
Dalam waktu sekejap, Jelita sudah dibuat melayang oleh suaminya. memang dia akui kalau suaminya itu sangat piawai dalam hal seperti ini.
“Mas!”
Raffael tersenyum puas mendengar suara desa_han istrinya yang sejak tadi keluar dari wanita itu. dia juga masih menikmati permainannya di bawah sana dengan tangannya. bahkan kini rok sekaligus kain penutup ini Jelita sudah teronggok di lantai. Salah satu tangan Raffael bermain di bawah sana, satunya lagi di bagian atas.
Hembusan angin semilir dari pantai semakin membuat Jelita nyaman dan ingin berlama-lama di sana. Apalagi ini baru pertama kalinya bagi dia bercinta di balkon kamar.
Raffael merasakan inti milik istrinya sudah basah. Dia melepas tangannya dan memutar tubuh istrinya jadi berhadapan. Menciumnya penuh napsu dengan menusuk-nusukkan senjatanya yang sudah menegang. Jelita pun ikut terhanyut dalam permainan itu.
Puas berciuman, Raffael kini melahap dua buah aset milik istrinya dengan sangat rakus. Pria itu seperti bayi yang sangat kehausan. Bahkan ia melakukannya secara bergantian. Sontak membuat Jelita merasakan sensasi nikmat sekaligus geli. Tangannya reflek menekan kepala suaminya membuat Raffael semakin bringas.
Dengan nafas tersengal dan posisi masih terduduk, dia mengangkat salah satu kaki istrinya lalu mulai menelusupkan lidahnya pada inti Jelita. Sungguh tubuh Jelita dibuat menggelin_jang hebat dengan permainan suaminya. suara desa_han itu terus keluar dari bibirnya tanpa rasa malu lagi.
Setelah cukup melakukan pemanasan, Raffael menggendong Jelita ala bridal style menuju sofa panjang yang ada di dalam kamar. dia ingin melakukannya dengan posisi sama-sama nyaman. Kemudian Raffael menanggalkan semua bajunya. Begitu juga dengan Jelita yang tinggal baju atasannya saja belum lepas, hanya terbuka kancingnya saja tadi karena suaminya kehausan.
“Mas!” pekik Jelita saat Raffael tiba-tiba memindah posisi Jelita menjadi di atasnya.
“Coba seperti ini, Sayang. Kamu nanti akan merasakan sensasi yang sangat berbeda.” Ujar Raffael dengan yakin.
Raffael kembali menciumi bibir istrinya sambil memainkan asetnya yang sangat menggoda itu. setidaknya dengan begitu, akan membuat Jelita rileks.
Raffael meminta Jelita sedikit berjongkok lalu ia memegang senjatanya dan mengarahkannya pada lubang nirwana itu.
Jelita merasa aneh dengan posisinya sekarang. apalagi saat intinya dimasuki oleh senjata suaminya dari bawah. Bahkan dia kini hanya diam saja karena bingung harus melakukan apa.
__ADS_1
“Sayang, bergeraklah naik turun dengan pelan!” titah Raffael dengan lembut.
Jelita masih diam. namun sesaat kemudian Raffael memberikan sentuhan pada asetnya yang tampak menggantung tepat di depan wajahnya itu. menjilatinya bergantian, seketika membuat Jelita tersentak. Wanita itu reflek bergerak naik turun dengan pelan. Tentunya dengan bantuan sang suami.
Dari gerakan yang pelan itulah membuat Jelita baru merasakan sensasi yang berbeda. Bahkan ia merasa sebagai pengendali, seolah ida bisa mencari kepuasannya sendiri. Akhirnya ia mempercepat ritme gerakannya naik turun. Raffael juga dibuat terbang melayang saat senjatanya seperti terjepit dan rasanya sangat nikmat.
Mereka berdua terus berpacu dalam kenikmatan dengan posisi yang masih sama. Jelita juga semakin aktif. Dan kini ada sesuatu dalam tubuhnya yang terus memberontak minta segera dikeluarkan. Raffael terus memberikan semangat dan membiarkan istrinya melakukan pemanasan dengan caranya sendiri.
