MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 17 PERTANYAAN ANEH


__ADS_3

"Tidak perlu basa basi ! Tunjukkan laporan yang kuminta. " sahut Nev dengan nada serius.


"Tenang aja bro,, semuanya sudah siap. Dan laporan lengkapnya ada disini. " ucap Richard dengan menyerahkan sebuah map .


Nev memeriksa isi map itu dengan sangat serius. Begitu selesai memeriksanya ia dapat tersenyum lebar.


"Good job Richard.. Aku suka kinerjamu, dan jangan lupa retas semua CCTV di tempat ini. Agar kita punya bukti yang kuat. " ucap Nev kepada Richard.


"Beres bro.. " sahut Richard.


* Mansion keluarga Nixon *


Nev yang baru saja selesai mandi pandangannya mengarah pada Elsie yang sedang duduk melamun di atas ranjang sembari bersandar pada headbord. El sama sekali tak menyadari ada Nev yang berdiri disampingnya. Hingga Nev melambai - lambaikan tangannya di depan wajah Elsie.


"El, Elsie !! " bentak Nev karna Elsie sangat asik dengan lamunannya.


"Eh, ya. Ada apa kak? " tanya Elsie gugup.


"Kenapa kau melamun, apa yang kau pikirkan? " tanya Nev sambil mengeringkan rambutnya.


"Gak apa apa kok kak. " jawabannya sama sekali tak membuat Nev puas. Dan lagi - lagi Elsie terdiam, sehingga membuat Nev merasa ada yang aneh. Elsie yang biasanya, ia kenal tidak mudah melamun dan berdiam diri seperti ini.


"Apa ada yang ingin kau katakan kepadaku El? " tanya Nev ulang.


"Hah. Apa boleh kak aku bertanya hal pribadi padamu? " walaupun sedikit terkejut, namun Elsie mendengar betul perkataan suaminya.


"Katakan ! " jawab Nev sedikit ketus.


"Emm... Apakah kak Nev masih mencintai Mesha? " sungguh sangat hati hati El mengucapkan itu, takut kalau Nev sampai tersinggung.


"Kenapa tiba - tiba kau bertanya akan hal itu? Apakah karna kejadian tadi siang? " tutur Nev yang sudah tau akan ada pertanyaan seperti itu.

__ADS_1


"Aku hanya bertanya kak, kalau memang tidak keberatan tolong jawab saja.! " pinta El pada suami tampannya itu.


"Kalau aku menjawab iya, kau mau apa? " Nev hanya iseng saja menjawab seperti itu, sebab ia ingin tahu reaksi istrinya itu seperti apa.


"Baiklah, terimakasih sudah dijawab. " pungkas Elsie, lalu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang kingsizenya.


"Apa maksud dari pertanyaanmu itu El? " Nev yang masih penasaran dengan pertanyaan El terus saja mencecarnya.


"Lupakan kak, aku hanya ingin tau aja kok."jawab Elsie singkat. Kemudian ia tertidur dengan posisi membelakangi Nev.


Nev tidak mau terlalu ambil pusing, karna ia juga sangat lelah setelah seharian bekerja. Sedangkan El sebenarnya hanya pura - pura tidur saja, karna entah mengapa setelah mendengar jawaban dari Nev hatinya sungguh sakit.


Sinar rembulan mulai memudar, digantikan cahaya sang surya yang mulai menghangati bumi. Elsie sudah lebih dulu bangun karna ia harus berlari pagi. karena sedang berada di mansion, ia tak perlu menyiapkan sarapan. Sebab semua pekerjaan rumah sudah ada pelayan dibagiannya masing masing.


Ketika sedang berlari ditaman, Elsie menerima sebuah telfon dari Sena. Mereka berbincang ringan, menanyakan kabar dan lain sebagai nya.


Selama Sena di luar negeri, mereka tetap berkomunikasi dengan baik. El merasa senang berteman dengannya, sebab mereka selalu nyambung saat ngobrol.


"Pagi sayang. " Sapa mama Ren.


"Eh, pagi ma. " Sahut Elsie sambil tersenyum, setelah selesai minum.


"Kamu gak ke kantor sayang, Kok belum siap siap.? " tanya mama Ren yang sedang sibuk memasak.


"Hari ini aku berangkat agak siang ma. " tutur El.


"Oh ya ma, nanti aku mau ijin ke rumah ayah dan bunda ku dulu ya. " imbuh Elsie yang saat ini sudah duduk di kursi makan.


"Iya sayang, sama Nev kan? " ucap mama Ren yang mengira El akan pergi bersama Nev.


"Enggak ma, aku sendiri aja. Lagian kak Nev mungkin sibuk dikantor. "Kilah Elsie.

__ADS_1


"Eh ya sayang, kemarin kamu kan sempet nanya sama mama tentang makanan kesukaan Nev. Apa kamu membawakan Nev makan siang ya? " selidik mama Ren yang sangat penasaran.


"Emm.. Iya ma. " jawab Elsie datar.


"Trus, terus.. Gimana sayang suamimu suka kan? " ucap mama Ren dengan semangat, sampai sampai ia menyerahkan masakannya kepada Art yang sedang membantu, sebab ia langsung menarik kursi lalu duduk disamping Elsie.


Elsie terkejut akan respon sang mama yang ternyata sangat antusias.


"Ah, emm... Iya ma. Kak Nev suka kok. " jawaban El sebenarnya sangat canggung. Namun mertuanya tersebut tidak menyadarinya.


El benar benar tidak bisa membayangkan, apabila mertuanya ini tau apa yang terjadi kemarin. Entah bagaimana jadinya nanti. Akhirnya El lebih memilih untuk menghindar dulu, ia belum siap untuk pertanyaan - pertanyaan berikutnya dari sang mertua.


"Ma, aku permisi dulu ya. Mau mandi, udah gerah soalnya. " Elsie pun segera beranjak dari duduknya, untuk menuju lantai tiga dimana kamarnya berada.


"Iya sayang. " Mama Ren menatap kepergian menantu kesayangannya dengan senyuman.









Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2