Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 62


__ADS_3

“Merlyn, bangunlah! Jangan seperti ini!” Mario sangat terkejut saat Merlyn berlutut di bawahnya.


Wanita itu bangun dan langsung memeluk Mario. Tidak ada getaran apapun dalam hati Mario saat merasakan pelukan Merlyn. Mungkinkah semua itu penyebabnya dari Jelita. Jawabannya adalah iya. sungguh kehadiran Jelita telah menghilangkan rasa cinta pada diri Mario yang dulu sempat ada untuk Merlyn.


Mario masih membiarkan Merlyn memeluknya. Tapi dia sama sekali tidak membalas pelukannya. Mungkin ini adalah kesempatan terakhir yang diberikan pada Merlyn agar bisa memeluknya. Setelah ini ia akan mengajak wanita itu bicara baik-baik.


Merlyn mengurai pelukannya dengan masih menyisakan isakan lirih. Dia menatap Mario yang sejak tadi tidak membalas pelukannya.


“Ayo kita duduk dulu!” ajak Mario menuju sofa yang ada di ruangannya.


Mario mempersilakan Merlyn duduk terlebih dulu agar wanita itu tidak ikut duduk di sampingnya.


“Merlyn, aku sungguh minta maaf padamu. Aku tidak bisa kembali denganmu lagi. aku harap kamu bisa menerimanya dengan lapang dada. Aku akan meminta maaf pada kedua orang tuamu tentang berakhirnya hubungan kita ini.” ujar Mario.


“Tidak, Mario! Katakan padaku! apa alasan kamu menolakku? Apakah kamu marah dengan kejadian waktu itu? aku akan datang menemui Tante Chelsea dan Om Chiko untuk meminta maaf atas sikap kasarku dulu yang tidak sengaja.”


Mario hanya menggelengkan kepalanya pelan. Apakah lebih baik ia jujur dengan keadaannya sekarang. tentang masa lalunya dengan Jelita hingga membuahkan hasil seorang anak.


“Tidak. Aku yakin Mama dan Papa sudah memeaafkanmu. Tapi alasanku tidak bisa menerimamu kembali karena aku sudah memiliki anak.”


Merlyn sangat terkejut mendengarnya. Setahunya selama ini Mario tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Lalu bagaimana bisa pria itu mempunyai seorang anak. Akhirnya Mario menceritakan tentang kejadian masa lalunya. Di mana ia merenggut mahkota Jelita saat Merlyn memutuskan hubungannya. Lalu ia bertemu kembali dengan wanita itu akhir-akhir ini, dan ternyata wanita itu mempunyai seorang anak akibat perbuatannya dulu.


“Tidak! Itu pasti bukan anak kamu, Mario. Apa kamu akan mempertahankan wanita itu setelah pengakuannya kalau anak itu adalah anak kamu? Tidak, Mario! Itu pasti bukan anak kamu. Dia hanya memanfaatkan kamu.” Merlyn masih terus menyangkal, bahkan sampai menuduh Jelita yang tidak-tidak.


“Cukup Merlyn! Aku sudah berusaha bicara baik-baik dengan kamu. Tapi justru menuduh Jelita yang tidak-tidak. Lebih baik kamu keluar dari sini sekarang juga!” hardik Mario penuh emosi.


Merlyn menatap Mario dengan tatapan penuh permusuhan. Ia menyimpan nama seorang wanita yang baru saja disebut oleh Mario. Dia tidak bisa diam saja. dan dia harus menang untuk merebut kembali hati Mario.


Merlyn mengusap air matanya dengan kasar. Tanpa mengucapkan sesuatu, ia segera melangkah pergi dari ruang kerja Mario.


**


Kini Mario sudah berada di rumah Reno setelah beberapa saat yang lalu dibuat emosi dengan kedatangan sang mantan kekasih.

__ADS_1


Kebetulan di rumah hanya ada Abi. karena Reno dan Livy sedang berada di kantor.


“Ada yang bisa Tante bantu, Rio?” tanya Abi saat pembantunya baru saja membawakan minuman untuk Mario.


“Ehm, begini Tante. Aku hanya ingin tahu kabar tentang Ethan. Apakah dia baik-baik saja? aku sangat rindu dengannya.”


“Memangnya kamu tidak menghubungi Raffa?”


“Sudah, Tan. Tapi Raffa sangat sibuk di kantor. jadi dia sering mengabaikan panggilanku.”


