MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 61 MENCELAKAI EL


__ADS_3

Dan saat ia masih bergemuruh dengan pemikirannya tentang Niven. Tiba tiba saja ia menabrak seseorang.


"Auuwh.. " rintih nya, dan saat menoleh untuk melihat siapa yang ditabraknya. Ternyata..


"Ansen. " ucap nya saat mengetahui bahwa orang yang bersenggolan dengan nya adalah Ansen.


Sedangkan Ansen sendiri hanya diam saja, ia tak memberikan respon apapun pada Mesha. Raut wajahnya sangat dingin, entah mengapa sampai detik ini, Ansen sama sekali belum bisa menerima Mesha. Seperti dia menerima keluarga Nixon.


Vindy menoleh kebelakang, lalu ia tersenyum pada Ansen dan dibalas anggukan kepala olehnya.


Tanpa menghiraukan keberadaan nya Mesha, Ansen segera berlalu dari hadapan mereka.


"Ayuk Me. " ajak Vindy dengan menggandeng tangan Mesha.


Dan ternyata Elsie serta Nev sedang duduk bersama Richard dan Riko, serta beberapa kolega yang sedang hadir disitu .


"Elsie ! " panggil Vindy lalu El menoleh kearah sumber suara.


"Vindy, kenapa? "


"Lihat deh, aku bawa siapa? " ucap Vindy berbinar. Elsie yang masih belum mengerti akan maksud sahabat nya itu, hanya bisa menautkan alis nya.


"Surprise.. " ucap Mesha yang tiba tiba saja muncul dari punggung Vindy.


"Mesha. " Elsie sampai menutup mulut nya dengan tangan, saking syok nya akan keberadaan Mesha ditempat itu.


Nev yang mendengar nama Mesha disebut istrinya, jadi mengalihkan pandangan nya kearah Elsie.


Sama terkejutnya dengan Elsie, Nev melebarkan matanya.


Elsie berdiri lalu memeluk salah satu sahabatnya itu dengan penuh kasih.


' Kenapa Mesha bisa ada disini? Kenapa dia bisa secepat ini bebas, bukan kah harus nya dia dipenjara minimal dua tahun. '


Nev hanya bisa menerka nerka dalam hati tentang bebasnya Mesha. Ia pun melihat kebahagiaan terpancar dari raut wajah istri yang sangat ia cintai itu.


Dan sejenak ia melupakan rasa ingin tahunya mengenai kebebasan Mesha.


"Mesha, bagaimana bisa kau disini? Apakah kau sudah bebas? " tanya Nev basa basi.


"Iya Nev, aku sudah bebas. Pengajuan banding ku diterima. Dan seperti yang kalian lihat sekarang, aku sudah ada disini. " tutur nya dengan gembira.


"Gak nyangka ya, bisa kumpul bertiga lagi seperti ini. Aku seneng banget deh. " ucap Elsie dengan senyum lebar dan sambil memegangi tangan kedua sahabatnya itu.


Saat mereka tengah asik asik nya ngobrol, tiba tiba saja Niven datang. Dengan santai nya ia menggandeng wanita bule yang ia kenal kan sebagai pacarnya itu.


"Hai semuanya, seru banget nih kayaknya. " sapa Niven saat mendekati meja kakaknya.


"Eh, kenalin nih cewek gue. Haha.. " Niven dengan bangga mengenalkan pacar barunya itu.


Dan tanpa disadarinya, Mesha sedari tadi sudah menatap nya dengan tajam.

__ADS_1


Saat semuanya sibuk memberi salam pada pacar bule nya Niven, Niven sendiri baru menyadari bahwa dimeja itu juga ada Mesha. Perempuan yang dulu pernah diajak nya kencan di hotel, dan itu semua atas dasar perintah dari Nev.


' Wanita itu? Kenapa dia bisa ada disini? Bukankah seharusnya dia masih didalam penjara? ' terka Niv dalam hati.


Akhirnya mereka menikmati pesta hingga usai, walau sudah mulai ada ketegangan diantara mereka.


*


*


Tak terasa waktu terus bergulir, dan kini usia kandungan Elsie sudah memasuki delapan bulan. Sekarang ia sudah mulai di sibukkan dengan kegiatan persiapan menjelang melahirkan.


Seperti pagi ini, ia akan kedatangan instruktur senam dan yoga khusus ibu hamil. Nev mendatangkan nya khusus untuk melatih El dari rumah saja. Ia tak ingin membiarkan istrinya itu keluar rumah sendiri tanpa dirinya.


Karna kehamilan Elsie ini membuat Nev jadi semakin overprotektif. Bahkan kemana pun mereka akan bepergian, pasti akan selalu ada pengawal yang menjaga nya.


