
Chiko menyenggol lengan istrinya yang telah salah berucap. Dia juga merasa tidak dengan Reno yang ikut terdiam mendengar ucapan istrinya.
“Ah, maaf! Maksud aku bukan seperti itu. aku hanya ingin,-“
“Lebih baik kita makan malam dulu saja! ini sudah jamnya makan malam. Ethan pasti sudah lapar kan, Sayang?” sahut Abi memotong ucapan Chelsea.
Raffael hanya diam saja. dia segera mengajak Ethan lebih dulu masuk dan menuju ruang makan. Mendadak hatinya kembali sensitif mendengar ucapan Chelsea baru saja. sedangkan Jelita juga segera mengikuti langkah suaminya.
Di ruang makan, Reno dan Abi masih mengajak sahabat mereka ngobrol santai. Sedangkan Raffael sibuk sendiri dengan istri dan anaknya menikmati makan malam itu.
Raffael memang sengaja mengacuhkan keberadaan Chiko dan Chelsea. Sebelumnya dia sudah tahu kalau saat itu Chelsea terang-terangan mengatakan kalau Mario akan mempertanggung jawabkan perbuatannya terhadap Jelita. Itu artinya dia harus merelakan Jelita pada Mario. Hingga pada akhirnya ia mempercepat pernikahannya dengan Jelita.
Sedangkan Chelsea sedari tadi mencuri pandang aktivitas Raffael dan Jelita yang sangat menikmati makan malamnya bersama Ethan. Dia sadar kalau Mario tidak mungkin bisa mengambil hati Jelita. Karena dari lubuk hatinya yang paling dalam, dia bisa menilai kalau Jelita sangat mencintai Raffael. Begitu juga dengan Raffael.
Raffael dan Jelita lebih dulu menyelesaikan makan malamnya. Mereka pamit ke kamar lebih dulu dengan alasan akan mengajak Ethan istirahat. Chiko dan Chelsea hanya menganggukkan kepalanya.
Sepeninggal Raffael dan Jelita, kini di ruang makan hanya ada dua pasang suami istri. Sedagkan Livy memang sedari tadi tidak ada di rumah, karena sedang pergi bersama calon kekasihnya.
“Vi, maafkan ucapanku tadi.” ucap Chelsea pada Abi, sahabatnya.
“Hemm… tidak apa-apa. Aku tahu maksud ucapan kamu, Chel. Tapi, kumohon jangan usik kebahagiaan Raffael dan Jelita. Mereka saling mencintai. meskipun di antara mereka sudah ada Ethan yang tak lain anak biologis Mario, dan cucu kalian berdua. Aku mohon sekali lagi pada kalian untuk berhenti mengharapkan Jelita menjadi menantu kalian. Jelita sudah sah menjadi istri Raffael. Aku dan Mas Reno pun akan ikut turun tangan jika ada yang mengusik kebahagiaan anak-anak kami.” Jawab Abi cukup tenang namun penuh penekanan.
Ibu mana yang tega melihat kebahagiaan anaknya terusik. Sekalipun yang mengusiknya itu adalah sahabatnya sendiri. Abi tidak peduli. Dia akan mengahalau siapa saja.
“Kamu tenang saja! kami tidak akan melakukan itu semua. Kami hanya ingin dekat dengan Ethan saja. cukup dengan adanya Ethan, aku yakin Mario sudah bahagia.” Sahut Chiko nikut menimpali.
__ADS_1
Reno menggenggam tangan istrinya agar tidak bicara lagi. kalimat Chiko sudah cukup mengakhiri kesalah pahaman itu. kemudian Reno mengalihkan perhatian dengan membicarakan hal lainnya.
Sementara itu di dalam kamar, Raffael dan Jelita sedang merebahkan tubuh sambil berpelukan. Beberapa waktu yang lalu Ethan sudah tidur.
“Mas, pasti kamu masih memikirkan ucapan Tante Chelsea tadi kan?” tanya Jelita sambil menggenggam lembut tangan suaminya.
“Sudahlah, Sayang. Jangan bahas itu lagi. hari ini aku cukup pusing dengan berbagai masalah kecil yang terjadi. Aku percaya kamu mencintaiku. Aku akan berusaha membuang semua pikiran buruk itu. sekarang peluklah aku!” jawab Raffael lalu membalik tubuh istrinya hingga berhadapan langsung dengannya.
