
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar Elsie diketuk dari luar. El yang sedang merias dirinya di depan cermin langsung saja beranjak dari duduknya, lalu menghampiri pintu untuk membukanya.
"Kak Chen, masuk kak.. " El mempersilahkan kakak laki lakinya untuk masuk, sedangkan El kembali duduk di depan kaca rias nya.
"Kamu mau kemana El ? " Tanya sang kakak kepada adik bontotnya itu.
"Aku ada janji sama Sena kak, dia ngajakin makan malam hari ini. " jelas Elsie kepada kak Chen. "Ada apa ya kak? " El yang membaca gelagat sang kakak langsung saja menanyakan maksud kak Chen menemuinya.
"Apa boleh kakak berpendapat mengenai temanmu itu El? " tanya kak Chen secara hati hati. Takut kalau El tersinggung.
"Maksud kak Chen apa? Ngomong aja kali kak, kok kayak gak enak gitu. " Sahut El masih dengan nada santainya.
Richen akhirnya mulai bicara perlahan, ia mengutarakan terkaannya selama ini terhadap Sena teman adiknya itu.
Richen mencium gelagat aneh dan tidak baik dari Sena, sangat terlihat dari cara nya mendekati Elsie. Kemudian mendekati Naya, dan sekarang giliran istrinya Alena pun ikut bersimpati dan merasa senang dengan Sena.
Richard juga mengatakan, kalau dia hanya menganggap Elsie sebagai sahabat atau teman biasa, dia akan tau dimana porsi sebenarnya. Namun yang Richen lihat selama El ada di Belanda selalu saja Sena berusaha mendekatinya.
Seperti malam ini, dimana El akan pergi makan malam hanya berdua saja dengan Sena. Jujur hati Richen sangat tidak tenang, pasalnya status Elsie saat ini adalah istri orang lain. Richen hanya tidak ingin terjadi kesalah pahaman yang semakin rumit antara El dan suaminya.
Walaupun sebenarnya saat ini memang sedang ada selisih paham antara El dan suaminya. Namun, jangan sampai kedekatan El dengan Sena ini menjadi bumerang bagi rumah tangga adiknya nanti.
"Maafkan kakak El, kalau kakak lancang berbicara tentang ini padamu. " ucap kak Chen kepada adik semata wayangnya itu.
"Kalau kau mau mempertimbangkan perkataan kakak, maka berhati hatilah dalam berteman. Khususnya dengan laki laki itu. " Pungkas Richen, kemudian dia pergi dari kamar El.
Seperginya kak Chen, Elsie tampak merenung. Pikirannya benar benar gamang, niatnya untuk berteman dengan Sena karena ia merasa nyaman dengannya. El juga dapat menceritakan segala keluh kesahnya selama ini pada Sena.
Mengingat hubungannya dengan kedua sahabatnya sudah tidak seperti dulu lagi, jadi tidak ada tempat untuk Elsie berkeluh kesah.
__ADS_1
Saat El tengah sibuk dengan pemikirannya, tiba tiba saja kakak iparnya masuk ke kamar El. Karena pintunya tidak tertutup, jadi Alena langsung masuk saja.
Sontak El terkejut dengan kemunculan Alena di dekatnya, pasalnya sedari tadi Elsie asik melamun sendiri.
"Ada apa kak? " tanya nya pada kakak ipar.
"Kenapa kamu melamun El ? Kakak mu ada ngomong apa tadi, mengapa malah jadi melamun? " tidak menjawab pertanyaan El, Alena malah balik nanya.
"Aku gak apa apa kok kak. Tadi kak Chen cuma ngobrol biasa aja. Oya kakak, tadi kakak kesini mau ngapain? " tanya El kembali yang dari tadi belum mendapat jawaban. "Astaga Elsie.. Kakak sampe lupa tadi kesini mau ngapain. Itu lho sayang, dibawah ada Sena. Dia udah jemput kamu. Maaf ya sayang, kakak rada ngelag ini.hahahhh.. " Alena tengah mentertawakan dirinya sendiri.
"Ya udah, ayo turun kak. Aku juga udah siap kok. " Ajak El kepada Alena. Kemudian mereka berdua jalan beriringan menuju lantai bawah. Sedangkan di lantai bawah, Sena sudah menunggu dan ditemani ngobrol oleh kak Richen.
Setelah berpamitan dengan kedua kakaknya, El bersama Sena segera menuju ke salah satu restoran bintang lima yang ada di Amsterdam.
