
Tampaklah Richen yang muncul dari balik pintu kamar Elsie. Dengan cepat Nev menghampiri Richen lalu berkata.
"Bagaimana kak Chen, apa aku boleh masuk? "Sejujurnya Nev menaruh harapan besar pada kakak istrinya itu.
"Yah, masuklah Nev ! Tapi kakak mohon, berbicaralah dengan baik. Dan kau sebagai laki laki harus banyak mengalah serta bersabar. Kakak tinggal dulu ya! Semoga permasalahan kalian lekas selesai dengan baik. "
Richen berusaha menasehati Nev, kemudian ia berlalu sambil menepuk pundak adik iparnya itu.
Dengan penuh keyakinan Nev mengetuk pintu kamar Elsie, dan sebelum masuk ia menarik nafasnya dalam dalam.
Saat ini Elsie sedang duduk diatas ranjangnya, ia menghadap ke jendela yang berada di samping ranjangnya. Begitu Nev masuk, Elsie sama sekali tak mengalihkan pandangannya.
Karena merasa tak ada respon dari istri cantiknya itu. Nev melangkah perlahan ke arah Elsie kemudian ia duduk disamping Elsie.
"El, sorry ! Maafkan aku ya. Selama ini, aku memang belum bisa menjadi suami yang baik untukmu. Namun mau kah kau memberiku satu kesempatan lagi, agar aku bisa memperbaiki hubungan kita saat ini. "
Pinta Nev dengan sangat tulus. Namun Elsie belum juga menunjukkan respon terhadapnya.
"El, look at me please..! " ucap Nev kembali. Lalu dengan perlahan Elsie memutar tubuhnya, dan sekarang mereka duduk berhadapan.
"Aku ingin bertanya padamu, tapi aku ingin jawaban yang sejujurnya darimu kak! " akhirnya Elsie mau membuka suaranya.
"Yah, katakanlah! " jawab Nev singkat.
"Apakah sudah tidak ada nama wanita lain disini? " ucap Elsie sembari menunjuk dada bidang Nev.
"Saat ini nothing. Sebenarnya semenjak aku dihianati, sampai saat ini belum ada nama wanita yang mampu mengisi hatiku kembali." Nev mencoba menjelaskan perlahan.
" Lalu Mesha? Bukankah kak Nev selama ini sudah kembali berhubungan baik dengannya? " kata Elsie yang terlihat bingung.
"No Elsie. Itu hanyalah permainanku saja, yang sesungguhnya aku sudah melupakan Mesha sejak hari dimana aku mengetahui bahwa dia berhianat. " Jawab Nev dengan yakin.
__ADS_1
"Tapi kenapa waktu aku bertanya, apakah kak Nev masih mencintainya lalu kau menjawab iya saat itu. Apa maksudmu kak? " tutur Elsie yang saat ini sedang mencari kebohongan diwajah suaminya itu.
"Aku hanya menggodamu saja, hahahh.. Dan ternyata kau terjebak. Kini aku tau bahwa nyonya muda Nixon ini sedang cemburu. " lontar Nev dengan senyum diwajah tampannya.
Elsie yang melihat senyuman diwajah suaminya, langsung menautkan alisnya.
"Jadi kak Nev selama ini bohongin aku, mau ngerjain aku. Ihh.. Nyebelin deh! " ujar Elsie sembari memukul dada bidang suaminya itu.
"Hahahhaahh... Ternyata istri manis ku ini sedang cemburu buta." Nev terus saja menggoda El. Sedangkan El yang digoda mukanya sudah memerah, hingga ia harus menyembunyikannya dari Nev. Setelah puas tertawa, Nev membalikkan lagi tubuh El agar menghadapnya.
"Elsie, trust me please! Walaupun saat ini aku belum bisa mencintaimu sepenuhnya, tapi aku berjanji akan menjadi suami yang baik untukmu. Dan aku ingin memulai lagi hubungan kita ini dari awal. Mau kah kau hidup selamanya denganku dan menjadi ibu dari anak anakku kelak? " ucap Nev sembari memegang tangan Elsie dan menatap lekat netra istri cantiknya itu.
"Promise? " ucap El dengan mengarahkan jari kelingkingnya kepada Nev. Lalu disambut oleh Nev juga. "Promise! " sahut Nev dengan tersenyum.
Akhirnya mereka berdua berpelukan, dan ini merupakan awal yang baik bagi hubungan mereka.
Keesokan harinya, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke negara asal. Mereka pulang menggunakan jet pribadi milik keluarga Nixon.
Dan sebelum mereka berangkat, El sempat mengirim pesan kepada Sena. Kalau ia akan kembali ketanah air hari itu juga.
Begitu mengetahui bahwa Elsie sudah kembali kenegara asalnya, Sena meremas pena yang saat ini berada digenggamannya, hingga pena itu patah menjadi dua.
"S*al, apakah sibr*n9s*k itu berhasil membujuk Elsie?! " ucap Sena dengan emosi yang sudah memuncak.
"Enggak!! Gak boleh. " ia berkata sembari menggeleng geleng kan kepalanya.
"Elsie akan tetap menjadi milikku, kau sudah merampas segalanya dariku. Seharusnya semua yang ada padamu saat ini adalah milikku. Dan saat ini, istrimu itu juga harus menjadi MILIKKU !!! "
Sena terus saja bergumam sendiri. Sangat terlihat dalam diri Sena sedang memendam sesuatu. Seperti ada yang disembunyikannya.
Hingga akhirnya, pintu ruangan kerja Sena diketuk dari luar.
__ADS_1
Tok tok tok...
"Masuk! " sahut Sena dari dalam.
Terlihatlah mami Ratna sedang membawa minuman serta camilan untuk putranya itu.
"Bawa apa mam? " tanya Sena dengan senyuman terukir dibibirnya.
"Ini mami buatin kopi sama makanan ringan, untuk nemenin kamu kerja sayang. " tutur mami Ratna.
"Wahh... Makasih ya mi, maaf Ansen ngrepotin terus nih. Hehe"
"Ansen gak pernah ngerepotin mami kok. Tapi mami akan lebih bahagia kalau Ansen cepet cepet nikah. Mami udah gak sabar nih mau gendong cucu. " ucap mami Ratna kepada sang putra kesayangan.
Namun ada yang aneh disini, mengapa Sena bisa berubah nama menjadi Ansen?
🍁🍃🍁
Sedikit rahasia tentang masa lalu akan terungkap di episode berikutnya ya... Tambahkan kerak favorit kalian, agar tak ketinggalan kisah serunya.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.