Jelita tersenyum. Dia mengerti dengan suasana hati suaminya. ia pun tak banyak lagi berkata. Dan segera menarik tubuh suaminya ke dalam pelukannya, meskipun ukuran tubuh Raffael lebih besar darinya.
***
Waktu berlalu. Seperti permintaan Abi waktu itu pada Jelita kalau ia akan datang bersilaturrahmi dengan Ibu Jelita, akhirnya hari itu pun tiba.
Weekend besok Reno dan Raffael sudah mengosongkan jadwalnya untuk pergi ke luar kota. Ke kampung halaman Jelita. Mereka akan pergi hanya berempat saja bersama Ethan. Sedangkan Livy tidak ikut karena diminta Papanya meeting dengan kliennya yang kebetulan bisa datang dan meeting saat weekend.
Keesokan harinya Jelita sudah menyiapkan beberapa kebutuhan Ethan saat pulang ke rumah ibunya nanti. meskipun hanya sehari saja di sana, tetap dia harus mempersiapkan kebutuhan Ethan, seperti susu dan baju ganti.
Pagi ini Raffael beserta istri anaknya dan juga kedua orang tuanya berangkat menuju bandara. Ethan terlihat sangat senang saat diberitahu akan diajak belergian jauh. Meskipun dia tidak tahu akan pergi ke mana dan naik apa. Karena ini pertama kalinya juga bagi Ethan melakukan perjalanan jauh dengan naik pesawat.
Jelita kira Ethan akan sedikit shock saat baru saja menginjakkan kakinya di pesawat. Namun ternyata tidak. Bocah itu justru berteriak senang saat baru saja masuk ke dalam pesawat. Dia pun tidak perlu khawatir lagi. bahkan Ethan lebih memilih duduk bersama Opa dan Omanya.
Beberapa saat setelah menempuh perjalanan udara, akhirnya mereka tiba di bandara. Setelah itu mereka menaiki taksi untuk menuju rumah Ibu Jelita.
Bu Sukma yang awalnya sudah diberitahu oleh Jelita tentang kepulangannya, wanita itu sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut menantu dan besannya. Apalagi yang ia tahu kalau besannya itu adalah orang berada dan berbeda kelas dengannya, membuat Bu Sukma cukup bingung tentang apa saja yang disiapkan untuk menyambut besannya nanti.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian taksi yang ditumpangi Jelita dan Raffael tiba. Dan disusul dengan taksi lainnya yang ditumpangi Reno dan Abi.
Jelita langsung berhambur ke pelukan Ibunya saat baru pertama kali keluar dari taksi melihat sang Ibu sudah berdiri di depan rumah menyambut kedatangannya. Kedua wanita itu menangis haru dalam pelukan. Terlebih semenjak hubungan ibu dan anak itu sudah membaik, ada rasa rindu yang menggebu dalam hati Jelita dan Bu Sukma. Hanya saja mereka harus terpisah jarak yang cukup jauh.
Setelah mengurai pelukannya, Raffael mendekat dan mencium punggung tangan mertuanya dengan takzim. Lalu disusul oleh Reno dan Abi.
Bu Sukma mempersilakan tamunya masuk. Wanita itu merasa tidak enak dengan besannya, apalagi keadaan rumahnya yang sangat sederhana. Takut jika membuat besannya itu tidak nyaman.
“Tidak perlu repot-repot seperti ini, Bu! Kedatangan kami hanya untuk bersilaturahmi, dan maaf kalau kita baru sempat datang ke sini.” Ucap Abi.
Bu Sukma mengangguk tersenyum dan tidak mempermasalahkan hal itu. justru wanita itu mengucapkan banyak terima kasih karena telah menerima kehadiran Jelita sebagai anggota keluarga baru dengan baik. Bu Sukma juga menitipkan Jelita pada besannnya. Wanita itu juga meminta agar tidak sungkan-sungkan menegur Jelita jika melakukan kesalahan.
Mereka terlibat komunikasi yang cukup hangat. Walau awalnya Bu Sukma sedikit canggung dengan besannya. Namun, lama-lama wanita itu merasa nyaman karena besannya itu orang baik yang tidak membeda-bedakan status sosial.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang dan memang sengaja datang untuk bertemu dengan keponakannya.
“Selamat sore semuanya!” sapa Arvin dengan senyum mengembang tertuju pada Jelita.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!