MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 6 PERTEMUAN TERAKHIR


__ADS_3

Hari ini adalah weekend, Elsie tidak kekantor. Lain halnya dengan suaminya, Nev pergi ke kantor sebab ada pekerjaan kantor yang harus segera ia bereskan.


Selesai membereskan meja makan, bekas mereka sarapan tadi. Elsie membersihkan dirinya, dan ia pun terpikir tentang sahabatnya Mesha yang sekian lama menghilang lalu tiba - tiba muncul kembali.


"Gimana kabarnya Mesha ya,, apa aku ajak Vindy ketemuan aja kali ya. Barangkali dia udah tau tentang keberadaan Mesha. " El mengambil hp nya, lalu mengirim pesan kepada Vindy. Agar mereka bertemu disalah satu cafe dekat apartment Elsie tinggal.


Tak lama kemudian Vindy pun mengiyakan ajakan El dan mereka bertemu.


* cafe pelangi *


Elsie datang lebih dulu, sebab jarak yang ia tempuh lebih dekat dari pada yang Vindy tempuh. Ketika Elsie melihat ke arah pintu masuk, ia melihat Vindy memasuki cafe tersebut.


"Vin. Vindy, sini. " El melambaikan tangan ke arah Vindy. Vindy pun menghampiri sahabatnya itu.


"Sorry ya beb telat, macet soalnya tadi. " mereka cipika cipiki dulu sebelum keduanya duduk berhadapan.


"Iya gak papa kok beb, aku juga belum lama. Kamu mau pesen apa beb? " Elsie memberikan menu kepada Vindy.


"Aku pesen sama kayak kamu aja deh beb. "


Lalu Elsie pun memanggil pelayan untuk membawakan pesanan Vindy. Dan Elsie mulai menanyakan tentang sahabat mereka itu.


"Beb, udah ada kabar belum tentang Mesha? aku bener - bener pengen banget ketemu sama dia. "


"Huhfft.. "Vindy hanya bisa menghela napasnya. "Aku udah mencoba menghubunginya, tapi masih belum bisa."


Belum sempat Vindy menyelesaikan omongannya pelayan datang membawakan pesanan Vindy tadi.


"Silahkan kak pesanannya tadi. " mbaknya meletakkan pesanan mereka di meja, dan mereka menjawab dengan senyuman dan anggukan, lalu berlalu dari hadapan mereka.


"Tapi beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja bertemu dengannya." Vindy melanjutkan ceritanya tadi.


"Serius beb? Terus kamu sempet ngobrol gak sama dia? " raut wajah sendu Elsie berubah bersemangat.


Namun Vindy hanya menggelengkan kepalanya, dan itu membuat Elsie kembali murung.


"Aku coba kejar dia, tapi gak sempet. Dia udah terlanjur pergi. "


"Kenapa kok Mesha kesannya menjauhi kita ya beb. "


"Ya udah lah beb, nanti kita cari info lagi ya tentang dia. Aku yakin dia pasti punya alasan tertentu kenapa pergi gitu aja. " Vindy mencoba menghibur bestienya tersebut.


"iya beb, kita doakan aja yang terbaik buat Mesha ya. "


Akhirnya mereka berdua ngobrol ngobrol sampai tak terasa sudah terlalu lama mereka di tempat itu. Kemudian mereka pun memutuskan pulang.


* Apartment Nev *


Setibanya di apartment, Elsie merebahkan badannya diranjang kamarnya. Ia terus saja memikirkan tentang salah satu bestienya itu, ia menatap langit langit sambil pikirannya melayang entah kemana.


Tiba - tiba Elsie teringat terakhir kali ia bertemu dengan sahabatnya itu, sebelum menghilang dan bagaimana ia bisa di jodohkan dengan Nev yang sekarang sudah menjadi suaminya. Dimana yang sebenarnya Nev adalah mantan tunangan Mesha sahabatnya, sebelum mereka menikah.

__ADS_1


# FlasBack ON #


Grub WhatsApp Elsie dkk


Mesha : "guys.. Kalian lagi pada ngapain? Pada sibuk gak sih? Ketemuan yuk.. "


Vindy : "ketemuan dimana beb? Share lok aja. Nanti aku kesana, kebetulan lagi gk ada acara nih. "


Elsie : " ketemuan di cafe cinta aja guys, kebetulan aku lagi disini nih. Tadi habis ketemu temen disini. Gimana? "


Mesha : " oke bebh"


Vindy : " siap meluncur sayang2ku . Tunggu ya, otw nih. "


Dan setelah beberapa menit kemudian, mereka bertiga berkumpul sambil menikmati camilan yang sudah di pesan Elsie terlebih dahulu.


"Eh Me, kamu kenapa kok muka kamu kayak pucet banget gitu sih? Kamu sakit ya? " Vindy ternyata menyadari perubahan mimik wajah sahabat baik nya itu.


"Ah masak sih? Enggak juga kok Vin. " Mesha mengelak dengan pertanyaan Vindy barusan.


"Kalau emang ada yang mau kamu ceritain ngomong aja bebh, kita siap buat dengerin kok. " Elsie mencoba meyakinkan sahabat nya itu agar ia mau berbagi suka duka yang sedang ia rasakan.


" Ehmtt,, aku... sebenernya aku udah gak sama Nev lagi guys. Aku... udah putus sama dia. " Mesha menunduk tak kuasa menahan kesedihannya.


"Hah!! Serius bebh? " Vindy terlihat sangat kaget dengan pernyataan Mesha.


