Menikahi Single Mother

Menikahi Single Mother
MSM 85


__ADS_3

Brukkk


Arvin menghempaskan tubuh Raffael ke lantai. Setelah itu dia menarik lagi tubuh Raffael agar bangun. Kemudian ia melayangka kembali pukulannya ke wajah Raffael.


Bugh


Bugh


Bugh


“Baj**an kamu! Kamu pantas mendapatkan semua ini!”


Bugh


Bugh


“Kamu pantas mendapat hukuman atas penderitaan yang Jelita rasakan selama ini!”


Raffael hanya pasrah mendapat banyak pukulan dari Arvin. Dia masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Arvin. Jelita sedang mengandung. Dan Arvin mengatakan kalau anak yang dikandung Jelita adalah anaknya.


“Jelita ham…mil?” tanya Raffael dengan menahan kesakitan di sekujur tubuhnya.


“Iya. dia hamil anak kamu!”


Arvin sudah tidak tahan lagi untuk bungkam suara. Dia tidak peduli kalau Jelita akan marah dengannya karena telah menceritakan semua kesalah pahaman itu pada Raffael.


Arvin mengatakan semuanya. Tentang awal mula kejadian yang membuat Raffael salah paham. Walau sebenarnya itu sudah terlambat sejak Raffael sudah bertekat menceraikan Jelita. Setidaknya dia tidak ingin agar Raffael mengecap Jelita sebagai wanita murahan. Termasuk dengan kematian Bu Sukma saat malam setelah terjadi kesalah pahaman itu.

__ADS_1


“Ibu.. Ibu meninggal?” lirih Raffael benar-benar terkejut.


“Sudah puas hati kamu telah menorehkan luka pada Jelita? Harusnya sejak awal kamu bilang padaku kalau kamu tidak bisa membahagiakan dia. Bukankah sudah aku katakan kalau aku akan mengambil Jelita jika kamu menyakiti dia. Tapi sampai kapanpun aku menganggap dia sebagai keponakanku, asal kamu tahu. Sekarang juga angkat kaki kamu dari rumahku! kamu jangan khawatir, Jelita pasti akan taat hukum. Tapi bersabarlah sampai dia melahirkan.”


Raffael kini hatinya benar-benar hancur. Lebih tepatnya hancur karena penyesalannya. Dia menyesal telah menyakiti wanita yang saat ini sedang mengandung anaknya. dia tidak bisa diam begitu saja. Raffael akan mencari Jelita dan meminta maaf pada wanita itu.


“Dimana Jelita saat ini, Om? Tolong beritahu aku! aku ingin bertemu dengannya.” pinta Raffael.


Arvin menatap sinis pada Raffael yang sednag memohon padanya. Dia sudah bisa menebak aapa yang akan dilakukan Raffael. Dan dia juga bisa melihat kalau Raffael telah menyesali perbuatanya.


“Aku tidak punya banyak waktu. Lebih baik kamu segera keluar dari sini atau aku panggil satpam kompleks untuk menyeretmu dari sini?” ancam Arvin.


Raffael terpaksa pulang dengan rasa penyesalannya yang mendalam. Tidak mudah memang bagi Arvin untuk memaafkan kesalahannya dan memberitahu keberadaan Jelita saat ini.


Akhirnya Raffael terpaksa mencari penginapan. Dia akan istirahat sejenak atau tinggal beberapa waktu di kota ini sampai ia bisa menemukan kebaradaan Jelita.


Raffael tidak bisa membayangkan bagaimana menderitanya Jelita selama ini. dia sebagai seorang suami yang harusnya bisa merangkul wanitanya saat sang Ibu pergi dari dunia ini, justru dia menorehkan luka yang mendalam.


Kepingan ingatan Raffael muncul begitu saja saat mengingat Jelita datang seorang diri ke rumahnya. Wanita tangguh itu berusaha tegar atas kata-kata hinaan yang ia lontarkan. Pasti sangat hancur hati Jelita saat itu. apalagi wanita itu sedang mengandung buah hatinya.


“Jelita, maafkan aku. aku tahu kalau kesalahanku sangat fatal. Tapi aku akan berusaha memperbaiki hubungan ini.”


Malam ini sungguh malam terkelam dalam sejarah hidup Raffael. Dia adalah satu-satunya pria bodohh dan egois yang pernah ada di muka bumi ini. pantaskah kesalahan yang telah dia lakukan pada Jelita masih bisa ditolerir.


Dengan perasaan yang masih berkecamuk. Raffael menghubungi pengacara yang menangani kasus perceraiannya dengan Jelita. Raffael akan mencabut gugatan cerainya terhadap Jelita. Meskipun dia tahu kalau akan sulit menemukan wanita itu sekaligus mendapatkan maaf darinya. Tapi setidaknya dia akan berusaha dulu untuk memperbaiki semuanya.


Raffael memutuskan untuk tinggal di hotel selama beberapa hari. Dia harus menemukan keberadaan Jelita. Tidak peduli dengan Papanya yang terus-terusan menghubunginya karena dianggap tidak professional dalam pekerjaan.

__ADS_1


Raffael hanya mengatakan pada Papanya kalau ia mencabut gugatan cerainya terhadap Jelita. Dia juga sudah menyesali perbuatannya pada Jelita. Reno pun hanya bisa membiarkan saja. walau ia merasa puas dengan penyesalan Raffael. Tapi pria itu dan juga istrinya sangat berharap Raffael bisa kembali lagi dengan Jelita.


Selama tinggal di kota itu Raffael menyuruh orang untuk mencari keberadaan Jelita. Tentunya orang suruhannya itu bukan orang sembarangan. Dan hanya dalam hitungan hari, orang suruhannya sudah berhasil menemukan keberadaan Jelita saat ini.


Raffael mendapatkan alamat dimana Jelita saat ini tinggal. Termasuk dengan beberapa foto Jelita tak sengaja tertangkap kamera pengintai orang suruhan Raffael itu.


Rasa sedih dan penyesalan kembali menghampiri Raffael saat ia melihat potret Jelita sedang berjalan sambi membawa beberapa kardus kue buatannya yang akan ia titipkan ke beberapa kios. Ditambah lagi dengan kondisi Jelita yang sedang hamil dan perutnya sudah mulai membuncit.


Betapa menderitanya Jelita selama ini. hidup bersama anaknya yang masih kecil dan sedang hamil pula. ada rasa takut sekaligus cemas akan penolakan Jelita saat Raffael akan mendatangi Villa yang ditempati Jelita. Tapi bukankah dia sudah bertekat untuk menemui wanita itu dan meminta maaf.


Akhirnya setelah mendapat informasi tentang alamat Jelita, hari itu juga Raffael datang ke sana.


***


Kini Raffael sudah tiba di depan sebuah Villa sederhana yang kemungkinan besar ditempati oleh Jelita. Dengan perasaan yang berkecamuk, Raffael melangkahkan kakinya mendekati rumah itu. tangan Raffael terangkat hendak mengetuk pintu rumah Jelita. Namun tiba-tiba saja tangannya melayang di udara saat mendengar suara yang tidak asing di telinganya. Sekaligus suara yang sangat dirindukannya.


“Ayahhhhhh!!!!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2