
Setelah dari makam Mesha tadi, Elsie dan semua rombongan yang dari ibu kota sempat singgah sebentar ke rumah orang tua Mesha. Mereka menuturkan tanda bela sungkawa terhadap keluarga Mesha.
Baru malam hari nya mereka kembali lagi ke ibukota menggunakan jet pribadi milik Nixon Grub. Hampir tengah malam, Elsie, Nev dan Ansen baru tiba di mansion Nixon.
Guratan wajah yang lelah sangat terlihat jelas pada diri mereka, Elsie menjatuhkan badan nya diatas sofa empuk yang ada diruang tengah.
"Huuhhff.. " ia menarik nafas kasar. Ansen dan Nev juga ikut duduk diruangan itu. Mereka tenggelam dalam pikirannya masing masing. Hingga suara Agam membangunkan mereka dari lamunannya.
"Kalian baru pulang? " tanya Agam dari arah tangga dengan pakaian tidur yang melekat ditubuh nya.
Ansen dan Nev menoleh ke arah tangga.
"Iya pa, kami baru sampai. " sahut Ansen.
Seolah Agam tau tentang situasi yang terjadi, pasti anak dan menatunya ini sedang merasakan kesedihan yang mendalam akibat kepergian Mesha.
Perlahan lahan Agam mendekati Elsie, ia mengusap kepala El dengan penuh kasih sayang.
"Ikhlaskan nak, kau boleh bersedih tapi tidak boleh sampai terlarut dalam kesedihanmu. Ingat, masih ada keluarga mu yang sangat membutuhkan mu sayang. "
Mendengar papa nya menasehati istri nya, Nev ikut menoleh dan melihat wajah Elsie.
"Apa kau tidak merindukan Arka? Bukankah hampir dua hari kau tidak bertemu dengan nya? " ucap Agam yang sukses membuat Elsie menatapnya.
Kini Elsie baru teringat tentang putra nya itu, terakhir bertemu dengan Arka kemarin sore saat diparkiran hotel, setelah pesta pernikahan Vindy dan Richard.
Namun lagi lagi Elsie menangis dan ia memeluk papa mertuanya.
"Apakah aku salah menerima perjodohan itu pa ? Mengapa dengan keputusanku malah melukai orang lain? Hiks.. hiks.. " tutur Elsie dalam pelukan papa mertuanya.
Mendengar penuturan menantunya membuat Agam mengurai pelukannya.
"Apa yang kau katakan sayang? Jangan pernah kau berkata seperti itu, karna apapun yang terjadi didalam kehidupan kita itu semua atas ijin dari Tuhan. Kalau Tuhan tidak berkenan akan pernikahan kalian, mungkin saja sudah dari kemarin kemarin pernikahan kalian usai bukan? "
"Sudah terlalu banyak hal yang kalian lalui bersama sayang, bahkan kalian sekarang sudah memiliki Arka. Cucu papa yang tampan dan pintar. Tentang kejadian yang menimpa Mesha, itu semua adalah takdir dari Tuhan. "
"Jangan pernah kau menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi pada Mesha. Ingat sayang, setiap perbuatan yang kita lakukan itu akan menuai sebuah akibat. Apabila kita menanam kebaikan maka kita juga akan mendapat kebaikan, begitu pun sebaliknya. Jadi papa mohon jangan pernah kau menyalahkan dirimu atas peristiwa ini. Hem? "
Agam memberi petuah pada menantunya yang saat ini mengalami bimbang dihati nya. Dan menyalahkan diri nya atas kejadian yang menimpa Mesha.
Jujur Nev merasa kecewa terhadap Elsie, tidak seharusnya istrinya itu berkata seperti itu. Hatinya merasakan sakit sebab Elsie sampai sekarang masih meragukan keputusan nya untuk menerima perjodohan dengan nya. Meskipun sekarang sudah ada Arka ditengah tengah mereka.
__ADS_1
"Ya sudah, kalian semua masuk kekamar masing masing. Hari sudah semakin larut, besok masih ada hari panjang yang mesti kalian lalui. Bawa istri mu ke kamar Nev. " titah Agam.
"Baik pa. " Nev segera berdiri lalu memapah istri nya kelantai tiga kamar mereka.
Sesampainya dikamar, Nev menutup pintu kamar lalu ia duduk di kursi samping Elsie duduk saat ini.
"Sayang, mengapa kau tadi berkata seperti itu pada papa? Apakah kau menyesal telah menikah dengan ku? Apakah kau tidak sepenuhnya mencintaiku? " Nev memberondong Elsie dengan pertanyaan nya.
