Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 25


__ADS_3

Raffael sangat senang mendengar jawaban Jelita. Dia pun meminta pertimbangan pada Jelita kalau pernikahannya akan dilangsungkan sebulan lagi.


“Apa itu tidak terlalu cepat, Mas?”


“Tidak. Bukankaah hal baik itu harus cepat disegerakan?” jawab Raffael.


Jelita pun tidak banyak berkomentar lagi. setelah itu Raffael mengatakan kalau rencana pernikahannya nanti akan digelar mewah di sebuah hotel milik Papanya. Jelita sangat terkejut mendengarnya. Dia keberatan jika pernikahannya itu akan digelar mewah. Apalagi dirinya hanya orang biasa yang berbeda kelas dengan Raffael. Jelita takut jika nanti pernikahannya akan menjadi bahan perbincangan orang-orang di kalangan Raffael.


“Sudah, kamu tenang saja. jangan berpikiran yang tidak-tidak. Kamu ngikut saja, semuanya akan beres.” Ujar Raffael meyakinkan Jelita.


“Tapi Mas, bolehkan aku meminta ijin untuk datang ke makam Ayahku sebelum kita menikah nanti?” tanya Jelita dengan mata berkaca-kaca.


Entahlah, kenapa tiba-tiba Jelita teringat dengan kejadian kelamnya dulu. Setelah mendengar kabar kehamilannya, Ayahnya langsung terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Ibunya sangat marah dan menuduhnya menjadi penyebab kematian sang Ayah. Padahal Jelita saat itu hendak memberitahu kalau kehamilannya itu bukan kehendaknya, melainkan diperko_sa. Sayangnya kemarahan Ibunya tidak bisa ditahan lagi. setelah pemakaman ayahnya selesai, saat itu juga Jelita diusir dari rumah.


Raffael mendekati Jelita. Menarik wanita itu ke dalam pelukannya. Tangis Jelita pecah saat mendapatkan sandaran dari pundak Raffael.


“Menangislah agar hatimu lega! Aku tidak mungkin tidak mengijinkan kamu ke makam ayah kamu, Jelita. Aku akan menemanimu nanti.” ucap Raffael sambil mengusap lembut kepala caon istrinya.


***


Kabar pernikahan Raffael dan Jelita yang akan digelar satu bulan lagi itu telah sampai ke telinga Bu Alin. Wanita paruh baya itu sangat senang mendengarnya. Bahkan Bu Alin tidak melepas pelukannya terhadap Jelita, karena merasa sangat terharu.


“Ibu sangat senang, Lita. Raffael adalah pria yang sangat tepat dengan kamu, Lita.” Ucap Bu Alin.


“Iya, Bu. Memang Mas Raffa orang yang sangat baik. Tapi jujur, aku masih bingung dengan hatiku, Bu. Selama ini aku menerima kehadiran Mas Raffa hanya karena Ethan.” Ucap Jelita jujur.

__ADS_1


“Tidak apa-apa, Lita. Ibu yakin, suatu saat kamu pasti bisa membalas perasaan Raffa.” Jawab Bu Alin.


Beberapa saat kemudian ada seorang tamu datang berkunjung ke rumah Bu Alin. Jelita pun segera menuju café untuk membantu persiapan café yang sebentar lagi akan buka. Namun ternyata langkah Jelita terhenti saat mendengar suara Ethan yang berteriak kegirangan sambil membawa mainan baru di tangannya. Ethan juga sedang berada di gendongan wanota paruh baya yang masih terlihat sangat cantik.


“Tante Abi?” Jelita terkejut saat melihat kedatangan calon mertuanya.


Jelita langsung mengambil Ethan dari gendongan Abi. kemudian Bu Alin mempersilakan Abi duduk dan menanyakan maksud kedatangannya.


“Mbak Alin, boleh aku pinjam calon menantuku dulu sebentar?” ucap Abi.


“Memangnya mau kemana, Tante?” tanya Abi ingin tahu.


“Jelita, jangan panggil Tante dong. Panggil Mama! sebentar lagi kan kamu akan menikah dengan Raffa.” Protes Abi.


Jelita hanya mengangguk samar. Dia akan membiasakan memanggil Abi dengan panggilan Mama. jujur saja hati Jelita sangat bahagia. Abi adalah sosok Ibu yang sangat baik. Tidak seperti Ibu kandungnya sendiri yang telah mengusirnya.


“Dasar anak nakal! Ya sudah, lebih baik kamu siap-siap dulu. Biar Mama hubungi Raffa agar datang langsung ke butik.” Ucap Abi.


Jelita pun pulang sebentar untuk menukar pakaiannya dengan pakaian yang sedikit lebih sopan. Karena saat ini ia mengenakan pakaian kerja. Sedangkan Ethan ditiggal di rumah Bu Alin.


Kini Jelita dan Abi sedang dalam perjalanan menuju butik milik sahabat Abi yaitu Chelsea. Sedangkan Raffael masih dalam perjalanan.


“Apakah kamu yang bernama Jelita? Kamu cantik sekali!” puji Chelsea saat Abi mengenalkan Jelita sebagai calon menantunya.


Jelita hanya mengangguk sopan. Setelah itu Chelsea membawa Jelita masuk untuk menunjukkan beberapa gaun pengantin yang diinginkan oleh Jelita. Abi memberi kebebasan pada Jelita untuk memilih gaun itu. tapi sayangnya Jelita sangat kebingungan. Karena baginya semua gaun itu sangat bagus dan juga mahal tentunya.

__ADS_1


“Kamu coba dulu satu per satu, biar Mama yang menilainya nanti. ini Raffa kemana sih nggak datang-datang.” ucap Abi sambil melihat jam tangannya.


Jelita pun segera mencoba gaun itu dengan dibantu oleh karyawan Chelsea. Sedangkan Abi dan Chelsea menunggu di luar.


“Pinter juga Raffael cari calon istri. Sudah cantik, sopan lagi. nggak seperti Merlyn.” Ucap Chelsea.


“Huss! Kamu ini bicara apa sih. Merlyn juga cantik. Nyatanya Mario cinta mati gitu sama Merlyn.” Sahut Abi.


“Iya memang cantik. Tapi sifatnya yang arogan itu yang membuatku nggak suka. Andai saja Mario lebih dulu bertemu dengan Jelita. Pasti aku sangat senang.” Seloroh Chelsea sontak mendapat cubitan dari Abi.


“Enak saja!” gerutu Abi.


Chelsea sebelumnya sudah diberitahu oleh Abi kalau calon menantunya itu adalah seorang wanita single mother. Dan reaksi Chelsea sangat terharu, karena keluarga sahabatnya itu tidak pilih-pilih dalam menentukan calon menantu.


“Bagaimana, Ma?” tanya Jelita mengejutkan Abi dan Chelsea yang sedang asyik ngobrol.


“Cantik sekali!” puji seorang perempuan yang baru saja datang ke butik itu.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2