
Abi saat ini sedang berada di rumah sakit. Lebih tepatnya sedang duduk di kursi samping brankar Jelita. Tentunya dengan ditemani oleh suaminya.
Abi tadi langsung menolong Jelita saat wanita itu jatuh pingsan. Beruntungnya Reno tadi mengikutinya. Hingga pria itu langsung membawa Jelita ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.
Jelita masih memejamkan matanya setelah dokter menyuntikkan obat agar membuat dia sedikit lebih baik. Apalagi tekanan darahnya sangat rendah. Namun yang membuat Abi dan Reno masih tidak percaya sampai saat ini yaitu tentang kondisi Jelita yang saat ini sedang hamil dan usia kandungannya sudah empat minggu.
Jujur saja baik Abi maupun Reno sangat senang dengan kabar bahagia ini. meskipun Raffael sudah menceraikan Jelita. Namun jika kondisi Jelita saat ini sedang mengandung, otomatis Raffael tidak bisa menceraikannya.
Perlahan Jelita mulai terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan mata lalu melihat sekeliling yang tampak asing baginya. Lalu pandangannya tertuju pada sosk wanita paruh baya yang sedang duduk di sampingnya.
“Akhirnya kamu sadar juga.” ucap Abi.
“Hmm… kenapa saya ada di sini?” Tanya Jelita dengan Bahasa yang berbeda dari biasanya. Karena dia sadar akan statusnya yang sudah bukan lagi baagian dari keluarga Raffael.
Abi menatap sendu pada Jelita.
“Jelita. Sampai kapanpun kamu menantu Mama dan Papa, Nak. karena di sini ada cucu kami.”
Deg
Jelita sadar kalau kini sedang berada di rumah sakit. Pasti mantan mertuanya lah yang membawanya ke sini setelah pingsan tadi. tapi dia terkejut saat mereka sudah mengetahui kehamilannya.
“Ma, terima kasih sudah membawa Lita ke sini. terima kasih sudah menolong Lita. Tapi tetap saja semua ini tidak akan bisa mengubah keputusan Lita dan Mas Raffa. Lita minta maaf. Meskipun di dalam sini ada calon cucu Mama dan Papa.”
“Apa maksud kamu Jelita?” tanya Reno kali ikut berbicara.
“Maaf, Pa. Mas Raffa sudah menceraikan Jelita. Meskipun proses perceraian nanti tidak sah jika Lita sedang hamil. Namun Jelita akan tetap menghormati keputusan Mas Raffa. Lita akan menjalani proses perceraian itu setelah melahirkan anak ini.”
__ADS_1
Tentu saja Abi dan Reno tidak setuju. Meskipun mereka tahu kalau Jelita masih sakit hati atas keputusan Raffael beberapa saat yang lalu. Abi juga masih membujuk Jelita agar kembali mempertahankan rumah tangganya. Wanita itu juga akan membantunya dengan mengajak Raffael bicara baik-baik.
“Tidak, Ma! Mama mau cucu dari Mas Raffa bukan? Jadi tolong hargai keputusan Lita. Atau Lita akan secepatnya mengikuti proses perceraian ini, tentunya dengan Lita menggugurkan janin ini.” ancam Jelita hingga membuat Reno dan Abi tidak bisa berkutik lagi.
Jelita sudah terlanjur sakit hatinya atas keputusan Raffael. Bahkan untuk menjelaskan tentang kesalah pahaman itu pun dia sudah malas. Sepertinya memang Raffael juga sudah membuang cintanya begitu saja.
Abi sangat sedih mendengar ancaman Jelita. Dia juga bisa merasakan keesdihan Jelita saat ini. wanita itu sungguh masih marah dengan sikap serta keputusan Raffael yang menurutnya sangat menyakiti hati Jelita.
Sore itu juga Jelita sudah diperbolehkan pulang. keadaannya juga sudah membaik. Dokter hanya menyarankan agar tetap menjaga kehamilannya dengan baik.
Abi dan Reno juga sejak tadi masih menemani Jelita. Sampai Jelita berpamitan pulang dan menolak bantuan Reno yang akan mengantarnya ke rumah Bu Alin.
