
Baik Abi maupun Reno tentu saja sangat terkejut saat mendengar pernyataan dari putranya kalau ia akan menceraikan Jelita. Abi masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raffael mengenai kepulangannya ke rumah mertuanya untuk menjemput istrinya. Namun Raffael terus meyakinkan kalau apa yang dilihatnya itu nyata kalau istrinya selingkuh darinya dengan Arvin. Termasuk Raffael yang sengaja menunggu itikat baik Jelita untuk datang dan menjelaskan smeua itu dan sampai sekarang wanita itu tak kunjung datang.
Reno juga tidak tahu dia harus berpihak pada siapa. Dia berharap yang terbaik untuk anak-anaknya. walaupun pada akhirnya nanti Raffael memutuskan ikatan pernikahannya dengan Jelita, setidaknya harus dengan cara yang baik.
Sedangkan Abi yang baru saja mendengarkan semua penjelasan Raffael, entah kenapa dia merasa seperti sedang terjadi kesalah pahaman antara Raffael dan Jelita. Tapi dia juga heran, kenapa sampai saat ini tepatnya, setelah kejadian itu Jelita tak kunjung pulang.
“Papa dan Mama kamu tidak ingin ikut campur terlalu dalam dengan masalah rumah tangga kamu, Raff. Papa hanya ingin yang terbaik saja. dan usahakan selesaikan dengan cara yang baik-baik.” Pungkas Reno sebelum pergi meninggalkan Raffael.
***
Hari ini Jelita memutuskan untuk pulang menemui Raffael dan menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dia akan pulang bersama Ethan juga.
Arvin yang mengetahui itu dia berniat ikut dan membantu Jelita menyelesaikan masalahnya, namun Jelita melarangnya.
“Om tenang saja! semua akan baik-baik saja. jika memang Mas Raffa masih tidak percaya dnegan penjelasanku, aku pasrah Om. Mungkin memang jalan takdirku bersama Mas Raffa hanya sampai di sini.” ucap Jelita dengan sendu.
“Om selalu mendoakan yang terbaik buat hubungan kalian. kalau ada apa-apa, pulanglah ke sini. ada Om yang selalu menerima kehadiranmu sebagai keluarga.”
Jelita tidak bisa lagi membendung air matanya. namun dia harus segera pergi ke bandara.
***
Setelah menempuh perjalanan udara, Jelita tidak langsung pergi ke rumah suaminya. ia lebih dulu ke rumah Bu Alin untuk menitipkan Ethan di sana.
Bu Alin yang mengetahui kedatangan Jelita hanya bersama Ethan, tiba-tiba wanita itu seperti mempunyai firasat buruk. Apalagi wajah sedih Jelita yang sangat kentara. Jelita hany menjelaskan intinya saja tentang masalah yang terjadi anatara dirinya dengan suami. Bu Alin hanya berharap masalah Jelita dan Raffael segera berakhir dengan baik tanpa menimbulkan luka di hati.
“Ya sudah, Lita titip Ethan dulu ya, Bu?”
“Iya. kamu ini seperti sama siapa saja. Ibu juga sangat rindu dengan anak gembul ini.” jawab Bu Alin berusaha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Jelita mencium pipi Ethan dulu sebelum pergi. Bocah itu tampak tersenyum riang karena memang anak seusianya masih belum mengerti apa-apa.
Beberapa saat kemudian Jelita menghentikan taksi yang berhenti tepat di depan café.
Dalam perjalanan Jelita sudah menguatkan hatinya. Tujuan utamanya hanya ingin meminta maaf dan memperbaiki hubungannya dengan Raffael. Rasa sedihnya sepeninggal sang Ibu perlahan reda dan bisa mengikhlaskan. Karena semua manusia pasti ada masanya akan kembali ke Sang Penciptanya.
Hari ini weekend. Jelita sangat yakin kalau Raffael dan kedua orang tuanya pasti sedang berada di rumah. ini akan lebih baik baginya untuk menjelaskan semua kesalah pahaman ini.
Kini Jelita sudah duduk di ruang tamu rumah Reno. Dia merasa seperti seorang tamu di rumah yang sudah pernah memberikan kenyamanan. Tapi Jelita memang ingin menunggu di ruang tamu saja saat pembantu Reno mempersilakan masuk.
