
Sesuai saran dari adiknya, Nev membuat janji temu dengan seorang dokter khusus yang biasa menangani kesehatan di keluarga nya.
"Sayang, hari ini aku berangkat siang. " ucap Nev saat menemui istrinya yang sedang masak untuk sarapan mereka berdua.
Elsie yang mendengar ucapan suaminya pun langsung menoleh ke arah Nev.
"Kenapa? Tumben berangkat siang? " tanya nya, lalu ia kembali melanjutkan aktivitas memasaknya.
"Emm.. Aku mau cek up ke dokter. " mendengar kata dokter membuat Elsie panik tanpa alasan.
"Emangnya kamu kenapa yang? Sakit apa? Kok gak bilang? Sini sini duduk, mangkanya jangan capek capek dong kalo kerja itu. "
Elsie berkata sambil memegang kening Nev, lalu menariknya untuk duduk dikursi.
Sedangkan Nev merasa bingung dengan tingkah Elsie yang menurutnya berlebihan.
"Sayang, aku gak apa apa. " sahut Nev lalu memegang kedua tangan Elsie.
"Tadi kata nya mau ke dokter? " tanya El memastikan.
"Iya, tapi bukan berarti sakit kan. Bukan nya kita memang harus sering kontrol ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan kita? "
"Iya juga yang. Ya udah nanti aku temenin ya. " tutur El dengan senyum.
Setelah selesai dengan aktivitas rutin paginya, mereka berdua segera bergegas ke rumah sakit Internasional yang terletak tak jauh dari kantor Nixon Grub.
Rumah Sakit Internasional
Karna sudah membuat janji dengan dokter terlebih dahulu. Jadi Nev tidak perlu antre atau mendaftar lagi.
Mereka langsung mendatangi dokter Frans diruangannya, dengan diantar suster yang berjaga.
"Tuan muda Nixon, apa kabar? " tanya dokter Frans sambil mengulurkan tangan nya. Lalu di sambut oleh Nev dan Elsie.
"Saya baik dokter. " Sahut Nev.
"Oh ya, kenalkan ini istri saya Elsie. " imbuh Nev.
"Salam kenal nyonya, saya Frans. " ucap nya sambil menundukkan badannya.
"Eh, iya dokter. Salam kenal. " sahut El yang merasa sedikit gugup karna dokter itu sangat menghormati nya.
"Silahkan duduk tuan nyonya. " dokter Frans mempersilahkan.
"Terimakasih. " sahut Nev.
Nev banyak konsultasi dengan dokter Frans mengenai kesehatannya. Setelah dirasa cukup dengan penjelasan dokter Frans, Nev mulai menyinggung tentang kesehatan sang istri.
"Tolong periksa juga kondisi istri saya dok. Dia kan juga perlu di cek tentang kondisi tubuhnya. " tutur Nev sembari melirik ke arah El.
Dan karna ia merasa semua nya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, maka Elsie pun tidak menolak untuk diperiksa.
Saat dokter Frans memeriksa El, ia merasa ada yang berbeda dengan tubuh Elsie.
Akhirnya dokter menyampaikan kepada Nev, untuk membawa Elsie ke dokter Luna.
Nev tidak mengetahui dokter Luna itu siapa, namun karna mendapat rekomendasi dari dokter Frans, dia pun membawa El ke dokter Luna.
Nev hanya mengira bahwa yang memeriksa kesehatan istrinya juga harus dokter perempuan. Agar lebih fleksibel saat memeriksa.
Dengan diantar suster, Nev dan Elsie menuju ruangan dokter Luna yang direkomendasikan oleh dokter Frans.
__ADS_1
"Selamat pagi dokter. " ucap Nev pada dokter Luna.
"Pagi tuan nyonya. Silahkan duduk. " sahut dokter Luna mempersilahkan.
"Terimakasih dokter. " ucap Elsie.
"Ada yang bisa saya bantu tuan nyonya.. ? " tanya dokter Luna yang nampak bingung karna belum mengetahui nama pasangan suami istri dihadapannya itu.
" Saya Nevile dan ini istri saya Elsie dok. " sahut Nev yang mengetahui kebingungan dokter Luna.
"Saya ingin memeriksakan kondisi istri saya dok. Tadi saya mendapat rekomendasi dari dokter Frans untuk periksa kesini. " terang Nev.
"Baik. Periksa mengenai kehamilan kan? Sudah berapa minggu nyonya? " tanya dokter Luna memastikan.
Yang terjadi malah membuat Nev dan Elsie saling pandang. Dan ekspresi mereka terlihat sangat bingung.
"Hamil? Apakah istri saya sedang hamil dok? " Nev malah justru bertanya balik.
"Lhoh, bukannya tuan kesini ingin periksa kehamilan istri anda? Saya dokter spesialis kandungan tuan. Apakah dokter Frans tidak memberi tahu? "
Dokter Luna pun merasa heran dengan pasangan suami istri itu.
"Tidak dok, kalau begitu coba diperiksa aja dok. Barangkali istri saya beneran hamil. " sahut Nev eksaited.
Elsie menyikut Nev karna merasa malu akan tingkah sang suami yang terlalu bersemangat.
" ih, malu maluin aja sih yang. " bisik Elsie yang ternyata masih terdengar oleh dokter Luna.
