MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 82 ELSIE AND ARKA MISSING


__ADS_3

Mobil Ansen yang awal nya ikut iring iringan keluarga yang lain, tiba tiba putar balik ditengah perjalanan.


"Lhoh, itu mobil nya Ansen mau kemana pa? Kok putar balik. " tanya RenDae saat melihat mobil putra nya putar arah dengan melaju kencang.


"Aku juga gak tau ma, coba papa telfon dulu ya. " kata Agam sembari merogoh telfon pintar yang ada di saku dalam jas nya.


Saat suami nya sibuk menelfon putra pertama mereka, Ren memberi titah pada sopir untuk menghentikan mobil nya di tepi jalan.


"Berhenti dulu ya pak. " titah Ren.


"Baik nyonya. " mobil pun mulai menepi dan mencari parkiran yang pas di tepi jalan.


Tuuuttt... Tuuttt...


"Halo, Ansen kamu mau kemana nak? Kenapa putar balik dan terburu buru, apakah ada yang tertinggal? "


" Astaga ya Tuhan.. Oke kalau begitu papa juga akan balik kesana. Tolong bantu adik mu ya nak. "


Agam menutup sambungan telfonnya, ia melihat istri nya yang sedari tadi seolah menanti informasi dari suaminya itu.


"Ada apa pa? "Tanya Ren dengan raut wajah yang khawatir.


"Ee.. Elsie dan Arka menghilang ma. "


"Apa?!!!!!! " benar, Ren benar benar terkejut dengan perkataan suaminya.


"Menghilang gimana pa? "


"Ansen tadi bilang, kalau Nev menelfon bahwa Elsie dan Arka menghilang saat Nev sedang ada di toilet. "


"Terus gimana pa, menghilang kemana mereka? " panik nya Ren saat mengetahui menantu serta cucu kesayangan nya menghilang.


"Papa juga belum tau, lebih baik sekarang kita kesana. " Agam mengalihkan pandangannya ke sopir yang duduk di kursi kemudi depan.


"Pak, kita kembali ke hotel sekarang. " ujar Agam pada sopir pribadinya.


"Baik tuan besar. " mobil kembali dinyalakan, dan mereka putar balik menuju hotel lagi.


Sesampainya diloby hotel, Ansen segera berlari mencari keberadaan adik nya.


"Nev, bagaimana? Apakah sudah ada kabar tentang mereka. " pertanyaan Ansen hanya dibalas gelengan kepala oleh Nev, adik nya itu terlihat sangat frustasi dan putus asa. Kemudian Ansen mendekati Nev.


"Tenanglah Nev, semuanya akan baik baik saja. Berdoa saja pada Tuhan. " Ansen mencoba menenangkan adik nya.


"Oh ya, bukan kah kita sudah memasang alat pelacak pada tubuh Arka dan Elsie tadi? " Ansen juga baru mengingat hal itu. Karna mungkin saking panik nya, mereka sampai lupa kalau tadi sebelum berangkat ke acara wedding itu, mereka sudah memasang alat pelacak pada tubuh Arka dan juga Elsie.


Mendengar perkataan kakaknya, Nev pun bergegas menuju mobil nya. Disana mereka mulai melacak keberadaan Elsie beserta putranya.


"Apa ini? Mengapa posisi mereka berdua berbeda kak. Jadi Elsie dan putraku tidak dalam tempat yang sama. " Nev melihat posisi istri dan putra nya yang berlawanan arah, dan menuju ke luar kota.


"Segera kerahkan semua anak buah kita Nev. Bagi menjadi dua bagian. Yang satu ke arah barat dan yang satu lagi ke arah timur. "

__ADS_1


"Baik kak. "


"Aku akan pantau terus pergerakan mereka. "


Nev mulai menelfon pimpinan pengawal Nixon Grub. Ia memberi perintah agar semua anak buah nya dibagi menjadi beberapa bagian, sebab saat ini semua anggota keluarga harus mendapatkan perlindungan.


Tak lama kemudian Agam dan Ren sudah tiba juga di hotel. Mereka segera mencari kedua putra nya, dan tak jauh dari situ ada pengawal yang sedang berjaga.


"Dimana Ansen dan Nev? " tanya Agam pada pengawal itu.


"Ada dimobil tuan. " jawab nya sembari menunjuk arah mobil tuan muda nya.


"Terimakasih. " Agam langsung berlari menuju mobil Nev dan Ansen yang terparkir berdampingan.


"Ansen, Nev bagaimana nak apakah sudah ketemu? " tanya Agam panik.


"Belum pa, tapi untung nya sebelum berangkat kesini tadi kami sempat memasang alat pelacak pada tubuh mereka. Dan ini posisi mereka sekarang. " ujar Ansen sembari memperlihatkan layar laptop kepada papa nya.


"Kenapa ada dua titik? "


"Sepertinya mereka sengaja memisahkan Arka dan Elsie. "


"Kalau begitu bentuk tim menjadi dua bagian. " titah Agam.


"Baik pa. " sahut Ansen.


#FLASH BACK ON #


"Memi, tunggu di mobil ya, aku mau ke toilet sebentar perut ku sakit nih. " ucap Nev sembari memegangi perut nya.


"Kita tunggu pepi di mobil ya sayang, let's go.. "


Elsie berjalan mendekati mobil nya yang terpakir di area vvip. Namun saat sudah lebih dekat dengan mobil nya, tiba tiba ada orang yang membekap mulut nya dari belakang.


