Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 46


__ADS_3

Semalam penuh Raffael tidur dengan tangan yang tak lepas dari istrinya. Pelukan hangat yang selalu diberikan Raffael selalu membuat Jelita nyaman menemukan kantuknya. Tapi tidak dengan malam ini. ada sejengkal rasa sesal di dalam hatinya kala melihat sorot mata kekecewaan dari Raffael tadi setelah mereka berciuman.


Jelita bukan wanita bodooh yang yang tak peka dengan perasaan Raffael. Melihat sorot mata kecewa dari Raffael, entah kenapa sampai saat ini dia terus dibayang-bayangi rasa bersalah. Terlebih sebagai seorang istri, ia belum bisa memberikan haknya pada Raffael. Namun, untuk memberikannya sekarang pun Jelita masih merasa gamang.


Terdengar suara dengkuran halus dari bibir Raffael. Jelita perlahan melepas lengan kokoh suaminya yang sejak tadi melingkar di atas perutnya. Memutar tubuhnya menhadap Raffael. Pria itu tidur dengan damai. Bahkan wajahnya saja masih terihat tampan saat matanya terpejam. Tangan Jelita pun tidak sadar membelai rahang kokoh suaminya. sungguh anugerah Tuhan yang sangat sempurna yang dikirimkan untuknya.


Jantung Jelita semakin berdegup kencang saat belaian tangannya berhenti tepat di bibir Raffael. Bahkan dengan berani, jemari itu mengusap lembut bibir Raffael yang sudah memberikan rasa candu.


Jelita menelan salivanya susah payah melihat bibir suaminya. entah kenapa ada gejolak aneh di hati Jelita untuk mencium bibir itu. sungguh rasa yang tidak bisa ditahan lagi dan tidak pernah sekalipun ia merasakan seperti ini.


Mungkinkah Raffael nanti akan bangun saat ia mencuri ciuman suaminya. tapi Jelita juga tidak bisa menahan rasa itu. lagipula dengkuran halus yang keluar dari mulut suaminya itu cukup menandakan kalau Raffael sedang tidur nyenyak. Tertunya tidak akan terganggu jika ia hanya menciumnya sebentar.


Cup


Jelita mendaratkan singkat bibirnya pada bibir Raffael. Jantungnya semakin berdegup. Takut jika Raffael tiba-tiba bangun. Ternyata tidak. Dan hal itu membuat Jelita ingin mengulanginya lagi. sungguh sangat konyol. Bahkan Jelita ingin belajar membalas ciuman suaminya. lebih tepatnya membalas di saat si pemilik bibir itu sedang terlelap.


Jelita akhirnya mengulanginya lagi. mencium bibir suaminya. namun kali ini sedikit lebih lama dibandingkan yang pertama tadi. dia sampai menahan nafasnya saat bibir itu menempel pada bibir suaminya. berharap tidak mengusik tidur suaminya dan dia bisa menikmati manis bibir Raffael. Setelah dirasa cukup, dan Jelita juga tidak bisa berlama-lama menahan nafasnya akhirnya ia mengakhiri ciuman itu. betapa terkejutnya dia saat baru saja ciumannya terlepas, tengkuknya ada yang menahan kuat hingga bibir itu kembali bersentuhan.


Mmmphh….

__ADS_1


Jelita ingin protes. Namun bibirnya sudah dilummat oleh suaminya. namun anehnya Raffael masih memejamkan mata. Apakah pria itu bermimipi. Tentu saja jawabannya tidak. Raffael sadar walau awalnya ia merasa seperti mimpi saat pertama kali Jelita menciumnya sekilas tadi. dan kini dia benar-benar sadar kalau ternyata istrinya sejak tadi telah memainkan bibirnya.


Raffael masih menutup matanya. namun bibirnya sangat rakus memagut bibir istrinya yang telah berani menusik tidur nyenyaknya. Tapi tidak bisa dipungkiri kalau hati Raffael bersorak senang saat melihat istrinya sudah mulai agresif.


Kini tangan Raffael sudah tidak lagi menahan tengkuk Jelita. Melainkan menarik pinggang wanita itu agar semakin rapat dengan tubuhnya. Tak lama kemudian Raffael membuka matanya. tatapannya langsung berubah tatapan penuh gaiirahh saat merasakan deru nafas istrinya dan suara desaaahan yang tak sengaja keluar dari bibir Jelita.


“Sayang, kamu yang memulainya. Kamu harus bertanggung jawab!” ujar Raffael dengan mata yang sudah berkabut.


Ibaratnya sudah terlanjur basah, Jelita juga sangat menikmati percumbuan itu. akhirnya ia hanya pasrah. mungkin malam ini ia siap memberikan haknya pada Raffael, termasuk hatinya. Dengan perlahan Jelita menganggukkan kepalanya.


Seketika itu mata Raffael membola sempurna. Ia memastikan kembali apakah anggukan darin istrinya itu benar-benar jawaban sekaligus kerelaan hati Jelita untuk memberikan haknya malam ini. Raffael kembali menatap dalam mata istrinya seolah mengisyaratkan pertanyaan.


Raffael pun segera memberikan kecupan pada kening Jelita. Hatinya luar biasa bahagia. Sebentar lagi ia akan memiliki Jelita seutuhnya.


Akhirnya malam itu menjadi malam yang sangat syahdu bagi pasanngan Raffael dan Jelita. Raffael benar-benar memperlakukan istrinya dnegan lembut dan penuh kasih sayang. Mereka berdua benar-benar hanyut dalam pusara cinta yang menggelora. Bahkan di setiap hujaman yang diberikan oleh suaminya, Jelita tak henti-hentinya memanggil nama Raffael. Panggilan yang semakin membuat Raffael terbakar gairrahnya dalam menuntaskan hasratnnya malam itu.


“Aku mencintaimu, Jelita. Sekarang, besok, dan selamanya.” Ujar Raffael setelah keduanya mengalami pelepasan yang terakhir.


“Aku juga mencintaimu, Mas.”

__ADS_1


Kebahagiaan Raffael pun semkain berlipat ganda kala mendengar langsung jawaban dari bibir istrinya. Jelita telah membalas cintanya. Jelita telah mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya. setelah itu Raffael menarik tubuh polos istrinya ke dalam pelukannya. Menutupnya dengan selimut tebal. Sungguh Raffael ingin sekali mengulang kenikmatan yang baru saja ia capai, tapi dia sadar kalau istrinya masih kelelahan.


Jelita pun juga sangat bahagia. Dengan perlakuan lembut suaminya, ia bisa mencapai kenikmatan itu beberapa kali. Walau awalnya ia sempat merasakan sakit di bagian intinya, namu perlahan rasa sakit itu berganti dengan rasa nikmat.


“Tidurlah, Sayang! Ini sudah jam tiga. Bukankah besok kita akan menjemput Ethan ke Villa?”


Jelita terkejut ternyata sekarang sudah jam tiga. Selama itukah ia tadi dan Raffael melakukan itu. tapi kenapa rasanya Cuma sebentar. Apakah dia sangat menikmatinya.


“Kenapa? Apa kamu ingin mengulanginya lagi, hem?”


Jelita langsung menghadiahi cubitan di perut suaminya. tanpa menjawab, ia langsung menelusupkan kepalanya di dada bidang suaminya dan segera tidur menemui mimpinya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading!!


__ADS_2