
Markas Richard
Saat ini Richard, Niven dan Ansen sedang menyelidiki tentang penyerangan yang dialami Elsie. Namun tiba tiba saja suara handphone Richard berbunyi, memecahkan kesunyian diruangan itu.
Dengan sigap pemilik nya menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan itu.
" Iya, hallo tuan besar. "
" Iya tuan. "
" Baik, terimakasih atas informasi nya. Saya akan segera memberi kabar terbaru nanti. "
" Selamat malam. "
Setelah mendapat tambahan informasi dari tuan besar nya, ia pun mengakhiri telfon.
"Ada informasi apa Richard? " tanya Niven.
"Tuan besar memberi tahu, kalau pelayan mansion yang membantu penyerangan Elsie mempunyai sedikit informasi tambahan untuk membantu penyelidikan kita. " terang Richard
"Informasi apa Richard? " tanya Ansen penasaran.
"Tuan besar berkata, kalau komplotan itu mengaku bahwa mereka suruhan mr. X, namun saat penyerangan itu mereka menggunakan jaket yang disatu sisi lengan nya ada gambar burung dan berlogo RC. " jelas Richard, dan keduanya tampak sedang berfikir mencerna ucapan Richard.
"Gambar burung, dan logo RC? Sepertinya aku tidak asing dengan dua hal itu. Tapi apa ya? " Ansen merasa bahwa dirinya tidak merasa asing dengan hal itu.
Lalu dengan cekatan dia menggerakkan jari jemari nya diatas keybord. Sedangkan Niven dan Richard hanya bisa saling pandang dan mengangkat bahunya, tanda bahwa tidak tau akan hal apa yang dilakukan oleh Ansen.
Setelah beberapa menit Ansen mencari sesuatu di laptop nya, kini sedikit senyuman manis mulai terukir dibibir nya.
"Yah, ini dia. Ketemu !! " sahut Ansen, dan sontak saja membuat Niv dan Richard menoleh kearah nya.
"Apa yang kau temukan kak? " tanya Niven penasaran.
"Gambar burung dan logo RC. Logo ini milik perusahaan Rajawali Company. Perusahaan ini berasal dari negara Prancis, produk nya berupa obat obatan dan makanan. "
"Yang aku tau, pemilik dari perusahaan ini terkenal dingin dan kejam. Dia akan melakukan segala macam cara untuk bisa memenuhi kehendak nya. Siapa pun perusahaan yang bekerja sama dengan nya, tidak akan bisa menolak apapun segala keputusannya. "
Ansen menjelaskan tentang apa yang ia ketahui.
"Rajawali Company? Yah, aku ingat sekarang. Sistem dari perusahaan ini sempat mau masuk dan membobol data data perusahaan yang ada di Nixon grub. Kejadian itu sekitar lima tahun yang lalu. "
"Sekitar tiga kali mereka mencoba masuk untuk mencuri data rahasia penting perusahaan. Tapi syukur nya kami bisa membentengi dan melindungi data perusahaan yang akan dibobol itu. "
"Dan setelah itu, Rajawali Company tidak lagi muncul sampai sekarang. Tapi aku tidak yakin apakah mereka ini yang menyerang Elsie. "
Richard tampak menimbang dan berfikir tentang kebenaran Rajawali Company ini. Tiba tiba saja Niven memberi usulan.
"Brow, untuk lebih jelasnya. Mending kita panggil pelayan mansion itu kesini, karna hanya dia yang tau apakah logo ini sama persis seperti yang dilihatnya pada jaket komplotan itu. "
"Setuju. " sahut Ansen.
__ADS_1
"Boleh, aku akan menelfon tuan besar. " timpal Richard.
Richard sedikit menjauh dari mereka, lalu ia menghubungi Agam Nixon. Setelah mendapat persetujuan ia segera mengakhiri panggilannya.
Sedangkan Agam tidak bisa menyuruh Mini untuk ke markas Richard saat itu juga. Sebab waktu sudah menunjukkan tengah malam menjelang pagi, Mini dan bu Yuni pun sudah diperintah untuk kembali ke mansion sejak tadi.
Internasional Hospital
Keesokan harinya suster datang keruangan Elsie dengan membawa box bayi yang didorong nya.
"Permisi tuan, nyonya. Ini bayi nya, mohon untuk diberi asi dulu ya. " Ucap suster itu dengan mendekatkan box bayi disamping ranjang Elsie.
Elsie dan Nev tersenyum lebar saat melihat box bayi itu, putra mereka tengah tertidur dan terlihat sangat menggemaskan.
