
Sepulangnya Elsie dan Vindy tadi, Mesha benar benar terus kepikiran tentang kebenaran yang disampaikan oleh kedua sahabatnya tadi.
Pikirannya terus melayang, ia benar benar terlihat gelisah.
' Jadi Ansen selama ini telah menjebakku, dia sengaja membuat hubungan ku dan Nev jadi berantakan. S*al, kenapa aku sangat bodoh sekali selama ini. '
' Aku harus segera keluar dari sini, agar aku bisa membalas semua perlakuan Ansen padaku. Lihat saja Ansen, kau akan menerima semua akibat dari perbuatan mu itu. ' Mesha berkata dalam hati dengan dipenuhi emosi dan dendam.
"Pak polisi, pak.. " panggil Mesha pada petugas yang berjaga hari itu.
"Iya, ada apa nona Mesha? " tanya sang petugas.
"Saya ingin menghubungi pengacara saya, apakah bisa pak? " tanya Mesha penuh harap.
"Baik nona, tunggu sebentar. " sahutnya.
Lalu petugas lapas itu mendekatkan telfon yang terletak tidak jauh dari sel Mesha.
Nampak Mesha berbicara serius dengan pengacara nya, mereka membahas tentang kasus Mesha saat ini.
Mesha meminta agar pengacara nya membuat banding untuk meringankan hukuman nya saat ini.
Sedangkan disisi lain, Elsie saat ini sudah berada di kamar pribadi yang terletak di ruang kerja Nev.
Karna suaminya itu sedang melaksanakan metting dengan clien penting nya, jadi terpaksa Elsie harus menunggu Nev hingga metting usai.
Saat Nev hendak memasuki ruangan nya, tiba tiba sekertaris nya yang diketahui bernama Lucy memberitahu.
"Selamat siang tuan muda. " wanita itu sedikit menundukkan badannya tanda memberi hormat.
"Siang. " sahut Nev, kemudian ia menghentikan langkahnya.
"Nyonya muda sedang menunggu tuan didalam, beliau hadir sekitar setengah jam yang lalu. " ujar Lucy yang masih menundukkan pandangannya.
"Terimakasih untuk informasi nya. Apa ada lagi? " tanya Nev.
__ADS_1
"Tidak tuan muda, hanya itu saja. " pungkas Lucy, lalu di balas anggukan oleh Nev.
Mendengar bahwa istri tercintanya sudah menunggu dikamar pribadi nya. Ia pun segera membuka pintu privat room milik penguasa Nixon Grub itu.
Ternyata Elsie tengah tertidur pulas diranjang kingsize yang tersedia diruangan itu.
Perlahan Nev mendekatkan diri pada Elsie, di usapnya dengan lembut rambut hitam nan panjang yang tergerai indah itu.
Lalu Nev menempelkan bibir nya ke kening Elsie, sembari menikmati aroma rambut Elsie yang tercium sangat wangi.
Karna merasa terusik dari tidurnya, Elsie pun perlahan membuka matanya. Dan sudah tersuguh pemandangan yang sangat indah, maha karya sang pencipta yang terlihat sangat sempurna.
Kulit putih, hidung mancung alis tebal dan bulumata yang lentik. Bahkan semua wanita didunia menginginkan fisik seperti itu, sama seperti Elsie yang kadang merasa sangat iri akan kesempurnaan tubuh suami nya itu.
Elsie tersenyum lalu Nev mendekatkan wajahnya, dan hup. Dengan cepat ia menyergap bibir istrinya itu.
Berawal dari kec*pan biasa, hingga berakhir dengan gulatan ga*r*h n*fsu. Tubuh Elsie pun sudah mulai memanas, ingin rasanya ia segera menuntut lebih dari itu.
Namun seperti nya Nev masih senang bermain dib*b*r ranum itu. Perlahan tapi pasti, tangan nya turun menerobos kain yang berlapis karna ingin mencari gundukan kenyal favoritnya.
Setelah mendapatkan apa yang ia mau, dengan cepat ia meny*s*p nya dalam dalam. El mulai melengg*h, suara suara merdu pun mulai keluar dari mulutnya.
Bahkan Nev mencoba berbagai macam gaya, hingga El merasa kewalahan melayaninya. Peluh sudah bercampur menjadi satu, hanya kata kata cinta yang selalu muncul dari bibir mereka.
"Sayang, aku sudah tidak t*h*n lagi.. " ucap El dengan nafas yang terengah engah.
"Oke honey, aku juga. " sahut Nev dengan menambah kecepatannya.
"Ahh hh hh.. "Teriak mereka berdua karna telah mencapai puncak ken*km*tan yang dicari.
Dan Nev ambruk di samping Elsie. Karna mereka tau masih jam kerja, jadi Nev segera membersihkan diri lalu kembali keruangan nya.
Sedangkan Elsie kembali terlelap karna ia merasa sangat lelah setelah melakukan olah raga siang bersama suaminya.
*
__ADS_1
*
Mansion Nixon
Waktu sudah sore, Ansen dan Niven sudah kembali dari kantor. Tak berselang lama setelah mereka berdua pulang. Mobil Nev terparkir rapi dihalaman depan.
Ternyata Nev dan Elsie berkunjung ke Mansion keluarga Nixon. Begitu mereka memasuki rumah, langsung disambut oleh RenDae.
"Eh, putra mama dan menantu kesayangan datang ya. Ayo masuk.. " sambutan mama Ren yang selalu ramah.
"Ma, kami ke kamar dulu ya. Mau mandi dulu, gerah nih soalnya. " kata Nev sembari mengipas ngipaskan tangannya.
"Iya, ya sudah kalian mandi dulu. Habis itu kita makan malam bareng ya, mama udah masak spesial buat kita semua. " tutur RenDae dengan penuh semangat.
"Wah.. Mau ma, ya udah kita keatas dulu ya. Ayok sayang, aku udah gak sabar nyicipin masakan mama. " sahut Elsie yang terlihat menggebu gebu.
Ren tersenyum lebar mendengar menantunya, ternyata sangat menyukai masakan yang ia buat selama ini.
Sedangkan Nev malah merasa heran dengan tingkah El, pasalnya yang ia tau selama ini. Elsie bukanlah tipe wanita yang hoby akan makanan, dan tidak ada makanan khusus yang ia sukai.
' Elsie kenapa jadi semangat gini ya masalah makanan, apalagi dari tadi dia udah ngemil mulu deh kayaknya. Masak iya dia kelaperan sih. ' pikir Nev dalam hati, namun ia tak mau ambil pusing.
Akhirnya mereka ke lantai tiga menuju kamar mereka, lalu bersiap untuk ikut makan malam bersama dengan yang lain.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....