
Raffael benar-benar melarang istrinya untuk ikut memasak. Alhasil Jelita hanya menyaksikan suaminya yang sudah tampak luwes memasak. Apalagi harum aroma masakan itu sudah berhasil membuat Jelita menelan ludah berkali-kali.
“Biar aku yang siapkan, Mas. Kamu mandi dulu gih. Dari tadi belum mandi. bau tau!” ledek Jelita lalu ia beralih mengambil piring untuk menyiapkan makan malam sederhan itu.
“Bau bau gini suka kan?” Raffael menarik hidung istrinya dengan gemas.
Raffael segera masuk ke kamar untuk mandi, mengabaikan Jelita yang sedang mengusap-usap hidungnya.
Kini Jelita sudah membawa sepiring olahan masakan buatan suaminya menuju sofa dimana ia tadi bersama Raffael menghabiskan waktu. Karena memang rumah sewa itu sangat sempit. Namun hal itu sama sekali tidak masalah bagi mereka.
Raffael keluar kamar dengan tubuh yang sudah lebih segar. Aroma parfum yang ia pakai pun mampu membuat Jelita ingin memeluknya.
Mereka duduk berdua di sofa tunggal itu. mereka makan sepiring berdua dengan Jelita yang menyuapi. Raffael tak henti-hentinya mengulas senyum bahagia atas pertemuannya kembali dengan Jelita, istrinya.
Tak lama kemudian Raffael yang bergantian memegang sendok. Dia menyuapi Jelita. wanita itu juga menerimanya dengan senyuman. Sungguh malam ini dunia seperti milik mereka berdua. Tak ada satu orang pun yang menganggunya.
Dan inilah saat yang paling mendebarkan buat Jelita setelah selesai makan malam. meskipun Jelita juga menyewa rumah yang masih satu lokasi dengan rumah sewa Raffael, namun tidak mungkin juga jika ia kembali ke rumahnya untuk tidur di sana sendirian.
“Ayo!” Raffael langsung menarik Jelita masuk ke dalam kamar setelah pria itu meletakkan piring kotor di belakang.
Mendadak Jelita gugup. Rasanya sangat mendebarkan daripada malam pertamanya dulu bersama Raffael. Sedaangkan Raffael tampak biasa saja.
Kini Jelita sudah duduk di bibir ranjang bersama Raffael. Ranjang dengan ukuran sedang, sama dengan ranjang yang ada di rumah sewa Jelita.
“Aku sangat merindukanmu, Sayang. Marilah, mulai malam ini juga kita awali lembaran baru kehidupan kita menjadi lebih baik.” Raffael menyibak anak rambut Jelita yang sedikit berantakan.
__ADS_1
“Iya, Mas.” Jelita menjawab singkat disertai anggukan samar. Namun wajahnya terasa panas namun siap diterkam oleh Raffael.
Raffael mengecup lembut kening istrinya. Kecupan penuh rasa syukur dan bahagia atas pertemuannya kembali dengan wanita pujaan hatinya.
Jelita menutup matanya menikmati sentuhan lembut bibir suaminya yng terasa hangat di keningnya. dia juga merasakan hal yang sama seperti Raffael. Bahagia.
Akhirnya malam itu, sepasang suami istri yang telah lama terpisah akibat sebuah kesalah pahaman yang hampir saja memutuskan hubungan rumah tangganya melebur jadi satu dalam satu ikatan cinta yang tidak akan terpisah kecuali kematian.
Raffael benar-benar memperlakukan istrinya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Setiap sentuhan yang ia berikan mampu membuat Jelita terbang melayang. Senyum bahagia tak surut dari keduanya malam ini.
Malam yang benar-benar panas dan mendebarkan tak membuat keduanya lelah. Seperti tak akan pernah ada kata puas, mereka terus bergelut saling memberikan kenikmatan. Lenguhan panjang yang bersahutan dari bibir keduanya sebagai tanda percintaan mereka selesai. Raffael masih bisa mengontrol dirinya. Meskipun tenaganya masih cukup banyak, namun ia tidak setega itu pada istrinya untuk terus menghujamnya semalam penuh.
Cup
“Sudah, tidurlah! Kalau kamu senyum-senyum seperti itu, aku tidak akan membiarkan kamu tidur sampai pagi nanti.” ancam Raffael karena saking gemasnya.
Jelita segera menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya yang masih polos. Raffael pun hanya menggeleng pelan lalu ikut bergabung masuk ke dalam selimut yang sama.
Pagi harinya Raffael terjaga lebih dulu. Tangaannya masih mendekap tubuh mungil istrinya. Ia enggan sekali beranjak. Masih betah menatap wajah cantik natural Jelita, wanitanya. Sungguh semalam bukanlah mimpi semata. Jelita benar-benar kembali ke pelukannya lagi. hanya rasa syukur yang terus terucap dalam hati Raffael. Dia berjanji tidak akan lagi mengulangi kesalahnya seperti dulu lagi.
Puas memandangi wajah cantik Jelita, Raffael segera bangun. Pagi ini dia akan menyiapkan makanan untuk istrinya lagi. dia memang sengaja membiarkan Jelita masih terlelap dalam mimpinya. Karena Raffael tahu kalau istrinya semalam sangat kelelahan akibat gempurannya yang tiada ampun juga tiada tara. Wkwkwk
Harum aroma masakan Raffael membuat Jelita terbangun dari tidur lelapnya. Pasalnya Raffael membuka sedikit pintu kamarnya. Entah kenapa, Raffael sengaja melakukan itu. selagi dia masak, dia bisa melihat istrinya dari kamar. takut jika tiba-tiba saja Jelita hilang atau pergi meninggalkan dirinya.
Jelita duduk dengan selimut tebal masih membungkus tubuh polosnya. Lalu ia teringat dengan kegiatan panasnya semalam. Apalagi ia melihat ada beberapa tanda cinta dari suaminya yang terlihat jelas di dadanya, semakin membuat Jelita meremang.
__ADS_1
“Selamat pagi, Sayang!” sapa Raffael yang tiba-tiba sudah ada di dalam kamar tanpa Jelita sadari.
“Ehm, pagi Mas.” Jawab Jelita gugup.
“Kenapa gugup seperti itu, hem? Apa kamu mengingat yang semalam kita lakukan?” Raffael sengaja menggoda.
“Ish, apaan sih, Mas? Sudah sana! Aku mau mandi dulu. Perutku sangat lapar.”
“Mau aku mandiin? Sekalian melanjutkan yang semal,- aargggghhh”
Jelita langsung menghadiahi cubitan pada perut suaminya. sifat asli Raffael keluar jika pria itu sedang dalam mode membucin. Sebenarnya Jelita juga suka, tapi wanita itu masih agak malu.
Jelita langsung beranjak dari tempat tidur dan bergegas masuk ke kamar mandi. dan yang membuat Raffael semakin terkejut yaitu istrinya ke kamar mandi dalam keadaan bug***l.
“Kamu nakal sekali, Sayang!!” teriak Raffael dengan menahan sesuatu yang sudah sesak di bawah sana.
.
.
.
*TBC
Happy Reading!!
__ADS_1