“Sekali lagi terima kasih banyak, Ma, Pa. Jelita akan menjaga calon cucu Mama dan Papa ini dengan baik. Lita harap Mama dan Papa berjanji untuk tidak mengatakan semua ini pada Mas Raffa. Setelah ini juga Lita akan pulang.” ucap Jelita.
Ya, Jelita sudah membulatkan tekatnya untuk tinggal di rumah orang tuanya. Meskipun di rumah itu masih menyisakan kenangan sedih dengan sang Ibu, tapi itu lebih baik daripada harus tinggal di kota ini.
Jelita pulang ke rumah Bu Alin dengan menggunakan taksi. Dia menolak secara halus tawaran Reno yang akan mengantarnya. Dan malam ini juga ia akan terbang lagi ke kampung halamannya.
Bu Alin memeluk Jelita dengan erat. Wanita yang sudah seperti Ibu kandungnya Jelita itu sangat mengerti dengan suasana hati Jelita.
“Maafkan Lita, Bu. Malam ini juga Lita akan pulang bersama Ethan dan anak dalam kandungan Lita ini.”
Bu Alin terkejut saat mengetahui Jelita hamil. Sama seperti yang diucapkan pada Abi dan Reno, Jelita juga mengatakan hal itu pada Bu Alin. Reaksi wanita paruh baya itu justru sangat setuju dengan pemikiran Jelita. Mungkin Tuhan hanya menakdirkan perjalanan rumah tangga Jelita dan Raffael sampai di sini saja.
“Ibu nanti akan berkunjung ke san ajika ada waktu luang. Kamu hati-hati ya di sana dan jaga diri baik-baik.” Pesan Bu Alin saat mengantar Jelita ke bandara.
“Tentu, Bu. Terima kasih banyak. Dan Lita akan menunggu kedatangan Ibu. Lita pergi dulu.” Pungkasnya lalu menuntut Ethan berjalan menuju pesawat.
__ADS_1
Jelita berjalan semakin jauh. Air mata Bu Alin semakin deras mengalir. Tidak menyangka kalau jalan hidup Jelita akan kembali seperti ini lagi. kenapa di saat Jelita sedang hamil, selalu saja tanpa keberadaan seorang suami di sampingnya. Padahal Bu Alin sudah senang saat Raffael menyatakan kesungguhan hatinya saat meminang Jelita. Bahkan Raffael lah yang telah menyembuhkan trauma Jelita. Namun hanya dengan sebuah kesalah pahaman, Raffael justru menorehkan luka yang begitu dalam sampai ke dasar hati Jelita.
***
Sudah beberapa kali Mario selalu datang ke rumah Raffael untuk bertemu dengan Ethan. Namun lagi-lagi satpam rumah mengusirnya karena keluarga Reno sedang tidak ingin menerima tamu. Begitu juga di kantor. Mario kesulitan bertemu Raffael maupun Reno. Hingga pada akhirnya pria itu ingat dengan café milik Bu Alin, dimana Jelita dulu pernah bekerja di sana.
Mario merasakan kejanggalan pada hubungan Raffael dan Jelita. Namun dia tidak ingin berburuk sangka dulu. Lebih baik dia mencari tahu informasi itu kepada Bu Alin.
Kini Mario sudah berada di café Bu Alin. Dia sudah memesan minuman dan meminta salah satu karyawan café untuk memanggilkan Bu Alin, karena ada hal penting yang ingin dibicarakan secara langsung.
Bu Alin datang. wanita itu tahu kalau Mario adalah ayah kandung Ethan. Dan kedatangan Mario pasti ingin bertemu dengan Ethan.
“Jelita dan Ethan sudah tidak tinggal di kota ini, Nak Mario.” Ucap Bu Alin.
“Maksudnya bagaimana, Tante? Apa Raffael mengajaknya tinggal di luar negeri? kenapa dia tidak mengatakan apapun pada saya?” Mario mendengus kesal.
“Jelita dan Ethan pulang ke kota kelahirannya. Tapi tidak dengan Raffa. Mereka sudah bercerai.”
“Apa???”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!