Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 73


__ADS_3

Chelsea hendak mengumpat Mario namun rupanya anaknya sudah berlari keluar dari mobil. Sedangkan Chiko masih diam dan memantau apa yang dilakukan oleh Mario pada pengendara mobil yang sedang berhenti tak jauh dari rumah Reno. Karena pria itu juga tidak terlalu hafal dengan mobil itu sekaligus siapa pemiliknya.


Sedangkan Mario kini sudah berdiri di sisi mobil itu. dia sudah bersiap marah pada seseorang yang ada di dalam mobil itu.


Tuk tuk tuk


Mario mengetuk mobil itu dengan tak sabaran. Sementara seseorang yang sedang berada di dalam mobil itu sangat ketakutan, dan hendak menyalakan mesin mobilnya.


“Cepat buka, atau aku akan pecahkan kaca mobilmu!” teriak Mario dan dapat didengar oleh orang yang ada dalam mbil itu. begitu juga dengan Chelsea dan Chiko.


Cklek


Pintu mobil itu terbuka. Mario menarik paksa seseorang yang sedang ketakutan itu. tidak peduli walau dia seorang wanita.


Dengan tubuh bergetar, Merlyn keluar dari mobilnya dan siap menghadapi kemarahan mantan kekasihnya. Dia sudah pasrah mau diapakan oleh Mario setelah kepergok sedang mengintai rumah Raffael.


Ya, Merlyn sudah mengantongi nama seseorang yang pernah disebut oleh Mario yang telah menjadi ibu dari anaknya. yaitu Jelita. Merlyn sudah tahu kalau Jelita adalah istri dari sahabat Mario. Meskipun begitu, dia tetap mencurigai Mario yang kemungkinan besar sangat mengharapkan Jelita bisa bersamanya. Dan hal itu membuatnya tidak suka. Mario harus menjadi miliknya lagi. maka dari itu, dia tadi sengaja mengikuti mobil Mario yang ternyata sedang menuju rumah Raffael.


“Kamu kira, aku tidak tahu apa yang sedang kamu lakukan di sini, hah?” bentak Mario sembari mencengkeram kedua pipi Merlyn.


“Ka..kamu salah sangka, Mario! Aku, tadi hanya kebetulan lewat sini.” sangkal Merlyn.


“Aku tidak bodoh, Merlyn. Sudah aku katakan berapa kali, kalau sampai kapanpun aku tidak sudi kembali lagi denganmu. Dan ingat satu hal, jika sedikitpun kamu menyentuh Jelita atau anakku, tamatlah riwayatmu dan aku akan buat bangkrut perusahaan Papa kamu.” Ancam Mario penuh amarah.


Wajah Merlyn memerah ketakutan. Selama ini dia memang selalu berganting dari perusahaan Papanya. Jika perusahaan itu dibuat hancur oleh mantan kekasihnya, otomatis dalam sekejap dia akan menjadi gembel.


“Ampun, Mario! Lepaskan aku! aku janji tidak akan melakukan semua itu.”


Mario menghempaskan tubuh Merlyn begitu saja tanpa peduli pinggangnya terbentur mobil cukup keras. Setelah itu dia pergi.


Sementara itu Chelsea sejak tadi terkejut saat melihat siapa seseorang yang didatangi oleh putranya. Dia diminta diam oleh suaminya agar tidak terlalu ikut campur ataupun bertanya pada Mario tentang apa yang dilakukan oleh Merlyn di kompleks perumahan Reno. Dia yakin kalau Mario bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dengan mantan kekasihnya itu.


***

__ADS_1


Pagi ini seperti biasa, Jelita akan memulai rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga. Wanita itu bangun terlebih dulu dan segera turun untuk ke dapur untuk mempersiapkan menu sarapan pagi ini.


Jelita akhirnya memutuskan untuk tidak bekerja lagi di café milik Bu Alin. Tentu saja hal itu perintah dari suaminya. Raffael ingin Jelita menjadi ibu rumah tangga saja dan fokus dengan keluarga. Kendati demikian, ia tidak melarang istrinya jika ingin berkunjung ke rumah Bu Alin.


Jelita masuk ke dapur lagi-lagi Mamanya sudah ada di sana. Ternyata wanita itu bangun lebih pagi darinya.


“Ma, maaf Lita baru turun.”


“Nggak apa-apa. Mama tahu lah sebagai pasangan pengantin baru pasti,-“


“Nggak kok, Ma. Semalam Jelita juga langsung tidur setelah menidurkan Ethan.” Sahut Jelita memotong ucapan Abi yang belum selesai.


Abi terkekeh mendengar ucapan menantunya. Padahal dia tidak bermaksud bicara ke arah sana, tapi Jelita menangkapnya seperti itu.


