Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 28


__ADS_3

“Jelita!!!”


Raffael berulang kali memanggil nama Jelita. Bahkan seluruh ruangan ia telusuri. Namun tidak ada siapapun di sana. Bu Alin yang sejak tadi ikut khawatir pun kini sudah berada di rumah Jelita. Wanita itu masuk ke kamar Jelita yang tampak kosong. Lalu memberanikan diri membuka lemari pakaian Jelita dan Ethan. Ternyata lemari itu sebagian kosong. Begitu juga milik Ethan. Itu tandanya Jelita benar-benar pergi meninggalkan rumah dan kemungkinan besar tidak akan kembali lagi.


“Ada apa ini sebanarnya, Raff?” tanya Bu Alin dengan air mata yang mulai mengalir. Sungguh wanita itu benar-benar takut terjadi hal buruk yang menimpa Jelita.


“Maafkan Raffa, Tante. Tadi saat Raffa mengajak Jelita makan malam, dia bertemu dengan sahabat Raffa. Dan ternyata dia lah orang yang telah menorehkan luka di masa lalu Jelita.” Jawab Raffael dengan suara yang nyaris tak terdengar.


Bu Alin sangat terkejut mendengarnya. Dia tidak percaya kalau jalan hidup Jelita akan seperti ini. padahal baru saja Bu Alin merasa bahagia, setelah Jelita bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. kenapa harus ada kejadian seperti ini.


“Lebih baik Raffa cari Jelita dulu, Tante!” pamit Raffael setelah ia mencoba menguatkan hatinya. Bagaimana pun juga Jelita akan tetap menjadi miliknya. Dia akan mencari wanita itu kemana pun.


***


Sementara itu Jelita kini sedang berada dalam sebuah bus kota yang akan membawanya pergi ke kota kelahirannya. Jelita masih ketakutan saat mengingat pertemuannya dengan Mario tadi. dia tidak menyangka kalau Chiko adaah suami dari pemilik butik yang ia kunjungi beberapa waktu yang lalu.


Chiko adalah direktur sebuah perusahaan di mana dulu ia magang saat menjalani tugas perkuliahan. Memang Jelita tidak memiliki hubungan apapun dengan pria yang bernama Chiko itu. justru menurutnya, Chiko adalah sosok direktur yang sangat humble dengan semua karyawannya. Termasuk karyawan magang.


Namun yang membuat Jelita sangat terkejut sekaligus ketakutan saat melihat Chiko adalah dia teringat dengan putra pengusaha itu, yang tak lain adalah Mario. Pria angkuh yang telah merenggut mahkotanya.


Memang Jelita tidak pernah mengenal sekalipun dengan Mario. Saat dia magang dulu memang sering terdengar desas-desus kalau Mario adalah pria angkuh yang akan menjadi CEO di perusahaan Papanya.

__ADS_1


Saat itu Jelita jarang sekali melihat Mario berada di kantor. karena memang pria itu tinggal di luar negeri. mungkin hanya sekali waktu saja ia pulang. hingga kejadian naas itu terjadi. Di mana saat itu Jelita yang hendak pulang kantor, ia pulang paling akhir sendiri daripada teman-temannya. Karena saat itu tugasnya banyak sekali.


Jelita sangat terkejut saat beru saja keluar dari ruangannya dan hendak memasuki lift, ternyata di dalam lift itu ada Mario yang sedang mabuk. Jelita yang mencium bau alkohol, ia pun berniat ingin keluar lagi dari lift itu. namun betapa terkejutnya dia saat pintu lift sudah terbuka, Mario pun ikut keluar dan menyeret Jelita membawa masuk ke sebuah ruangan. Dan di sanalah Mario merenggut kesucian Jelita yang seumur hidupnya ia jaga, hilang begitu saja.


Semenjak kejadian itu, Jelita selalu menghindar jika bertemu dengan Mario di kantor. dia masih trauma dengan kejadian itu. Padahal Mario juga berusaha untuk meminta maaf pada Jelita. Hingga pada akhirnya Jelita tidak lagi melihat Mario, karena pria itu telah kembali lagi ke luar negeri.


##


“Bundaa….!” Ethan tiba-tiba merengek saat dalam pangkuan Jelita.


Waktu sudah malam. perjalanan untuk sampai ke kampung halamannya masih lama. Apalagi jalanan sangat macet, karena sedang hujan dan menyebabkan beberapa ruas jalan mengalami banjir.


“Iya, Sayang?” Jelita berusaha menenangkan Ethan karena anak itu merasa tidak nyaman tidurnya.


Pukul empat pagi, bus yang ditumpangi Jelita sudah tiba di terminal kota. Ia turun dan mencari angkutan lain yang akan mengantarnya pulang. namun bukan pulang ke rumah orang tuanya.


Jelita masih takut untuk bertemu dengan Ibunya. Dia masing ingat jelas dengan kemarahan Ibunya saat menuduhnya menjadi penyebab kematian sang Ayah.


Dan alamat yang Jelita tuju sekarang adalah rumah Omnya. Karena hanya Omnya yang sejak dulu bersikap baik padanya. Walau Om nya itu adalah adik tiri dari Ayahnya.


Jelita menggunakan angkutan umum menuju rumah Omnya. Dan beberapa menit kemudian ia sudah sampai.

__ADS_1


Jelita menggendong Ethan sambil menenteng tas yang berisi pakaiannya. Dia berharap bisa langsung bertemu dengan Omnya, walau waktu masih sangat pagi.


“Pagi, Non? Non siapa ya?” sapa seorang wanita paruh baya yang baru saja membukakan pintu gerbang.


“Saya Jelita. Keponakannya Om Arvin. Apakah Om Arvinnya ada, Bu?” jawab Jelita dengan sopan.


Wanita itu adalah pembantu Om Arvin. Kebetulan memang tinggal di rumah majikannya. Jadi wanita itu langsung membukakan pintu gerbang saat terdengar suara bel.


“Ada. Tapi jam segini Tuan Arvin masih tidur.” Jawab wanita itu dengan tatapan iba pada Jelita. Apalagi dengan mengendong anak yang masih terlelap dalam tidurnya.


Akhirnya wanita itu mempersilakan Jelita masuk. Biarkan saja menunggu di dalam. Karena tidak mungkin Jelita orang yang mempunyai niat jahat terhadap majikannya.


“Non tunggu di sini saja nggak apa-apa? Saya tidak berani membangunkan Tuan Arvin.”


Jelita hanya mengangguk tersenyum. Karena memang dia datang di waktu yang tidak tepat. Tapi setidaknya ia bisa beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan panjangnya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading!!


__ADS_2