Dokter Luna pun tersenyum melihat tingkah pasangan dihadapannya ini.
" Nyonya kapan terakhir datang bulan? " tanya dokter Luna lagi.
" Em.. Saya lupa dokter. Tapi sepertinya bulan ini dan bulan lalu saya tidak datang bulan. " jelas El yang masih sedikit mengingat.
Kemudian beliau menyiapkan alat USG dibantu oleh suster yang bertugas. Saat Elsie sudah siap, suster menyingkap sebagian baju Elsie dibagian perut.
Lalu dokter pun mengusapkan gel, setelahnya ia menggerak gerakkan alat USG diperut Elsie.
Terpancar senyum dari wajah cantik dokter Luna, lalu ia berkata.
" Tuan, nyonya. Selamat ya, nyonya Elsie benar sedang mengandung. " ucap nya tersenyum pada Nev dan Elsie.
Nev dan Elsie yang mendengar penuturan dokter Luna pun sedikit syok. Antara percaya atau tidak.
Setelah mereka berdua berhasil menguasai diri nya masing masing. Nev reflek memeluk Elsie, dan saking bahagia nya, Elsie pun tak kuasa menahan air mata nya.
" Selamat ya sayang, sebentar lagi kita akan punya baby. Dan kamu akan menjadi mama. " kata Nev yang masih memeluk istrinya itu.
Elsie tak mampu berkata kata lagi, ia hanya bisa membalas perkataan suaminya dengan anggukan kepala.
Air mata nya bagaikan air bah yang tak bisa ia bendung.
Dokter Luna yang sedari tadi memperhatikan mereka pun ikut merasa sangat senang.
Nev mengurai pelukannya, lalu beralih pada dokter Luna.
"Lalu bagaimana kondisi bayi dan istri saya dok? Apakah mereka berdua sehat semua? " Nev memberondong pertanyaan pada dokter Luna.
"Silahkan duduk dulu tuan dan nyonya. Saya akan menjelaskan. " tanggap nya dengan santai.
Kemudian Elsie bangkit dari brankar periksa pasien dan beralih duduk dihadapan dokter Luna, menyusul Nev yang sudah lebih dulu disana.
__ADS_1
"Saat ini kondisi bayi dan ibunya sehat semua. Namun seiring bertambah nya usia kandungan, harus tetap di kontrol terus. "
"Saat ini usia kandungan nyonya Elsie memasuki delapan minggu. Dan di usia kandungan seperti ini sangat rawan, jadi harus sangat diperhatikan kesehatan si ibu. "
"Di pantau melalui asupan gizi dan nutrisi yang dikonsumsi, lalu hindari junkfood atau makanan setengah matang. Jangan terlalu stres dan jangan terlalu capek, tapi bukan berarti tidak boleh beraktifitas ya. "
"Boleh beraktifitas, tapi dikurangi saja porsinya. Begitu tuan nyonya. Ada yang perlu ditanyakan lagi? " terang dokter Luna kepada sepasang suami istri itu.
"Kira kira anak saya perempuan atau laki laki ya dok? " tanya Nev polos. Dan Elsie yang mendengar pertanyaan suaminya pun malah jadi tepok jidat.
Dokter Luna hanya menanggapi nya dengan senyuman geleng geleng kepala.
"Maaf tuan, tapi untuk saat ini belum bisa di lihat jenis kelamin janin nya. Kalau melalui USG biasa seperti ini harus menunggu hingga usia kandungan empat bulan ke atas, atau 16 minggu. "
"Tapi kalau memang tuan tidak sabar, tuan bisa melakukan USG transvaginal. " jelas nya lagi.
Sebelum Nev menjawab pernyataan dokter Luna, Elsie lebih dulu membuka suara.
"Em, tidak usah dokter. Kami menunggu saja sampai usia kandungan empat bulan nanti. "
Ucapnya sambil memberika lirikan tajam pada sang suami.
"Baiklah kalau begitu, ini saya beri buku KIA untuk memantau perkembangan ibu dan janin. Buku ini harus selalu dibawa saat periksa ya, dan ini saya beri resep untuk menebus vitamin nya nanti. "
"Oh ya, satu lagi. Kalau bisa konsumsi susu khusus untuk ibu hamil juga nyonya. Itu sangat bagus untuk membantu perkembangan janin. "
Dokter Luna menjelaskan sedetail mungkin pada mereka berdua.
"Terimakasih banyak dok penjelasan nya. Kalau begitu kami permisi dulu. " sahut Nev dengan menjabat tangan dokter Luna dan disusul Elsie.
Dan setelah menebus obat di apotik, Nev dan Elsie pun kembali ke apartment mereka.
Saat dijalan Nev memberi ide pada Elsie.
"Sayang, kita kasih surprise buat semuanya yuk. " usul Nev.
"Boleh, gimana caranya. " tanya Elsie penasaran.
Ia menghentikan mobil nya dipinggir jalan, lalu Nev membisikkan sesuatu pada Elsie. Dan Elsie manggut manggut menanggapi kata kata yang dibisikkan oleh Nev.
"Gimana? " tanya Nev minta pendapat.
"Boleh. " jawab Elsie.
"Oke. "
Lalu mereka melanjutkan perjalanan.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....