
Hari itu Elsie berangkat ke Belanda menggunakan pesawat pribadi keluarga Nixon. Papa Agam sengaja menyarankan begitu, agar keberangkatan Elsie tidak dapat dilacak oleh Nev.
Saat ke bandara Elsie di antar oleh papa Agam dan mama Ren, karena seperti dugaan mereka Nev akan datang ke rumah Elsie untuk menjemputnya sepulang dari kantor.
Jadi Ayah Sebastian dan bunda Ruli bersiap menyambut Nev dirumahnya.
"Sayang, jaga dirimu baik baik disana ya. Mama pastikan Nev akan segera menjemputmu dan meminta maaf padamu. Anak itu memang harus mama beri pelajaran agar jera. " kata kata mama Ren yang sedang memberi ultimatum jarak jauh pada Nev.
"Hehe.. Tenanglah ma, El akan baik baik saja ditempat kak Richen. Mama dan papa jaga kesehatan ya. El berangkat dulu. " pamit El kepada kedua mertuanya.
"Hati hati ya sayang. " pesan papa Agam kepada menantunya. Mama Ren tak kuasa menahan harunya karena melepas kepergian sang menantu ke negara sebrang.
Setelah mengantar kepergian Elsie menantunya, papa Agam pergi menemui Richard. Salah satu orang kepercayaan Nev.
"Selamat sore tuan besar. " Richard memberi sapaan hormat kepada pemilik Nixon Grub.
"Sore. Richard ada sesuatu yang harus aku katakan kepadamu. " ucap Agam Nixon dengan raut wajah yang dingin.
"Saya mendengarkan tuan. " Richard menundukkan pandangannya dihadapan Agam Nixon.
"Aku mau kau menghapus jejak rekaman CCTV istri Nev. Hari ini dia berada di beberapa tempat ini. Segera kau lakukan tanpa banyak bertanya. " titah Agam Nixon kepada Richard, dan Richard pun melaksanakan perintah tuan besarnya.
Richard tau betul sedang terjadi sesuatu, hingga seorang Agam Nixon memberi perintah seperti itu. Namun ia memilih untuk tidak banyak bertanya, karna dia tau situasinya sangat tidak tepat.
* Amsterdam Belanda *
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 14 jam melalui udara. Elsie akhirnya tiba di Schiphol airport bandara internasional yang ada di Gemeente Haarlemmermeer selatan Amsterdam.
Elsie dijemput oleh kedua kakaknya, dan baru sekitar dua hari dia disana. El baru mengetahui kalau ternyata teman baru nya Sena, juga berada di Belanda. Yang Sena maksud mendapat proyek di luar negeri itu ternyata adalah negara Belanda.
Entah suatu kebetulan yang aneh memang. Tapi justru Elsie merasa senang bisa bertemu dengan Sena, dia merasa ada temannya. Jadi tidak merasa kesepian di negara yang asing ini baginya.
# Flash Back Off #
Pada sebuah ruangan khusus di markas Richard . Nev, Riko dan Richard berkumpul disana, mereka sedang membahas tentang Elsie. Richard semakin tidak enak kepada Nev, sebab ia ikut andil dalam menghilang nya Elsie.
Saat mereka sibuk membicarakan rencana untuk mencari Elsie, tiba tiba saja ada yang membuka pintu ruangan itu secara kasar.
__ADS_1
Brakk..
Karena terkejut mereka bertiga serentak menoleh ke arah pintu. Berdirilah papa Agam disana, dan ternyata ada satu orang lagi yang mengintip dari punggung Agam Nixon. Disaat papa Agam memasang wajah yang garang, pria di belakangnya malah cengengesan.
"Hallo semua.. Hihihiii.. " Muncullah Niven hawk adik Nev dari balik punggung papa Agam. Sontak ketiga orang disitu memutar mata malas . Kemudian papa Agam memberi lirikan tajam kepada Niven. Sedangkan Niv yang dilirik langsung kabur dan duduk di samping Richard.
"Ada apa pa? " tanya Nev kepada sang papa. Riko dengan sigap berdiri dari tempat duduknya lalu mempersilahkan tuan besarnya untuk duduk. " Silahkan duduk tuan besar. " ucap Riko.
Dengan sikap dingin nya yang masih mendominasi di ruangan itu, Agam Nixon langsung duduk tepat dihadapan Nev.
"Bagaimana Nev, apakah kau sudah menemukan Elsie? " tanya Agam kepada putra sulungnya itu.
"Belum pah. " Nev menjawab dengan gelengan kepala.
"Lalu bagaimana urusanmu dengan gadis itu? " Tanya papa Agam kembali.
