MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 65 PEDAGANG ASONGAN


__ADS_3

Hanya perlu lima hari saja Ansen dirawat, ia sudah boleh pulang, namun harus tetap melakukan rawat jalan.


Sejujurnya ia sudah tidak betah bila terlalu lama berada dirumah sakit terus. Hari itu ia dijemput oleh supir, Agam dan RenDae.


Nevile dan Niven masih berada dikantor, sedangkan El sudah tidak diperbolehkan untuk keluar rumah. Itu dikarenakan usia kandungannya yang sudah mau memasuki usia empat puluh minggu.


Dan tentunya sudah mendekati hari perkiraan lahir, Nev sebagai suaminya pun mulai sangat protektif terhadap istrinya itu.


Agam, Ren dan Ansen, kini sudah tiba dimansion kembali. Para pelayan menyambut mereka dengan menundukkan setengah badannya, tanda hormat pada para majikannya. Kemudian tanpa disuruh, mereka mengambil alih barang bawaan nya.


"Sayang, lebih baik kamu sekarang istirahat aja dulu ya. Biar bisa lekas pulih, ayo mama antar ke kamar. "


"Ayo pa! "


Ren mendorong kursi roda Ansen, untuk dibawa ke kamar Ansen dilantai dua lewat lift.


Yah, kini untuk sementara Ansen harus duduk dikursi roda. Lantaran kondisi kaki nya yang belum bisa untuk dipakai berjalan. Butuh waktu yang sedikit lama untuk masa pemulihannya.


Setelah tiba dikamar, Ansen langsung dibaringkan oleh papa nya. Tiba tiba saja Ansen meraih tangan sang papa, lalu diciuminya tangan yang sudah mulai keriput itu.


Terdengar suara isak tangis dari bibir Ansen, saat mencium tangan papanya.


"Hiks hiks hiks.. "


"Ada apa nak? Kenapa kau menangis putraku? " tanya Agam dengan nada lembut.


"Ampuni Ansen pa, maaf kan Ansen. Selama hidup ku, hati dan pikiran ini selalu aku buat untuk membencimu membenci keluarga ini. Hiks.. Tapi balasan dari kalian malah justru sebaliknya. "


"Hiks hiks.. Aku sungguh sangat malu pa. Aku tidak pantas mendapatkan perlakuan baik, serta kasih sayang dari kalian. Hiks hiks hiks.. "


Ansen benar benar merasakan sesak di dadanya. Setelah kepergian papi nya, Theo. Baru kali ini lagi ia menangis didepan laki laki.


Agam memeluk putra pertamanya itu dengan penuh kasih sayang. Ia mengusap usap punggung Ansen. Melihat Ansen dipenuhi dengan penyesalan, membuat Agam tidak bisa menahan kesedihannya.


RenDae mencoba mendekati mereka, lalu ia mengusap pundak suaminya. Dengan sedikit memberi kekuatan pada suaminya.


"Yang tenang pa. "


Agam mengurai pelukannya, lalu menatap mata Ansen lekat lekat.


"Ansen putra papa, dengarkan papa nak. Kebencian yang tumbuh dihatimu itu, karna kesalahan papa juga. Jadi jangan terus terusan menyalahkan dirimu sendiri, hanya satu yang papa minta padamu. "


"Ijinkan papa memberikan kasih sayang, sebagai ganti karna dulu papa tidak bisa memberikan nya untukmu. Papa dan mama benar benar sangat senang karna Ansen mau menerima kami sebagai orang tuamu yang seutuhnya nak. " pungkas Agam.


"Iya sayang, Ansen jangan sedih sedih lagi ya. Ada papa, mama, dan adik adikmu yang selalu menemanimu sekarang. " sahut RenDae.


Ansen mengusap air mata nya, lalu ia tersenyum pada papa dan mama nya.


*


*


Hari ini adalah weekand, ayam jantan berkokok bersahut sahutan, alarm yang dipasang Elsie berbunyi dan terus berdering.


Karna pendengarannya merasa terganggu, ia pun mulai bangkit dari tidur nya. Perlahan ia mematikan alarm yang masih terus berbunyi.


Ia segera beranjak dari tempat tidurnya, lalu berjalan perlahan mendekati kamar mandi yang ada dikamar nya.


Elsie mulai membersihkan dirinya, dengan sikat gigi, cuci muka, lalu buang air. Setelah selesai dengan ritual pagi nya. Ia segera berganti baju dengan baju olah raga, karna saat ini ia akan berjalan pagi.

__ADS_1


Bagi ibu hamil sangat dipentingkan untuk berjalan pagi, sebab bisa membantu memperlancar persalinan nanti. Dikarenakan hari ini Nev libur kerja, ia ingin jalan pagi sambil ditemani suaminya.


"Sayang, bangun yuk! Temenin aku jalan pagi. "


Nev menggeliat, mengerjapkan matanya.


"Kamu udah siap yang? " tanya nya dengan nada yang masih lesu.


"Udah dong, ayuk buruan yang. Aku mau jalan jalan nya ditaman kota aja. Mau kan temenin aku ? " bujuk El.