Bau yang menyengat membuat Elsie merasakan pusing, hingga membuat dirinya tak sadar kan diri. Dan sebelum tubuh Elsie jatuh ke lantai, ada seseorang yang mengambil Arka dari gendongan nya. Setelah itu Elsie dan Arka di masukkan kedalam mobil yang berbeda.


Oeekk.. Oeekk.. Oeekk..


Arka terus saja menangis, saat ini bayi mungil itu berada di gendongan Mesha. Yah, Mesha dan Arthur yang sudah melakukan penculikan Elsie dan Arka.


"Diam lah kau anak kecil, kenapa kau berisik sekali. Kau ini masih kecil aja sudah menyusahkan, sama seperti ibumu. " Mesha terus saja ngomel, lantaran Arka tidak berhenti menangis.


#FLASHBACK OFF#


Disisi lain Elsie yang terkena bius, masih tak sadarkan diri. Sampai dia dibawa oleh Arthur dan anak buah nya ke sebuah gedung tua yang sudah tak digunakan lagi.


Elsie di ikat pada sebuah kursi, dan mulut nya ditutup menggunakan lakban. Saat pengaruh obat bius itu habis, maka perlahan lahan mata Elsie mulai terbuka.


Betapa kaget nya dia saat berada diposisi itu, Elsie mencoba untuk teriak dan minta tolong. Namun apa yang bisa ia lakukan dengan kondisi nya yang terikat dan mulut tertutup itu.


Tak lama Arthur masuk keruang penyekapan Elsie, ia melihat bahwa tawanan nya ternyata sudah sadarkan diri. Arthur tersenyum lalu mendekati Elsie.

__ADS_1


Sedangkan Elsie terus memandangi Arthur dengan segudang pertanyaan.


"Hai nyonya muda Nixon, anda sudah bangun ya? Ini aku bawakan minuman dan makanan untuk mu. " ujar Arthur sembari meletakkan plastik hitam yang berisi makanan dan minuman untuk Elsie.


"Oh ya, pasti kau sangat menghawatirkan putra mu bukan? Tenang saja, saat ini putra mu berada ditangan yang tepat kok. Dan... Pasti kau sangat bingung kan, kenapa kau bisa ada disini? " perkataan Arthur tidak mendapat kan jawaban dari Elsie, sebab mulut nya yang masih tertutup lakban.


"Baik lah, aku akan menjelaskan sedikit padamu. Sebelum nya perkenalkan, nama ku Arthur Cony. Asal ku dari Perancis, aku adalah pemilik dari Rajawali Company. Kau ingat bukan, penyerangan yang kau alami beberapa waktu lalu? "


"Yah, mereka semua adalah anak buah ku. Dan kalau kau bertanya, kenapa aku bisa berbuat seperti ini, jawaban nya adalah Nixon Grub. Aku sangat menginginkan perusahaan suami mu itu, karna perusahaan itu merupakan penguasa market terbesar di negara ini dan bahkan di negara negara tetangga. "


"Kalau aku bisa menguasai nya, maka perusahaan ku akan semakin besar bukan? Hahahah... Tapi mohon maaf, karna untuk hal itu aku harus mengorbankan mu. Aku atau suami mu itu tidak akan membiarkan mu ter luka, so... Dia akan menyerahkan seluruh saham Nixon Grub kepadaku, lalu aku bisa menukarnya dengan mu dan putra mu itu. Bagaimana? Bagus bukan rencana ku. "


Hahahah..


Arthur terdengar sangat percaya diri dengan omongan nya barusan, ia merasa bahwa apa yang menjadi keinginannya akan sangat mudah didapatkan nya.


Elsie hanya diam saja dan hanya menunjukkan raut wajah remeh pada Arthur.


' *Ternyata hanya karna ingin menguasai Nixon Grub, aku kira karna hal yang lain. Dasar manusia lemah, kau pikir suami ku bodoh. Aku percaya, kalau dia akan menyelamatkan kami. '


' Yang aku cemaskan sekarang hanya lah putra ku, Arka memi rindu sayang. Kau dimana nak? Semoga Tuhan melindungi mu sayang. Mama tau, Tuhan akan selalu menjaga Arka, yang sabar ya sayang. Pepi sebentar lagi akan menyelamatkan kita*. '


Kata hati Elsie yang terus mengucapkan kata kata positif untuk menenangkan dan menyemangati diri nya sendiri. Ia tau, saat ini ada nyawa putranya yang jauh lebih penting dari segala nya.


Jadi tidak ada waktu untuk nya bila ingin bersedih sedih dan menjadi lemah. Ia harus kuat demi Arka.


Setelah puas mengatakan semua nya, Arthur segera pergi meninggalkan Elsie sendiri diruangan itu.


Sedangkan Mesha bersama dengan anak buah Arthur membawa Arka keluar kota, namun saat diperjalanan mobil mereka dihadang oleh dua orang yang memakai motor sport.


Chhiiittt....


Suara denyitan rem sampai terdengar nyaring, semua yang ada di mobil itu kaget. Rombongan Mesha ada dua mobil, Mesha ada di mobil belakang. Sedang kan mobil depan isinya anak buah Arthur semua.


"Kenapa mereka berhenti mendadak sih? " tanya Mesha yang belum juga mengetahui tentang situasi didepan.


Tiba tiba saja seseorang berlari kearah mobil mereka, dan..


Prangk...







__ADS_1



...Thankyou yang sudah mampir kesini, jangan lupa dukung terus karya mamayo ya. Kita lanjut lagi yok ceritanya 😘😍...


__ADS_2