MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 36 SAYANG


__ADS_3

Amsterdam Belanda


"Ansen. " panggil mami Ratna dari ruang tamu dilantai satu. Ansen yang mendengar panggilan untuknya, langsung mendatangi sang mami.


"Iya mi, mami udah siap ya? " tanya Ansen sambil memasangkan jam tangan di salah satu pergelangan tangannya.


"Iya sayang, mami udah siap. Kita berangkat sekarang? "


"Iya ayo mi. "


"Sudah tidak ada yang tertinggalkan? " tanya mami Ratna lagi sebelum melangkahkan kakinya.


"Sudah semua kok mi. "


Ansen dan mami Ratna akan pindah ketanah air. Mereka memutuskan untuk pindah, sebab pembukaan cabang di Amsterdam sudah terlaksana.


Saat didalam pesawat, Ansen sempat mengatakan sesuatu kepada maminya.


"Mi, makasih ya udah mau ikut Ansen dan mau nemenin Ansen untuk tinggal di Indo. "


"Iya sayang, mami juga seneng bisa tinggal deket lagi sama putra mami ini. Selama ini kan kamu selalu saja sibuk dengan pekerjaanmu. " ucap mami Ratna dengan melirik putra tunggalnya itu.


"Iya maaf ya mi, Ansen sering tinggalin mami sendiri. Mulai sekarang, kita akan sama sama terus mi. Oke! "


Perkataan Ansen lalu ditanggapi senyuman manis oleh maminya. Dan saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju tanah air.


Apartment Nev (malam hari)


Elsie baru saja selesai mandi, saat ini ia sedang merias wajahnya. Ia hanya menggunakan pelembab bibir dan parfum saja.


Namun tiba tiba terdengar suara pintu utama terbuka.


"Mungkin itu kak Nev sudah pulang. Tapi kenapa jatungku jadi ser ser'an gini ya. Padahal biasanya kalau ketemu kak Nev biasa aja deh. " kata Elsie pada dirinya sendiri.


Cklek...


Pintu kamar mereka terbuka, muncullah sosok Nev dari balik pintu. Seketika Elsie menoleh ke arah pintu.


"Kenapa kau hanya diam saja? Tidak mau menyambutku. " ia berkata dengan merentangkan tangannya.


Dengan ekspresi datar, El mencoba menutupi perasaannya yang tak karuan. Ia melangkah perlahan mendekati suaminya.


Nev yang menyadari perubahan sikap istrinya langsung saja bertanya.


"Ada apa El, apa yang mengganggumu? Kenapa wajahmu murung sayang? "


Nev menangkup wajah istrinya dan menatap lekat. Akan tetapi respon Elsie malah menunjukkan wajah sendunya.


'Eh, tunggu dulu. Itu tadi barusan simanusia kulkasku kan? Yang biasanya kalau ngomong sesukanya. Apa gak salah denger aku, dia panggil aku sayang? Wah, bisa gila nih aku. '


"Katakan istriku. " ucap Nev lembut sembari menuntun istrinya untuk duduk diranjang.


' Mampooss kau Elsie!! Jangan kau terus kan kata kata manismu itu kak, please.. Bisa bisa serangan jantung nanti aku. ' bukannya mengatakan apa keinginannya, El malah bermonolog sendiri dalam hati.

__ADS_1


"El, " tegur Nev kembali.


"Emm... Aku... Sebenarnya aku masih saja kepikiran Mesha kak. Aku sudah berjanji akan membantunya. " tutur Elsie sedikit ragu.


"Huhf.. " terdengar Nev menghembuskan nafas kasar.


"Kenapa kamu jadi manusia baik dan polos banget sih sayang. " Nev merasa heran.


"Aku hanya kasihan kak padanya. " El menundukkan wajahnya, dan air matanya pun mulai menetes.


"Hey... Sayang! Don't cry oke. Ya sudah lah, aku akan membantunya. Tapi aku gak bisa buat dia langsung keluar begitu saja, karna hukum harus tetap berjalan sayang. Jadi please.. mengertilah, Aku hanya akan menambah kuasa hukumnya, agar hukumannya bisa lebih sedikit ringan. " jelas Nev sangat gamblang.


Setelah mendengar ucapan suaminya, senyum Elsie mulai terukir.


"Terimakasih banyak ya kak. " jawabnya girang.


"Eitss.. Tapi ini semua gak grastis ya El. Ada syaratnya. "


"What?? Syarat, masak harus ada syarat segala sih kak. " kata Elsie sambil mengerucutkan bibirnya.


Tiba tiba saja CUP. Lagi lagi Nev menc**m bibir Elsie sekilas. Dan hal itu sontak saja membuat Elsie membelalakkan matanya.


Belum tersadar dari syoknya tadi, Nev sudah mengatakan sesuatu.


"Syaratnya, kau harus panggil aku SAYANG!! Bagaimana, apakah kau menerima syaratku? " Nev tersenyum penuh kemenangan.