Ting tung.. Ting tung..


Suara bel rumah berbunyi, El berjalan sedikit cepat mendekati pintu utama. Ia melihat dari monitor kontrol yang terhubung dengan kamera di depan pintu. Ternyata yang datang adalah instruktur senam nya yang bernama Tita.


El segera membuka pintu.


" Eh, kak Tita udah dateng ya. Ayo masuk kak. " ajaknya.


"Iya, terimakasih. " sahut tita.


Elsie melakukan berbagai macam gerakan yang biasa dilakukan oleh ibu hamil. Seperti sukhasana, balasana, butterfly pose, malasana, cat and cow pose, dan masih banyak lagi yang dilakukan oleh Elsie.


Sekitar satu jam kurang lebih nya ia melakukan senam ibu hamil. Setelah selesai Tita pun segera berpamitan.


" Iya El, pokok nya harus semangat dan terus berpikir positif ya. Supaya sidedek juga ikut bahagia, dan jangan lupa selalu ajak ngobrol siutun nya. Biar kemistri diantara kalian semakin terbentuk. " nasehat Tita di sambut anggukan kepala oleh Elsie.


Setelah Tita pulang, Elsie segera membersihkan diri nya yang penuh dengan keringat. Lalu ia segera bersiap siap untuk pergi kerumah orang tua nya.


Entah mengapa ia sangat merindukan masakan bunda nya itu. Ia mengambil telfon genggam yang terletak di atas meja rias, lalu ia menghubungi suaminya sebelum ia pergi.


"Hallo sayang. " ucap El saat panggilan sudah terhubung.


"Aku mau kerumah ayah sama bunda. Boleh gak? "


"Aku lagi kepengen banget masakan bunda yang, lagi kangen juga sama Naya. Boleh ya yang. "


"Oke sayang, aku tunggu pengawal aja deh. Nanti pulang nya jemput aku ya yang. "


"Siap sayang ku. Bye, love you. Emuuach.. "


Elsie mengakhiri panggilan, lalu ia menunggu pengawal yang akan menjemputnya diruang tamu.


Tak lama pun pengawal datang, lalu mereka berangkat menuju kediaman keluarga Sebastian.


Saat di jalan Elsie meminta berhenti dimini market, sebab ada sesuatu yang ingin ia beli.

__ADS_1


Seusai membeli kebutuhannya dari mini market, ia melihat disebrang jalan ada orang jualan rujak bebeg.


Seketika air liurnya pun menetes, ia jadi ingin makan rujak bebeg. Apalagi siang siang panas begini, membuatnya semakin bersemangat ingin membeli nya.


Tanpa memberi konfirmasi pada pengawalnya, ia langsung menyebrang jalan. Awalnya sih jalanan nya terlihat sepi. Namun ketika Elsie hendak menyebrang tiba tiba saja ada mobil yang melaju kencang dari arah kanan.


Karna ia tidak dalam kondisi yang siap, maka El tak dapat menghindar dan ia hanya bisa pasrah saja.


"Aaaaaaa.... " teriak Elsie, dan brugh..


Mobil itu tidak berhenti, malah semakin melaju kencang meninggalkan lokasi kejadian.


*


*


Saat itu Nev yang sedang sibuk bekerja, tiba tiba saja mendapat telfon dari anak buahnya.


"Apa? "


"Kenapa bisa seperti itu, lalu bagaimana kondisi istri ku sekarang? "


"Rumah sakit mana? "


Dengan tergesa gesa Nev meninggalkan kantor nya, kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


Ternyata saat ia meninggalkan kantor, Ansen sedang berada dilobby. Sebenarnya ia hendak menemui Nev dan Niven, karna saat ini mereka sedang melakukan kerja sama dalam sebuah proyek besar.


Namun ketika dilobby ia malah melihat Nev berjalan bahkan sedikit berlari keluar dari kantor. Nampaknya ia sangat tergesa gesa, karna Ansen takut akan terjadi sesuatu. Maka ia mengikuti Nev dari belakang.


Dan ternyata tujuannya adalah rumah sakit.


Saat sudah tiba dirumah sakit, Ansen hendak memanggil Nev.


"Ne,.. " kata kata nya tercekat saat ia melihat seseorang yang sangat mencurigakan.


Orang itu menggunakan hoodie hingga menutupi kepalanya, serta menggunakan masker. Jadi sama sekali tak terlihat wajahnya. Namun yang membuat Ansen curiga, orang tersebut seperti sedang mengawasi gerak gerik Nev dari jauh.


Saat Ansen hendak mendekatinya, orang misterius itu sudah lebih dulu menghilang.







__ADS_1



...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....


__ADS_2