima perjodohan itu pi? " tanya Elsie lalu berbalik memandang Nev.
"Yakin aku boleh jujur mi? " tanya Nev balik, dan Elsie pun mengangguk.
"Apapun jawaban ku kamu gak akan marah kan? " tanya Nev lagi, dan lagi lagi Elsie mengangguk.
"Sebenarnya... " Nev tampak ragu ragu saat ingin berkata, namun Elsie justru semakin penasaran akan jawaban suaminya itu.
"Apaan sih pi? Jangan bikin aku penasaran deh, tinggal jawab aja kok. " mendadak Elsie bersedekap dada lalu memasang wajah yang cemberut.
"Iya iya mi, pepi jawab deh. Tapi jangan cemberut gitu dong.. Cantik nya ilang nanti, hehehe.. " rayu Nev dan berhasil membuat Elsie tersenyum.
"Nah.. Gitu kan cantik sayang. "
"Udah udah.. Ayo ceritain pi, kenapa pepi mau nerima memi buat jadi istri pepi saat itu? " El mengulangi pertanyaan nya lagi.
"Oke pepi jawab! "
"Waktu itu, pepi di ancam sama papa. Karna setelah hubungan ku dengan Mesha berakhir, aku benar benar terpuruk. Aku merasa menjadi laki laki yang bodoh, karna bisa bisanya aku dibohongi oleh seorang wanita. "
"Setiap hari hanya aku gunakan untuk bekerja dan mabuk mabukkan dibar, dan orang yang selalu aku repotkan adalah Riko. Dia lah yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Hingga akhirnya papa berniat menjodohkan ku dengan anak teman lamanya. "
"Awal nya aku sangat menolak keinginan papa, tapi akhirnya aku menerima nya. Sebab papa mengancam akan mengirimku ke Afrika untuk ikut salah satu saudara papa yang kini menetap disana. Dan papa akan membebaskanku dari semua tanggung jawab perusahaan. "
"Dalam artian, aku tidak bisa lagi bekerja di Nixon Grub, karna perusahaan akan di serahkan sepenuhnya sama Niven. Yah... Mau tak mau aku kan harus menerima perjodohan itu. Dari pada harus tinggal di Afrika sana, yang ada nanti aku jadi rebutan wanita disana lagi. Kan repot yang... " setelah mengatakan hal itu, perlahan lahan Nev mengalihkan wajahnya kearah wajah Elsie, namun yang ada muka istrinya itu sudah memerah. Sontak saja membuat Nev bergidik ngeri.
"A ada apa sayang? Kok wajah mu begitu? " tanya Nev grogi.
"Jadi kau menerima perjodohan kita karna ancaman dari papa ya? Apakah tidak ada alasan lain yang lebih keren gitu? " tanya El dengan tangan tolak pinggang.
"Bb bukan gitu sayang, kan aku bicara jujur. Lagipula kita kan memang dijodohkan bukan atas dasar cinta, lalu apa aku salah? "
"Yah, memang kau tidak salah. Tapi apakah sekarang kau sudah benar benar mencintaiku? " tanya El untuk memperjelas lagi.
"Ya jelas dong! !!! Kenapa kau masih mempertanyakan nya, sedangkan sudah ada hasil dari hubungan kita ini. Sudah ada Arka sayang, jadi tidak perlu kau pertanyakan lagi. Saat ini dan selamanya, hati Neville Noman Nixon hanya milik Elsie Drusila Sebastian saja. Tidak ada yang lainnya, hem? !! "
Nev terus saja menghujani ciuman diseluruh wajah Elsie, dan itu membuat nya kegeliann.
"Kau sudah mendengar penjelasan ku bukan? Kini giliran mu harus membayar mahal atas kecurigaan mu tadi, sudah siap untuk membuatkan Arka adik? " Nev langsung menggendong Elsie ala bridal stile menuju ranjang kingsize nya.
"Aaaa... Turunkann! Turunkan aku sayang !!! Aaa hahahaha... " teriakan dan gelak tawa Elsie tak dihiraukan lagi oleh Nev.
Tanpa basa basi ia pun segera mengeksekusi istrinya dengan kegiatan yang sangat digemarinya itu. Mereka melakukan nya hingga lebih dari tengah malam.
Dan begitulah akhir dari kisah cinta Elsie dan Neville, begitu banyak nya ujian diawal awal pernikahan mereka. Namun hal itu malah membuat cinta yang tumbuh semakin kuat.
Kini keduanya bisa saling menjaga diri, tau posisinya sebagai seorang istri maupun suami. Hingga tidak ada lagi orang lain yang mampu menggoyahkan pernikahan mereka.
Harapan Author, pernikahan mereka bisa langgeng selamanya. Sama halnya dengan para readers tercinta, author doakan semoga mendapat keluarga yang harmonis dan kehidupan yang bahagia selamanya.
Terimakasih 🙏🙏😘😘
......~` E N D `~......
__ADS_1