“Kamu ini pikirannya bisa mesyyum juga ya, Lita?” ucap Abi diiringi gelak tawa.


“Mama tadi mau bilang, kalau pasangan pengantin baru pasti malas bangun pagi. Apalagi kalian habis perjalanan jauh.”


Jelita sangat malu dengan wajah memerah. Bisa-bisanya dia mengira ucapan mama mertuanya ke arah sana.


Jelita hanya menanggapinya dengan senyuman.


**


Hari ini pekerjaan Raffael sangat padat. setelah melakukan perjalanan bisnisnya sekaligus berbulan madu, pria itu sudah mulai kembali ke mode awal. Setelah akhir-akhir ini waktunya terlalu santai. Khususnya semenjak perjuangannya mendapatkan Jelita sekaligus resmi menikahi wanita itu, kini dia harus kembali fokus dengan perusahaan. Namun semua itu semata-mata untuk kebahagiaan keluarga kecilnya.


Raffael sudah tiba di kantor beberapa saat yang lalu. Pria itu kini berangkat sendirian tanpa bersama dengan sekretasrinya, yaitu Livy. Karena semanjak Livy resmi menjalin hubungan dengan pria yang bernama Febian, Livy berangkat dan pulangnya diantar jemput oleh kekasihnya.


Raffael sudah menyalakan laptopnya. Banyak sekali tugasnya hari ini. selain meeting dengan beberapa petinggi perusahaan, nanti siang juga dia ada meeting dengan salah kliennya dari luar kota.


Drt drt drt


Raffael mendapat pesan dari seseorang. Dia membuka pesan itu dulu sebelum memulai pekerjaannya. Ternyata itu pesan dari orang suruhannya yang beberapa waktu lalu ia minta mencari informasi tentang Sania. Orang itu mengatakan kalau Sania baru saja sampai tanah air setelah perjalanan bisnisnya beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


Raffael hanya membalas pesan itu dengan ucapan terima kasih. Entah nanti atau kapan, tapi secepatnya dia harus segera bertemu dengan Sania. Dia akan membuat perhitungan Sania atas perbuatannya yang sudah merendahkan harga dirinya istrinya di depan umum saat menghadiri pesat beberapa waktu yang lalu.


Meskipun Jelita pernah mengatakan kalau membalas perbuatan Sania harus dengan cara yang pintar, namun Raffael tetap harus menemui Sania. Setidaknya dengan memberikan ancaman pada perempuan itu sebelum tindakannya di luar batas.


**


Rupanya meeting yang akan diadakan Raffael dengan kliennya yang dari luar kota mendadak ditunda lantaran kliennya itu batal datang. akhirnya Raffael memutuskan untuk datang ke kantor Sania.


Kebetulan Raffael saat tiba di kantor Sania tepat jam makan siang. Dia bertanya pada resepsionis tentang keberadaan Sania saat ini. beruntung orang yang dicarinya masih ada di ruangannya dan belum terlihat keluar.


Raffael mengetuk pintu ruang kerja Sania sampai menunggu dipersilakan masuk oleh si pemilik ruangan itu.


“Kak Raffa?” Sania tampak terkejut sekaligus berbinar senang saat kedatangan Raffael.


Rasa lelah setelah perjalanan bisnisnya dari luar negeri yang baru tiba tadi pagi seketika hilang setelah kedatangan seseorang yang sangat dicintainya.


“Jangan mendekat!” seru Raffael saat melihat Sania mendekatinya dengan tingkah manjanya.


Sania berdiri memaku di tempatnya. Baru kali ini ia melihat raut kemarahan di wajah Raffael. Meskipun pria itu tidak pernah melihat keberadaannya, namun kali ini Sania melihat ada yang beda dari Raffael. Setelah itu dia ingat dengan kejadian saat di pesta. Seketika dia langsung ketakutan.


“Kamu sudah tahu bukan, apa maksud kedatanganku ke sini? masih beuntung kamu saat sedang mempermalukan istriku, aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri? Kalu saat itu aku mengetahui semuanya, aku pastikan kamu pulang hanya ke sini hanya tinggal nama.”


Deg


Sania tidak berani sama sekali menyangga ucapan Raffael. Setelah itu Raffael menunjukkan ponselnya ke hadapan Sania. Di sana ada beberapa foto Sania selama berada di luar negeri. apa saja yang dilakukan oleh perempuan itu selain perjalanan bisnisnya. Termasuk di sana ada suami dari kakaknya Sania yang sedang berada di sebuah Club. Tentunya bersama Sania.


“Kamu mau aku tunjukkan foto ini di hadapan kedua orang tua kamu? Atau kepada Cheryl sekalian?” ancam Raffael.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2