Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 93


__ADS_3

Sudah tiga minggu ini Raffael tinggal di luar negeri. namun pria itu tidak tinggal di rumah peninggalan Grandpa’nya, juga tidak bekerja di perusahaan Papanya. Meskipun di negara yang sama dengan perusahaan milik sang Papa, namun Raffael tinggal di beda kota. Pekerjaannya pun hanya sebagai seorang karyawan di sebuah minimarket.


Ya, memang itulah tujuan Raffael menenangkan diri di negara ini. pria itu bosan dengan kehidupanya yang mewah. Dia merasa dari kemewahan yang ia dapatkan selama ini telah membuatnya menjadi sosok yang egois dan ambisius.


Terbukti setelah menjalani kehidupannya yang sangat sederhana ini, dia merasakan kedamaian dalam hatinya. Walau masih ada luka yang sampai saat ini tidak bisa ia sembuhkan. Luka karena telah melukai perasaan wanita yang sangat ia cintai.


Dengan berbekal uang di atm pribadinya yang tidak terlalu banyak, Raffael memilih tinggal di sebuah rumah sewa yang sangat sederhana. Dia harus bisa bertahan hidup dengan usahanya sendiri.


Awalnya memang sangat sulit bagi Raffael. Mengingat ia sudah terlahir sebagai sultan sejak kecil. Namun kehidupan seperti sekarang ini adalah pilihannya sendiri. Ia ingin merasakan sulitnya mencari pekerjaan dan tinggal seorang diri. Seperti yang dialami Jelita selama ini. dia ingin menjadi pria tangguh dan tidak egois.


**


Pagi ini Raffael bangun agak siang. Karena bertepatan dengan hari libur bekerja. Meskipun hanya sebagai seorang karyawan minimarket, namun Raffael mengambil jadwal shift malam. dia sengaja memilih jadwal shift malam demi menghindari dunia gemerlap malam yang dulu sering ia lakukan saat masih mengelola perusahaan Papanya.


Raffael masih malas beranjak dari tempat tidurnya. Dia meraih ponselnya dan melihat foto wajah Jelita yang selalu ia gunakan sebagai wallpaper. Pria itu menatap sendu pada foto Jelita.


“Sudah tiga minggu aku di sini, apakah kamu sudah membaca suratku, Jelita? ah pasti sudah. Dan itu tandanya kamu sudah menyerahkan surat persetujuan perceraian dariku ke pengadilan. Akhirnya kamu sudah bebas dariku, Jelita. semoga kamu bahagia.” Gumamnya dengan mata berkaca-kaca.


Sangat sulit bagi Raffael untuk melupakan semua kenangan indah bersama Jelita. pernikahannya dengan wanita itu hanya berjalan singkat.


***

__ADS_1


Sementara itu Jelita kini sudah tiba di bandara setelah belasan jam berada di dalam pesawat. Setelah itu ia memesan taksi yang akan membawanya menuju hotel terdekat dengan perusahaan Reno.


Sebelum Jelita berangkat tadi, dia bertanya pada Reno tentang alamat perusahaannya yang ada di luar negeri. perusahaan itu tak jauh dari kediaman Raffael yang pernah ia tempati saat itu. sebenarnya Reno menyuruh Jelita untuk tinggal di rumah itu saja selama mencari keberadaan Raffael. Namun Jelita menolaknya. Dan untuk sementara waktu, dia akan tinggal hotel dulu sambil melakukan pencarian Raffael.


Setibanya di hotel, Jelita beristirahat sejenak. Perjalanannya baru saja memang sangat melelahkan. Apalagi hanya sendirian. Sangat berbeda dnegan dulu saat ia ke sini bersama Raffael dan juga Ethan.


Usai mengistirahatkan sejenak tubuhnya dari rasa lelah yang melanda, pencarian terhadap Raffael pun dimulai. Sebelumnya Jelita melarang Reno untuk memerintahkan orang-orangnya ikut membantunya. Dia meyakinkan Reno kalau bisa menjaga diri dengan baik. Dan akan melakukan apapun yang dilarang oleh Reno, mengingat Jelita adalah orang asing di sini.