Erangan panjang keluar begitu saja dari bibir Jelita. Bersamaan itu dia langsung ambruk memeluk tubuh suaminya. rasanya sungguh luar biasa nikmatnya. Meskipun tubuhnya lemas dan masih menyisakan denyutan ringan pada intinya, namun tidak bisa dipungkiri kalau itu sangat nikmat baginya. Setelah itu bergantian Raffael yang melakukan pelepasannya dengan berganti posisi.
**
Ternyata ucapan Raffael yang ingin mengurung istrinya seharian di kamar benar adanya. Jelita tidak diperbolehkan keluar sama sekali dari penginapan itu. bagaimana mau keluar kalau ternyata di dalam koper kecil suaminya itu hanya ada lingerie saja. dan satu stel baju untuk dipakai pulang besok.
Jelita hanya mencebikkan bibirnya saat melihat suaminya dengan santai membawa nampan berisi makanan. Memang dia sangat lapar. Tapia pa dengan telanj_ang seperti ini dia akan makan.
“Ayo! Kok diam?”
“Mas! Aku ini nggak pakai baju loh. Karena baju-bajuku kamu ganti dengan baju haram itu.” ujarnya dengan menunjuk koper.
Memang sebelumnya Jelita sudah menyiapkan beberapa baju ganti. Lebih tepatnya baju santai yang bisa ia gunakan selama di dalam kamar. begitu juga dengan gaun yang katanya untuk menghadiri acara makan malam dengan rekan bisnis suaminya. tapi ternyata diganti semua oleh Raffael.
Raffael mengangguk saja. pria itu meletakkan nampan di atas meja setelah tu mengambil salah satu lingerie untuk dipakai oleh istrinya. Jelita melotot tajam saat Raffael memberikan baju dinas itu. bisa-bisanya suaminya menyuruh memakainya.
“Ayo Sayang pakailah! Kamu sangat lapar bukan?” ujar Raffael.
__ADS_1
Jelita tidak punya pilihan lain selain memakainya. Daripada tidak memakai apa-apa yang ada nanti membuat suaminya kembali menyerangnya. Setelah itu barulah ia menikmati menu makanan yang dibawakan oleh Raffael.
Usai menghabiskan makannnya, Raffael membiarkan istrinya untuk istirahat dulu. Dia bukan pria egois yang akan emngurung istrinya dengan hanya melakukan kegiatan panas itu. setidaknya nanti malam lagi dia akan melakukannya.
Raffael kini sedang duduk di kursi balkon. Dia memegang ponselnya untuk mengirim pesan pada seseorang. Ya, Raffael meminta seseorang untuk mengintai Sania. Dia ingin tahu banyak hal tentang Sania yang selama ini tidak pernah ia ketahui. Karena memang dia sangat malas dengan perempuan itu. jadi Raffael sama sekali tidak tertarik dengan semua hal yang berhubungan dengan Sania. Namun, saat ini kasusnya beda.
Raffael ingin mencari informasi banyak tentang Sania. Dia ingin mencari kelemahan perempuan itu yang pastinya tak banyak orang tahu. Dengan begitu, ia akan menggunakan sebagai senjata atau berjaga-jaga jika suatu saat Sania nekat melakukan hal buruk pada istrinya.
Raffael meminta orang suruhan melakukan pencariannya dengan cepat. Tentunya sebelum ia pulang ke tanah air. Entah kenapa perasaannya sangat khawatir kalau saat ini Sania sudah menyusun rencana busuk untuk rumah tangganya. Sungguh Raffael tidak akan memberikan ampun pada Sania jika perempuan itu nekat.
**
Setelah bangun tidur, tubuh Jelita merasa lebih baik pasca pergulatan panasnya tadi dengan suami. kemudian Jelita menghubungi salah satu maid di rumah suaminya yang saat ini sedang menjaga Ethan. Dia ingin sekali bertemu dengan putranya. Tapi sayangnya, dia sedang membagi waktunya untuk suami tercinta.
Hembusan nafas lega dapat Jelita rasakan saat mendengar kabar Ethan baik-baik saja. bocah itu malah tidak ada hentinya bermain dan mengajak beberapa maid untuk menemaninya. Ethan hanya sesekali bertanya tentang keberadaan Bunda dan Ayahnya. Namun maid dengan pandai mengalihkan perhatian Ethan.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1