"Tapi kenapa bebh, Kok bisa gitu? Ada masalah apa sebenarnya? " Elsi tak kalah terkejutnya dengan Vindy.


"Sebenernya ini semua salah aku beb, aku yang udah berhianat sama Nev." Mesha berkata masih dengan wajah tertunduk.


"Maksudnya gimana beb? " Elsie sedikit merasa bingung tentang apa yang sebenernya terjadi.


"Aku... Aku udah selingkuh sama cowok lain, dan Nev mengetahui itu." tak terasa air matanya pun terjatuh.


"Apa? " ucap Elsi dan Vindy bersamaan, saking terkejutnya mereka.


"Bukankah kamu selama ini cinta mati sama Nev! ? Lalu kenapa kamu bisa bermain dengan laki laki lain Me? " Elsie benar - benar tidak percaya dengan pernyataan Mesha, sebab yang ia tau selama ini, Mesha sangat mencintai Nev begitupun sebaliknya.


"Ada apa sebenarnya Me? Apakah kamu tidak mencintai Nev lagi, sehingga kamu menjalin hubungan dengan laki laki lain? Lalu siapa laki laki itu? " Vindy pun mencecar pertanyaan untuk Mesha.


"Entahlah,, semuanya terjadi begitu saja. Laki laki itu bernama Ansen, dia muncul begitu saja di kehidupanku. Dan dia memberikan apa yang Nev tidak bisa berikan kepadaku." ia menjelaskan perlahan permasalahannya.


"Apa yang Nev tidak bisa berikan kepadamu Me? Bukankah dia sangat kaya. " Vindy merasa heran dengan perkataan Mesha barusan. Pasalnya yang Vindy tau, tunangannya Mesha itu orang yang kaya raya. Dia dari keluarga terpandang dan mempunyai pengaruh besar di negaranya tersebut.


"Apakah kau sering berhubungan layaknya suami istri dengan laki laki yang bernama Ansen itu? " Elsie sangat tau tabiat sahabatnya ini bahwa melakukan s*** bebas adalah hal yang biasa baginya.


" Iya, sebab Nev sama sekali tidak mau menyentuhku sebelum kami resmi menikah. " Ia sedikit malu kepada sahabatnya akibat perbuatannya itu.


"Huhhftt.." Vindy menggeleng2kan kepalanya


"Harusnya kamu bahagia Me punya cowok kayak Nev, dengan sikapnya yang seperti itu brarti dia sayang sama kamu. " Ujar Vindy menasehati.

__ADS_1


Mereka bertiga terdiam sejenak, beradu dengan pikirannya masing - masing. Hingga suara Mesha memecahkan lamunan mereka bertiga.


" Ehem,, guys makasih ya kalian udah mau ketemu sama aku. Next time kita kumpul bareng lagi, aku mau balik dulu deh. " Mesha berdiri dan berpamitan dengan teman temannya, sebab ia merasa suasananya udah gak enak.


" Kamu mau kemana Me? " Elsie ikut beranjak dari duduknya.


"Aku harus balik dulu El, ada beberapa kerjaan yang harus segera kuselesaikan. "


Mesha menjelaskan dan tampak kecanggungan di antara mereka bertiga.


"Perlu aku anter?" Elsie menawarkan diri. Sedangkan Vindy hanya diam saja, rasanya enggan sekali ia berbicara.


"Enggak perlu El, aku bawa mobil sendiri kok tadi. Ya udah, aku pamit ya guys. Bye" Mesha berlalu dari hadapan mereka berdua.


Tinggallah Vindy dan Elsie ditempat itu. Elsie tampak memperhatikan raut wajah Vindy yang sedari tadi hanya diam saja. Elsie pun kembali duduk.


"Kamu kenapa beb, kok diem aja dari tadi. Apa yang kamu pikirkan? "


"Gak ngerti lagi aku sama tu anak El. Kenapa dia suka banget dengan gaya hidup s**s bebas kayak gitu" Vindy nampak geram. Elsie memegang pundak temannya itu.


"Itu lah tugas kita sebagai seorang temen beb, harus nya saat ini peran kita sebagai sahabat sangatlah diperlukan. Kita harus bisa bawa dia supaya meninggalkan dunianya yang buruk itu. "


"I know beb,, But what should we do?" ( aku tau beb, tapi apa yang harus kita lakukan?)


"Ya sudahlah beb,, kita pikir nanti aja. Yang pasti kita berdua harus bantuin Mesha agar dia bisa berubah. Dia juga berhak bahagia bersama orang yang ia cintai kelak kan? " Elsi merangkul pundak Vindy. Dan mereka saling melempar senyum.


"Ya udah yuk pulang, nanti malam aku ada acara dirumah soalnya" Elsi berkata sembari merapikan tas nya.


"Acara apa beb? " Jiwa keppo Vindy bergejolak. Hihihi..


"Temen lama ayahku akan datang ke rumah untuk makan malam. Dan aku harus ada di rumah malam ini, kau kan tau anak dirumah ku yang stay disini cuma aku. Kakak ku udah hidup di Belanda bersama anak dan istrinya." Panjang lebar Elsie menjelaskan.


"Iya iya tau kok, tapi ngomong omong kenapa mereka jarang pulang sih beb? " Keppo part 2 jhahaha..


"Bisnis mereka disana lagi bagus - bagusnya beb,, jadi belom bisa ditinggal. Nanti kalau ada waktu pasti mereka berkunjung kesini kok. "


"Owh... Ya udah deh, kita pulang yok! " Vindy pun beranjak dari duduknya. Dan mereka berdua berjalan beriringan sampai parkiran.








__ADS_1


Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2