“Jelita?” Abi dan Reno yang lebih dulu menyambut Jelita.
Dengan sopan Jelita mendekat ke mertuanya. mencium punggung tangan mereka secara bergantian. Setelah itu Jelita dipersilakan Abi untuk duduk kembali, karena ia tidak ingin ikut bicara apa-apa sebelum Raffael yang mengawalinya. Dan benar saja, belum juga Jelita duduk, Raffael datang dengan menunjukkan raut wajah tak ramah.
Jelita menatap sendu wajah pria yang ia cintai itu. meskipun dia masih ingat dengan kalimat hinaan yang dilontarkan oleh Raffael beberapa waktu yang lalu, tapi rasa cintanya mengalahkan semua itu.
“Untuk apa lagi kamu datang ke sini? bukannya aku sudah mengatakan kalau kamu bukan lagi is,-“
Jelita tidak ingin suaminya menceraikannya. Apalagi saat ini dia sedang mengandung anak Raffael. Ya, sebelum ke sini, Jelita sempat melakukan tes urin karena dia baru sadar telah terlambat datang bulan. Jadi selain ingin menjelaskan kesalah pahaman itu, dia juga ingin menyampaikan kabar bahagia itu pada suaminya.
“Tidak! Aku sudah memutuskan. Kita sudah tidak ada lagi hub,-“
“Raffa! Mama mohon bicarakan semua baik-baik. Jangan dengan emosi seperti ini.” sahut Abi tidak terima dengan apa yang akan diucapkan oleh anaknya.
“Mama nggak usah ikut campur urusan Raffa. Raffa sudah bulat untuk menceraikan Jelita.”
Deg
Air mata Jelita meluncur begitu saja. mulutnya terkatup rapat agar suara isakannya tidak terdengar semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
“Jadi, silakan angkat kaki dari rumah ini sekarang juga! tunggu saja surat gugatan cerai dariku!” ucap Raffael tanpa melihat kesdihan Jelita.
Reno dan Abi tidak ikut bicara lagi. terlebih saat melihat kemarahan Raffael. Sedangkan Jelita hanya bisa menatap nanar wajah Raffael yang masih murka dengannya.
“Terima kasih. Aku harap kamu tidak akan pernah menyesali keputusanmu ini, Mas. Jika suatu saat nanti kamu menyesal, di saat itu juga hati ini sudah mati untuk kamu. Selamat tinggal! Dan ini cincin pernikahan dari kamu. Aku kembalikan.” Ucap Jelita dengan tegar.
Jelita melepas cincin dan perhiasan lainnya yang pernah dibelikan oleh Raffael. Termasuk beberapa kartu atm yang diberikan oleh pria itu. kemudian Jelita menghampiri Abi dan Reno yang sejak tadi diam. dia berpamitan pada mantan mertuanya itu dengan sopan dan mencium tangannya dengan takzim.
“Lita permisi, Ma, Pa!” pamit Jelita tanpa menatap Raffael yang masih berdiri dengan angkuhnya.
Setelah kepergian Jelita, Abi menatap marah pada Raffael. Dia tidak menyangka kalau sifat keras kepala anaknya berdampak dengan berakhirnya hubungan rumah tangga yang baru saja dijalin.
“Mama sangat kecewa denganmu, Raf!” ucap Abi lalu keluar mengikuti Jelita. Dia ingin meminta maaf pada Jelita karena sebagai orang tua tidak bisa berbuat banyak atas keputusan Raffael baru saja.
Setelah Abi keluar dari gerbang rumahnya, dia melihat Jelita sedang berjalan kaki sambil menundukkan kepalanya. Dia tahu pasti Jelita sedang menangis. Abi juga sebenarnya ingin tahu langsung dari Jelita tentang apa yang sebenarnya sudah terjadi antara anak dan menantunya itu. walaupun smeua sudah terlambat karena Raffaek sudah menceraikan Jelita.
“Jelita!” panggil Abi.
Jelita menghentikan langkahnya dna menoleh ke belakang. Dia tidak menyangka kalau Abi mengejarnya. Namun sayangnya belum sempat Jelita menghampiri Abi, pandangannya sudah gelap. Dan,
Brukk
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading!!