"Iya.. Tapi aku mau ganti baju dulu ya. "


"Oke, buruan ya yang. "


Setelah selesai bersiap, Nev dan Elsie turun ke bawah. Saat diruang tengah, mereka berjumpa dengan Niven. Yang mana saat itu Niven hendak keluar juga.


"Mau kemana Niv? " tanya Nev pada adik bontot nya itu.


"Mau jalan kak, sama anak anak. Kakak sama kakak ipar mau kemana? Pagi pagi udah rapi aja?"


"Kami mau jalan jalan pagi ditaman kota Niv. Kamu mau keluar naik motor ya? " tanya Elsie.


"Iya kakak ipar, mumpung lagi libur. Mau ngumpul sama anak anak motor dulu. Udah lama gak ketemu soalnya. " jelas Niven.


"Hati hati dijalan Niv. Gak usah ngebut ngebut . " Nev menasehati adik nya itu, sebelum akhirnya mereka berpisah dengan aktivitas masing masing.


Tak butuh waktu lama untuk Nev dan El dalam menempuh perjalanan ke taman kota. Saat tiba disana, mata Elsie langsung tertuju pada penjual es cendol.


"Wah... Ada yang jual es cendol tuh. Aku mau beli ya yang. " pinta El.


"Biar dibeliin sama pengawal aja ya.. Kita lanjut jalan pagi nya dulu yang. "


"Ah enggak mau yang. Aku beli sendiri aja. " rajuk nya.


"Oke sipp.. "


Mereka pun memutuskan untuk membeli es cendol terlebih dahulu.


*


*


Disisi lain, Niven yang saat ini sedang berkumpul dengan teman teman club motor nya pun sedang asik makan disebuah cafe.


Didepan cafe itu ada pedagang asongan yang sedang lewat. Dan tiba tiba ada segerombolan geng motor lain yang mendekati pedagang itu.


"Hey pak tua. Serahkan seluruh uangmu, kalau kau ingin tetap tenang berjualan didaerah sini. " ucap ketua geng motor itu.


"Ampun bang, saya gak ada duit. " pedagang itu menangkupkan kedua tangannya didada.


"Ahh.. Gua gak mau tau. Pokoknya serahin uang mu. " mereka menggeledah paksa bapak pedagang itu.


"Ampun bang, jangan.. Itu uang untuk biaya sekolah anak saya. Tolong bang kembalikan uang saya.. "


"Hahaha... "


"Hahahaa.. Dasar tua bangka tak berguna. "


"Hahahaa.. Rasain lu. "

__ADS_1


Bapak pedagang itu terus saja meronta, meminta belas kasihan dari para pemuda itu.


Sedangkan mereka malah menertawakan nya, sama sekali tak merasa iba pada bapak pedagang.


Niven samar samar mendengar keributan dari luar, ia pun medatangi sumber suara.


Saat sudah diluar, Niven dan teman teman nya melihat pemandangan yang tak mengenakkan hatinya. Ia segera menghampiri para kawanan geng motor itu. Lalu teman teman nya mengikuti dari belakang.


"Hei, apa yang kalian lakukan? "


"Lepaskan bapak itu. "


Niv dan teman teman nya berupaya untuk mengaman kan pedagang itu lebih dulu.


"Siapa kalian? "


"Jangan ikut campur urusan kami. " bentak salah satu anggota geng motor itu.


"Kalau kalian tidak mau melepaskan bapak ini, maka kami akan ikut campur. " bentak Niv balik.


"Kurang ajar kalian. Haaa.. Hiya. "


Bugh, bugh,


Ah...


Dan terjadilah perk*lahi⁴n diantara mereka, karna Niven dan teman temannya memang ahli dalam bela diri. Maka pert*rung*n itu dimenangkan oleh kelompok Niven.


Segerombolan geng motor itu pun langsung membubarkan diri dari tempat itu.


"Bapak tidak apa apa? " tanya Niv.


"Saya tidak apa apa mas. Hanya uang saja yang diambil mereka, tapi syukur nya saya baik baik saja. Terimakasih banyak ya mas atas bantuan nya. Saya permisi dulu. " bapak itu pun pergi dari hadapan Niv dan teman temannya.


Kemudian dengan usulan dari teman temannya Niv, mereka mengikuti bapak penjual tadi sampai kerumahnya.


Begitu sampai dirumahnya bapak penjual tadi, hati Niv menjadi sakit melihat keadaan yang ada disana.


Mereka pun memutuskan untuk membantu, agar bisa meringankan sedikit beban sipenjual asongan itu.


Setelah selesai, mereka memutuskan untuk kembali pulang.









......***Terimakasih buat semuanya yang udah mampir dikarya pertama Mamayo. ......


......Yuk, dukung terus authornya, dengan klik like, coment, vote. Dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini kerak favorit kalian. ......

__ADS_1


...Jangan lupa hadiah nya juga ya. 😁...


...Sampai ketemu di episode selanjutnya, thankyou so much 😘***...


__ADS_2