' Oh my God... Sayang!! Rasanya badanku kayak kesetrum ini. Ah, aku jual mahal aja kali ya. Hhuaaa.. Tapi mana mungkin aku bisa jual mahal dengannya, jantungku aja rasanya udah berontak gak karuan gini. '


"Good girl." Cup, Nev mencium pipi Elsie yang sudah merona seperti tomat.


"Ya udah kak Nev. eh, maksudku sayang, ayo kita makan malam. Nanti keburu dingin makanannya. " ajakan Elsie yang membuat Nev langsung beranjak untuk membersihkan diri sebelum makan malam.


Setelah selesai makan malam. El dan Nev sama sama memasuki kamar mereka, itu justru membuat Elsie sedikit heran. Lantaran biasanya sebelum tidur malam, suami nya itu akan ke ruang kerjanya terlebih dulu, untuk sekedar mengecek beberapa pekerjaan yang memang harus diselesaikan.


Namun entah mengapa, malam ini Nev malah ikut kekamar.


"Sayang, kamu gak keruang kerja? Biasanya.. "


"Biasanya apa sayang? Hari ini pekerjaan ku sudah selesai semuanya. Jadi aku akan menemanimu malam ini. " ucap Nev dengan kerlingan matanya. Dan hal itu membuat Elsie merasa akan ada sesuatu yang besar.


"Ma maksudnya apa sayang? " seketika keringat Elsie bercucuran.


"Sayang, apakah kau sudah benar benar menerimaku? "


"Iya sayang, kalau aku tidak menerimamu. Untuk apa kita berdua ada disini sekarang?! " jawab Elsie polos.


"Kalau begitu, maukah kau memberiku kesempatan untuk memulai semuanya dari awal lagi? "


"Maksudnya? "


"Aku menginginkanmu sepenuhnya Elsie, aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Mau kah kau menjadi milikku seutuhnya? "


Nev berkata dengan wajah yang sudah diliputi gairah.

__ADS_1


"Em.. Aku... " Elsie pun tak sanggup melanjutkan kata katanya, ia hanya bisa mengangguk perlahan sambil tersenyum malu.


Tanpa menunggu aba aba lagi, Nev langsung mendekatkan b*b*rnya kepada Elsie. Yang awalnya hanya c**man biasa, kini menjadi sebuah l*mat*n yang penuh g*ir*h.


Elsie memang tidak terlalu bodoh akan hal ini, namun untuk mengimbangi permainan dari Nev ia sedikit kewalahan.


Nev terus saja memperdalam c**mannya, mereka saling bertukar saliva, saling mengeksplore semua yang ada didalamnya.


Hingga tak terasa tubuh Elsie ambruk ke belakang, dan hal itu semakin membuat Nev gelap mata. Tangan Nev sudah berkelana mencari jely kenyal kesukaannya. Ia m*r*m*s dengan lembut, hal seperti ini membuat El hilang kendali.


Satu d*****n lolos dari mulut Elsie, ternyata Nev sudah berpindah kebagian jely kenyal kegemarannya. Nev sangat menyukai m1l1k Elsie, sebab bentuk dan kekenyalannya sangat pas baginya.


Udara dingin malam sudah tergantikan dengan hawa panas, berulang ulang kali keduanya saling menyebut nama serta cinta. Dan hanya suara d****** serta r*nt1h*n n1km*t saja yang terdengar diruangan itu.


Walaupun bagi mereka berdua, ini adalah yang pertama. Namun tak menurunkan kreativitas mereka dalam berh******n. Tibalah saatnya Nev mau mem*s*kkan keris sakti miliknya pada tempat yang seharusnya.


"Sl*wl* honey. This is my first time. " ucap Elsie yang sedikit takut.


"Me too honey. Calm down oke.. "


"Hem.. " El hanya bisa mengangguk.


Dengan sekali hentakan langsung,


Sleeph... Seketika Elsie mer****h, menahan sakit. Tak terasa air matanya mengalir, sedangkan untuk menenangkan istrinya itu. Nev bergerak pelan, sambil menc***i El agar ia terlihat tenang.


Yang awalnya Elsie kesakitan, lama lama ia merasakan n*km*t tak terkira.


"Honey please stop it. Aku mau p*p*s... Ahhhhh.. " er*ng*n panjang diucapkan Elsie, dan tak berselang lama disusul Nev.


Peluh sudah bercampur menjadi satu, malam semakin larut. Namun tak membuat dua anak manusia berhenti dengan kegiatannya. Entah sudah berapa kali Nev telah menuntaskannya. Setelah merasa lelah, Elsie tertidur lebih dulu.


Nev yang masih terjaga, menyelimuti Elsie yang tubuhnya masih sama sama p*l*s.


"Good night mylove, mimpi yang indah ya. Maafkan aku sudah membuatmu kelelahan. I miss you honey. " (Cup) Nev menc**m kening Elsie.


Nev pun akhirnya ikut terlelap dalam dunia mimpi.









Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2