"Baik, terimakasih suster sudah diantar kesini. " jawab Nev.
"Sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu. " suster pun meninggalkan ruangan Elsie.
Dengan dibantu oleh suaminya, Elsie mulai menggendong putra tercinta. Senyum merekah senantiasa terpancar dari wajah keduanya.
"Sayang, sudahkah menyiapkan nama untuk putra kita? " tanya Nev pada istri tercintanya.
"Sudah, kalau kamu ada stok juga gak? " tanya El balik.
"Stok? " sentak Nev sembari melotot.
"Kamu pikir anak kita ini barang? Stok kau bilang? " kata Nev dengan nada tinggi.
"Hehee.. " Elsie hanya bisa nyengir kuda.
"Hahaa... Bukan gitu maksud memi sayang. " ia menatap putranya lalu berganti menatap sang suami. " Kamu jangan ngadu ngadu aku sama anak ku ya yang. " El mengerucutkan bibir nya.
"Enggak kok istriku yang manis. Uluh.. Uluh.. Aku minta maaf deh ya. Eemmuuach.. " Nev mencium kening istri nya dengan penuh sayang.
Kemudian Elsie mulai menyusui putranya dengan didampingi suami tercinta disamping nya. Tak lama kemudian para keluarga berdatangan satu persatu. Sehingga membuat ruangan Elsie menjadi ramai.
Mansion Nixon
Mini yang saat ini sedang menyetrika baju diruangan laundry, tiba tiba saja di datangi oleh bu Yuni.
"Mini. " karna merasa nama nya dipanggil, Mini menoleh kearah sumber suara.
"Iya bu Yuni. Ada apa? "
"Tinggalkan saja pekerjaan mu, karna kamu harus ikut mereka. " ucap bu Yuni sambil menunjuk beberapa pengawal yang berdiri dibelakangnya.
"Saya ? Mau kemana bu Yun? " tanya nya heran.
"Tuan besar memerintahkan agar kau mendatangi kantor Nixon, untuk memberikan kesaksian tentang penyerangan kemarin. Dengan tujuan untuk membantu penyelidikan kasus itu nanti nya. " jelas bu Yuni dengan jelas.
"Baik lah bu, kalau begitu saya siap siap dulu. " jawab Mini.
__ADS_1
"Kakak pengawal, saya ambil tas dulu ke kamar ya, tunggu sebentar. " ucapnya dengan menatap para pengawal yang nanti akan mengantarkan nya.
"Jangan lama lama Mini. " Sahut salah satu diantaranya.
Tak butuh waktu lama untuk Mini saat mengambil tas nya. Dan kini mereka sedang berada diperjalanan menuju kantor kedua Nixon Grub, yaitu markas Richard.
Markas Richard
Tok, tok, tok...
Suara pintu ruangan Richard diketuk dari luar, beberapa detik kemudian pintu dibuka dari dalam.
"Selamat pagi bos, kami membawa pelayan mansion. " ucap anak buah Richard dari ambang pintu.
"Bawa masuk, tinggalkan dia disini. " jawab Richard dengan tegas.
Kemudian Mini dipersilahkan masuk keruangan Richard. Disaat itu pula Niven membelalakkan bola mata nya lebar lebar.
"Mini !! " sahut Niven saat melihat Mini memasuki ruangan Richard.
Mendengar nama nya disebut membuat Mini menoleh ke arah Niven.
"Mas Niven. " ucap Mini yang sama kaget nya dengan Niven.
"Kenapa kau bisa ada disini? " tanya Niv. Namun sebelum di jawab oleh Mini, Niven sudah lebih dulu menerkanya.
"Jangan bilang kalau kau yang telah membantu para pengawal untuk menyelamatkan kakak ipar. " terka Niv asal.
"Ya, betul. Emang nya kenapa ? "Tanya balik.
"Jadi benar, kau yang telah membantu para pengawalnya kakak ipar? " Niv masih harus memastikan lagi.
"Iya, betul. Lalu ada apa? Kenapa aku harus dibawa kesini? Informasi apa yang harus ku berikan lagi. "Mini terus saja bertanya.
Lalu Richard menuntun Mini agar ia mau duduk dulu, baru setelah itu ia akan menanyakan tentang logo itu kepada Mini.
•
•
•
•
•
•
•
...***Terimakasih banyak buat semuanya yang sudah mampir ke karya ini. Nantikan terus untuk episode terbaru nya.. ...
__ADS_1
......stay save, stay healty and have a great day ......
......😍😍😘😘😘🙏***......