Ternyata hari pertama pencariannya tidak membuahkan hasil. Sasaran Jelita adalah ke beberapa restaurant mewah yang banyak sekali dikunjungi oleh pembisnis berkelas. Dia yakin, meskipun suaminya tidak bekerja di perusahaan sang Papa, pasti Raffael akan bekerja di perusahaan lain yang sesuai dengan kemampuannya. Namun ternyata salah. Dia tidak menemukan Raffael di sana.


Jelita tidak menyerah begitu saja. lagi pula ini masih permulaan. Dan masih di kota yang sama dengan hotel yang ditempatinya. Bukankah perjuangan seseorang untuk mendapatkan sesuatu itu memang tidaklah mudah. Dulu dia ingat bagaimana usaha Raffael untuk mendapatkan hatinya. Dan kini dialah yang merasakannya sendiri.


Sudah beberapa hari Jelita tidak mendapatkan titik terang. Bahkan ini sudah hampir seminggu dia tinggal di hotel. Tidak mungkin seterusnya akan menginap di hotel ini. meskipun hotel yang paling murah, tetap saja, finansialnya tidak akan cukup jika terus tinggal di sana.


Dua hari Jelita tinggal di hotel di daerah dekat pantai itu. dan lagi-lagi tidak membuahkan hasil. Entah dimana sekarang Raffael tinggal. Jelita sedikit frustasi karena bingung tidak tahu lagi kota mana yang akan ia datangi.


Namun ada satu hal yang membuatnya bahagia. Jelita mendapat kabar dari Livy kalau keadaan Abi sudah membaik. Dua hari yang lalu Abi sudah dipindahkan dari ruangan ICU. Dan kemungkinan besok sudah diperbolehkan pulang. bersamaan itu juga Reno akan menjemput Ethan untuk tinggal bersamanya.


Saat ini Jelita sedang memainkan ponselnya. Dia mencari beberapa kota yang ada di negara ini yang menurutnya Raffael tinggal di sana. Kota yang sedikit jauh namun sepertinya tidak terlalu sibuk aktivitasnya seperti kota yang ia singgahi saat ini.


Akhirnya Jelita menuju kota itu. mungkin untuk sementara dia nanti akan tinggal di rumah sewa daripada harus tinggal di hotel. Uangnya juga semakin hari semakin menipis kalau dipakai untuk bayar sewa hotel.

__ADS_1


Setibanya di kota itu, Jelita singgah dulu di sebuah minimarket untuk membeli minuman sekaligus mencari tempat persawaan rumah sederhana yang sesuai dengan isi dompetnya.


Setelah membayar minuman yang ia beli, Jelita duduk di sebuah kursi di luar minimarket itu. dia istirahat dulu. Sejenak ia berpikir. Tidak menyangka dirinya bisa berada di negara ini demi menemukan seseorang yang sangat ia cintai. Meskipun sampai sekarang belum juga menemukan Raffael.


Setelah menghabiskan minumannya, tiba-tiba Jelita melihat salah satu karyawan minimarket itu memperhatikannya. Pria itu terlihat jelas sedang memandanginya dari balik dinding kaca minimarket. Seketika itu perasaanya menjadi cemas. Dia pun segera pergi dari sana dan mencari tempat sewa rumah.


“Ah akhirnya bisa istirahat.” Gumam Jelita sambil merebahkan tubuhnya di sebuah tempat tidur.


Jelita sudah mendapatkan tempat sewa rumah yang hampir mirip dengan kos-kosan. Tempatnya tidak terlalu sempit dan juga sangat nyaman. Biaya sewanya pun sangat murah per bulannya. Setidaknya ia bisa berlama-lama di sini selagi melakukan pencariannya terhadap Raffael.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2