Elsie sendiri hanya bisa menatap Nev dengan sorot mata heran.
"Apa yang kau katakan pi? " tanya El dengan wajah bingung.
"Apa aku harus mengulangi pertanyaan ku? "
"Kenapa kau bertanya seperti itu padaku? "
"Karna perkataan mu tadi didepan papa, yang membuatku bertanya seperti itu padamu. Kau menyesal telah menikah dengan ku? "
"Maafkan aku pi, aku tak bermaksud melukai mu. Aku hanya berfikir apakah keputusan ku saat itu salah. Mengapa pernikahan kita malah menyakiti orang lain, bahkan sampai menimbulkan dendam yang berujung hilangnya nyawa seseorang? "
"Tidak seharusnya kau mengatakan hal itu disaat cinta sudah tumbuh diantara kita, sungguh itu sangat melukai ku. " sahut Nev. Lalu ia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.
Elsie hanya bisa diam, karna saat ini pikirannya sangat lah kacau. Ia tidak bisa membedakan apa yang seharus nya menjadi prioritasnya ataupun yang bukan.
Mendengar suara pintu terbuka, Mini mengerjapkan mata nya.
"Eh, nyonya muda. Ada yang bisa saya bantu nyonya? " tawar Mini dengan sopan.
"Tidak ada Mini, saya ucapkan terimakasih banyak ya. Karna kamu dan Niven sudah membantu menyelamatkan putra saya. " tutur Elsie pada Mini yang sekarang sudah berstatus sebagai pengawal Arka.
"Tidak masalah nyah, itu sudah menjadi tugas saya. " sahut Mini dengan pandangan tertunduk.
"Lanjutkan tidurmu, aku akan membersihkan tubuh ku dulu. " ucap Elsie, lalu setelah itu ia berlalu ke kamar mandi.
Sedangkan Nev setelah selesai mandi, ia melihat disekeliling kamar tidak ada Elsie.
"Kemana Elsie, kenapa dikamar tidak ada? " kata Nev saat tak menemukan istri nya diseluruh sudut ruangan.
Setelah mencari dikamar tidak ada, Nev keluar dari kamar nya dan menuju kamar Arka. Tapi sebelum masuk, ia mengetuk pintu terlebih dahulu. Sebab ia tau kalau putra nya didalam tidur dengan pengasuh.
Tok tok tok...
__ADS_1
Pintu terbuka, dan Mini yang belum bisa tidur, langsung bangkit memberi hormat pada Nev dengan menundukkan setengah badan nya.
"Selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu? " tanya Mini sopan.
"Apakah nyonya muda ada disini Mini? " tanya Nev.
"Nyonya muda sedang mandi tuan. Apakah tuan mau disini, biar kami keluar kalau begitu. " namun ucapan Mini dipotong oleh Nev.
"Tidak usah Mini, kalian tetaplah disini. Aku akan kembali ke kamar. Dan nanti tolong bilang pada istriku, kalau aku menunggu nya disana. " ujar Nev.
"Baik tuan, nanti akan saya sampai kan. "
"Ya sudah, aku tinggal dulu. Titip Arka ya! "
Nev segera berlalu dari kamar Arka, ia berjalan menuju kamar nya lagi.
Tak lama kemudian, Elsie keluar dari kamar mandi. Karna tadi merasa mendapat kan mandat dari tuan muda nya. Maka Mini mencoba untuk mengatakan pesan Nev tadi kepada Elsie.
"Mohon maaf nyonya muda, tadi tuan muda datang kesini mencari nyonya muda. Kata beliau nyonya ditunggu dikamar. Hanya itu pesan nya nyonya. " sesuai pesan dari tuan muda nya tadi, Mini mengatakan nya pada Elsie.
"Sudah biarkan saja Mini, malam ini aku ingin bersama anak ku dulu. Jadi biarkan aku tidur disini untuk malam ini ya? Kalian tetap disini juga, barang kali aku nanti membutuhkan kalian. "
"Baik lah nyonya. "
"Ya sudah, kalau begitu kita istirahat dulu. " pungkas nya, setelah itu ia merebahkan tubuh nya disamping Arka.
Malam itu ia tidur dengan penuh kegundahan hati, namun tubuhnya juga perlu di istirahatkan. Karna hari esok masih lah panjang untuk harus dilalui.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
...Sampai jumpa di bab selanjutnya.. Bye bye 👋👋😘...