Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 31


__ADS_3

Sementara itu hari ini Jelita cukup tenang perasaannya setelah tadi berziarah ke makam Ayahnya. Walaupun saat di makam tadi air matanya tumpah ruah tak terkendalikan. Mengingat semua perjuangan Ayahnya dulu bekerja banting tulang demi bisa menyekolahkan dirinya sampai jenjang perguruan tinggi. Namun semua itu sirna saat malapetaka itu datang bertubi-tubi. Hingga pada akhirnya ia harus kehilangan sosok pahlawan itu karena berita kehamilannya di luar nikah.


Sekarang perasaan Jelita sudah sedikit lebih tenang dibandingkan kemarin malam saat sedang dalam perjalanan ke kota ini. entahlah, setelah ini Jelita harus ke mana. Menumpang terus di rumah Om Arvin juga tidak enak, walau pria itu sendiri sudah memintanya untuk tetap tinggal di sini. karena memang sejak dulu Jelita tidak terlalu dekat dengan adik tiri ayahnya itu. hanya saja Jelita tahu kalau Om Arvin orangnya sangat baik. Biar nanti saja ia pikirkan. Sekarang lebih baik membantu masak di dapur saja. kebetulan Ethan sedang diajak Om Arvin pergi ke mini market membeli makanan ringan.


Arvin baru saja memasuki halaman rumahnya setelah mengajak Ethan pergi makanan ringan. Pria itu hari ini sangat senang karena kedatangan Jelita bersama anaknya. ya, walaupun Ethan terlihat masih takut dengannya, tapi bocah itu tidak menolak saat diajak pergi ke mini market.


“Ayo, Ethan kita masuk dulu!” ajak Arvin menggandeng tangan Ethan memasuki rumah.


Belum juga Arvin memasuki rumah. tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintuk gerbangnya, karena melihat dirinya dari luar. Arvin mengerutkan kening saat melihat pria asing itu. ia merasa tidak kenal atau mempunyai teman yang wajahnya kebule-bulean.


“Om Affa!!!” tiba-tiba saja Ethan berteriak kegirangan saat melihat pria asing itu.


Arvin langsung menggendong Ethan dan menghampiri pria itu yang ternyata adalah Raffael. Ethan masih berteriak memanggil nama Raffael. Terlihat jelas kalau Ethan memang sangat dekat dengan Raffael.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Arvin dengan sopan setelah membuka pintu gerbang.


“Maaf. Saya ingin bertemu dengan Jelita. Hai, Ethan!” jawab Raffael sembari melambaikan tangannya pada Ethan.


Arvin masih diam. dia tidak ingin banyak tanya tentang siapa Raffael. Walau dia sudah tahu tentang masa lalu Jelita. Tapi dia juga tidak bisa menuduh sembarangan kalau Raffael adalah pria yang menghamili Jelita.


“Nama Anda siapa?” tanya Arvin sebelum mempersilakan Raffael masuk.

__ADS_1


“Saya Raffael. Calon suami Jelita.”


Arvin sangat terkejut mendengar jawaban Raffael baru saja. rasa terkejut yang lebih ke arah rasa kecewa. Entahlah, kenapa dia merasa seperti itu. namun yang pasti, pria berstatus duda itu hatinya sangat bahagia saat kedatangan Jelita bersama Ethan tadi pagi.


“Ya sudah, silakan masuk!” ucap Arvin akhirnya. Sedangkan Ethan kini sudah berpindah ke gendongan Raffael.


Arvin mempersilakan Raffael menunggu di ruang tamu. Sedangkan ia memanggil Jelita yang terdengar sedang berada di dapur bersama pembantunya.


“Lita!” panggilnya dengan pelan pada sosok wanita yang sedang asyik dengan kegiatan memasaknya.


“Om sudah pulang? Ethan kemana?” tanya Jelita menghentikan sejenak aktivitasnya.


“Ada di ruang tamu bersama calon ayahnya.”


“Sudah, lebih baik keluarlah dan temui calon suami kamu.” Ujar Arvin dengan raut wajah yang tak terbaca.


Jelita sendiri menatap heran pada Omnya. Namun ia sangat penasaran, siapa yang datang menemuinya. Walau dia masih sadar dengan statusnya yang sebentar lagi akan menjadi istri Raffael. Tapi entahlah, Jelita rasanya enggan sekali melanjutkan hubungan itu setelah tahu kalau calon suaminya justru bersahabat dengan pria yang telah membuat hidupnya hancur.


Mata Jelita berkaca-kaca saat melihat Raffael tampak asyik bermain dengan Ethan. Memang tujuan awal dia menerima Raffael hanya karena Ethan. Tapi setelah ada kejadian seperti sekarang ini, apakah Jelita akan membatalkan rencana pernikahannya itu. otomatis ia juga merenggut kebahagiaan Ethan yang sudah dekat dengan Raffael.


“Mas Raffa!”

__ADS_1


Raffael yang sedang asyik menemani Ethan bermain berhenti sejenak saat mendengar suara wanita yang sejak semalam sangat ia rindukan. Kemudian Raffael membiarkan Ethan bermain sendiri, sedangkan ia menghampiri wanitanya.


“Jelita? Bagaimana keadaan kamu? Semalam aku mencarimu kemana-mana. Maafkan aku tidak bisa melindungimu.”


Jelita masih diam menatap lekat netra Raffael yang menunjukkan raut lelah bercampur sedih. Kemudian ia memilih keluar dari rumah menuju teras. Dia tidak ingin pembicaraannya didengar oleh putranya. Raffael pun berjalan mengekori Jelita.


“Aku sudah tahu semuanya.” Ucap Raffael setelah keduanya saling diam sejak beberapa saat.


“Kalau sudah tahu, untuk apa Mas datang ke sini? lebih baik kita usai sampai di sini saja.” ujar Jelita cukup tenang, namun ia tidak berani menatap mata Raffael. Keputusannya itu memang dirasa paling tepat. Raffael bersahabat dengan pria yang telah merenggut mahkotanya. Apa jadinya nanti jika ia masih terus mempertahankan hubungannya dengan Raffael. Meskipun demi Ethan. Yang ada hatinya akan semakin sakit jika mengenang kejadian buruk itu.


“Kamu ini bicara apa, Jelita? Apa alasan kamu memilih mengakhiri hubungan kita ini? tidak! Aku menolak keputusanmu itu. kita akan tetap segera menikah. kamu jangan khawatir tentang Mario. Aku sudah memberi dia banyak pelajaran yang setimpal atas perbuatannya pada kamu.”


“Tapi memang ini sudah menjadi keputusanku, dan aku sudah memikirkannya matang-matang, Mas. Aku tidak ingin merusak persahabatan kamu dengan dia. Apalagi hubungan kedua orang tua kalian juga sangat dekat. Aku tidak ingin menjadi penghalang itu semua. Walau di sini akulah yang menjadi korban. Semoga Mas menemukan wanita lain yang lebih baik daripada aku.” ucap Jelita lalu melepas cincin yang tersemat di jari manisnya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2