Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 68


__ADS_3

Raffael sangat terkejut dengan pertanyaan istrinya. Bagaimana bisa Jelita tahu tentang Sania. Apalagi mereka berdua tidak saling kenal dan tidak pernah bertemu sebelumnya.


“Sayang, kenapa kamu bertanya seperti itu? sedari dulu aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Termasuk yang bernama Sania. Tapi tunggu dulu, bagaimana kamu bisa mengenal Sania? Kalian tidak pernah bertemu bukan?”


“Pernah, Mas. Dulu saat aku menjadi pengantar kue di kantormu. Dia sangat cantik dan sekssi. Saat itu dia memelukmu. jadi tidak mungkin jika kalian tidak pernah mempunyai hubungan special. Apalagi tadi sore aku juga bertemu lagi dengannya. dan dia mengatakan kalau kalian pernah menjalin hubungan.”


Raffael kembali terkejut saat Jelita bilang habis bertemu dengan Sania. Sungguh dia tidak menyangka kalau Sania akan berbuat sejauh itu pada istrinya. Apalagi menyebarkan beritah bohong.


“Sayang, dengarkan aku! yang kamu lihat dulu saat bertemu Sania di kantor, itu tidak seperti yang kamu bayangkan. Saat itu aku juga terkejut waktu dia tiba-tiba memelukku. Aku tidak pernah mempunyai hubungan apapun dengannya. memang kedua orang tua kami saling mengenal baik dan pernah,-“


“Merencanakan perjodohan untuk kalian.” sahut Jelita dengan tenang.


“Apa? Dia bilang seperti itu ke kamu? Ini tidak bisa dibiarkan. Sania sudah melewati batas.” Ucap Raffael dengan emosi. Dia segera beranjak dari duduknya dan bersiap pergi untuk menemui Sania.


“Mas, kamu mau kemana? Ini sudah malam.” cegah Jelita.


“Aku akan menemui dia agar tidak berbuat terlalu jauh pada hubungan kita. Perempuan itu harus dikasih pelajaran. Aku sudah mencoba bicara baik-baik, tapi ternyata dia malah ngelunjak.”


“Tidak, Mas. Jangan pergi! Ok. Aku percaya dengan kamu. Aku juga sama sekali tidak percaya dengan semua ucapannya. Kumohon jangan melakukan tindak kekesaran. Biarkan dia melakukan apapun sesuka hatinya. Kita balas dengan cara yang pintar yang tidak menggunakan emosi.” Ucap Jelita sekaligus memberikan saran pada Raffael.


Raffael kembali duduk. Jelas dia masih emosi dengan Sania. Padahal kemarin dia sudah bicara baik-baik dengan Sania tapi kini justru menghasut istrinya. Namun setelah mendengar saran dari istrinya, rasanya itu memang solusi yang sangat baik.


“Baiklah. Aku akan membalasnya dengan cara yang pintar. Asal kamu tahu dan percaya kalau diantara aku dan Sania sama sekali tidak pernah ada hubungan apapun.”


Jelita hanya menganggukkan kepalanya dengan seulas senyuman. Hatinya cukup lega setelah menceritakan tentang pertemuannya dengan Sania tadi.


***

__ADS_1


Sudah seminggu ini Raffael tinggal di luar negeri. pekerjaannya sudah selesai. tinggal menghadiri acara undangan pesta dari salah satu rekan bisnisnya yang akan diadakan tiga hari lagi. jadi setelah acara itu, Raffael segera pulang ke tanah air. Dan untuk beberapa hari ke depan, ia memiliki banyak waktu untuk keluarga kecilnya.


“Sayang, besok aku ada tugas kantor kantor untuk memantau proyek pembangunan. Tidak hanya itu saja, rekan bisnisnku juga mengajak aku makan malam sebagai akhir dari pertemuan kita nanti. jadi aku akan mengajak kamu.” Ucap Raffael saat sedang makan malam bersama Jelita dan juga Ethan.


“Ehm Iya, Mas. Bagaimana dengan Ethan?” tanya Jelita ragu. Mengingat acara suaminya nanti pasti sangat penting dan tidak memungkinkan jika dirinya harus membawa Ethan.


“Apa kamu tidak keberatan jika Ethan kita titipkan pada maid saja? bukan ku tidak mau mengajaknya, tapi nanti aku kasihan jika Ethan kecapekan, apalagi tidak ada waktuk untuk dia bermain.”