Sedangkan Richen dan Alena saat ini sedang menonton sebuah film diruang keluarga mereka. Sembari menikmati coklat dan kopi panas, serta ditemani camilan ringan.
Mereka berbincang ringan sambil bersendau gurau. Karna sudah malam, maka Naya putri mereka sudah tertidur. Disinilah waktu mereka bisa berbincang berdua. Hingga perkataan dari Richen membuat suasana sedikit tegang.
" Menurut daddy, sebaiknya Sena jangan terlalu sering kesini deh mom. Daddy takut kalau dampaknya nanti kurang baik buat El sendiri. " Richen berkata dengan santai, namun tanggapan Alena justru sebaliknya.
"Maksud daddy, kita harus bisa memperingatkan Elsie supaya tidak terlalu dekat dengan Sena mom. Karena menurut daddy, sepertinya Sena mempunyai tujuan yang kurang baik dalam mendekati Elsie. " Richen mencoba menjelaskan.
Namun alih alih mendapat dukungan dari istrinya itu, respon Alena justru berbanding terbalik.
"Daddy tuh gak seneng banget sih liat adeknya sendiri bahagia. Yang mommy tau nih dad, Elsie is much better dari sebelumnya. Daddy tau kan gimana Elsie pertama dateng kemarin kayak apa kondisinya. " Tutur Alena kepada sang suami.
Alena menjelaskan tentang keadaan Elsie, saat baru tiba di Belanda. Elsie terlihat sering menangis, bahkan El lebih senang menyendiri. Keadaannya yang seperti itu membuat kakak dan kakak iparnya sangat sedih. Namun setelah bertemu dengan Sena, El kembali mendapat keceriaan nya lagi.
"I know mom, tapi dengan kedekatan Sena dan El bukannya malah membuat hubungan rumah tangga El jadi semakin rumit?? " Ucap Richen mencoba menjelaskan keadaanya kepada Alena.
" Diih,, daddy ngapa masih aja belain si Nev itu sih? Jelas jelas dia udah selingkuhin El lho dad, gitu kok masih aja dibelain. Kalau mommy tetep pilihannya sama Sena aja ! Udah baik, ganteng, dan gak kalah tajir sama Nev. Huh!!! " Pungkas Alena yang langsung meninggalkan Richen.
Richen yang melihat kepergian Alena hanya bisa bergeleng kepala.
'Ya Tuhan.. Bantulah adikku untuk segera menyelesaikan masalahnya. Kasihan Elsie kalau harus terlibat dalam dua hubungan yang rumit ini. ' Richen berkata dalam hati sembari diselipi doa untuk adik tersayangnya.
__ADS_1
Sedangkan di sebuah restoran mewah, Elsie dan Sena sedang duduk berhadapan. Mereka telah usai makan malam, dan sekarang sedang menikmati desert.
"Rencananya kamu mau berapa lama nanti disini El ? " tanya Sena santai.
"Emmt, belum tau juga Sen. Emangnya kenapa? " tanya Elsie balik.
"Gak apa apa sih, kalau masih lama, rencananya aku mau ajak kamu liburan di akhir pekan nanti. Biar kamunya gak suntuk aja selama disini. Gimana, mau gak? " ujar Sena menjelaskan maksudnya.
"Boleh kok, ya udah nanti diatur aja Sen. Kabarin aku aja nanti. "Tutur Elsie tersenyum manis.
Entah mengapa mendapatkan senyuman Elsie, membuat perasaan Sena menjadi tidak karuan. Jantungnya berdegup kencang tak beraturan.
"Ehem, ee.. Yaudah kita pulang yuk El. Udah malem nih, takut dicariin sama kakakmu. " kata Sena yang sengaja mengajak pulang untuk menghindari perasaan tak menentunya itu. Jangan sampai dia jantungan disitu.
"0ke ! Yuk kita pulang. " Dan akhirnya mereka pulang, dengan Sena mengantar Elsie terlebih dahulu.
Dibelahan bumi lainnya, nampaklah seorang lelaki tampan tengah sibuk diruang kerjanya. Dia bekerja dengan didampingi dua orang kepercayaannya.
"Riko, Cindy selama aku tidak disini, aku serahkan urusan kantor kepada kalian berdua. Tolong handel dengan baik ya!" titah Nev kepada kedua orang kepercayaannya itu.
"Baik tuan. " Jawab mereka serempak.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.