"Kalau soal itu sudah beres pa. Aku sudah menyelesaikan nya. " Jawaban Nev tampak belum memberi kelegaan terhadap papanya.
"Apakah kau yakin suatu saat nanti dia tidak akan mengganggu kebahagiaanmu lagi Nev? " pertanyaan papanya hanya ditanggapi senyuman oleh Nev.
"Papa tenang saja, aku sendiri yang akan memastikan bahwa dia tidak akan mencampuri kehidupanku lagi. Karna saat ini pun aku sudah mengubur dalam dalam perasaan dan melupakan semua kenanganku bersamanya pa. " jawaban Nev membuat perasaan papa Agam sedikit merasa lega.
"Wah, sepertinya kak Nev sudah gak sabar nieh buat ketemu istrinya. Udah kangen ya kak.. Hahaa.. " Sahut Niven untuk mengejek sang kakak. Lagi lagi Niv mendapat tatapan tajam dari sang papa. Seketika nyalinya untuk tertawa jadi menciut.
"Kalau kau berjanji untuk tidak menyakiti Elsie lagi, maka papa akan beri tahu dimana Elsie berada. " tutur papa Agam.
"Jadi papa tau dimana Elsie saat ini? Kenapa papa tega sekali membebaniku dengan harus mencarinya kesana kemari, sedangkan papa sendiri mengetahuinya. " Nev pun mulai merasa kesal dengan sang papa.
Sontak saja, semua orang diruangan itu tertawa. Hanya Nev dan Riko yang merasa bingung. "Kak, papa tu mau ngasih pelajaran sama kakak. Kenapa udah punya istri secantik kak Elsie tapi malah nyosor nyosor cewek gak jelas. " Niven ikut ikutan nimbrung dan justru membuat Nev semakin bingung.
"Sorry Nev, aku tidak bisa melawan perintah tuan besar. " kata Richard yang semakin membuat Nev tambah bingung.
"Maksudnya apa sih ini? Aku gak ngerti deh. " gumam Nev sendiri tanpa mendapat jawaban dari orang orang di sekitarnya.
Jangan tanyakan lagi bagaimana ekspresi Riko, dia sangat terlihat seperti orang ling lung. Ditengah tengah kebingungan Nev dan Riko, papa Agam langsung membuka suara.
"Elsie ada di Belanda sekarang. Kalau kau mau menjemputnya, papa akan kasih alamatny untukmu. Tapi ingat, tidak ada lagi papa dengar kau menyakitinya. Oke! " tutur papa Agam sembari memberi peringatan.
__ADS_1
"Realy? " sekali lagi Nev meyakinkan. "Yes. " jawab singkat papa Agam. "Nanti papa kirim alamatnya ke kamu. " imbuhnya.
"Wait, jadi Richard juga ikut dalam permainan papa? " pertanyaan Nev membuat nyali Richard menciut seketika.
"Sorry bro... Kan sudah ku bilang, aku tidak bisa melawan perintah tuan besar. " Jawaban Richard membuat Nev meliriknya tajam. Dan Richard menyadari itu, secara reflek Richard menutup mulutnya rapat rapat.
'Awas aja kamu ya Richard, berani beraninya kau menghianatiku. ' ancam Nev dalam hati dan mimik wajah Nev yang mengintimidasi sangat terbaca oleh Richard.
'Mampooss... Aku pasti kena lagi nih sama Nev. ' batin Richard meronta ronta, entah kepada siapa di harus meminta perlindungan.
"Tapi ngomong omong, Elsie di Belanda ketempat siapa pa? " tanya Nev yang masih belum paham. "Elsie di Belanda tinggal bersama kakak dan keluarganya. " papa Agam mencoba menjelaskan.
"Owh... Baru tau aku kalau Elsie punya kakak di Belanda. " tutur Nev.
"Lha kakak ngurusin cewek lain teros sih, gimana mau tau silsilah keluarga kakak ipar. Wahahaa.. " Lagi lagi Niven mengejek kakaknya.
"Apa kau bilang? " sorot mata Nev sudah seperti singa yang hendak menerkam mangsanya.
"Sini kau... Awas aja kau ya! Dasar adik laknat. " ucap Nev mencoba meraih sang adik yang sudah bersembunyi dibalik punggung papanya.
Riko dan Richard ikut tertawa terbahak bahak, melihat kekonyolan kakak beradik itu. Sedangkan papa Agam hanya menanggapi dengan gelengan kepala.
Saat Niven tengah merasa tenang bersembunyi di balik punggung sang papa, tiba tiba saja papa Agam beranjak dari duduknya. Dengan cepat Nev memegang tangan Niven, kemudian terjadi lah pergulatan antara adik dan kakak itu.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.