Jelita menimbang saran dari suaminya. memang benar yang diucapkan oleh Raffael. Apalagi Ethan semakin aktif, jadi khawatir nanti akan mengganggu pekerjaan suaminya.


“Baiklah, Mas.”


Keesokan harinya Raffael dan Jelita sudah bersiap untuk pergi. Ethan tampak ceria saja karena tidak mengerti kalau akan ditinggal oleh kedua orang tuanya bepergian. Rupanya bocah itu sangat menikmati waktunya di rumah mewah milik ayahnya. Apalagi di sana banyak sekali mainan baru.


“Bi, titip Ethan ya? Kalau ada apa-apa hubungi saya segera.”


“Baik, Nyonya!”


Beberapa menit setelah menempuh perjalanan, kini mobil Raffael sudah sampai di depan sebuah penginapan mewah yang terletak di tepi pantai. Raffael sebelumnya sudah mengatakan kalau ia akan mengajak istrinya singgah di sebuah penginapan. Karena makan malamnya juga akan diadakan di sana. Proyek yang akan ia kunjungi juga tak jauh dari penginapan itu.


Jelita dibuat takjub dengan pemandangan pantai yang sangat indah itu. banyak sekali turis yang menghabiskan waktu weekendnya di sana. Apalagi kini kamarnya berada tepat menghadap pantai. Jadi ia bisa menikmati pemandangan itu tanpa harus keluar dan turun ke sana.


“Apa kamu ingin pergi ke pantai itu?” tanya Raffael sambil memeluk istrinya dari belakang.


“Kalau kamu sibuk dengan pekerjaan kamu, tidak apa-apa, Mas. Cukup dari penginapan ini aku bisa menikmati keindahan pantai itu.” jawab Jelita membiarkan suaminya memeluknya.


“Iya. memang aku sangat sibuk dengan pekerjaanku. Mungkin sampai besok pagi. jadi maaf ya, Sayang aku tidak bisa mengajakmu pergi ke pantai itu.” ujar Raffael tanpa peduli dengan raut kecewa istrinya. Padahal Jelita berharap suaminya meluangkan sedikit waktunya untuk berjalan-jalan di pantai berduaan. Mumpung Ethan tidak ikut bersamanya.

__ADS_1


“Tapi nanti malam akan aku usahakan untuk mengajak kamu jalan-jalan ke pantai itu.” lanjut Raffael seketika itu Jelita menoleh pada suaminya.


“Benarkah, Mas,-hmmmmpp”


Raffael langsung membungkam bibir Jelita dengan ciuman. Jelita hanya menikmatinya saja. sebelum suaminya disibukkan dengan pekerjaannya. Namun, tiba-tiba saja tangan Raffael sudah menelusup di balik bajunya dan memegang dua buah asetnya. Padahal Jelita pikir Raffael hanya ingin berciuman saja. ternyata tidak. Mungkin pria itu ingin bercinta dulu sebelum disibukkan dengan pekerjaannya yang nantinya menguras banyak tenaga dan pikiran.


Mereka berdua sangat asyik berciuman di ruangan terbuka tanpa malu dilihat oleh orang-orang yang tak sengaja melihatnya. Apalagi di negera ini sangat bebas.


Puas bermain dengan dua aset milik Jelita, kini tangan Raffael turun ke rok yang dikenakan istrinya itu. menyingkapnya dengan pelan lalu menelusup masuk di balik kain segitiga untuk menemukan benda keesukaannya.


“Mas, bukannya kamu harus pergi untuk bekerja?” tanya Jelita dnegan nafas tersengal menahan gairrah, dan tangannya mencegah pergerakan tangan Raffael di bawah sana.


“Ya memang ini pekerjaanku. Aku akan mengurungmu seharian di sini dan kita sama-sama saling memuaskan.” Ucap Raffael sontak membuat Jelita terkejut.


Ternyata ucapan Raffael yang akan meninjau proyek di tempat ini hanya akal-akalannya saja. dia ingin menikmati bulan madu yang sesungguhnya dengan Jelita. Walau hanya seharian saja.


“Kamu membohongiku, Mas?” tanya Jelita tak percaya.


“Bukan bohong. Tapi mencari alasan lain saja.” jawab Raffael dengan seringai kecil di bibirnya.


Jelita ingin protes namun justru desa_hannya yang keluar. Karena tiba-tiba saja Raffael sudah memasukkan jarinya di inti Jelita dan memainkannya dengan lembut.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2