Abi terdiam sejenak. Memang dia tahu dari suaminya kalau perusahaan yang ada di luar negeri sedang ada masalah. Hal itu pun membuat Raffael sangat sibuk. Pastinya tidak bisa menjawab panggilan dari Mario.


Sebagai seorang ayah, pantas jika Mario sangat merindukan anaknya. lagi pula selama ini Abi juga sering melakukan panggilan video dengan cucunya itu. tentunya melalui ponsel bundanya, yaitu Jelita.


“Ya sudah, kamu tunggu dulu sebentar. Tante ambil ponsel dulu. Tante akan menghubungi ponsel Jelita biar kamu bisa bicara langsung dengan Ethan.” Ucap Abi seperti memberi solusi pada Mario.


Mario mengulas senyum tipis seraya menganggukkan kepalanya pada Abi. dalam hatinya juga bersorak. Sebentar lagi bisa melepas rindu dengan putranya.


“Sebentar. Mungkin Jelita sedang sibuk.” Ucap Abi menatap sekilas pada Mario yang menunggunya dengan sabar.


Abi kembali menghubungi ponsel Jelita. Namun tiba-tiba saja pembantunya datang dengan memberi pesan kalau ada panggilan dari suaminya melalui telepon rumahnya.


“Kamu coba tunggu dulu dan panggil terus kalau masih belum diangkat. Tante ke dalam dulu, sepertinya Om Reno mau bicara penting.” Ucap Abi tampak biasa saja.


Mario mengangguk. Lalu memegang ponsel Abi seraya menunggu panggilannya diterima oleh Jelita. Dan benar saja, panggilan video itu sudah tersambung dengan ponsel Jelita.


Mario tampak gelagapan saat melihat wajah Jelita yang terpampang di sana. Apalagi wanita itu sepertinya baru selesai mandi. karena terlihat dari handuknya yang sedang menggelung rambutnya yang basah. Begitu juga dnegan Jelita. Dia juga sangat terekjut saat nama Mama mertuanya melakukan panggilan video tapi yang muncul wajah Mario.


“Ma…maaf, Jelita. Bisakah aku bicara dengan Ethan?” tanya Mario dengan gugup. Dia menjadi tidak fokus karena melihat wajah cantik Jelita dari dekat.


“Ehm, Oh Ethan. i..iya,-“


Belum sempat Mario mendengar kalimat yang akan diucapkan oleh Jelita, tiba-tiba saja muncul wajah Raffael di sana. Lalu panggilan itu langsung terputus begitu saja.

__ADS_1


“Pasti Raffa akan salah paham denganku dan Jelita.” Gumam Mario dengan nafas berat.


“Bagaimana? Apa Jelita sudah mengangkatnya, Rio?” tanya Abi yang sudah kembali ke ruang tamu.


“Sudah, Tante. Hanya sebentar, karena Ethan sedang bermain. Jelita bilang akan menghubungiku kembali dengan ponsel suaminya nanti.” jawab Mario bohong. Setelah itu ia berpamitan pulang.


***


Sementara itu kini Jelita sedang mendapatkan tatapan horror dari suaminya setelah tanpa sengaja Raffael melihat istrinya sedang melakukan panggilan dengan Mario.


Raffael yang baru saja pulang kantor lebih awal, ia berniat mengajak istri dan anaknya untuk pergi jalan-jalan justru mendapatkan kejutan yang menyakitkan dari istrinya.


“Berani kamu bicara dengan Mario dengan keadaan kamu seperti itu, hah?” Raffael seperti sudah hilang kesabarannya. Pria itu sangat murka saat membayangkan Mario bisa menikmati wajah istrinya seperti itu.


“AKu juga nggak tahu Mas kalau Mario yang melakukan panggilan itu. itu ponsel Mama.” jawab Jelita sambil menundukkan kepalanya.


“Ahhh sialann!! Jangan banyak alasan! Kamu sengaja kan? Apa kamu tidak bisa langsung memutus panggilan itu saat melihat wajah Mario? Apa kamu sengaja melakukannya? Astaga, ujian macam apa lagi ini ya Tuhan!!” Raffael yang sedang berada di puncak emosinya berusaha kuat untuk tidak menyakiti istrinya. Walau ucapannya tadi sudah cukup membuat hati Jelita sakit. Jadi dia lebih memilih keluar kamar dan menutup pintu dengan keras.


Brakkk


Jelita terksiap sampai memegangi dadanya.


“Ya Tuhan, berikan aku kesabaran!” gumamnya lirih.


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2